Fans Membuat Petisi Untuk Me-Remake Film Star Wars: The Last Jedi; Perlu Atau Tidak?

6 months ago
youtube.com

Kira-kira sudah sekitar dua minggu film Star Wars: The Last Jedi tayang di bioskop seluruh dunia. Bro sis sudah menontonnya? Bagaimana pendapat bro sis? Saat ini Star Wars: The Last Jedi berhasil memperoleh keuntungan tiket yang besar serta ulasan positif dari beberapa media. CIAYO Blog juga sudah mengulas The Last Jedi, yang mana bisa bro sis baca di sini.

Secara konsensus umum, Star Wars: The Last Jedi mendapatkan respon positif. Film yang disutradarai Rian Johnson ini dipuji berkat karakterisasi tokohnya, efek visual, serta musik soundtrack. Mungkin satu poin yang membuat The Last Jedi menonjol adalah ia memiliki berbagai twist dan elemen yang nampak tidak umum ditemui dalam epik Star Wars yang telah mengakar kuat pada para fans.

Para pemeran utama The Last Jedi. (Sumber: Wired)

Para pemeran utama The Last Jedi. (Sumber: Wired)

The Last Jedi tidak seperti film sebelumnya, The Force Awakens, yang tak lebih dari remake film originalnya. Rian Johnson menyiapkan pondasi yang sangat solid untuk menjadikan film Star Wars Episode IX yang kembali disutradarai J.J. Abrams ini memiliki rasa yang sangat orisinil dan bisa jadi belum pernah ditemui dalam film-film Star Wars terdahulu.

Namun dengan konsep-konsep radikal yang dikenalkan Rian Johnson dalam The Last Jedi, banyak fans yang sulit untuk membiasakan diri dengan hal-hal baru tersebut. Memang banyak fans yang menyukai arah baru dari trilogi sekuel ini, namun tak sedikit pula fans yang merasa denial dan tak bisa menerima serial space opera mereka diubah seenaknya.

Seorang fans garis keras Star Wars asal Georgia, Amerika Serikat, Henry Walsh, merupakan salah satu orang yang kecewa dengan film The Last Jedi. Rasa kecewanya benar-benar besar, hingga ia memutuskan untuk membuat petisi di situs Change.org. “Petisi Untuk Disney Agar Menghapus Star Wars Episode VIII Dari Canon Resmi,” begitulah judul petisi yang dibuat oleh Walsh.

Petisi yang menuntut remake The Last Jedi demi menebus karakter Luke Skywalker. (Sumber: Change.org)

Petisi yang menuntut remake The Last Jedi demi menebus karakter Luke Skywalker. (Sumber: Change.org)

Saat tulisan ini diketik, petisi yang dimulai sekitar tanggal 15 Desember lalu ini telah mengumpulkan sekitar 51 ribu tanda-tangan. Saat bro sis membaca artikel ini jumlahnya dipastikan sudah meningkat cukup pesat.

“Sejak lama Star Wars selalu menceritakan dua hal penting, yakni Jedi dan Luke Skywalker. Setelah lebih dari 260 novel yang menuturkan petualangan para pahlawan hebat seperti mereka, Walt Disney Company memutuskan untuk menyingkirkan mereka semua dari canon resmi dan menyangkal kisah yang tercipta sepanjang tiga dekade,” tutur Walsh melalui laman petisi itu.

Mewakili fans, Walsh mengaku menantikan kisah dari trilogi sekuel yang kini dipegang oleh Disney, namun sejauh ini ia merasa dikecewakan. Puncaknya adalah dalam The Last Jedi, dimana menurutnya Disney telah menyangkal sosok Luke Skywalker sebagai seorang Jedi tingkat tinggi satu-satunya yang tersisa. “(The Last Jedi) menghancurkan alasan utama kami sebagai fans untuk menyukai Star Wars,” jelas Walsh.

Luke Skywalker menjadi mentor bagi Rey, namun perangainya berubah 180 derajat. (Sumber: Inverse)

Luke Skywalker menjadi mentor bagi Rey, namun perangainya berubah 180 derajat. (Sumber: Inverse)

Dalam tuntutannya, Walsh meminta agar Disney me-retcon cerita dalam The Last Jedi, dan ia pun punya solusi yang nampak konkrit untuk itu. “Hapus (The Last Jedi) dari canon resmi, mundurkan penayangan Episode IX, dan buat ulang Episode VIII dengan benar untuk menghormati warisan, integritas, dan karakter Luke Skywalker.”

Fans lain yang mengisi petisi tersebut juga memiliki pendapat yang sama dengan Walsh. “The Last Jedi merupakan bentuk penghinaan pada karakter Luke Skywalker.” Fans lain menyebutkan bahwa Luke tidak pantas mendapatkan akhir yang setengah hati layaknya dalam The Last Jedi.

Eksekutif Walt Disney Company bakal pusing tujuh keliling kalau mereka harus membuat ulang The Last Jedi. (Sumber: Glassdoor)

Eksekutif Walt Disney Company bakal pusing tujuh keliling kalau mereka harus membuat ulang The Last Jedi. (Sumber: Glassdoor)

Setiap fans memang berhak mengutarakan pendapat, pujian, dan kekecewaan mereka. Namun meminta studio film untuk membuat ulang film yang sama nampak sangat tidak masuk akal dan egois. Ada beberapa alasannya bro sis. Pertama, Disney tidak menemukan urgensi, atau alasan yang penting untuk membuat ulang The Last Jedi. Saat tulisan ini dibuat, The Last Jedi berhasil meraup keuntungan lebih dari US$ 500 juta di seluruh dunia, berbanding dengan budget produksi US$ 200 juta. Kalau sudah untung, kenapa harus dibuat ulang?

Film The Last Jedi nampak dipastikan akan sukses dalam box office, dan dengan keuntungan di tangan Disney tengah bersiap untuk film Star Wars terbaru yang tengah diproduksi, yakni Episode IX dan film spinoff Han Solo. Jika Disney memutuskan untuk membuat ulang The Last Jedi, tentunya roadmap proyek film Star Wars yang sudah direncanakan bakal berantakan. Budget produksi bakal membengkak, adegan harus diambil ulang, dan film-film lain akan ditunda entah sampai kapan.

Di titik ini, sudah tidak mungkin lagi membuat adegan baru yang menampilkan Leia Organa. (Sumber: Slate)

Di titik ini, sudah tidak mungkin lagi membuat adegan baru yang menampilkan Leia Organa. (Sumber: Slate)

Alasan lainnya, dengan membuat ulang The Last Jedi karena satu karakter yang tidak memuaskan fans, berarti seakan menafikan karakter lainnya yang juga memiliki penokohan penting. Apalagi karena Carrie Fisher sudah meninggal, dan Disney tidak akan menampilkan lagi karakter Leia Organa yang sudah melekat dalam dirinya, untuk menghormati keluarga almarhumah. Tentunya akan sangat sulit untuk mengambil adegan baru, dan jikalau Disney mampu seperti bagaimana mereka menampilkan Leia Organa muda dalam film spinoff Rogue One, budget yang dibutuhkan akan sangat besar.

Menimbang alasan di atas, membuat ulang The Last Jedi sangat tidak mungkin secara finansial dan moral. Meski demikian, bukan kali ini sebuah material dalam canon resmi Star Wars disangkal dengan sukses. Sebelumnya di musim liburan akhir tahun 1978, pernah ditayangkan acara TV bertajuk Star Wars Holiday Special. Acara TV ini menampilkan hampir seluruh karakter sentral film Star Wars, yang berkumpul bersama keluarga besar Chewbacca. Selain itu, ada pula segmen film kartun yang menjadi debut karakter bounty hounter terkenal Boba Fett.

Star Wars Holiday Special menampilkan hampir seluruh karakter sentral Star Wars dan pemeran aslinya. (Sumber: Splitspider)

Star Wars Holiday Special menampilkan hampir seluruh karakter sentral Star Wars dan pemeran aslinya. (Sumber: Splitspider)

Meskipun menampilkan tiga karakter utama Star Wars serta menjadi titik debut salah satu antagonis populer Star Wars, acara TV ini tidak dianggap serius oleh fans dan bahkan para kru dan aktornya. Penulis David Hofstede mentasbihkannya sebagai momen terbodoh yang pernah disiarkan dalam TV, penyiar Fox Shepard Smith menyebutnya sebagai “kekacauan era 70-an yang mencampurkan sisi buruk Star Wars dan sisi terburuk acara televisi.” George Lucas, pencipta Star Wars, mengaku ingin menghancurkan semua kopi Star Wars Holiday Special dengan palu jika ia punya waktu. Bahkan Carrie Fisher memutar acara itu di setiap pesta yang ia buat untuk mengusir tamu yang tak kunjung pulang.

Henry Walsh dan 51 ribu lebih penanda tangan petisi tersebut hanya sebuah vocal minority dari seluruh fans Star Wars, dan meskipun mereka berusaha sekuat tenaga, tak ada yang bisa mereka lakukan untuk mengubah pendirian Disney. Meski demikian, petisi ini seharusnya menjadi sebuah pelajaran bagi Disney untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Mereka menghadapi salah satu fanbase tertua di dunia dengan ribuan material yang tersebar lebih dari tiga dekade. Mengubah kebiasaan 30 tahun lewat satu film tentu tidak dapat langsung diterima oleh fans.

Mungkin kesempatan agar The Last Jedi diremake adalah saat para kru dan aktornya sama-sama tidak menyukai The Last Jedi? (Sumber: Nerd Reactor)

Mungkin kesempatan agar The Last Jedi diremake adalah saat para kru dan aktornya sama-sama tidak menyukai The Last Jedi? (Sumber: Nerd Reactor)

Mungkin ini hanya masalah waktu. Sama seberti bagaimana The Empire Strikes Back yang dipandang lebih positif setelah kemunculan Return of the Jedi. Sama seperti Jar Jar Binks dari The Phantom Menace yang kini dianggap tak lebih dari meme internet. Siapa tahu di masa depan fans mampu melihat The Last Jedi dalam kacamata yang lebih positif setelah Episode IX hadir. Siapa tahu.

Bagaimana menurut bro sis sendiri? Apakah bro sis menyukai The Last Jedi, atau kurang menyukainya karena alasan yang sama dengan Henry Walsh dan peserta petisi lainnya?

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

00 arnold desktop

Hey Arnold: The Jungle Movie – Ending Bahagia Si Kepala Lonjong

Hey Arnold: The Jungle Movie nggak cuma sekedar kelanjutan dari kartun yang tamat 13 tahun lalu, namun juga memberikan s.. more

CIAYO One Shot Challenge Vol.2 Berhadiah Lebih Dari 100 Juta Rupiah!

CIAYO One Shot Challenge Vol.2 Berhadiah Lebih Dari 100 Juta Rupiah!

Setelah sukses dengan event yang pertama, CIAYO Comics One-shot Challenge Vol.2 hadir lagi dengan tantangan baru, makin .. more

00-d-promosi-deadpool-2

Promosi Nyeleneh Deadpool 2: Membeli MU Sampai Mengundang Wiro Sableng!

Apapun dilakukan si anti hero untuk promosi Deadpool 2. Mulai dari rekonsiliasi dengan David Beckham, tampil di game sho.. more

7 Sneakers Hasil Kolaborasi Adidas dan Dragon Ball Z. Yang Mana Favoritmu?

Penasaran dengan model dan desainnya sneakersnya? Yuk, intip gambar-gambar di bawah ini!.. more

(CIAYO Comics)

Bercanda Bareng Somad dan Teman-Teman di Komik Lieur

Pernah denger tentang Komik Lieur nggak? Dulu pas jaman kecil, pada punya cita-cita jadi apa bro sis? .. more