Film Tim Superhero Wanita: Yakin Kita Sudah Siap Banget Untuk Menyambutnya?

2 months ago

Bagi kamu yang movie maniacs, pastinya sudah mengetahui salah satu rumor panas yang sukses membakar inergeekdom seluruh nerd selama beberapa bulan terakhir ini. Yap. Apalagi kalau bukan rumor terkait rencana film team-up superhero wanita yang ada di rana sinematik Marvel (MCU).

Rumor ini pertama kali mengudara setelah beberapa bulan yang lalu, pemeran Valkyrie, Tessa Thompson (Thor: Rganarok), mengungkapkan bahwa dirinya telah mengajukan ide kolektifnya bersama Scarlet Johansson (The Avengers) dan bintang superhero wanita MCU lainnya ini ke Presiden Marvel Studios, Kevin Feige.

Dan menurut Tessa, Feige lumayan responsif alias benar-benar mempertimbangkan ide mereka ini. Walau memang hingga kini Feige belum memutuskan lagi secara resmi, rasanya kita sudah bisa memprediksikan bahwasanya proyek film tim superhero wanita MCU tersebut cepat atau lambat, nantinya akan terlaksana juga.

Oke. Anggap saja proyek ini akan terlaksana setahun lagi. Kalau begitu maka pertanyaannya sekarang, apakah kita benar-benar sudah siap (ready) dengan konsep tersebut? Dan apakah nantinya proyek ini bakalan se-booming layaknya film tim superhero pria seperti Avengers atau Justice League?

Wonder Woman (sumber: Carbon Costume)

Sineas Hollywood nampaknya dari dulu memang sudah ingin sekali memproduksi film tim superhero wanita. Namun dikarenakan di tahun-tahun tersebut tren ini belum populer sama sekali dan faktanya wanita juga dulu masih sering dipandang sebelah mata oleh Hollywood, alhasil konsep ini gagal terus untuk terealisasikan.

Selain itu, memang baru sekitar 2-3 tahun terakhir inilah, keberadaan sekaligus posisi wanita di entertainment mulai benar-benar “dilihat”. Dan ketika saya membicarakan entertainment di sini, tentunya hal ini tidaklah mengacu pada film saja. Melainkan juga mengacu pada musik, seri TV dan bahkan program gulat hiburan profesional sekelas WWE.

Nah berdasarkan fakta tersebut, pada tahun 2017 lalu, DC Comics memberanikan diri untuk memproduksi film superhero wanita besar pertamanya, Wonder Woman.

Memang di tahun 2004, DC merilis film Catwoman yang dibintangi Halle Berry (Die Another Day). Tapi yeah let’s face it. Selain filmnya tidak memuaskan, faktanya karakter Catwoman yang diperankannya, tidak mengacu pada sosok yang ada di komiknya.

Gal Gadot beraksi sebagai Wonder Woman (sumber: ComicBook)

Ketika film Wonder Woman akhirnya dirilis, siapa yang menyangka bahwa film yang dibintangi oleh aktris asal Israel, Gal Gadot (Fast & Furious 6) dan disutradarai oleh sutradara wanita, Patty Jenkins (Monster) ini, sukses besar?

Saya pribadi juga terkejut dengan pencapaian film ini. Kesuksesan ini membuktikan bahwa setelah berpuluh-puluh tahun lamanya, akhirnya posisi wanita di dunia hiburan (terutama akting) kini, memanglah sudah setara dengan aktor pria.

Saya gak hanya mengacu pada Hollywood saja yang akhirnya me-notice. Namun saya juga mengacu terhadap kita sendiri sebagai geek sekaligus audiens.

WWE Divas (sumber: GiveMeSport)

Di awal tadi saya mengatakan bahwa salah satu dari beberapa contoh format entertainment yang mana keberadaan bintang wanitanya sudah mulai dipandang, saat ini, adalah program gulat hiburan, WWE.

“Kok ngarahnya ke WWE sih?”. Pasalnya, selain WWE memang merupakan format program hiburan layaknya film dan format-format program hiburan lainnya,  bisa dibilang baru dalam 3 tahun terakhir inilah pegulat wanita mereka mulai diapresiasi sekali baik oleh fans maupun WWE sendiri.

Saya disini membicarakan keberadaan pegulat wanita ketika menjelang akhir 2000an dan 3 tahun pertama 2010an. Selama rentang waktu tersebut, sayangnya keberadaan pegulat wanita di WWE dianggap oleh WWE dan fans hanya sekedar “pemanis” dan bahkan gak jarang pertandingan mereka dianggap sebagai pertandingan “toilet break”.  Miris sekali bukan?

Barulah ketika mantan juara WWE Divas, AJ Lee, memprotes posisi dirinya dan rekan pegulat wanita lainnya via Twitter sekitar 2013 serta mantan juara WWE Divas, Paige melakukan debut WWE-nya di 2014, WWE serta seluruh audiens (fans dan awam), sekali lagi mulai mengapresiasi habis-habisan seluruh pegulat wanitanya hingga detik ini.

Brie Larson sebagai Captain Marvel (sumber: MovieWeb)

Nah, jadi berdasarkan argumen-argumen tersebut, maka marilah sekarang kita menjawab pertanyaan pertama di atas. Apakah kita memang sudah pasti bakalan siap kalau nantinya film solo atau tim superhero wanita (baik Marvel atau DC), mulai mendominasi Hollywood?

Dengan yakin saya bisa katakan bahwa rata-rata kebanyakan audiens saat ini, dipastikan sudah sangat siap dengan bombardir perilisan film-film solo superhero atau tim superhero wanita dalam beberapa tahun mendatang.

Hal ini dikarenakan karakteristik audiens zaman sekarang yang sudah lebih reseptif, responsif dan respek terhadap yang namanya wanita. Tentunya berbeda jauh banget dengan situasi serta karakteristik sebagian besar audiens 2 dekade yang lalu.

MCU Superheroine (sumber: whatculture)

Yah, tapi pada akhirnya semua balik lagi ke esensi dasar dari film itu sendiri, yaitu moviegoing experience. Karena akan jadi percuma kalau kualitas yang didapatkan atau dirasakan audiens, tidak memuaskan sama sekali.

Kalau audiens tidak puas, ya otomatis filmnya gak bakalan booming. Karena itu, baik Feige atau produser atau sineas lain, hendaknya haruslah men-treat lebih hati-hati dan lebih respek lagi ke depannya ketika menangani proyek film superhero wanita ini.

Salah satu alasan lagi mengapa Wonder Woman begitu sukses adalah karena Jenkins sukses menghormati sejarah asli karakternya sembari di saat yang sama juga menghargai Gadot serta wanita secara general.

Sekali lagi saya jamin, kalau misalkan Feige atau sineas lain melakukan hal tersebut, seluruh proyek film superhero wanita baik solo maupun tim ala Avengers atau Justice League, gak akan kalah sukses dan dominan di tangga box-office.

Namun bagaimana kalau kalian sendiri? Apa kalian memang sudah siap terhadap bombardir film-film solo maupun film-film kelompok superhero wanita ke depannya? Kira-kira apakah film-film ini nantinya akan merajai box-office layaknya film-film superhero yang didominasi pria selama ini?

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

Hatsune Miku Menjelma Menjadi Boneka pada Hina Matsuri di Jepang

Hmm, karakter anime dipadukan ke dalam festival tradisional, yes or no?.. more

joker desktop

The Joker: Simbol Harapan Bagi Para Kriminil Kota Gotham

Semenjak ditampilkan perdana di Batman #1 hampir 80 tahun yang lalu, sosok yang terinspirasi dari karakter Gwynplaine di.. more

00 d hari komik dan animasi nasional

20 Tahun Hari Komik dan Animasi Nasional: Momentum Peringatan Dengan Segala Pro dan Kontra

Sejak tahun 1998, tanggal 12 Februari diperingati sebagai Hari Komik dan Animasi Nasional. Apa latar belakang gerakan na.. more

Sumber gambar: mondofox.it

Go Nagai: Mangaka Senior yang Mempopulerkan Genre Ecchi dan Super Robot

Go Nagai adalah sosok mangaka jenius yang tidak terjebak pada satu genre. .. more