Sering Dihujat, Film Resident Evil dan Transformers Tetap Laris

5 months ago
00-d-transformers-resident-evil

Mari setuju pada satu hal: sebuah film yang banyak dihujat di berbagai medium dan media seharusnya merupakan film jelek buat mayoritas penonton ‘kan?

Walaupun mungkin memang benar dan sulit untuk dibantah, nyatanya ada banyak film yang melawan logika seperti itu. Film yang dicela di media atau internet bukan berarti film itu memang (a) benar-benar jelek, atau (b) tidak laku di pasaran. Dalam kasus dua film franchise “Resident Evil” dan “Transformers”, keduanya mengalami nasib yang kurang lebih sama jika dibandingkan antara satu dengan yang lainnya.

Franchise film Resident Evil adalah produk turunan dari video game genre Survival Horror populer buatan perusahaan game Jepang Capcom sejak tahun 2002. Film-film Resident Evil ini di produksi oleh studio film berbasis di Jerman “Constantin Film” (yang juga bakal memproduksi film dari game Capcom populer lain “Monster Hunter”) dengan sutradara/produser/penulis serta bintang utama yang konstan; yaitu suami istri Paul W.S Anderson serta Milla Jovovich. Karakter utama film-film Resident Evil, Alice (tidak ada di dalam satupun game Resident Evil), bertualang di dunia penuh zombie yang disebabkan virus ciptaan Umbrella Corporation (ada di hampir setiap game Resident Evil).

Baca Juga: Milla Jovovich Kembali Bintangi Adaptasi Film Game Capcom, Monster Hunter

resident evil film game

Versi film (kiri) dan versi game (kanan). Sumber: WordPress

Sementara franchise film Transformers merupakan adaptasi live action dari serial animasi/kartun populer era ‘80an “Transformers” mulai tahun 2007. Kartun Transformers merupakan satu dari segelintir animasi era ‘80an yang sanggup bertahan di tengah gempuran animasi-animasi lain di era modern. Orang-orang masih membicarakan soal animasi Transformers era jaman dulu di masa kini. Karena itulah saat film perdana Transformers buatan Michael Bay dirilis, ekspektasi dan harapan fans animasi klasik Transformers tergolong tinggi.

transformers optimus prime

Optimus Prime versi mainan (kiri), animasi (tengah) dan film live action terkini (kanan). Sumber: CBR

Film Transformers dan Resident Evil Minim Apresiasi

Kedua franchise ini mengalami kondisi paradoks yang serupa. Yaitu minimnya apresiasi di bagian kritik.

Baik Resident Evil maupun Transformers menjadi film yang sejak kemunculan film perdana hingga film terakhir (atau terbaru; karena selalu ada kemungkinan kalau franchise ini terus diolah) selalu jadi bulan-bulanan kritikus serta fans garis keras dari source material. Resident Evil dengan enam film sejak tahun 2002 dan Transformers dengan lima film sejak 2007 nyaris tidak pernah mendapatkan apresiasi tinggi dalam hal review bagus maupun pujian positif dalam sinematografi mereka.

resident evil film

Tidak pernah mendapat reviews yang benar-benar bagus/positif. Sumber: EmBarr

Film-film Resident Evil dikatakan sama sekali berbeda dan tidak sesuai dengan versi video game walaupun karakter-karakter dari video game Resident Evil ada muncul sebagai/di peran pendukung karakter utama, Alice.

Sementara film-film Transformers dituding hanya menjual adegan baku ledakan over-the-top (yang kalau mau jujur sih memang jadi ciri khas film-filmnya Michael Bay) tanpa spirit seperti animasinya. Bahkan ada keluhan kalau SFX / sound effect ‘transform’ dari Autobots/Decepticons di film tidak seperti di animasi.

Baca Juga: Transformers: The Last Knight Banyak Drama, Sedikit Aksi

tranformers blu ray

Film-film live action Transformers dalam format kompilasi Blu-ray. Sumber: SunriseRecords

Tapi semua kritik maupun keluhan ketidak puasan atas film-film Resident Evil maupun Transformers tidak menghentikan orang (termasuk fans dari source material) untuk menghabiskan uang mereka untuk membeli tiket dan menonton film-film itu di bioskop.

Reviews boleh jelek dan tidak menguntungkan reputasi, tapi penjualan tiket tetap saja tinggi.

Hal ini jadi sebuah kondisi yang mengherankan jika dilihat dari konsep kebiasaan. Biasanya, film jelek otomatis akan meraih sedikit pendapatan karena jumlah penonton yang sedikit. Konsep ini tidak berlaku di franchise film Resident Evil dan Transformers.

Baca Juga: Kupas Tuntas Trailer Film Bumblebee: Nostalgia Transformers G1

Sepanjang franchise ini berjalan, penghasilan mereka termasuk sangat-sangat baik sekali. Sampai saat ini, seluruh film-film Resident Evil sudah menghasilkan laba tak kurang dari US$1.233 Milyar dari total modal hanya US$290 Juta. Sementara film-film Transformers tak kalah dahsyat; menghasilkan uang lebih dari US$4.38 Milyar dengan modal sekitar US$972 Juta.

Dengan uang yang dihasilkan sebanyak itu tak heran pihak studio dan kreator film terkesan tidak peduli dengan reviews buruk yang mereka dapat dan fokus pada laba yang bisa dihasilkan dari film-film ‘buruk’ ini. Dan fans dapat pula dijadikan ‘bagian yang bersalah’ atas kondisi tersebut. Karena uang mereka-lah yang digunakan untuk memproduksi film-film tersebut.

Memang mengharapkan kualitas dramatis Oscar-worthy di film-film pop corn seperti itu jelas absurd. Tapi film action tidak harus berupa film mindless yang hanya murni mengandalkan aksi dan special effects. Film aksi bisa memiliki sedikit hal-hal dramatis yang bisa mendongkrak value/nilai dari film itu sendiri. Seperti yang terlihat misalnya di film trilogi The Dark Knight-nya Christopher Nolan.

the dark knight trilogy

Trilogi Batman made in Christopher Nolan. Sumber: Eteknix

Hal itu yang (masih) kurang dari franchise Resident Evil serta Transformers. Walau pada kenyataannya hal tersebut tidak mengurangi minat penonton untuk menghabiskan uang mereka membeli tiket dan menonton film-film itu dengan sekantong pop corn, segelas soda dan omelan ketidak puasan selepas filmnya selesai…

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Sumber: CIAYO Comics

Kamu Penakut atau Bukan? Yuk, Buktikan dengan Baca Komik ini!

"Mereka" ada di sekitar kamu. Kira-kira siapa, sih?.. more

CIAYO Pictures

Kehadiran Maid Café di Inari Matsuri IPB 2017

Di Inari Matsuri kemarin, ada “Dear Maid Butler Café”. Maid Café yang dibentuk di tahun 2013 ini, memiliki karakte.. more

Keluarga Naruto (pinterest.com)

Inilah Alasan Kenapa Naruto Tidak Menikah Dengan Sakura

Pada ending manga "Naruto", Naruto menikah dengan Hinata. Tapi kenapa Naruto tidak menikah dengan Sakura yang lebih akra.. more

Simon Cowell. (Sumber: tellymix)

Wah! Simon Cowell Hampir Jantungan Gara-Gara Hal ini

Saat itu lah, Simon Cowell langsung bangkit dari kursinya dan mulai panik memanggil crew untuk menolong.. more

header alex desktop

Who Killed Captain Alex – Bukti Kalau Film Asyik Bisa Dibuat Dengan Dana Terbatas

Who Killed Captain Alex dibuat dengan budget kurang dari 3 juta Rupiah di Uganda. Meski kualitasnya di bawah rata-rata, .. more