Fenomena Kids Jaman Now yang Ramai di Dunia Maya

6 days ago
Yuma Soerianto, Bocah yang Menuai Pujian Bos Apple. Sumber: detik

Belakangan ini masyarakat Indonesia kembali mendapatkan sebutan/guyonan baru yaitu Kids Jaman Now. Perkembangan media, teknologi dan internet pun menjadi pendukung akan adanya sebutan tersebut. Konon katanya, awal mula sebutan ini berasal dari akun palsu yang mengatas-namakan Kak Seto.

Kak Seto. Sumber: daftarandroid

Kak Seto. Sumber: daftarandroid

Sebenarnya istilah Kids Jaman Now ini merupakan guyonan untuk ‘ngatain’ kelakuan anak-anak jaman sekarang. Bahkan saking populernya istilah ini, Kemendikbud pun sampai memperingatkan bahwa ejaan yang benar adalah Kids Zaman Now, bukan Kids Jaman Now.

(Oke, Kids Zaman Now. Noted)

Tingkah Kids Zaman Now ini memang kadang tidak masuk akal, hingga bisa membuat kita mengelus dada dan mengangkat alis. Kelakuannya pun bermacam-macam, entah memang hanya demi sensasi atau memang hal tersebut biasa dilakukan oleh mereka ‘saking polosnya’.

Yaaa, semoga langgeng ya dek. Jangan lupa kerjain PR ya. Sumber: brillio.net

Yaaa, semoga langgeng ya dek. Jangan lupa kerjain PR ya. Sumber: brillio.net

Salah satunya, aksi Tegar dan Keke yang menggunakan susu sebagai pomade rambut di bawah ini:

‘Kreatif’ memang, namun emang mereka ga takut kalau tidur nanti, rambut mereka akan digerogoti semut? Dan dilihat dari kalimat ucapannya, mereka sepertinya memang sudah terbiasa melanglang buana di dunia Youtube, terlihat dari bahasa gaul seperti “Wassap bro wassap bro” serta umpatan anj*ng yang berulang kali diucapkan.

Di saat kita SD, jam istirahat sekolah biasanya disibukan dengan permainan benteng-bentengan, polisi maling (polmal) dan engklek. Namun, anak-anak SD ini malah sibuk mem-videokan dirinya saat menghisap vape. (Keren?)

Oiya, kalau ada yang berpendapat bahwa guru mempunyai peranan penting dalam mendidik anak-anak zaman now, coba kita lihat aksi di bawah ini:

Jika dilihat dari video-nya, sepertinya generasi zaman now ini sama sekali tidak ada rasa hormat terhadap gurunya, malah menertawakan dan mengejek gurunya dengan menanyakan soal Floyd Mayweather sambil direkam di depan wajah. Teman-teman sekelasnya pun terlihat hanya tersenyum dan tertawa kecil saat melihatnya.

Yah, begitulah, katanya jika nasehat sudah tidak mempan, ada baiknya diberi sedikit kekerasan. Pasti banyak warganet yang berkomentar agar guru tersebut mengambil hapenya atau membanting hapenya, dll. Namun, susahnya jadi guru zaman sekarang, jika muridnya dikerasin sedikit saja, guru tersebut akan dilaporkan ke polisi, seperti kasus sepele di bawah ini:

Padahal dari dulu kita sekolah, murid laki-laki memang dengan tegas tidak diperbolehkan untuk berambut gondrong. Seorang guru di Majalengka  pun memberikan disiplin dengan mencukur rambut siswa tersebut. Namun apa daya, orang tua sang siswa tidak terima dan kasus ini pun berakhir di Mahkamah Agung. Sang guru yang bernama Aop pun kabarnya terancam 5 tahun penjara atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan terhadap siswanya. Karena kabarnya, siswa tersebut mengalami trauma psikis dari perbuatan guru tersebut yang pada akhirnya mempengaruhi aktivitas belajar sang murid yang terus ketakutan dan bersikap pasif.

Dikutip dari deskripsi video tersebut, akhir dari kasus tersebut adalah Mahkamah Agung membebaskan Aop, sang guru. Hal ini beralasan karena MA menilai bahwa  guru memiliki fungsi pendidikan dan edukasi, salah satunya memberikan sanksi kepada siswanya, karena tidak menuruti aturan.

Sebenarnya masih banyak kasus-kasus serupa mengenai guru yang ‘mendidik’ murid lalu berakhir di pengadilan. Entah, mana yang benar. Dari sisi orang tua siswa, mereka memang tidak terima jika anaknya mengalami kekerasan oleh guru. Di sisi lain, seorang guru terkadang hanya bersikap peduli dan memberi sanksi karena anak tersebut berbuat salah atau tidak menaati peraturan.

Mungkin zaman memang sudah berubah dan tidak bisa seperti dulu, di mana, saat kita berbuat salah dimarahi guru, pulangnya dimarahi lagi oleh orang tua karena keteledoran kita. Haha

Kabarnya video makan micin ini hanyalah bualan belaka. Anak dalam video tersebut telah mengganti isinya dengan gula. Sumber: Tribun Medan

Kabarnya video makan micin ini hanyalah bualan belaka. Anak dalam video tersebut telah mengganti isinya dengan gula. Sumber: Tribun Medan

Huaaaaaaa, hiks hikss, *eh selfie dulu* Sumber: rancah post

Huaaaaaaa, hiks hikss, *eh selfie dulu* Sumber: rancah post

Bagi saya yang paling mengejutkan adalah pengakuan bu Risma, walikota Surabaya saat kasus gang Dolly sedang hangat-hangatnya. Saat diwawancarai oleh Najwa Shihab di acara Mata Najwa, terdapat PSK yang berusia 60 tahun yang masih mempunyai pelanggan di bawah umur bahkan anak SD. PSK gaek tersebut pun diberi upah semampunya anak SD tersebut, yaitu sekitar 1000 rupiah. Entah apa yang mendasari perbuatan anak SD tersebut, apakah hanya ikut-ikutan atau nafsu?

Bu Risma tak kuat menahan tangis saat menceritakan hal tersebut. Sumber: lurulagu

Bu Risma tak kuat menahan tangis saat menceritakan hal tersebut. Sumber: lurulagu

Di era saat ini, kemudahan internet dan teknologi selain memberikan efek positif, juga banyak memberikan efek negatif. Oleh karena itu, kita sebagai pihak yang paham harus ikut andil memberi bimbingan kepada adik, saudara atau teman yang menyalahgunakan kemajuan teknologi. Jangan sampai generasi muda Indonesia terkontaminasi oleh generasi micin yang kurang bimbingan.

Kasus yang disebutkan diatas hanyalah segelumit kecil yang memperlihatkan sisi negatif kids zaman now. Meski banyak sisi negatifnya, Kids Zaman Now juga banyak yang positifnya loh, contohnya adalah,

Naufal Raziq (Anak Aceh yang menemukan energi listrik dari pohon kedondong)

Naufal Raziq, 15, dan pohon listriknya di Jakarta. Sumber: jawapos

Naufal Raziq, 15, dan pohon listriknya di Jakarta. Sumber: jawapos

Joey Alexander (pianis jazz yang debut di ajang internasional Grammy Awards)

Saat tampil di panggung Grammy, Joey baru berumur 11 tahun. Sumber: kaskus

Saat tampil di panggung Grammy, Joey baru berumur 11 tahun. Sumber: kaskus

Yuma Soerianto (Programmer termuda dikonferensi WWDC [World Wide Developers Conference])

Yuma Soerianto pernah memperlihatkan aplikasi buatannya ke Tim Cook. Sumber: kaskus

Yuma Soerianto pernah diminta oleh Tim Cook untuk menunjukkan aplikasi buatannya secara langsung. Sumber: kaskus

Banyak sisi positifnya, tapi yang tenar malah sisi negatifnya. Bagaimana pendapat bro sis soal hal ini? Beruntungkah kita sebagai kids zaman dahoeloe yang belum terkontaminasi oleh telepon pintar, akses internet yang minim serta media sosial yang terbatas? 

About Author

Steffi CIAYO

Steffi CIAYO

“All life is an experiment. The more experiments you make the better.” —Ralph Waldo Emerson

Comments

Most
Popular

Samantha & Baby Red Bird (Sumber: ciayo.com)

Jantung Berhenti Berdetak, Tandanya Apa?

Pernah nggak, bro sis ngerasain jantung berhenti berdetak? Temukan jawabannya di Heartbeat!.. more

Ockto Baringbing: Menulis Cerita Komik Sampai Luar Negeri

Sempat naik di kancah internasional, pria jebolan DKV ITB ini akhirnya tidak lelah melahirkan karya-karya barunya. Ockto.. more

Marvel’s The Defenders. Sumber gambar: inquisitr.com

Marvel’s The Defenders vs Marvel’s The Avengers

Teman-teman yang doyan baca komik Amrik atau nonton film Hollywood sepertinya sudah mengenal nama “The Avengers”. Se.. more

CIAYO Comics X Si Juki & Mang Awung (CIAYO Pictures)

Kedua Kreator Yang Berbalasan Status Facebook Ini Berbuah Manis

Menulis status di facebook dapat membawa manfaat kebaikan ataupun mudharat keburukan bagi facebooker. Nah yang ini kayak.. more

Cosplayer ini Berpenghasilan Miliyaran Hanya Dalam Sekali Tampil

Di Jepang, terdapat seorang cosplayer yang berpendapatan hingga miliaran rupiah dalam sekali event loh. Cosplayer peremp.. more