Fanboy Wars: Perang yang Jauh Lebih Sadis Dari Perang Real-Life yang Mungkin Tidak Akan Pernah Berhenti Hingga Dunia Kiamat

7 months ago

Sebelum saya memulai pembahasan kali ini, saya ingin menegaskan dua hal terlebih dahulu. Pertama, yang namanya perang atau pertikaian apapun itu bentuknya, ya tidak baik sama sekali.

Kedua, artikel ini tidaklah bersifat mengajak “ribut”. Justru artikel ini lebih ingin mengajak kedua belah fanboy untuk merefleksikan sekaligus mengintrospeksi diri terkait permasalahan ini. Nah, kalau sudah jelas, mari kita mulai pembahasannya.

Tidak salah kan kalau saya meng-hiperbola judul artikel ini ? Kenyataan yang ada di lapangan memang demikian bukan? Bayangkan saja. Hanya karena berargumen mana yang lebih kaya antara Batman dan Iron Man atau mana yang lebih “spacey” antara Star Wars dan Star Trek, kita kerap melihat adanya keributan antara dua kubu atau dua individual beda fans.

Bahkan, tidak jarang keributan ini berujung pada tindakan kriminal seperti penusukan dan pembunuhan. Memang kalau di Indonesia, hal ini syukurnya belum pernah terjadi. Tapi kalau di luar negeri terutama Amerika Serikat? Hmm, jangan ditanya.

Trekkies VS Star Wars Fanboy (sumber: Reddit)

Melihat fakta yang cukup miris nan konyol ini, kitapun menjadi bertanya. “Apa yang menyebabkan awal terjadinya perang antara penggemar media penceritaan fiktif ini ?” Dua kata: Fanatisme Sempit.

Spesifiknya, dikarenakan seorang fanboy terlalu mengagung-agungkan idola geeky-nya, alhasil akhirnya membuat dia kerap menganggap remeh atau bahkan menghina saingan franchise atau karakter yang diidolakannya. Gak jarang juga yang dihina, justru tidak memiliki kesamaan yang terlalu mirip terhadap idolanya tersebut.

Kita ambil contoh persaingan antara fans Star Wars aka Fanboy Wars dan Trekkies. Rivalitas antara kedua fanboy franchise yang sama-sama berlatar di luar angkasa ini, bisa dibilang sama legendarisnya dengan persaingan antara fanboy Marvel & DC.

Padahal tidak seperti Marvel dan DC yang at least memang masih memiliki lumayan kemiripan satu sama lain, Star Wars dan Star Trek, terlepas memang berlatar di luar angkasa, justru secara plot (bahkan keseluruhan), tidak memiliki kemiripan satu sama lain.

Darth Vader diantara Kirk & Spock (sumber: cinematographe.it)

Star Trek diciptakan oleh Gene Roddenberry di pertengahan 60an dan basis plot utama franchise ini adalah penjelajahan luar angkasa (space exploration) yang dilakukan oleh kru pesawat U.S.S Enterprise.

Sedangkan Star Wars, diciptakan oleh George Lucas menjelang akhir 70an dengan basis plot utama, opera sabuk luar angkasa keluarga Skywalker. Beda banget bukan? Lalu kenapa kedua fanboy franchise ini kerap bertengkar satu sama lain ?

Pertama, keduanya sama-sama tampil di era emas TV dan film (60 dan 70), Kedua, karena judul keduanya diawali dengan kata “Star”. Konyol? Memang. Kekonyolan feud antara kedua fanboy ini, sampai dijadikan basis plot utama dari film komedi Fanboys (2009) yang dibintangi oleh Seth Rogen, Dan Fogler, Jay Baruchel dan Kristen Bell.

Gandalf & Dumbledore (sumber: Mashable)

Satu contoh lagi perang fanboy yang berasal dari dua franchise yang sangat berbeda adalah: The Lord of the Rings dan Harry Potter. “Ah masa sih ? Kayaknya jarang dengar atau liat deh.”

Memang dibandingkan perang antara Fanboy dan Trekkies, bisa dibilang perang antara dua fanboy ini bersifat “low-profile”. Padahal seperti kita tahu dua franchise ini memiliki perbedaan yang bagaikan langit dan bumi.

Yang satu adalah seri mengenai perjalanan untuk menghancurkan cincin terkutuk dan yang satu lagi adalah seri mengenai petualangan sekaligus perjalanan penyihir muda yang harus membinasakan penyihir tidak berhidung yang membunuh kedua orang tuanya.

Tapi gokilnya terlepas perbedaan signifikan tersebut, kedua fanboy masih bisa saja untuk menemukan faktor kesamaan antara keduanya yaitu spesifiknya, di dua karakter penyihir (wizard) tua bijak di masing-masing franchise-nya, Gandalf & Dumbledore.

Ya memang sih keduanya sama-sama tukang sihir. Tapi tetap saja secara plot dan keseluruhan, tidak memiliki kesamaan satu sama lain. Malah kalau menurut saya, justru Harry Potter lebih lumayan banyak kesamaan dengan Star Wars. Tapi ya sudahlah.

Batman V Superman (sumber: Medium)

Sifat fanatisme sempit tersebut, kini bahkan sudah sampai membuat seorang fanboy meledek karakter lain yang ironisnya, masih satu payung dengan karakter pujaannya.

Yap benar banget saya disini membicarakan salah satu kasus yang lumayan booming 2 tahun yang lalu ketika film Batman V Superman: Dawn of Justice (2016) dirilis. Kalau kalian masih ingat, di berbagai grup FB Batman atau Superman atau DC baik di Indonesia maupun di negara lain, dinding komen kala itu lumayan banyak dipenuhi dengan “kata-kataan” antara fans Batman dan fans Superman.

Dan hal ini hanya karena yang satu nge-fans berat dengan Batsy dan yang satu nge-fans dengan Supes. Padahal untuk kesekian kalinya saya katakan, kedua ikon superhero ini, sama-sama masih dalam satu payung, DC. Jujur, saya saja yang fanboy DC, kesal banget melihat hal tersebut.

Dan kenyataannya, bukan hanya DC saja yang mengalami hal ini. Kalau diperhatikan sekarang-sekarang ini, banyak juga fanboy yang meributkan antara karakter Marvel dan Marvel atau bahkan antara Star Wars dengan Star Wars. Miris banget ya.

The Beatles & The Rolling Stones (sumber: chicagomag)

Selain “menjamur” di rana film dan komik, sikap perang fanboy, jugalah “menjamuri” rana musik. Dan bisa dibilang perang fanboy antara fans musik ini jugalah tidak kalah gokilnya dari fans superhero atau komik.

Contohnya perseteruan antara dua penggemar pelopor band rock modern, The Beatles dan The Rolling Stones. Walau ya bisa dibilang perang antara 2 penggemar band 60an ini kala itu masih “wajar”, tapi kalau dipikir lagi, aneh saja.

Selain keduanya sama-sama dari Inggris dan memiliki sound rock yang cukup berbeda (Beatles lebih Pop-Rock dan Rolling Stones lebih R&B), juga di dunia nyata, kedua band ini bersahabat satu sama lain.

Walaupun begitu, dari dulu hingga sekarang, masih lumayan banyak fans dari kedua kubu yang kerap membandingkan sampai ada fans dari salah satu kubu band yang “anti” mendengarkan band rival-nya tersebut.

Padahal seperti kita tahu, musik itu adalah media penghibur yang seharusnya dapat menghancurkan perbedaan yang dimiliki dan bukannya malah menjadi “kompor” yang memanas-manasi.

Marvel & DC bisa akur (sumber: vignette4.wikia)

Lalu, sekarang bagaimana caranya untuk dapat menghentikan perseteruan ini? Well, pertama-tama saya katakan bahwa perseteruan antara fanboy, tidaklah akan pernah selesai sama sekali. Selalu ada celah untuk mencari perbedaan yang bisa menimbulkan pertikaian. Selain itu, sikap fanatisme juga menjadi faktor penentu.

Oleh karenanya yang bisa kita lakukan adalah mengurangi atau meminimalisir perang ini sehingga, masih dalam taraf yang sangat wajar.Bagaimana kita melakukan hal tersebut? Saling toleransi dan menghargai perbedaan yang dimiliki satu sama lain. Jangan karena kita menganggap idola kita paling keren, lalu yang diidolakan oleh yang lain adalah payah. Kalaupun memang tidak suka, ya simpan saja di dalam hati. Tidak usah diumbar-umbarkan.

Selain itu coba untuk hilangkan (bukan dikurangi) sikap fanatisme sempit. INGAT! Boleh kita benar-benar nge-fans dengan idola kita. Tapi jangan sampai kalian menutup mata dan telinga kalian dengan idola-idola lain di luar sana.

Karena bisa saja idola lain tersebut sama keren atau mungkin lebih keren dari idola kita tersebut. Dijamin deh. Kalau kedua sikap ini dipupuk, kalaupun perang fanboy masih terjadi, setidaknya perang ini masih berjalan dalam tahapan yang sangat wajar alias, tidak harus sampai merugikan fisik dan mental.

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

Xiaomi Redmi 5A. Sumber gambar: mi.com

Hanya 999.000! Xiaomi Redmi 5A, Apakah Benar Memang Terbaik di Kelasnya?

Produk yang diberi nama “Redmi 5A” ini langsung menyita perhatian publik karena pihak Xiaomi memberikan label harga .. more

00-comiconnect-jakarta-event

Empat Hal Ini Bikin Kamu Nyesel Nggak Datang ke CIAYO COMICONNECT Tour Jakarta!

Buat kamu yang nggak datang ke CIAYO COMICONNECT Tour Jakarta, kamu bakal nyesel karena ngelewatin 4 hal seru berikut in.. more

Internet Café? Hotel? Keduanya benar. Sumber gambar: xperience.link

Warnet di Akihabara Jepang yang Lebih Mirip Hotel daripada Internet Café

Di wilayah Akihabara Jepang, ada internet café (alias warnet) yang bisa berfungsi sebagai hostel/hotel mini untuk turis.. more

komikomen 2.0

Komikomen 2.0 – Webcast yang Apresiasi Komik Indonesia!

Web series Komikomen 2.0 menyajikan diskursus dasar mengenai industri komik Indonesia dan persinggungannya dengan budaya.. more

Konferensi pers World of Ghibli Jakarta. Photo by CIAYO Pictures

Q & A Studio Ghibli: Transfer Knowledge, Film Baru, Sampai Disney

Kami baru tahu kalau Toshio Suzuki ternyata savage juga. Buuurn!.. more