Film – Film yang Merajai Box Office ini Dapat Rating Jelek

5 months ago
Sumber: www.kspr.com

Pengumuman peringkat Box Office minggu ini (9-11 Februari 2018) cukup membuat kaget. Tiga film yang berada di urutan teratas adalah tiga film terbaru dengan rating yang cukup rendah. Tiga film itu adalah “Fifty Shades Freed” yang berada di peringkat pertama, lalu film animasi “Peter Rabbit” di peringkat kedua, dan diperingkat ketiga ada film “The 15:17 to Paris” yang terinspirasi dari kejadian nyata.

Sebelum kita memasuki kebagian analisa mengapa tiga film ini bisa merajai puncak Box Office walaupun rating yang mereka dapat cukup jelek, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu bagaimana sebuah film mendapatkan rating dari penonton dan peringkat Box Office bekerja.

Sumber: www.boxofficemojo.com

Sumber: www.boxofficemojo.com

Rating dan Box Office

Rating memang terkadang bisa menjadi perdebatan yang panjang apalagi jika sebuah film mendapatkan rating yang sangat jauh berbeda di beberapa situs film. Saya akan mengambil contoh dua situs yang menampilkan rating film dan bagaimana rating itu bisa didapat. Dua situs yang akan saya jelaskan disini adalah IMDb dan Rotten Tomatoes.

IMDb memberikan urusan pe-rating-an film kepada penonton yang disiini merupakan registered users. Jadi jangan pernah beranggapan bahwa rating  sebuah film yang muncul di IMDb adalah rating yang diberikan oleh tim IMDb.

Registered users  bisa memberikan rating untuk sebuah film dengan rerataan bintang 1 sampai 10, setiap rating yang masuk lewat users akan mempengaruhi hasil keseluruhan rating film itu sendiri. Lalu muncul pertanyaan, kenapa setelah saya memberi rating tidak ada perubahan yang signifikan terhadap rating film itu sendiri?

Sumber: www.manlymovie.net

Sumber: www.manlymovie.net

IMDb punya perhitungannya sendiri untuk hal ini. IMDb akan menghitung rating lewat jumlah users secara keseluruhan, jadi bukan berarti rating yang kalian berikan tidak mempunyai pengaruh. Sistem yang digunakan oleh IMDb biasa dikenal dengan nama weighted average, sistem ini memiliki banyak parameter penilaian, hal ini dilakukan karena IMDb ingin menghindari kecurangan pemberian rating oleh users pada sebuah film.

Namun sayangnya IMDb merahasiakan formula atau parameter yang spesifik untuk penghitungan bobot yang mereka ambil, jelas hal ini juga dilakukan agar menghindari kecurangan users dalam memberikan rating. Sayangnya, justru dengan kerahasiaan ini banyak yang beranggapan bahwa bisa saja tim IMDb melakukan kecurangan. Hal ini kembali lagi kepada kita dan film itu sendiri, apakah setelah kita menonton film itu sesuai dengan rating yang ada? Sejauh ini, sih masih signifikan!

Sumber: www.rottentomatoes.com

Sumber: www.rottentomatoes.com

Jika IMDb menggunakan sisitem weighted average, maka berbeda dengan Rotten Tomatoes yang punya cara pemberian rating lebih unik. Pemberian rating dalam Rotten Tomatoes terbagi atas tiga katagori; rotten (untuk film dengan rating 59% ke bawah), fresh (untuk film dengan rating 60% ke atas, dan certified fresh (untuk film dengan nilai 75% ke atas namun dengan syarat harus mendapat 80 review dan 5 diantaranya adalah top review.

Lalu dari mana persentase itu berasal? Rotten Tomatoes memiliki dua sumber, yaitu users dan juga kritikus film. Oleh sebab itu ada dua rating yang muncul pada situs Rotten Tomatoes untuk sebuah film. Tomatometter untuk rincian rating yang diberikan para kritikus dan reviewer, dan Audience Score untuk rating yang diberikan oleh users.

Kelemahan Rotten Tomatoes terletak pada dua rating yang muncul untuk satu film. Terkadang kedua rating  ini punya persentase yang berbeda sebab selera para kritikus film dengan users juga berbeda.

Apakah rating yang diberikan oleh situs besar itu berpengaruh pada daftar box office? Secara tidak langsung sangat berpengaruh, namun bisa juga tidak. Sebab sistem penilaian pada box office merujuk pada jumlah pendapatan sebuah film, bukan rating yang didapatnya. Namun jika sebuah film mendapat rating  jelek dari situs-situs besar seperti IMDb dan Rotten Tomatoes jelas hal itu akan berpengaruh pada minat penonton untuk menonton sebuah film. Dan sudah pasti berdampak pada pendapatan film tersebut.

Lalu kenapa tiga besar yang sekarang menduduki peringat teratas box office  minggu ini adalah tiga film yang punya rating jelek? Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor atas film itu sendiri. Penulis akan mencoba jelaskan lewat analisa berikut ini;

Fifty Shades Freed

Sumber: www.fiftyshadesmovie.com

Sumber: www.fiftyshadesmovie.com

Pendapatan “Fifty Shades Freed” hingga 11 Februari 2018 adalah $38,806,000. Jumlah ini dihitung sejak tanggal perilisan pada 9 Februari 2018. Pendapatan inilah yang menjadi tolak ukur mengapa “Fifty Shades Freed” bisa berada di puncak box office.

Untuk rating, “Fifty Shades Freed” mendapat rating 4.2/10 dari IMDb, sedangkan dari Rotten Tomatoes 3.2/10 (tomatometer) dan 3.1/5 (audience score). Secara keseluruhan “Fifty Shades Freed” bisa dikatakan mendapatkan rating yang cukup jelek namun berhasil meraup penghasilan yang lumayan besar sehingga berhasil merajai puncak box office.

Seperti yang penulis sebutkan di atas, ada cukup banyak faktor yang bisa membuat hal semacam ini terjadi. “Fifty Shades Freed” adalah seri ketiga atau terakhir dari franchise “Fifty Shades” yang diadaptasi dari novel terkenal miliki E.L. James. Novelnya yang sempat booming karena mengangkat tema erotis dan perilaku seks ini, menggali rasa penasaran penonton bagaimana jika novel seperti itu dibuat film.

Walau film pertama dan keduanya juga tidak mendapat review yang bagus dari para kritikus, namun karakter Christian Grey yang diperankan oleh Jamie Dornan dan Anasrasia Steele yang diperankan oleh Dakota Johnson berhasil menciptakan chemistry yang bagus. Sejauh ini mereka berhasil membawa “kepanasan” hubungan terasa sangat hidup dalam novelnya ke layar lebar.

Faktor lainnya adalah, penggemar novel yang cukup banyak jelas menjadi keunggulan film ini untuk mendapatkan penonton yang juga banyak. Lalu ada juga faktor waktu perilisan yang tepat. Mengingat Februari adalah bulan “penuh cinta” sebab erat hubungannya dengan Valentine’s day, maka film drama romantis seperti ini memang sering kali menjadi incaran para penonton.

Rasanya tim dari film “Fifty Shades Freed” memahami apa yang harus mereka lakukan agar film mereka bisa mendapatkan penghasilan yang besar. Penggemar novel yang besar, tanggal perilisan yang tepat menjadi pertimbangan yang sangat berpengaruh pada kesuksesan film ini.

Peter Rabbit

Sumber: besthqwallpapers.com

Sumber: besthqwallpapers.com

“Peter Rabbit” berhasil meraih pendapatan sebesar $25,000,000 untuk minggu pertamanya sejak pemutaran. Walau rating  yang didapatnya tidak begitu bagus; 6/10 dari IMDb, sedangkan dari Rotten Tomatoes 6/10 (tomatometer) dan 3.4/5 (audience score).

Sebenarnya rating “Peter Rabbit” tidak bisa dikatakan jelek, paling tidak, bisa dikatakan cukup. Namun nilai cukup yang didapatnya bisa membawa “Peter Rabbit” menduduki peringkat kedua box office minggu ini.

Salah satu faktor mengapa hal ini terjadi, mungkin karena “Peter Rabbit” adalah satu-satunya film animasi yang menjadi pilihan penonton untuk minggu ini dengan peringkat film PG yang artinya bisa dinikmati cukup banyak kalangan termasuk anak-anak walau masih dalam pengawasan orang tua.

Faktor lainnya karena karakter dalam film ini diadaptasi dari cerita populer yang pernah dibuat oleh Beatrix Potter dalam “Tales of Beatrix Potter” pada tahun 1971. Bisa dikatakan film ini semacam nostalgia bagi kebanyakan orang tua dan hiburan baru bagi anak-anak.

The 15:17 to Paris

Sumber: rock101.com

Sumber: rock101.com

Premis cerita yang diusung “The 15:17 to Paris” jelas menjadi gaya tarik yang sangat besar karena mengangkat sebuah kejadian penting pada tanggal 21 Agustus 2015 di dalam kereta api yang menuju ke Paris.

Namun nyatanya semenarik apapun film ini, tetap tidak terlalu berhasil membuat penonton kagum. Buktinya rating yang didapat hanya 5.2/10 di situs IMDb serta 4.1/10 (tomatometer) dan 2.9/5 (audience score) di situs Rotten Tomatoes.

Akan tetapi Clint Eastwood selaku sutradara hendaklah bernafas lega karena penghasilan film ini berhasil mencapai angka $12,600,000, yang mengukuhkan posisinya di peringkat ketiga box office minggu ini.

Faktor utamanya tentu sudah bisa ditebak, sebuah film yang diangkat dari kejadiannya nyata, menjadi sorotan dunia , diangkat ke dalam film layar lebar. Banyak orang akan penasaran atau juga mengingat kenangan itu sehingga memutuskan untuk menonton kisah mengagumkan tentang keberanian beberapa orang yang bisa dikatakan sebagai pahlawan penyelamat. Paling tidak orang-orang menonton film ini sebagai penghormatan pada perjuangan beberapa orang yang terlibat dalam pengagalan aksi terorisme di kereta menuju ke Paris.

~

Ternyata banyak faktor yang bisa membuat sebuah film menduduki peringkat box office  bukan? Gak selalu film yang  punya kualitas bagus akan masuk dalam daftar box office. Lagi pula, kata ‘kualitas bagus’ tidak selalu bisa diukur secara menyeluruh. Karena pendapat banyak orang kadang berbeda-beda.

Semua kembali lagi pada selera. Kenyataannya kegiatan menonton berhubungan erat dengan selera seseorang dalam memilih genre kesukaan, aktor favorit, sutradara kesukaan, atau mungkin karena lagi hangat dibicarakan dan gak ingin ketinggalan info.

Akan tetapi adanya situs-situs film dan sistem rating pada sebuah film juga sangat penting, sebab lewat hal seperti itu kita bisa mendapatkan sebuah gambaran yang baik untuk menentukan film seperti apa yang akan kita tonton nantinya. Kalau dipikir-pikir siapa juga mau mengeluarkan uang untuk sesuatu yang menurut banyak orang tidak begitu bagus.

Tapi semua itu kembali lagi kepada kita, apakah kita hanya ingin menonton film-film yang kita anggap bagus, sukai saja atau menjadikan sebuah film sebagai hiburan yang terkadang tidak semuanya harus bagus yang terpenting bisa menghibur.

Kalau bro sis tim yang mana?

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

00-d-nintendo-switch-online

Nintendo Switch Online Diluncurkan September 2018

Buat kamu pemilik Nintendo Switch, siap-siap untuk Nintedo Switch Online, layanan pesain PSN dan Xbox Live!.. more

COPi Bandung Hadirkan Parade One Piece di Setiap Event Jejepangan

Bro sis yang demen sama cosplay, pernah denger COPi Bandung belum? CIAYO Blog sempet ketemu sama salah satu komunitas co.. more

00-d-ciayo-stream

WOW! Dengan CIAYO Stream, Kamu Bisa Main Game PC High End Di Ponsel!

Ingin main game PC high end tapi kamu cuma punya smartphone? Dengan CIAYO Stream, kamu bisa main game high end dimana sa.. more

The World of Ghibli Jakarta Press Conference. Photo by CIAYO Picture

Full Report: Ngintip Press Conference Studio Ghibli di Jakarta Yuk!

Ternyata konferensi pers Studio Ghibli menarik juga!.. more

Festival Mesin Waktu

Naik Mesin Waktu Bersama Generasi 90an

Bro sis yang ngaku generasi 90an, gimana rasanya kalau diajak nostalgia ke jaman dulu nih? Masih ingat gak kira-kira keb.. more