Pitch Perfect 3 Diserbu Ungkapan Kekecewaan Oleh Para Kritikus Film. Kenapa Ya?

5 months ago
Pitch Perfect 3. Sumber gambar: pixelcrumb.com

Di dunia film ada semacam “kutukan” untuk film sukses. Dimana jika sebuah film mengalami kesuksesan, maka sekuel-nya sudah pasti akan segera dibuat. Dan sekuel ini biasanya akan memiliki dua kemungkinan; lebih sukses daripada film pertama, atau film sambungan tersebut tidak se-sukses atau sebagus film pertamanya. Namun jika film kedua menghasilkan laba bagus (terlepas apakah sukses secara kritik atau tidak), maka film ketiga biasanya akan diberi lampu hijau untuk dikerjakan. Jadilah sebuah trilogi.

Beberapa film terhindar dari kutukan ini. Ambil contoh film “Lord of the Rings”. Tiga film Lord of the Rings sukses baik dalam penjualan maupun review dari kritikus.

Salah satu film trilogi tersukses di dunia. Sumber gambar: youtube.com

Salah satu film trilogi tersukses di dunia. Sumber gambar: youtube.com

Dan kemudian ada film Pitch Perfect.

Pitch Perfect. Film ‘sleeper hit’ yang tidak terduga. Sumber gambar: amazon.co.uk

Pitch Perfect. Film ‘sleeper hit’ yang tidak terduga. Sumber gambar: amazon.co.uk

Film ini memiliki tema “a cappella”. Mungkin ada bro sis yang bertanya-tanya apa itu a cappella? Secara sederhana, a cappella berasal dari kosa kata Italia yang memiliki arti bebas ‘adab di dalam kapel’. A cappella merupakan teknik bernyanyi perorangan/solo maupun grup dimana penyanyi bernyanyi tanpa iringan instrumen musik apapun. Jadi bernyanyi hanya mengandalkan kekuatan vokal tanpa dikuti suara alat musik. Teknik ini dulu sering di-asosiasikan ke dalam kegiatan keagamaan (church music) sebelum akhirnya berkembang ke lini lainnya. A cappella merupakan teknik menyanyi yang pure/murni serta butuh skil dan kekuatan vokal agar lagu/nyanyian yang dihasilkan terdengar merdu dan menghibur.

Kelompok a cappella remaja gereja di Tobago. Sumber gambar: youtube.com

Kelompok a cappella remaja gereja di Tobago. Sumber gambar: youtube.com

Film Pitch Perfect mengangkat tema soal a cappella dalam format komedi musikal.

Pitch Perfect pertama kali rilis di bioskop pada tahun 2012. Film komedi musikal ini dibuat dengan inspirasi dari buku non fiksi berjudul “Pitch Perfect: The Quest for Collegiate a Cappella Glory” karangan Mickey Rapkin. Berkisah tentang kelompok all-girl a cappella Universitas Barden bernama “The Barden Bellas” yang berusaha memenangkan kompetisi nasional a cappella. Film ini secara tak terduga laku keras, dari modal hanya US$ 17 juta menghasilkan keuntungan hingga US$ 115.4 juta selama masa pemutarannya di bioskop-bioskop dunia.

The Barden Bellas. Sumber gambar: blu-ray.com

The Barden Bellas. Sumber gambar: blu-ray.com

Pujian positif membanjiri film Pitch Perfect. Kebanyakan reviewers dan kritikus memuji tema film yang unik, akting para pemainnya yang menawan (terutama pemeran ‘Fat Amy’ Rebel Wilson) serta tentu saja deretan soundtrack lagu dan musik yang ada di film Pitch Perfect.

Kesuksesan yang diraih film Pitch Pefect (terutama dalam hal pendapatan) tentu saja membuat pihak studio memberikan lampu hijau untuk dibuatnya sekuel.

Bermodalkan dana US$ 29 juta (naik cukup signifikan dibandingkan film pertama), Pitch Perfect 2 dirilis tahun 2015.

Sekuel film yang sukses. Sumber gambar: hairboutique.com

Sekuel film yang sukses. Sumber gambar: hairboutique.com

Dengan beberapa karakter baru dan karakter yang kembali dari film pertama, Pitch Perfect 2 termasuk sukses besar di pasaran. Pitch Perfect 2 bahkan dinobatkan sebagai film komedi musikal dengan pemasukan tertinggi sepanjang masa; mendapatkan keuntungan hingga US$ 287.5 juta dan mengalahkan film pemegang rekor sebelumnya “School of Rock” yang menghasilkan US$ 131.3 juta di seluruh dunia.

Bagaimana secara kritik? Secara kritik Pitch Perfect 2 lolos dari ‘kutukan sekuel’ karena kritikus masih memuji film ini sebagai “film musikal komedi yang harmonis walaupun tidak seindah dan se-original film sebelumnya”. Website review Rotten Tomatoes memberikan nilai 66% dari 183 review yang ada. Secara garis besar artinya film Pitch Perfect 2 masih oke walau tidak se-oke film Pitch Perfect pertama.

Barden Bellas kembali, Pitches! Sumber gambar: nerdist.com

Barden Bellas kembali, Pitches! Sumber gambar: nerdist.com

Pihak studio yang melihat masih ada kesempatan meraih untung dari film bertema a cappella ini lantas melakukan hal yang sudah di duga sebelumnya; membuat film ketiga Pitch Perfect.

Last call, Pitches! Sumber gambar: spoilertv.com

Last call, Pitches! Sumber gambar: spoilertv.com

Pitch Perfect 3 sudah selesai masa produksi dan segera akan ditayangkan di bioskop-bioskop dunia mulai 22 Desember 2017. Tapi beberapa orang sudah melihat film ini terlebih dahulu (orang-orang ini biasanya berupa kritikus film yang mendapat akses lebih awal melihat film, seperti halnya kritikus film “Jumanji: Welcome to the Jungle” yang juga mendapatkan keistimewaan serupa dari pihak studio film https://blog.ciayo.com/news/jumanji-welcome-jungle-sekuel-jumanji-yang-tidak-diperlukan/ ). Dari mereka kemudian muncul review film Pitch Perfect 3, yang kebanyakan merupakan ungkapan kekecewaan dan ketidakpuasan akan film tersebut.

Hollwood Reporter mengatakan “rasa lelah biasa menghampiri franchise dan ini terjadi disini. Jiwa dan pesona dari dua film sebelumnya hilang tak terasa di film ini.”

Sementara Daily Telegraph dengan sadis menulis “sebaiknya tidak ada yang membayar untuk menonton Pitch Black di tahun 2017.”

Empire Magazine dalam review mereka untuk Pitch Perfect 3 menyatakan “setidaknya Anna Kendrick melakukan apa yang bisa dia lakukan dengan baik, dan syukurlah film ini selesai dalam bentuk trilogi sebelum semakin bertambah parah.”

Majalah Forbes juga menulis review jelek untuk Pitch Black 3 dengan kalimat “Pitch Perfect 3 sepertinya membenci franchise ini beserta karakter-karakternya. Di sepanjang film kita melihat penggambaran mereka sebagai pecundang dan membiarkan kita menertawakan ataupun mengasihani mereka.”

‘Fat’ Amy sepertinya tidak setuju dengan reviewers. Sumber gambar: cinemavine.com

‘Fat’ Amy sepertinya tidak setuju dengan reviewers. Sumber gambar: cinemavine.com

Dengan sederet review negatif yang diterima film Pitch Perfect 3, apakah film ini akan flop di pasaran? Atau tetap sukses secara komersial, terlepas banyaknya komentar tidak mendukung dari pengamat dan kritikus? Bro sis bisa nilai sendiri nanti saat selesai menonton film Pitch Perfect 3 di bioskop kesayangan.

Trailer Pitch Perfect 3:

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Si Nopal

Si Nopal: Karakter Chubby yang Bikin Geli

Hari ini rubrik Chit Chat akan membahas salah satu komikus yang lagi ngetrend di Instagram nih yaitu Si Nopal!.. more

00 d dilan bad boy

Dilan dan Fenomena “Anak Nakal” Baik Hati di Dunia Nyata

Apasih yang bikin sosok Dilan menarik di mata kaum hawa? Dan benarkah anak nakal yang berhati baik jadi sosok idaman?.. more

Sumber: Variety

Disney Akuisisi Aset Film dan TV Fox: Apa Untungnya Bagi Disney?

Nah, apa sih arti akuisisi aset Fox ini buat Disney?.. more

ffxv desktop

Final Fantasy XV Akan Dirilis Ulang Menjadi Final Fantasy XV Royal Edition

Bocor di situs ESRB, Final Fantasy XV Royal Edition digadang-gadang bakal disertai bonus DLC dan update gratis... more

Mata-mata Super Splinter Cell Kembali Hadir Di Game Ghost Recon

Sam Fisher, agen rahasia dari game Splinter Cell, hadir sebagai karakter dalam game Ghost Recon: Wildlands. Bantu Sam me.. more