Film Terbaru Studio Ghibli Baru Akan Rilis Tahun 2020

5 months ago
Parade tokoh film Studio Ghibli. Sumber gambar: pinterest.com

Siapa dari bro sis yang enggak kenal Studio Ghibli dan legenda dari studio itu, Hayao Miyazaki-sensei?

Hayao Miyazaki dengan Piala Oscar nya. Sumber gambar: sgcafe.net

Hayao Miyazaki dengan Piala Oscar nya. Sumber gambar: sgcafe.net

Sepertinya sih enggak ada ya, hehehe. Studio Ghibli pernah mengadakan roadshow sekitar sebulan di Jakarta (yang hampir kacau karena sedikit lari dari jadwal semula), dan dari acara tersebut terlihat adanya fanbase dari film karya Studio Ghibli di Indonesia.

Dengan deretan film anime mereka yang keren, Studio Ghibli tak heran sering dibanding-bandingkan dengan kompatriot mereka dari Amerika Serikat, alias Disney. Animasi dari Disney terkenal indah dan sarat hiburan untuk seluruh keluarga. Sesuatu yang juga dimiliki oleh Studio Ghibli dengan judul-judul memorable mereka.

Ikon dari Studio Ghibli adalah Hayao Miyazaki.

Tokoh kharismatik dari Studio Ghibli. Sumber gambar: telegraph.co.uk

Tokoh kharismatik dari Studio Ghibli. Sumber gambar: telegraph.co.uk

Pria sepuh ini (berusia 76 tahun di 2017 alias lebih tua dari umur Republik Indonesia) dikenal memiliki tangan dingin dalam penciptaan anime dari Studio Ghibli. Salah satu yang menarik dari Miyazaki-sensei ini adalah sifatnya yang blak-blakan saat mengungkapkan opininya akan sesuatu. Seperti saat mengungkapkan ketidaksukaannya pada anime masa kini yang menurutnya tidak berbobot. Atau pada komunitas otaku yang terjadi di anime community di Jepang (dan banyak negara lainnya).

Rant alias omelan Miyazaki-sensei tentang “tidak ada yang bisa membuat anime sebagus dia” mungkin terdengar arogan dan menantang, namun klaim sepihak itu banyak di-amini oleh para pelaku industri anime Jepang. Bahkan dunia. Karena film-film anime yang disutradarai pria tradisional Jepang ini memang sulit dibantah kualitasnya. Baik dalam grafis maupun faktor lainnya. Dia pernah memenangi Piala Oscar dengan karyanya! Itu bukti solid betapa hebatnya pengaruh karya Hayao Miyazaki di pentas dunia.

Film animasi Jepang peraih Piala Oscar. Sumber gambar: weirdasianews.com

Film animasi Jepang peraih Piala Oscar. Sumber gambar: weirdasianews.com

Sebenarnya Miyazaki-sensei sendiri sudah dua kali memutuskan pensiun dari industri film anime ini.

‘Pensiun pertama’ Miyazaki terjadi di tahun 1997 selepas rilis film “Princess Mononoke”. Selama sekitar empat tahun Miyazaki menjauh dari proses pembuatan film anime, sampai kemudian dia terlibat dalam pembuatan “Spirited Away”.

Setelahnya Miyazaki-sensei seperti benar-benar pensiun dari industri yang membesarkan namanya itu, sampai dia muncul kembali tahun 2013 dengan film “The Wind Rises”. Kembali kalem dan menimbulkan kesan ‘akhirnya pensiun selamanya’, Hayao Miyazaki muncul kembali dengan pemberitaan kalau dia akan menyutradarai “Kimi-tachi wa Dou Ikiru ka? / How Will You Live?” yang dijadwalkan rilis di tahun 2020 nanti.

Film ini memiliki judul yang sama dengan novel klasik Jepang karangan Genzaburo Yoshino. Novel keluaran 1937 itu menceritakan tentang remaja dan perkembangan emosionalnya bersama lingkungan serta hubungan dengan pamannya.

Novel Kimi-tachi wa Dou Ikiru ka? Sumber gambar: goboiano.com

Novel Kimi-tachi wa Dou Ikiru ka? Sumber gambar: goboiano.com

Tapi itu plot di novel “How You Will Live?”. Bukan di film anime yang sedang dikerjakan Hayao Miyazaki & Studio Ghibli. Karena di film itu akan memiliki plot serta konsep berbeda dibanding novel tadi.

How You Will Live? versi Studio Ghibli akan memiliki lebih banyak elemen fantasi; sesuatu yang memang merupakan ciri khas Studio Ghibli serta Hayao Miyazaki sendiri. Hal ini ditegaskan oleh salah satu produser Studio Ghibli yang juga merupakan kawan lama Hayao Miyazaki, Toshio Suzuki. Suzuki mengatakan kalau dia sudah melihat storyboard buatan Miyazaki yang memuat adegan How You Will Live? selama 20 menit.

Produser Studio Ghibli, Toshio Suzuki. Sumber gambar: yokosonews.com

Produser Studio Ghibli, Toshio Suzuki. Sumber gambar: yokosonews.com

“Konten film ini akan sangat berbeda dari apa yang Anda bayangkan (jika melihat novel berjudul sama). Tema yang dipakai adalah fantasi besar. Grand fantasy. Saat melihat storyboard itu saya dengan mudah dapat mengerti mengapa Miya-san memutuskan menunda pensiunnya dari industri ini” terang Toshio Suzuki dalam sebuah wawancara.

Suzuki juga mengatakan kalau film ini (How You Will Live?) merupakan hadiah dan legacy/warisan dari Miya-san kepada cucunya. Film ini merupakan cara Miya-san mengatakan ‘Kakek nanti akan pergi ke dunia selanjutnya dan kakek tinggalkan film ini untukmu’ kepada cucunya tersebut.

Hayao Miyazaki dan meja kerjanya yang terkenal itu. Sumber gambar: drunkdorks.com

Hayao Miyazaki dan meja kerjanya yang terkenal itu. Sumber gambar: drunkdorks.com

Karena 2020 masih lumayan lama, maka fans yang menanti film How You Will Live? ini masih harus sangat bersabar. Mengingat usianya yang sudah sangat sepuh itu, praktis proses pembuatan film ini relatif tidak akan secepat jika ditangani mereka yang lebih muda.

Tapi siapa yang berani berspekulasi jelek akan hasil film anime yang dikerjakan oleh Hayao Miyazaki? Hampir seperti merk “Final Fantasy” di industri video game, nama Hayao Miyazaki dan Studio Ghibli adalah jaminan mutu sebuah film animasi Jepang fenomenal.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Deretan produk di event Google San Francisco 2017. Sumber gambar: bgr.com

“Made By Google, Google Pixel Event”: Event Tandingan Dari Google Untuk Apple

Apple mengadakan event peluncuran smartphone terkini mereka, iPhone X beserta iPhone 8 dan 8 Plus, yang dikritik fans A.. more

Delapan film live action sudah jadi bukti Tomie berhasil “menyihir” penggila horor seantero Jepang. (Sumber: Mubi)

Kesamaan Dunia Game Nioh Dengan Sejarah Asli Jepang

Nioh adalah sebuah game aksi petualangan seru berdasarkan naskah film Akira Kurosawa berjudul “Oni” yang, sayangnya,.. more

(Sumber gambar: digitaltrends.com)

Plants vs Zombies: Garden Warfare 3 untuk PlayStation 4 Segera Hadir

Terkini, Garden Warfare 3 dikabarkan akan segera dirilis untuk PlayStation 4. Berita ini bocor dari komik “Plants vs Z.. more

(www.blmangafest.com)

Rumah Animasi Budi Luhur, Pelopor “Budi Luhur Manga Fest 2017”

Bro sis yang suka manga, Budi Luhur mengadakan Manga Festival 2017. Ini adalah kompetisi membuat manga online. Ada apa a.. more

(etonline.com)

Kematian Chester Mengguncang Generasi 90an

Generasi 90an pasti ikut terguncang dengan berita mengejutkan tentang kematian vokalis Linkin Park, Chester Bennington. .. more