Ini Alasannya Film Hollywood Rilis Lebih Awal di Indonesia dan Asia!

3 months ago
00-d-film-hollywood

3 tahun lalu, saya begitu terkejut ketika mengetahui film spin-off franchise Despicable Me (2010-2017), Minions (2015), dirilis di Indonesia 23 hari sebelum tanggal rilis orisinilnya di Amerika Serikat, 10 Juli 2015. Kala itu (kalau tidak salah) film ini dirils menjelang perayaan Idul Fitri.

GOKIL! Itulah kata pertama yang langsung tercetus di benak ketika melihat fenomena ini. Ya saya katakan fenomena disini. Pasalnya, siapa yang mengira kalau Indonesia bakal mendapatkan jatah rilis film Hollywood top seperti Minions hampir 1 bulan sebelum si “tuan rumah” yang merilis?

Memang, sebelum perilisan Minions, banyak juga film-film Hollywood lain yang dirilis beberapa hari atau minggu sebelum jadwal rilis orisinilnya. Tapi rasanya perilisan Minions inilah yang jarak perbedaan jadwal rilisnya benar-benar gila.

Nah, melihat fenomena negeri kita dan beberapa negara Asia lainnya yang kerap mendapat jatah rilis yang super duper awal ini, tak pelak membuat saya menjadi bergumam sendiri hingga sekarang. “Hmmm, apakah ini artinya pangsa pasar Asia perlahan tapi pasti, sudah dijadikan pakem standar kesuksesan bagi film Hollywood?

film hollywood resident evil

Sumber: Amazon

Kenapa Pasar Asia Jadi Standar Kesuksesan Film Hollywood?

Hmm bisa dikatakan demikian.Karena logikanya, kalau tidak begitu, untuk apa juga Hollywood capek-capek memberikan jadwal rilis lebih dulu bukan? Nah, maksud dari pakem standar kesuksesan disini adalah mengacu pada keuntungan box-office yang kerap diperoleh jauh lebih tinggi oleh film yang dimaksud ketika dirilis di Asia.

Karena seperti kita tahu, sebuah film terbaru dikatakan sukses ketika filmnya mencetak pundi-pundi keuntungan box-office yang jauh lebih tinggi dari budget produksi filmnya. Dan faktanya, sering banget kita lihat film-film berkualitas kurang greget bahkan buruk, mendapatkan total pendapatan buruk di A.S dan sekitarnya tapi di Asia, malah menjadi raja box-office.

Dan salah satu contoh nyata dari kasus ini adalah franchise adaptasi video game zombie hit, Resident Evil (2002-2017). Walau sebgian besar fans dan audiens menganggap film terbaru yang dibintangi si badass Milla Jovovich ini adalah film adaptasi yang buruk, namun pada akhirnya, franchise ini kerap mencetak pundi-pundi keuntungan yang fantastis terlebih di region Asia.

Terbukti film terbaru nya, Resident Evil: The Final Chapter (2017), sukses meraup total keuntungan $1.112 miliyar hanya di Cina saja. Di Indonesia pun, film terbaru ini meraup total keuntungan yang fantastis sampai-sampai, kalau kamu masih ingat, Jovovich menuliskan postingan wall FB yang esensinya, mengucapkan terima kasih banyak. Ke kita-kita. Sayangnya, pihak Sony Pictures Indonesia kala itu, enggan mengungkapkan lebih jauh total jumlah yang didapatkan.

Baca Juga: Sering Dihujat, Film Resident Evil dan Transformers Tetap Laris

film hollywood warcraft

Sumber: Digital Trends

Hal yang sama juga terjadi pada adaptasi video game Warcraft (2016). Walau mendapatkan resepsi buruk dari fans dan audiens, nyatanya film arahan Duncan Jones (Moon) ini, meraup keuntungan yang fantastis di Cina dan seluruh region Asia. Tercatat, di negeri Panda tersebut, film ini sukses meraup keuntungan hampir $1.5 miliyar.

Nah melihat fakta-fakta ini, maka sekali lagi tidak heran bukan mengapa Hollywood kini beinisiatif untuk merilis film-film mereka lebih awal di Asia? Bahkan nih seperti yang pernah kita baca-baca, dalam 1-2 tahun terakhir, dikarenakan  kerap lebih besar pendapatan yang didapatkan ketimbang di negara asalnya, alhasil Hollywood telah memutuskan bahwa pangsa pasar Asia harus lebih didahulukan.

film hollywood di amerika dan cina

Sumber: Celluloid Junkie

Tak pelak kitapun kini bertanya kembali, “Apakah memang sebegitu besarnya animo audiens Cina, Indonesia dan seluruh Asia untuk pergi nonton di bioskop sehingga, kerap memberikan pundi-pundi keuntungan yang menggiurkan terhadap seluruh rilisan film-film baru milik Hollywood?”

Well ironisnya kalau kamu pernah iseng-iseng Googling data statistik audiens per negara / benua, Asia justru memiliki tingkat minat ke bioskop yang paling rendah. Yang paling tinggi ya tentunya adalah audiens Amerika dan Kanada.

Sekali lagi, ironis bukan? Padahal kalau kamu lihat tabel statistik kemajuan pendapatan  yang diberikan Cina terhadap Hollywood di atas, terlihat bahwa semenjak tahun 2012 hingga 2017, Cina selalu memberikan peningkatan pendapatannya terhadap Hollywood.

Lalu, bagaimana logikanya? Minat ke bioskop rendah, tapi total pendapatan malah justru makin meningkat? 2 kata jawabannya: Jumlah Populasi. Seperti kita tahu baik Cina maupun Indonesia adalah 2 negara yang memiliki populasi penduduk paling tinggi.

Nah dari sekian juta miliyar penduduk tersebut, pastinya jumlah yang “rajin” ke bioskop pastinya juga bukan hanya berjumlah puluhan atau ratusan bukan? Nah, jumlah audiens yang ribuan atau bahkan puluhan ribu yang berbondong ke bioskop inilah yang otomatis membuat jumlah pendapatan tiket bisa sampai berkali-kali lipat.

film hollywood mcu

Sumber: ScreenGeek

Belum lagi kalau film terbaru yang ditampilkan adalah film-film genre superhero seperti Marvel Cinematic Universe (MCU). Dan seperti kita tahu, hampir seluruh moviegoers di Asia apalagi Indonesia, adalah fans berat film genre ini. Maka, semakin tinggi sajalah pendapatan yang diberikan terhadap Hollywood.

Melihat fakta-fakta ini, maka jangan kaget kalau dalam 2-5 tahun mendatang, adalah Asia yang yang justru menjadi “macan” perfilman dan Hollywood, hanya menjadi “2nd grade”-nya. Terlalu tajam atau muluk-muluk? Well, kenyataannya memang perlahan-perlahan hal ini sedang berjalan bukan?

Baca Juga: Review Avengers: Infinity War – Lubang Hitam Penuh Emosi

bioskop

Sumber: Nikkei Asian Review

Tapi ya kita lihat saja lagi nanti apakah memang Asia akan menjadi sosok Hollywood barunya. Pokoknya yang penting sekarang, dengan diberikannya keuntungan rilis beberapa hari / minggu lebih awal ini, membuktikan bahwasanya Asia terutama Indonesia, menjadi pangsa pasar atau sumber modal andalan bagi industri perfilman tersebut.

Selain itu seperti yang telah dikatakan, hal ini tentunya juga membuktikan bahwa Asia secara tidak langsung, sudah bisa dikatakan sebagai juru nilai “kunci” dari kelayakan film Hollywood. Dan tentunya, sebagai warga negara Indonesia tercinta serta sekaligus keturunan Asia,  hal ini memberikan rasa kebangaan (proudness) tersendiri bukan?

Sekarang, marilah kita berdoa saja semoga trend ini masih akan terus berlangsung hingga 10 atau bahkan 50 tahun mendatang Amin.

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

00-d-ikkubaru-asia-rolling

Band Indonesia ikkubaru Tampil di Festival Musik Terbesar di Taiwan!

Band indie ikkubaru akan mewakili Indonesia di Asia Rolling Music Festival, sebuah festival musik terbesar di negara Tai.. more

Sumber: bigthink.com

5 Aksi Pesulap yang Gagal

Menjadi pesulap atau illusionist bukan hanya sekedar hobi yang seru, tapi juga sebuah profesi yang menegangkan. Dibalik .. more

(japanesesearch.com)

Konsep Gacha dalam Mobile Game Online

Guys, pernahkah kalian bermain game gashapon? Sebenarnya di antara kalian pasti banyak yang udah pernah maen game ini, t.. more

00-d-crazy-rich-authors

Workshop Komik Ini Hanya Untuk Crazy Rich Authors!

Memang #tidakmurah, tapi Crazy Rich Authors Workshop bisa membantu para author komik meningkatkan skill mereka ke level .. more

(thoughtco.com)

Extraordinary Love

Extraordinary love terjadi sama berbagai macam orang. Ada yang kisah cintanya manis banget, tapi ada juga yang bikin mir.. more