Film Puzzle Pertanyakan Kepantasan Sebuah Egoisme

4 weeks ago
00-puzzle

Ada banyak manusia di dunia ini yang terkekang secara tak sadar, menjalani hidup dengan seadaanya, bahkan terjebak dalam aktifitas sama setiap hari. Film Puzzle coba mewakili orang-orang semacam itu lewat kehidupan ibu rumah tangga bernama Agnes (Kelly Macdonald). Bernuansa sendu, tenang, tapi tidak membosankan.

Judul Puzzle mengingatkan saya pada film Argentina berjudul sama yang rilis pada tahun 2010. Dan secara mengejutkan ternyata film ini memang terinspirasi dari film karya Natalia Smirnoff itu. Marc Turtletaub selaku sutradara berhasil mengemas sudut pandang baru dari cerita yang ada baik secara teknis pengambilan gambar, pemilihan musik, sampai pada metafora yang tersebar disetiap bagian film. Paling tidak bagi saya, film ini bisa mengobati kekecewaan saya atas film Loving yang rilis pada tahun 2016 saat Turtletaub menjadi produser untuk film itu.

Poster film Puzzle yang rilis tahun 2010 dengan judul bahasa Argentina. Sumber: Film Affinity

Poster film Puzzle yang rilis tahun 2010 dengan judul bahasa Argentina. Sumber: Film Affinity

Adegan pertama yang dibuka dengan acara pesta ulang tahun terkesan cukup meriah. Orang-orang berkumpul, suami Agnes, Ronnie (Daniel Stewart) bercengkrama dengan para kerabat, hingga kita dibawa pada sosok Agnes yang sibuk mengitari ruangan sambil membawa napan makanan dan minuman untuk para tamu,. Kesibukan Agnes menyiratkan bahwa ia tidak dekat dengan orang-orang yang datang padahal irnoisnya ualng tahun itu adalah ulang tahunnya.

Detil yang terdapat dalam film Puzzle diamati dengan begitu cermat, ini mengingatkan saya akan campur tangan Turtletaub dalam kesuksesan film Little Miss Sunshine. Tune gambar sangat cocok dengan premis, sehingga emosi para pemerannya tersampaikan secara natural dan mudah dipahami.

Agnes yang diperankan Daniel Stewart. Sumber: Irish Times

Agnes yang diperankan Daniel Stewart. Sumber: Irish Times

Ini bukan tipe kisah yang memperlihatkan kekerasan secara nyata. Tidak ada adegan kekerasan rumah tangga, tidak ada pertanda bahwa Agnes dan suaminya sering bertengkar. Semuanya terlihat normal dan baik-baik saja. Kekerasan verbal berlebihan pun bahkan hampir tidak pernah muncul. Mungkin di sinilah keunggalan film ini, karena bisa menyampaikan emosi lewat atmosfer gambar serta alunan piano sederhana.

Agnes yang selama ini kesepian tanpa bisa mengekspresikan diri tiba-tiba menemukan pelarian lewat permainan puzzle jigsaw. Dan dimulailah perlawanan demi perlawanan yang muncul secara intuitif lewat hal-hal kecil namun terkesan masih ditutup-tutupi oleh Agnes.

Ketika puzzle jigsaw jadi sangat berarti. Sumber: Rochester City Newspaper

Ketika puzzle jigsaw jadi sangat berarti. Sumber: Rochester City Newspaper

Selain karakter Agnes yang berhasil diperankan oleh Kelly Macdonald, karakter Robert juga sangat berhasil dibawakan oleh Irrfan Khan. Artis peranakan India ini memang pandai jika bermain watak. Gaya glamor sekaligus berantakan membuat karakter Robert punya daya tarik luar biasa.

Kombinasi antara kisah hidup Agnes dan Robert ini lah yang banyak menciptakan metafora dengan simbolisme merintih disela-sela dialog mereka. Keterikatan yang terbangun membuat penonton yakin bahwa dua orang ini tidak hanya sekadar saling membutuhkan untuk menyelesaikan permainan puzzle jigsaw yang mereka mainkan bersama, melainkan juga saling mengisi kekosongan hidup masing-masing seperti potongan puzzle itu sendiri.

Baca Juga: Maraknya Tren Film dan Drama Korea yang Diadaptasi dari Komik Webtoon

Irrfan Khan memesona dengan akting wataknya. Sumber: News 18

Irrfan Khan mempesona dengan akting wataknya. Sumber: News 18

Menempatkan penonton lewat sudut pandang Agnes menimbulkan dampak prihatin dan memaklumi semua tindakan salah yang Agnes lalukan. Bahkan untuk banyak keegoisannya pun penonton pasti akan mendukungnya. Ini semacam pembenaran atas keegoisan seseorang.

Plot utama terus digiring oleh subplot yang sangat kecil sehingga terkadang kita tidak sadar bahwa film ini punya cukup banyak subplot yang mendukung agar penonton tidak bosan menuju konflik utamanya. Mungkin film Puzzle bisa dikatakan sebagai film yang bercerita tentang American Dreams. Impian ala Amerika yang selalu menyuarakan kebabasan dan kemandirian.

Para pemain film puzzle saat menghadiri Sundance Film Festival 2018. Sumber: Zimbio

Para pemain film puzzle saat menghadiri Sundance Film Festival 2018. Sumber: Zimbio

Dengan semua kelebihan yang dimiliki film ini, saya bisa bilang bahwa film Puzzle masuk ke dalam daftar near-movie terbaik yang wajib ditonton. Selepas menonton film ini muncul pertanyaan di benak saya; Apakah ketika kita memiliki harpan-harapan baru dan sudah berada didekat ambang harpan itu, semua harpaan itu memang benar-benar cocok untuk kita? Jangan-jangan, selama ini kita hanyalah budak dari keegoisan semata.

Banner Komik Drama

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Kenapa PUBG Butuh Komputer Spek Dewa Untuk Dimainkan?

PUBG menjadi game yang digandrungi gamer, namun nggak banyak yang bisa membeli komputer yang bisa memainkannya dengan la.. more

Your Name/Kimi No Na Wa, anime populer asal Jepang. Sumber: japantimes.co.jp

Your Name/Kimi No Na Wa Akan Dibuatkan Live Action-nya Oleh Hollywood! Bad News or Good News?

Ada kabar baru bagi penggemar dari film anime populer Jepang yang berjudul “Your Name”. Film “Kimi no Na wa” ata.. more

sumber: cinepop.com.br

8 Film Pilihan Di Bulan April, Dari Kawanan Super Hero Sampai Adaptasi Video Game

Kira-kira ada film apa saja di bulan April ini, ya?.. more

Sumber: redbull.com

Sukses Dengan Pokemon Go, Pokemon Kembali Merilis Game Terbarunya

Kalau kemarin kita dihebohkan dengan kehadiran game fenomenal, Pokemon Go, kali ini Pokemon kembali meliris game-nya yan.. more