Final Fantasy VII, Bukan Final Fantasy yang Terbaik Tapi Paling Fenomenal

8 months ago
Final Fantasy paling fenomenal dalam sejarah Final Fantasy. Sumber gambar: thenerdstash.com

Serial Final Fantasy mungkin merupakan serial game RPG paling populer di dunia. Nama “Final Fantasy” seperti sudah menjadi semacam jaminan kalau game itu akan keren. Seru untuk dimainkan. Worth the time and money. Dengan kombinasi grafis menawan, musik indah, gameplay menantang serta cerita yang kompleks, Final Fantasy adalah sebuah game penting di industri video game sejak dulu.

Intro Final Fantasy VII yang legendaris. Sumber gambar: lutris.net

Intro Final Fantasy VII yang legendaris. Sumber gambar: lutris.net

Ada 15 game Final Fantasy “dengan nomer” yang beredar di dunia.

Dari 15 numbered Final Fantasy itu (tidak termasuk puluhan spin-off dan derivat), Final Fantasy VII bisa dibilang sebagai satu yang paling fenomenal. Baik pada masanya maupun puluhan tahun kemudian.

Setelah game Final Fantasy VI rilis (dan sukses) di Super Famicom/Nintendo, Squaresoft mulai membangun konsep untuk game Final Fantasy selanjutnya. Namun rencana itu sedikit tertunda karena banyak anggota team developer mereka saat itu di oper untuk mengerjakan game RPG lain (yang juga kelak jadi fenomenal) berjudul “Chrono Trigger”.

Chrono Trigger merupakan game yang berpengaruh. Sumber gambar: play.google.com

Chrono Trigger merupakan game yang berpengaruh. Sumber gambar: play.google.com

Saat itu booming grafis 3D Polygon sedang terjadi di industri video game; salah satu penyebabnya adalah Sony dengan “PlayStation” mereka.

Pengubah peta dunia gaming. Sumber gambar: en.wikipedia.org

Pengubah peta dunia gaming. Sumber gambar: en.wikipedia.org

Squaresoft sebagai developer game tentu saja ikut tertarik dengan teknologi baru ini walau staff dan designer game mereka terbiasa di area 2D pixel art graphics dan masih buta di bidang polygonal graphic seperti yang ditawarkan teknologi saat itu (era menjelang 90an akhir).

Team developer Squaresoft kemudian mulai bereksperimen dengan kemampuan grafis 3D ini di console Nintendo64. Video hasil eksperimen tersebut banyak beredar di YouTube.

 Based-on FF VI. Sumber gambar: youtube.com

Based-on FF VI. Sumber gambar: youtube.com

Untuk ukuran tahun 90an, tentu saja tampilan tersebut termasuk luar biasa. “Final Fantasy VI: The Interactive CG Game” merupakan salah satu hot gaming item di tahun 1995. Semua orang membicarakannya. Membicarakan tentang bagaimana Final Fantasy VII nanti dalam format 3D di mesin terbaru Nintendo, yaitu Nintendo64.

Tapi dalam prosesnya, Squaresoft mengalami kesulitan karena Nintendo64 masih menggunakan media cartridge.

Cartridge. Format standard saat itu dari Nintendo. Sumber gambar: en.wikipedia.org

Cartridge. Format standard saat itu dari Nintendo. Sumber gambar: en.wikipedia.org

Walaupun cartridge lebih baik dalam hal durabilitas dan loading time, namun cartridge punya kelemahan jika dibandingkan media yang di usung Sony PlayStation dan tengah booming saat itu, CD-ROM, yang lebih murah dan sanggup menyimpan data puluhan kali lipat dibandingkan cartridge.

Compact Disc. Format masa depan (saat itu). Sumber gambar: covergalaxy.com

Compact Disc. Format masa depan (saat itu). Sumber gambar: covergalaxy.com

Hal itu pula yang akhirnya mendasari keputusan Squaresoft untuk berhenti men-develop game buat Nintendo64 dan “pindah kapal” ke PlayStation. Sebuah keputusan berani mengingat nama Nintendo saat itu jauh lebih besar daripada Sony si anak baru di bisnis videogame. Ditambah lagi faktor kedekatan Squaresoft dan Nintendo yang sudah berlangsung sejak Final Fantasy pertama kali diluncurkan. Beberapa pihak menganggap ini adalah sebuah pengkhianatan, tapi banyak yang menilai kalau langkah itu diambil Squaresoft murni demi mulusnya game Final Fantasy VII mereka. Data yang dihasilkan game FF VII tidak akan muat dimasukkan ke dalam cartridge.

Sebagai project game 3D pertama mereka, Squaresoft dalam posisi berjudi dengan Final Fantasy VII di Sony PlayStation. Nama “Final Fantasy” dulu adalah sesuatu yang sudah identik dengan “Nintendo”. Memindahkan imej tersebut ke mesin yang baru & belum terbukti ‘kesaktiannya’ adalah sebuah pertaruhan reputasi. Tapi Hironobu Sakaguchi sebagai “Bapaknya Final Fantasy” punya keyakinan dan sudah memutuskan kalau Final Fantasy VII akan menjadi game 3D pertama mereka, dan di console yang menjadi pesaing ‘boss’ mereka sebelumnya.

Tanpa pria ini, Final Fantasy tidak pernah ada. Sumber gambar: pinterest.com

Tanpa pria ini, Final Fantasy tidak pernah ada. Sumber gambar: pinterest.com

Dengan budget promosi yang konon mencapai $ 40 juta, Squaresoft meluncurkan Final Fantasy VII di Jepang tahun 1996 dan Amerika serta Eropa di 1997. Final Fantasy VII juga menjadi Final Fantasy pertama yang dirilis resmi di pasar Eropa saat itu.

Iklan yang ngajak gelud Nintendo. Sumber gambar: pastemagazine.com

Iklan yang ngajak gelud Nintendo. Sumber gambar: pastemagazine.com

Baru tiga hari di rilis di Jepang, FF VII sudah terjual melebihi 2,3 juta unit. Sebuah angka yang mencengangkan mengingat PlayStation yang masih anak baru di bisnis video game waktu itu. Namun nama besar Squaresoft, Final Fantasy dan review bagus dari majalah video game (saat itu internet belum ada/populer sehingga majalah merupakan satu-satunya sarana untuk melihat artikel video games) membuat Final Fantasy VII menjadi game paling dibicarakan di pasar game Amerika tahun 1997. Secara mendadak semua orang tahu dan mulai memainkan genre Role-Playing Game alias RPG, sebuah genre yang dulunya segmented.

RPG menjadi mainstream di Amerika karena game ini. Sumber gambar: usgamer.net

RPG menjadi mainstream di Amerika karena game ini. Sumber gambar: usgamer.net

Final Fantasy VII mengubah “kelas” genre RPG menjadi sebuah genre mainstream di pasar game dunia. RPG sudah ada sejak dulu namun Final Fantasy VII yang menjadikan genre ini super populer dan akhirnya menjadi seperti sekarang. Dulu RPG tidaklah se-populer game platformer (Mario) atau fighting (Street Fighter) di Amerika. Final Fantasy VII mengubah peta dunia game Amerika dan dunia. Grafis 3D polygon rendered menjadi standard baru, dan itu sedikit banyak berkat kesuksesan Final Fantasy VII yang memulainya di Sony PlayStation.

Oke, Sephiroth… Oke. Sumber gambar: snackedup.com

Oke, Sephiroth… Oke. Sumber gambar: snackedup.com

Final Fantasy VII bisa diperdebatkan jika disebut sebagai Final Fantasy terbaik, karena banyak pendapat yang mengatakan kalau FF VI lebih baik daripada FF VII. Bahkan Hironobu Sakaguchi sendiri pernah menjawab “Final Fantasy IX” saat ditanya Final Fantasy mana yang paling dia sukai. Tapi siapapun akan sulit membantah pendapat yang mengatakan kalau Final Fantasy VII merupakan Final Fantasy paling fenomenal dalam sejarah dan membuka jalan popularitas bagi game-game RPG selanjutnya.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Preview Anime Baru di Musim Panas 2018 yang Patut Kalian Nantikan

Memasuki pertengahan tahun 2018 berarti pergantian musim bagi para penggemar anime. Berikut tiga judul anime baru yang d.. more

Komik Strip Indonesia di Instagram. Haruskah Lucu?

Komik strip digital udah membanjiri Instagram. Di artikel ini, gua mau bahas "Komik strip macam apakah yang paling banya.. more

Sumber: mnl48

Mungkin Ini Penyebab Jepang dan Korea Mengalami Penurunan Angka Kelahiran

Baik di Jepang maupun di Korea, kedua negara tersebut sedang mengalami satu permasalahan yang sama. Yaitu penurunan angk.. more

Sumber: myanimelist.net

Ingin Tahu Tentang Kehidupan Para NEET Dan Hikikomori? Simak Berbagai Anime Di Daftar Ini!

Apa yang bro sis pikirkan ketika mendengar istilah NEET? Ada yang menganggap NEET adalah seseorang yang hanya leyeh-leye.. more

00-d-marvel-studios

Marvel Studios Tak Menggelar Panel di SDCC 2018 – Kenapa?

Marvel Studios absen dari San Diego Comic Con 2018 dengan tidak membuka panel rutin mereka. Ada apa gerangan?.. more