Film Ini Menceritakan Berbagai Macam Cara Bunuh Diri

1 year ago
13 Reasons Why. (Sumber: tumblr)

13 Reasons Why adalah salah satu TV series controversial yang hadir dengan genre slice of life di tahun 2017. Di rilis oleh Netflix pertama kali di akhir Maret, 13 Reasons Why banyak jadi perbincangan para remaja baik di Amerika maupun di seluruh negara pengguna Netflix. Penyebab hebohnya TV series ini, yaitu  karena alur cerita yang lekat banget dengan kehidupan sehari-hari anak sekolahan. Yaitu bullying dan suicide. Walaupun hampir semua remaja ngikutin banget serialnya di Netflix, ada banyak juga beberapa pihak yang kontra dengan subjek bahasan serial 13 Reasons Why. Diantaranya karena alur cerita seakan-akan mendukung ‘strategi’ untuk bunuh diri atau ‘romanticizes suicide’. Dimana ditakutkan akan menjadi contoh buruk bagi anak remaja.

Sumber: weheartit.com

Sumber: weheartit.com

Antusiasme penonton 13 Reasons Why sangatlah besar, terlihat dari pinterest, tumblr, instagram, dan media sosial lainnya. TV series yang diadaptasi dari novel karya Jay Asher, sejak perilisannya, hampir semua media sosial membahas tentang karakter tokoh maupun quote yang ada di dalam acara. Tak sedikit pula, penonton yang bertukar pikiran tentang perbandingan kisah di TV seri dengan novel aslinya. Saking populernya drama ini, para psikolog mencoba untuk menjabarkan efek apa aja yang bisa didapatkan remaja setelah menonton 13 Reasons Why. Hasilnya penelitian ini pun menunjukkan kalau ada peningkatan signifikan dalam pencarian di internet mengenai bahasan ‘suicide’ setelah drama ini tayang.

Sumber: twitter.com

Sumber: twitter.com

Penelitian yang dilakukan oleh JAMA Internal Medicine mempelajari pencarian internet dari 31 Maret sampai 18 April tepat saat minggu pertama 13 Reasons Why tayang. Peneliti melakukan penelitian persis saat sebuah fakta muncul mengenai 13 Reasons Why, yaitu menjadi TV series buatan Netflix yang paling banyak dibahas dalam twitter. Pencarian informasi mengenai suicide meningkat sebesar 19 persen dari sebelum TV series ditayangkan. Pencarian terkait dengan ide-ide dalam melakukan suicide, sayangnya muncul lebih banyak dibandingkan dengan informasi terkait dengan pencegahan dan kesadaran akan subyek bunuh diri. Bersamaan dengan hal ini, Netflix dan kreator dari 13 Reasons Why mengungkapkan kalau pembuatan drama ini memang memotret peristiwa suicide sebagai bahasan diskusi yang penting dalam kehidupan remaja meskipun agak kurang pantas.

Sumber: CBC.ca

Sumber: CBC.ca

Sumber: pinterest

Sumber: pinterest

Walaupun begitu, 13 Reasons Why juga hadir dan membawa banyak pembelajaran baik dari segi pertemanan sampai parenting. Contohnya, orang tua jadi lebih bisa memahami gimana konsep pertemanan yang ada di ruang lingkup sekolah dan bagaimana untuk mencegah perilaku bullying dalam diri anak. 13 Reasons Why juga mengajarkan kalau karakter dalam drama yaitu ‘Hannah’ sudah beberapa kali mencoba untuk mendapat pertolongan, tapi tetap gak disadari oleh orang disekitarnya. Hal ini menunjukkan kalau orang dengan depression atau anxiety harus mendapat perhatian khusus sebelum terjadi hal-hal yang gak diinginkan. Netflix mengeluarkan sebuah statement kalau pihaknya menerima semua concern terhadap drama 13 Reasons Why dan berharap akan menampilkan acara yang lebih apik lagi di season kedua yang akan tayang di 2018.

About Author

Lisa

Lisa

Lisa is a journalist student from Jakarta who always find writing as a very amusing hobby. She believes that even when the writer's soul is staying, a writing can travels anywhere. Lisa is on her way to achieve a bachelor degree and her own life bucket list."

Comments

Most
Popular

Sumber: Twitter

Mungkin ini Bisa Menjadi Pilihan Profesi yang Menjanjikan

Nah, inilah yang membuat fansite bisa sampai keluar negeri untuk mengikuti idol, yaitu karena penghasilan mereka yang ti.. more

Proteksi Bajakan Nintendo Switch Bobol!

Untuk sebagian orang, console game yang ter-proteksi adalah tantangan. Terutama mereka yang bergelut di bidang reversed-.. more

Sumber: megaxus.com

Megaxus Resmi Mengeluarkan Ayo Dance Versi Mobile! Siapa yang Kangen dengan Game Ini?

Tahun 2000-an, game PC online berhasil membuat gamers rela nongkrong di warnet untuk memainkan game kesayangannya, sepe.. more

Sumber gambar: steemit.com

Tak Hanya PUBG dan Fortnite – Game Berikut Juga Cocok untuk Mode Battle Royale Death Match

Saat ini di kalangan PC gamers sedang trending game berbasis “Battle Royale Death Match”. Battle Royale? Seperti apa.. more

Wonder Boven Wonder: Serasa Kembali ke Jaman Dulu!

Tuan, Nona, apakah Anda tidak penasaran, kira-kira apa aja ya yang terjadi 100 tahun yang lalu di Indonesia?.. more