Film Unsane, Ketika Film Psychology Thriller Dibuat Menggunakan Kamera iPhone7 Plus

7 months ago
sumber: www.tripwiremagazine.co.uk

“Unsane” merupakan film ber-genre psychology thriller garapan Steven Soderbergh yang memanfaatkan kecangihan kamera iPhone7 Plus. Siapa yang menyangka ternyata dengan kamera yang mungkin sering kali dianggap biasa oleh para pengguna iPhone, bisa dimaksimalkan untuk menangkap adegan mengerikan dengan cinematografi yang tidak kalah bagus dari film-film lain yang menggunakan kamera profesional.

Keunikan yang dimiliki “Unsane” dari segi kamera ini juga didukung oleh cerita cukup bagus yang ditulis oleh Jonathan Bernstein dan James Greer. Dengan cukup banyak misteri dan sudut pandang yang membuat penonton berasumsi, “Unsane” pasti akan membuat penonton tidak bisa beranjak untuk mengikuti hingga akhir cerita dan menyadari apa yang sebenarnya terjadi akan film ini.

sumber: www.vanityfair.com

sumber: www.vanityfair.com

Adalah Sawyer Valentini yang diperankan oleh Claire Foy (Pemeran Diana Cavendish dalam film “Breathe” di tahun 2017), seorang bankir yang baru saja pindah ke sebuah kota untuk menghindari penguntit yang terus meresahkannya. Trauma yang dialami oleh Sawyer ini membuat ia tertekan dan kadang-kadang membuatnya berpikir untuk bunuh diri. Seperti yang ia ungkapkannya pada seorang trapis di sebuah klinik.

Dengan semua masalah yang dihadapi oleh Sawyer ia pun memutuskan untuk melakukan terapi yang berujung pada serentetan kejadian mengerikan. Saya rasa tema cerita penculikan dan pemeransan uang yang dimiliki “Unsane” sungguh merupakan hal baru yang menarik.

sumber: news.metrotvnews.com

sumber: news.metrotvnews.com

Ketika seseorang diculik dalam konteks yang tidak terkesan penculikan karena mengatas namakan pengobatan, serta pemerasan lewat pembiayaan perusahaan asurasi si korban, jelas ini merupakan sesuatu yang mungkin saja terjadi di dunia nyata tapi tersamarkan oleh kedok yang sulit untuk dibuktikan.

Tekanan pisikologis yang dihadapi oleh Sawyer menciptakan dua sudut pandang yang sengaja membuat penonton sulit untuk menentukan apakah Sawyer benar-benar mengalami penyakit mental dan berhalusinasi atas semua kejahatan yang ada di tempat ia dirawat, atau kejahatan itu memang benar-benar nyata adanya.

sumber: cinefilesreviews.com

sumber: cinefilesreviews.com

Penampilan Claire Foy sebagai karakter yang tersiksa tampil sangat meyakinkan. Keadaan tidak nyaman, ketakutan, provokatif serta penuh rasa sakit berhasil disampaikan dengan sangat bagus. Keberanian Sawyer dalam menentukan keputusan juga sering kali memberikan kejutan tidak terduga.

Kemunculan karakter lain seperti David Strine (Joshua Leonard), Jil (Sarah Sriles), dan beberapa karakter lainnya, menambah penegasan bahwa semua plot yang disusun sedari awal akan berakhir pada twish berlapis yang tidak terduga.

sumber: https://nofspodcast.com

sumber: nofspodcast.com

Pencahayaan yang dibuat minim, sudut kamera terbatas namun berkelas membuat penonton merasa apa yang terjadi di sepanjang film benar-benar terasa nyata. Ini seperti video rumahan tanpa tipuan visual yang memberikan sensai umum bahwa kisah mengerikan ini benar-benar terjadi.

Saya rasa setelah menonton fim ini, kita akan dibuat berpikir bahwa keterbatasan kamera ternyata bisa diatasi dengan sangat maksimal asalkan kita punya keinginan dan materi cerita yang kuat untuk dibuat film. Buktinya kamera iPhone7 Plus saja bisa menghasilkan film yang sangat bagus seperti ini.

sumber: www.digitalspy.com

sumber: www.digitalspy.com

“Unsane” memang bukanlah film thriller besar yang punya ambisi berlebihan, akan tetapi konsep yang ditawarkan “Unsane” menjadi sangat unik dan tidak terkesan sembarangan. Ide Steven Soderbergh yang membuat “Unsane” terasa sangat nyata menjadi nilai jual yang melebihi banyak ekspektasi. Dan dengan banyak hal menarik yang dimiliki film ini, “Unsane” sudah menjadi film thriller yang wajib ditonton oleh para penggemar genre ini.

Apakah kalian penasaran? Ya, seharusnya memang begitu!

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Sumber : amc.com

The Walking Dead, Simulasi Kehidupan Primitif di Lingkungan Modern

Setelah kembali dari masa rehatnya, serial populer satu ini sedang hangat menjadi perbincangan dari berbagai media. .. more

Sumber: cewekbanget.id

Serbuan Comeback Para Penyanyi Korea Yang Patut Kamu Nanti!

Awal tahun 2018 sepertinya menjadi waktu yang pas buat para penyanyi Korea, baik itu solo, boy/girlband dan juga grup ba.. more

Nostalgia 90an Lewat Anak Kemaren Sore

Ada yang udah tahu belum, siapa Anak Kemaren Sore? Yuk, kenalan!.. more

(Sumber: Youtube)

Bandai Namco Menghadirkan Geese Howard dari SNK Dalam Tekken 7

Saat ini banyak platform di industri hiburan ataupun teknologi yang akhirnya menggabungkan diri dengan kompetitor untuk .. more

Deadpool 2 Review :  Parodi Sinisme Yang Kejam, Brutal, Namun Kocak

Dalam Deadpool 2, Wade Wilson harus berseteru dengan mutan robot dari masa depan, demi seorang anak mutan pencari gara-g.. more