Festival – Festival Ini Cuma Bisa Kamu Temui di Jepang!

6 months ago
Sumber gambar: notesofnomads.com

Festival. Pesta. Orang Asia sangat doyan hal ini. Di Indonesia misalnya. Mulai dari pesta kawinan (yang nutupin jalan), pentas seni, Rave Party, sampai “pesta demokrasi”. Segala jenis pesta ada di Republik kita.

Jepang? Jepang juga doyan pesta. Festival, yang biasa disebutnya “Matsuri”.

Adalah penting sebuah matsuri diadakan di negara seperti Jepang. Dengan budaya kerja yang kaku, orang-orang Jepang perlu sesuatu yang bisa membuat mereka ‘loosen up’. Membuat mereka rileks dan santai. Sebuah matsuri akan merevitalisasi semangat. Karena itulah matsuri merupakan bagian esensial dari kultur masyarakat Jepang. Dengan berbagai jenis festival untuk berbagai jenis komunitas, diharapkan spirit kehidupan orang disana tetap dalam kondisi lively. Tetap bersemangat hidup. Sehingga orang tidak perlu memilih jalan pintas dengan mengakhiri hidup saat depresi; sesuatu yang masih jadi momok besar kultur Jepang.

Bergembira bersama di matsuri. Sumber gambar: regex.info

Bergembira bersama di matsuri. Sumber gambar: regex.info

Jepang memiliki banyak sekali jenis festival/matsuri, dimana hampir semuanya merupakan derivat dari acara pemujaan para dewa di masa lalu. Beberapa matsuri merupakan hasil olah kebudayaan modern, sementara lainnya merupakan warisan dari ajaran dan kegiatan generasi sebelumnya. Walaupun hidup dalam kondisi modern, Jepang masih sangat mematuhi dan menjaga warisan kultur nenek moyang mereka. Itulah yang membedakan Jepang dengan negara maju lain. Old values mereka masih ada dan terjaga.

Beberapa festival/matsuri yang hanya bisa ditemukan di Jepang ini sangat unik. Seperti misalnya:

Tobata Gion Yamagasa Matsuri

Berawal di Tobata Kitakyushu, Prefektur Fukuoka tahun 1802. Saat itu terjadi wabah penyakit. Warga memohon pada dewa, dan satu per satu dari mereka sembuh. Untuk mensyukurinya, warga membangun “Yamagasa” (semacam tandu dengan ornamen) dan membawanya berkeliling. Di era modern, festival ini tetap diadakan setahun sekali. Orang-orang berpakaian tradisional (disebut Happi) dengan ikat kepala (Hachimaki) menggotong Yamagasa setinggi 10 meter dengan berat hingga 2.5 ton dan lampion 12 tingkat secara beramai-ramai sambil berseru “Yoitosa! Yoitosa!” dengan bersemangat.

Festival ini diadakan setiap tahun di bulan Juli. Untuk menyaksikannya bro sis bisa menuju Tobata, Kitakyushu, Prefektur Fukuoka.

Tandu super berat dengan lampion. Sumber gambar: japantimes.com.jp

Tandu super berat dengan lampion. Sumber gambar: japantimes.com.jp

Tokushima Awa Odori Matsuri

Kalau Brazil punya Rio Carnival, maka Jepang punya ini. Awa Odori diadakan di Tokushima dan merupakan salah satu festival menari terbesar di dunia. Awa Odori matsuri ini punya sejarah panjang hingga 400 tahun yang lalu. Para peserta berbaris dan menari di sepanjang jalan yang mereka lewati. 1,3 juta penonton dan turis selalu memenuhi event ini, bahkan yang berasal dari prefektur lain di Jepang.

Festival ini diadakan setiap tahun di bulan Agustus. Lokasinya ada di Tokushima Machi, Prefektur Tokushima.

Keren banget! Sumber gambar: aminoapps.com

Keren banget! Sumber gambar: aminoapps.com

Aomori Nebuta Matsuri

Ini juga matsuri keren yang hanya ada di Jepang. Bahkan game “Capcom VS SNK 2” menggunakan matsuri ini sebagai salah satu Stage. Lebih dari 20 Nebuta (boneka/lentera kertas berukuran raksasa) dinaikkan. Tidak sekedar boneka/lentera kertas biasa, Nebuta merupakan pelengkap prosesi “kapal pengangkut roh” dari Era Nara (710-794). Nebuta bisa berukuran tinggi hingga 5 meter, lebar 9 meter, dan berat hingga 4 ton! Ukurannya jauh lebih besar dibanding misalnya Ogoh-Ogoh Bali atau Reog Ponorogo dari Republik Indonesia.

Festival ini diadakan setiap tahun di bulan Agustus. Tempatnya ada di Aomori Machi, Prefektur Aomori.

Desainnya sangar dan khas banget. Sumber gambar: crunchyroll.com

Desainnya sangar dan khas banget. Sumber gambar: crunchyroll.com

Toka Ebisu “Lucky Man Race” Matsuri

Ini festival gokil, karena pada dasarnya hanya adu cepat alias lomba lari dan diadakan sejak era Edo. Para peserta berkumpul di depan gerbang Kuil Nishinomiya sebelum jam 6 pagi, dan jam 6 pagi tanggal 10 Januari pihak kuil akan menabuh genderang sebelum membuka gerbang. Selanjutnya? Para peserta yang sudah berkumpul tadi harus berlari secepat mungkin dengan jarak tempuh 230 meter, dari gerbang menuju ruang utama kuil. Tiga orang pertama akan mendapatkan gelar “Para Lelaki Paling Beruntung” dan yang paling pertama sampai dari tiga tadi digelari “Lelaki Paling Beruntung Dari Yang Beruntung”. Sejak diadakan hingga hari ini tidak ada wanita yang memenangi balapan ini. Itulah sebabnya nama festivalnya “Lucky Man Race”. Nama ini akan diubah jika ada wanita yang memenanginya.

Festival ini diadakan setiap tahun di bulan Januari tanggal 10. Lokasinya ada di Kuil Nishinomiya, Nishinomiya Machi, Prefektur Hyogo.

Lomba lari paling gokil di Jepang. Sumber gambar: mainichi.jp

Lomba lari paling gokil di Jepang. Sumber gambar: mainichi.jp

Saidaiji Eyo Hadaka Matsuri

Lucky Man Race Festival sepertinya kalah gokil kalau dibandingkan yang ini. Disebut juga sebagai “The Naked Festival”, event ini sepertinya sulit dilakukan di negara lain. Para pesertanya harus berpakaian seminim mungkin (biasanya berupa ‘Fundoshi’ yang mirip celana dalam)! Festival ini diadakan di berbagai tempat di Jepang setiap tahun, biasanya di musim dingin atau sebaliknya/musim panas, Yang paling populer mungkin bernama Saidaiji Eyo yang diadakan di Kuil Saidaiji, Prefektur Okayama. Festival ini dimulai sekitar 500 tahun yang lalu, dimana Kuil Saidaiji memberikan jimat untuk keberuntungan pada pengikutnya. Di festival ini para peserta diguyur air dingin yang bertujuan membersihkan jiwa sebelum berdoa pada dewa. Genderang, yang disebut “Eyotaiko”, akan dibunyikan sebagai pertanda dimulainya festival. Siapapun boleh mengikuti prosesi ini (Fundoshi dijual di tempat bersama alas kaki yang disebut ‘Tabi’). Lebih dari 30.000 orang mendatangi Saidaiji Eyo setiap tahun untuk berpartisipasi dan mencari keberuntungan lewat jimat kuil.

Festival ini diadakan setiap tahun di hari Sabtu terakhir bulan Februari. Lokasi berada di Kuil Saidaiji, Okayama Machi, Prefektur Okayama.

Di Jepang, festival ini untuk segala usia. Sumber gambar: flickr.com/photos/matsuritracker

Di Jepang, festival ini untuk segala usia. Sumber gambar: flickr.com/photos/matsuritracker

Seru-seru banget yah, festival rakyat Jepang? Sebenarnya ada banyak lagi jenis festival/matsuri yang diadakan di Jepang. Beberapa sering terlihat di anime (seperti misalnya Bunkasai dan festival kembang api). Hal ini menunjukkan kalau orang Jepang tetap menjaga dan melestarikan budaya lama/old values mereka sepanjang generasi, sehingga generasi muda tidak merasa asing dengan budaya lama dan generasi tua merasa tenang karena tahu budaya lama tidak akan mati saat mereka tiada.

Bro sis yang berniat pergi wisata ke Jepang bisa mulai mengatur jadwal kalau ingin melihat, atau malah terlibat di salah satu festival seru orang Jepang. Jangan lupa ceritain pengalamannya nanti ya!

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

00 delorean desktop

Kembali Ke Masa Depan Lewat Manga Back To The Future

Film Back To The Future akan disadur menjadi manga yang dikarang oleh mangaka One Punch Man dan Eyeshield 21, Yusuke Mur.. more

(Sumber : duniaku.net)

“Battle of The Toys 2017”, Ajak Nostalgia Para Pecinta Mainan

Bro sis, pas kecil suka main apa aja sih? Ada yang suka ngoleksi mainan? Kalau iya, mungkin bro sis udah gak asing denga.. more

Nostalgia bersama film “You Are the Apple of My Eye” versi Jepang

You are The Apple of My Eye, Film yang berasal dari Taiwan dan sempat populer beberapa tahun lalu ini akan dibuat versi .. more

00-m-toge-productions

Toge Productions Berikan Pendanaan Tahap Awal Pada GameChanger Studio

Developer dan penerbit game asal Tangerang, Toge Productions, hari ini mengumumkan investasi mereka kepada studio game a.. more

Sumber: www.greenprophet.com

Etgar Keret, Penulis Asal Israel yang Menyuarakan Perdamaian Lewat Lelucon

Gak banyak penulis cerpen yang bisa mendunia, apalagi jika cerpen-cerpen itu terbilang sangat pendek, dan si penulis ber.. more