A Fantastic Woman, Cinta Tidak Pernah Cukup Membuat Orang Lain Mengerti

8 months ago
Sumber: irishfilmcritic.com

Jujur saja pada mulanya saya tidak terlalu tertarik untuk menonton film Sebastian Lelio yang satu ini. Selain premis cerita yang akan banyak membahas tentang seorang transgender, saya tidak begitu yakin Lelio bisa membawa “A Fantastic Woman” menjadi lebih menarik dari film terdahulunya “Gloria” (2013) yang cukup banyak memenangkan penghargaan, sampai-sampai nama Paulina Gracia sebagai tokoh utama film itu menjadi sangat terkenal.

“A Fantastic Woman” dengan sangat mengejutkan berhasil memenangkan penghargaan di ajang Oscar 2018 dalam kategori Film Berbahasa Asing terbaik. Muncul pertanyaan dan rasa penasaran di pikiran saya tentang seberapa bagus film ini sehingga bisa mengalahkan “The Square” yang sempat menjadi pembicaraan hangat sebagai kandidat terkuat yang akan memenangkan penghargaan Film Berbahasa Asing Terbaik di Oscar 2018.

Sebastian Lelio saat menerima piala Oscar (Sumber: www.newagebd.net)

Sebastian Lelio saat menerima piala Oscar (Sumber: www.newagebd.net)

Secara garis besar film ini bercerita tentang seorang transgender bernama Marina Vidal (Daniela Vega) yang harus berkabung atas kematian kekasihnya, Orlando (Francisco Reyes). Perbedaan usia antara Marina dan Orlando terpaut sangat jauh, bahkan salah satu karakter dalam film ini sempat berujar pada Marina bahwa Orlando lebih cocok menjadi ayah Marina.

Konflik utama langsung dihadirkan tanpa basa-basi dengan membawa Marina dalam kematian Orlando yang seketika. Lelio memilih cara yang lebih bagus agar penonton mulai merasa peduli dengan apa yang dialami oleh Marina. Ia tidak terlalu banyak mengungkap bagaimana kisah asmara Marina dan Orlando yang manis di bagian awal film. Lalu secara perlahan semua bagian dari kulit cerita ini di kupas satu persatu. Semacam mengupas kulit bawang, kalian akan sedih melihat hidup Marina tapi juga sekaligus terkesan dengan ketenangan Marina yang sebenarnya kita sadari bahwa ia rapuh dari dalam.

Sumber: www.vulture.com

Sumber: www.vulture.com

“A Fantastic Woman” mencoba berbicara tentang hak seorang transgender sebagai manusia. Bagaimana orang-orang menilai, menatap, berucap kasar, serta mencurigai Marina sebagai pribadi yang buruk. Kematian Orlando membawa penonton pada penghakiman yang mengerikan terhadap hidup Marina, bahkan seorang dokter dan polisi pun mencurigai bahwa kematian Orlando adalah perbuatan Marina.

Lalu muncul keluarga Orlando; anaknya, mantan istrinya yang sangat membenci Marina dan menghakimi Marina dengan kata-kata tidak pantas serta melarangnya untuk hadir ke pemakaman Orlando. Sungguh tidak terduga film ini cukup berani bicara tentang status gender seseorang yang menciptakan stereotip mengerikan atas pribadi dalam sudut pandang menjijikkan.

Ada satu adegan ketika Marina diminta melakukan pemeriksaan fisik oleh dokter untuk memastikan tidak ada bekas perlakuan fisik yang bisa mengarah pada tuduhan bahwa Marina lah penyebab kematian Orlando.

Pemeriksaan fisik ini benar-benar menjadi adegan yang sangat miris. Tatapan canggung seorang dokter laki-laki, dan tatapan menusuk seorang detektif wanita yang ada di dalam ruangan itu menohok bahwa begitu kejamnya dunia memandang para transgender. Marina yang tak bisa melawan hanya mampu pasrah, malu, sekaligus tak berdaya ketika ia ditelanjangi dan dihina walau tanpa kata-kata.

Sumber: variety.com

Sumber: variety.com

Jelas semua keberhasilan nuansa film ini tidak bisa terlepas dari kepiawaian Daniela Vega dalam memerankan karakter Marina. Mulai dari mimik wajah, gestur tubuh, cara berjalan, hingga cara bicaranya memberikan ruang bagi penonton untuk masuk lebih dalam secara efesien pada setiap alur film ini. Saya bisa katakan bahwa kali ini Lelio berhasil memunculkan Paulina Gracia baru, namun dengan rasa yang sangat tangguh.

Segala bentuk usaha yang dilakukan Vega agar penonton memahami bahwa seorang transgender juga manusia, di kombinasikan oleh Lelio dengan resonasi puitis dan metaforis. Tidak kah kita seharusnya melihat kepada diri kita sendiri, terkadang cara kita menghakimi seseorang menciptakan luka mendalam yang sama sekali tidak pernah kita pikirkan sebelumnya? Saya hanya berandai-andai, bagaimana jika hal semacam itu terjadi pada diri kita sendiri? Kemana kita akan lari, bersembunyi, dan menuntut keadilan?

Sumber: www.imdb.com

Sumber: www.imdb.com

Bersamaan dengan konflik yang semakin padat, Lelio coba memasukkan sedikit misteri ketika Marina menemukan sebuah kunci milik Orlando. Ini semacam pertanda yang akan membawa penonton pada banyak harapan bahwa mungkin saja Marina bisa menemukan sedikit bagian yang tersisa dari Orlando untuk ia kenang, sebab banyak hal yang ia harapkan tentang “berkabung” atas cintanya di tutup oleh kebencian karakter lain yang brutal.

Dan memasuki bagian akhir, Marina menemukan lubang kunci yang tepat atas kunci Oralndo tadi. Apakah yang berada di balik lubang kunci itu, mungkinkah sedikit kemurahan hati yang bisa membuat Marina sedikit merasa lega dan tersenyum di akhir film?

sumber: www.spiritualityandpractice.com

sumber: www.spiritualityandpractice.com

Dari sekian banyak aspek yang dimiliki film ini, “A Fantastic Woman” memang pantas memenangkan penghargaan sebagai Film Berbahasa Asing Terbaik. Permasalahan gender, sama peliknya seperti permasalahan warna kulit, dan juga Agama.

Terkadang kita merasa bahwa diri kita adalah pemecah dari sekian banyak masalah yang ada di dunia ini, walau pada nyatanya kita adalah bagian dari masalah itu sendiri. “A Fantastic Woman” sedikit banyak akan membuat kita berpikir, siapa yang sebenarnya bermasalah!

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

(Sumber: Youtube Spider-Man Into The Spider-verse Official Teaser Trailer)

Spider-Man: Into The Spider-verse: Porsi Besar Miles Morales?

Bukan barang baru memang dalam industri film, beberapa kali kita disuguhkan oleh berbagai film Spider-Man sejak tahun 20.. more

Sumber: Decades.com

5 Batsuit Batman Yang Paling Canggih dan Super Keren

Batman dikenal sebagai salah satu superhero yang unik, dimana dia tidak memiliki kekuatan super layaknya Superman, Wonde.. more

Toge Productions Berusaha Menembus Pasar Game Premium Indonesia Melalui Kolaborasi yang Melibatkan Pemain Secara Langsung

Jakarta, 17 Juli 2017 - Developer video game asal Tangerang di balik seri Infectonator, Toge Productions, mengumum.. more

[KONTEN KHUSUS 18+] Apakah Fan Service di Anime Itu Dibutuhkan???

Pernahkah kalian mendengar istilah Fan Service di anime? Istilah ini sering muncul di forum-forum pecinta manga dan anim.. more

00-d-rediscover-fun

Rediscover: Fun

Pembukaan CIAYO Comics Challenge Vol. 3 tinggal menghitung hari. Sebelum submit komik kamu, jangan lupa saksikan animasi.. more