Film “Annihilation” Batal Ditayangkan di Bioskop Karena Dianggap Terlalu Sulit untuk Dipahami?

8 months ago
Sumber gambar: maxim.com

Bro sis sudah lihat trailer film fiksi ilmiah Annihilation? Seru ‘kan? Diangkat dari novel fiksi ilmiah karangan Jeff VanderMeer, film Annihilation menjanjikan sebuah film yang tidak hanya akan seru dan menegangkan tapi juga sebuah pelajaran tentang biologi, antropologi dan aspek-aspek sains lain seperti yang ada di dalam novel.

Sayangnya, hal itu dianggap oleh produser film sebagai hal negatif. David Ellison, produser film ini, merasa kalau film Anihilation “terlalu intelektual” untuk pasar mainstream. Saat usulan dia untuk mengubah ending film & membuat karakter Natalie Portman agar lebih ‘pasaran’ sehingga lebih disukai pasar ditolak sutradara Alex Garland, studio film Paramount Pictures melakukan langkah yang mengagetkan; yaitu melakukan deal dengan saluran TV berbayar Netflix. Jadi film Annihilation akan tetap dirilis di bioskop-bioskop Amerika Serikat, Kanada dan China tapi negara lain hanya dapat menyaksikan film ini melalui Netflix saja.

Netflix akan mengedarkan Annihilation ke seluruh dunia. Sumber gambar: radiotimes.com

Netflix akan mengedarkan Annihilation ke seluruh dunia. Sumber gambar: radiotimes.com

Tentu saja langkah studio film Paramount Pictures itu membuat banyak pihak keheranan dan menimbulkan pertanyaan. Dan dalam wawancara dengan media Collider Dotcom, sutradara Alex Garland memberikan keterangannya akan hal tersebut.

“Terus terang ini mengecewakan” kata Garland. “Kami membuat film ini untuk layar lebar. Saya sebenarnya tidak ada masalah dengan layar kecil seperti televisi. Saya suka film televisi seperti misalnya The Handmaid’s Tale. Saya bisa melihat potensi layar televisi dalam konteks tertentu. Dalam artian Anda menciptakan film itu dengan tujuan awal memang untuk ditampilkan di televisi. Sesuai seperti yang Anda rencanakan semula” sambung Garland menerangkan situasinya.

Dia menambahkan: “Jadi begini. Film ini seperti apa adanya. Film ini mendapatkan rilis teatrikal di bioskop Amerika Serikat, yang mana itu melegakan saya. Salah satu hal plus dari Netflix adalah kemampuannya mencapai penonton dari berbagai penjuru dunia dengan kepastian, dibandingkan di bioskop dimana mungkin film akan diturunkan setelah kurang dari dua minggu beredar. Jadi yah.. semuanya punya plus dan minus. Tapi dari sudut pandang saya dan orang-orang yang terlibat di produksi film ini? Annihilation dibuat untuk ditampilkan dan ditonton di layar lebar bioskop”.

Alex Garland. Sumber gambar: variety.com

Alex Garland. Sumber gambar: variety.com

Melihat keterangan yang diberikan Alex Garland terlihat kalau dirinya berusaha diplomatis walaupun dia tidak menyembunyikan kekecewaan akan keputusan studio yang menayangkan Annihilation di televisi berbayar Netflix ketimbang di bioskop untuk pasar di luar Amerika Serikat, Kanada dan China. Garland tahu kalau dia tidak bisa melawan keputusan studio sebagai pemilik modal, yang artinya juga sebagai pemilik film yang dia buat. Uang dan pemiliknya adalah penguasa dan pengambil keputusan disini.

Produser & studio film adalah pengambil keputusan. Sumber gambar: id.wikipedia.org

Produser & studio film adalah pengambil keputusan. Sumber gambar: id.wikipedia.org

Karena Annihilation diciptakan dengan tujuan bioskop maka musik dan SFX di film ini juga akan mengalami penurunan kualitas saat ditampilkan di televisi. Kecuali televisi penontonnya punya sistem tata suara seperti bioskop, dengan Dolby atau 7.1 sound system. Tapi berapa banyak sih, televisi rumahan yang memakai speaker high-end seperti itu? Pastinya tidak banyak.

Tidak semua rumah punya Home Theater System. Sumber gambar: digitaltrends.com

Tidak semua rumah punya Home Theater System. Sumber gambar: digitaltrends.com

Apakah studio film menyepelekan kemampuan berpikir calon penonton film Annihilation?

Mungkin! Mungkin karena mereka merasa film yang ‘memaksa’ penonton untuk berpikir bukan merupakan film material box office? Harus diakui, film-film ‘pintar’ memang sulit untuk mendapatkan kondisi box office. Lihat misalnya film besutan sutradara Andrei Tarkovsky yang berjudul “Stalker”. Stalker merupakan film thriller fiksi ilmiah yang ‘sulit’ untuk dinikmati penonton yang tidak mau berpikir/mencerna maksud tujuan film itu.

Stalker (1979). Sumber gambar: pinterest.co.uk

Stalker (1979). Sumber gambar: pinterest.co.uk

Tapi tidak semua film jenis ini gagal di box office! Contoh mudah malah berasal dari studio yang sama alias Paramount Pictures: yaitu film “Arrival”. Film fiksi ilmiah ini juga tidak asal-asalan dalam plot. Butuh pemahaman untuk mengerti jalan ceritanya. Dan film Arrival mampu meraih box office dengan meyakinkan: modal $47 juta dengan pendapatan lebih dari $203.4 juta dari bioskop di seluruh dunia.

Film fiksi ilmiah yang keren. Sumber gambar: edgehill.ac.uk

Film fiksi ilmiah yang keren. Sumber gambar: edgehill.ac.uk

Jadi jika alasannya “film intelektual tidak dapat meraih box office” maka alasan itu sebenarnya lemah. Annihilation mampu meraih box office jika diberikan kesempatan melakukannya. Apalagi film ini juga berasal dari novel laris, sehingga pembaca novelnya tentu merupakan bagian demografis penonton juga. Tapi entah mengapa pihak studio mengabaikan potensi ini.

Akhirnya untuk calon penonton film Annihilation yang berada di luar Amerika Serikat, Kanada dan China, pilihan mereka hanya Netflix. Penonton Amerika, Kanada dan China tetap dapat menyaksikan film fiksi ilmiah menegangkan dan “terlalu intelek” ini di bioskop kesayangan mereka. Tapi dimanapun nontonnya, yang jelas film ini memang layak ditonton penggemar fiksi ilmiah.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

00-d-nana-tanpa-suara

Nana Tanpa Suara: Suka-duka Gadis Tuna Rungu di Pedesaan

Nana Tanpa Suara mengisahkan Nana, gadis tuna rungu sejak lahir. Dia juga seorang berambut gimbal yang dianggap pembawa .. more

sumber: www.playcubic.com

Game DC Unchained: Pilih Mana, Menjadi Pahlawan atau Penjahat?

Game DC Unchained, game asyik buat kamu para pecinta DC Universe... more

00-d-spawn

Jamie Foxx Bintangi Reboot Film Spawn

Aktor Jamie Foxx terpilih untuk memerankan karakter suerhero Spawn. Ia mengaku sudah mendekati sang kreator Todd McFarla.. more

CIAYO Pictures

Dari Challenge Hingga Official, Wonder Sweet

CIAYO Comics One Shot Challenge sudah selesai digelar. Event ini gak hanya meramaikan CIAYO Comics aja, tapi juga mengas.. more

Fan Work Berupa Lagu dari Adriana Figueroa!

Biasanya ketika mendengar kata fan work, pikiran kita akan tertuju pada tulisan berupa fan fiction, gambar berupa komik .. more