Funkot: Musik Dance Rasa Dangdut Yang Mengudara Hingga Jepang

7 days ago
Sumber: The Japan Times

Indonesia boleh berbangga karena memiliki ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke, batik yang mendunia, kuliner yang bikin bule tergila-gila, hingga keajaiban dunia Candi Borobudur. Namun, kita masyarakat Indonesia bisa menambah satu lagi kebudayaan yang bisa dibanggakan: musik funkot.

Berbicara musik funky kota alias funkot memang tak bisa lepas dari musik dangdut. Secara kasar musik funkot masih memiliki ciri khas dangdut, yakni lewat cengkok vokalisnya yang tetap khas. Namun perbedaan radikal terdapat dalam instrumentasinya. Alih-alih memanfaatkan kendang dan suling yang suaranya menjadi asal muasal kata dangdut, musik funkot tak ubahnya sebuah musik electro bahkan EDM sekalipun. Toh tujuan utamanya agar orang-orang berjoget kan?

Musik funkot mengandalkan instrumentasi elektronik, dengan suara-suara synth ajaib ber-pitch tinggi, sample suara bule, dan triple bass kick super kencang hingga mencapai angka 200 BPM lebih. Oh, jangan lupa ada banyak cowbell, alias bunyi tung-tung yang menjadi karakterisitik ketukan beat dalam musik funkot.

Aku kena demam funkot dan obat satu-satunya adalah lebih banyak tung-tung! (Sumber: Reaction GIFs)

Aku kena demam funkot dan obat satu-satunya adalah lebih banyak tung-tung! (Sumber: Reaction GIFs)

Musik funkot bermula dari kebiasaan para DJ ibu kota yang memainkan dan me-remix lagu dengan berbagai macam gaya musik house mulai dari disko, italo disco hingga electro funk. Karena perpaduan gaya tersebut dan ditambah dengan sentuhan khas lokal, jadilah yang disebut musik funkot, yang kini setara dengan genre musik EDM lain yang lebih populer di dunia seperti Hi-NRG, Happy Hardcore, Eurobeat dan Gabber. Kenapa namanya funky kota, karena memang dulu funkot lahir di Glodok dan kemudian dimainkan di sekitaran daerah Kota, misalnya dari seputaran Harmoni hingga Mangga Besar. Klub di Jakarta Selatan seperti di Kemang, Senayan, dan sekitarnya dari dulu sudah anti musik funkot.

Namun di dekade 2000-an, musik funkot mulai jarang dimainkan di kota besar. Ini karena musik dangdut koplo di sekitaran tahun itu juga mulai memasukkan unsur funkot agar terdengar lebih modern. Ambil contoh lagu dangdut SMS atau Cinta Satu Malam, yang merupakan bukti sukses perpaduan antara dangdut koplo dan funkot. Dan di sinilah masalahnya, karena lewat musik itu, lebih banyak lagi musik dangdut koplo yang mengekor formula SMS.

Akibatnya, dangdut koplo dan funkot sulit terpisahkan. Padahal keduanya berbeda, loh. Dangdut koplo sendiri aslinya adalah mutasi dari dangdut campursari yang kuat unsur tradisionalnya dengan berbagai macam seni musik lain seperti kendang kempul dari Banyuwangi, jaranan dan juga gamelan.

Nah, karena orang nggak bisa membedakan lagi antara funkot dan dangdut koplo, akhirnya malah jadi dipukul rata. Sekarang funkot bukan lagi dianggap musik house dari Kota, malah jadi musik dangdut yang populer di area Pantura (pantai utara). Keadaan diperparah lagi akibat remixer-remixer yang menyulap lagu pop masa kini menjadi terdengar lebih “dangdut.”

Walhasil, stigma funkot sebagai musik kalangan bawah sudah terlalu melekat di masyarakat Indonesia. Musik funkot dan dangdut koplo kini lebih sering ditemukan di klub murah pinggir kota besar atau acara dangdut keliling. Sementara itu klub di pusat kota sudah menemukan primadona musik baru mereka: trance, deep house, dubstep, big room, dan berbagai genre EDM kekinian lain.

Namun demikian, funkot telah menemukan rumah barunya bagi kalangan atas. Sayangnya, tempat itu bukan di Indonesia. Meskipun demikian, kita boleh berbangga karena musik funkot kini menjadi salah satu subkultur populer di negara matahari terbit, yakni Jepang.

Loh, bagaimana bisa demikian? Mungkin Katsumi Takano alias DJ Jet Baron bisa menjawabnya untuk kamu.

DJ Jet Baron, “nabi funkot” yang menyebarkan ajaran musik funkot di Jepang. (Sumber: Mega Dugem)

DJ Jet Baron, “nabi funkot” yang menyebarkan ajaran musik funkot di Jepang. (Sumber: Mega Dugem)

Di Jepang, DJ Jet Baron sudah seperti nabi funkot saja, karena dia yang mempopulerkan genre itu di Jepang. Jet Baron pertama kali menemukan musik funkot di Youtube pada tahun 2009, saat mencari tahu soal musik dangdut. Baginya, musik dangdut terdengar seperti enka, musik tradisional Jepang yang lucunya juga mengandalkan suara cengkok dari vokalisnya.

Tertarik dengan keajaiban musik funkot, Jet Baron pun mulai berburu material untuk membuat musik funkotnya sendiri. Namun, hal itu ternyata sangat sulit. Satu-satunya cara bagi Jet Baron untuk semakin jago dalam musik funkot, adalah dengan belajar langsung dengan para DJ Funkot. Jadi ia akhirnya terbang ke Indonesia untuk menimba ilmu dari para DJ lokal.

Jet Baron memulai perjalanannya di Bali, di mana ia menghabiskan 2 minggu belajar di Top Ten DJ School dan bahkan ikut manggung di Akasaka Bali bersama para DJ lokal seperti DJ MCT dan DJ Ketut. Puas dengan pengalamannya di Bali, Jet Baron pun pergi ke Jakarta untuk mencari tantangan. Benar saja, karena di Jakarta iklim komunitas DJ-nya sangat berbeda dengan di Jepang.

“Peralatan DJ sangat mahal di negara berkembang seperti Indonesia,” tutur Jet Baron kepada The Japan Times di tahun 2013 lalu. “Di Jepang, DJ hanya sebatas hobi, bukan pekerjaan utama seperti di Indonesia. Merilis single di sini sama seperti mencuri uang jajan sendiri, tapi ada pemasukan dari tiket masuk klub. Kalau uang-uang dari sini masuk ke label musik internet, maka perekonomian funkot bisa kolaps.”

“Funkot itu seperti misteri yang tidak ingin dipecahkan.” (Sumber: whiteboard journal)

“Funkot itu seperti misteri yang tidak ingin dipecahkan.” (Sumber: whiteboard journal)

Meski demikian, komunitas funkot Indonesia memiliki struktur yang tak jauh berbeda dengan komunitas DJ di Jepang, yang mengandalkan konsep senpai-kouhai (senior-junior). Junior tidak bisa langsung berkarir sendirian, dan harus belajar dulu dari para senior. Pelan-pelan para senior bakal mengizinkan juniornya untuk main di klub dan akhirnya dibolehkan untuk mengadakan acara sendiri. Jet Baron pun menjalani proses yang sama: belajar dari para senior dan kemudian diizinkan untuk main dan membeli sample musik untuk materinya sendiri. Dengan menjaga hubungan dengan para senior, Jet Baron pun dibolehkan untuk membawa funkot ke tanah kelahirannya.

Kembali ke Jepang, Jet Baron menjadi pemilik dan resident DJ di klub Acid Panda Café di Shibuya. Klub ini senantiasa mengadakan event Dugem Rising tiap bulannya. Menurut Jet Baron, kini musik funkot di Jepang semakin populer dan memiliki perkembangan di berbagai daerah. Reaksi awal khalayak musik Jepang pada musik funkot menurutnya cukup hangat, karena mereka tertarik dengan keunikan funkot itu sendiri.

“Yang Penting Funky” adalah salah satu event musik funkot yang pernah diadakan di Jepang. (Sumber: Facebook Dugem di Barat DJ Team)

“Yang Penting Funky” adalah salah satu event musik funkot yang pernah diadakan di Jepang. (Sumber: Facebook Dugem di Barat DJ Team)

Namun, bukan berarti tidak ada suka-dukanya. Jet Baron pernah mendapatkan cacian setelah dipercayakan untuk membuat remix resmi dari single milik grup J-pop 9nine. Fans grup idol itu awalnya tidak bisa menerima keunikan musik funkot, namun perlahan remix yang disebut sebagai “versi funkot asli” itu pun mencuri hati para fans.

Selain itu, DJ Jet Baron juga pernah terbelit kasus narkoba di tahun 2015, sehingga mengakibatkan Acid Panda Café harus ditutup. Ia pun menjadi tahanan luar hingga tahun 2018 nanti, dan hal itu menjadi pelajaran baginya untuk benar-benar fokus berkarir dalam musik.

Single milik 9nine yang disulap DJ Jet Baron dalam rasa funkot. (Sumber: Biglobe)

Single milik 9nine yang disulap DJ Jet Baron dalam rasa funkot. (Sumber: Biglobe)

Mari kembali ke musik funkot. Tak hanya grup 9nine, kini musik funkot pun mulai merambah ke ranah mainstream musik Jepang. Khalayak Jejepangan Indonesia mungkin lebih mengenal grup boyband Choutokyuu alias Blue Train sebagai “boyband funkot”.

Grup Bullet Train yang populer di Indonesia berkat lagu Battaman. (Sumber: sync music japan)

Grup Bullet Train yang populer di Indonesia berkat lagu Battaman. (Sumber: sync music japan)

Di tahun 2015, Blue Train memperkenalkan single Battaman yang diproduseri Maeyamada Kenichi alias Hyadain, serta maestro musik electro dance Jepang Tetsuya Komuro. Battaman terdengar sangat funkot dengan ciri khas musiknya yang cepat dan menghentak. Apalagi ada banyak sample suara berbahasa Indonesia seperti “terima kasih”, “sama-sama”, dan “aku cinta kamu”.

Tak hanya Bullet Train, grup idol hy4_4yh (baca: Hyper Yoyo) juga ikut terjun dalam skena funkot. Menemani mereka, siapa lagi kalau bukan sang nabi funkot DJ Jet Baron!

hy4_4yh saat ini hanya diperkuat dua anggota saja. Saat single funkot Ticckkeee Operation ~ YAVAY rilis, mereka punya 3 anggota. (Sumber: Tokyo Girls Update)

hy4_4yh saat ini hanya diperkuat dua anggota saja. Saat single funkot Ticckkeee Operation ~ YAVAY rilis, mereka punya 3 anggota. (Sumber: Tokyo Girls Update)

Sejak awal hy4_4yh memang sudah dikenal dengan penampilan gila yang selaras dengan gig mereka yang menguras energi. Namun lewat single Ticckkeee Operation ~ YAVAY yang diproduseri Jet Baron, mereka meningkatkan tingkat kegilaan ini hingga melampaui bacaan radar! Video klip single ini pun menghaturkan penghormatannya pada musik funkot lewat video klip yang diambil di berbagai lokasi ikonik yang jadi lokasi perkembangan musik funkot di Shibuya, tak terkecuali Tokyo Robot Restaurant dan Acid Panda Café itu sendiri!

“Awalnya funkot terdengar sangat komikal, namun memiliki kekuatan yang mampu melahap musik bergaya lain,” tutur Masaru Ezaki, produser hy4_4yh yang mengajak partisipasi Jet Baron. Baginya, funkot bukan sebatas genre musik, melainkan sebuah format yang fleksibel. “(Funkot) menularkan energi,” tambahnya.

Dengan segala ekspose-nya ke ranah mainstream, musik funkot tetap sebuah musik niche yang besar dalam komunitas underground dan independen. Dalam komunitas Jejepangan dan wibu pun, musik funkot memiliki penikmatnya sendiri. Ambil contoh circle musik IOSYS dan Funtek Lab yang menyuntikkan nuansa Indonesia serta funkot dalam album remix game Touhou Project, game shootemup yang sangat populer karena menampilkan karakter cewek kawaii namun punya tingkat kesulitan super tinggi.


Tak hanya di Jepang, funkot juga mulai punya taji di luar Asia. Di Inggris misalnya, ada band Kero Kero Bonito yang mengapresiasi funkot.

Band Inggris-Jepang rasa Melawai. (Sumber: Vice Indonesia)

Band Inggris-Jepang rasa Melawai. (Sumber: Vice Indonesia)

KKB ini bukan band funkot, karena aslinya mereka memainkan musik J-pop dengan sentuhan UK House. Band yang dimotori vokalis Sarah Midori Perry serta duet DJ Gus Lobban dan Jamie Bulled ini juga pernah tur di Indonesia, makanya foto di atas punya estetika yang adiluhung. Gus kelihatan mirip abang-abang Blok M dengan jersey Umbro jadul miliknya.

Dalam wawancaranya dengan Vice Indonesia, Gus dan Jamie mengaku punya beberapa musik Indonesia favorit seperti Isyana Sarasvati dan The Upstairs. Namun satu musik yang mereka bicarakan lebih dalam adalah funkot. “Kalau kamu googling lalu mendapat beberapa link, ada mix-mix yang asyik dari mereka. Beberapa video klipnya menyertakan perempuan Indonesia yang menor, lalu aku akan mikir, OK, perlu nonton terus engga ya? Untungnya musiknya keren banget. Yang seperti ini belum diketahui pendengar musik di UK,” puji Gus.

Gus malah menampik anggapan bahwa musik funkot adalah musik eksklusif kalangan bawah. Ia dan Jamie menjelaskan bahwa musik-musik keren jaman sekarang juga berawal sebagai musik kelas pekerja. “Dan lambat laun genre-genre pinggiran ini masuk ke dalam kesadaran arus utama. Sama belaka seperti rave music, original house, northern soul, atau apapun itulah di Barat sana itu. Kalau kami menyukainya bukan cuma karena kesadaran liberal elitis sebagian orang, ya berarti musik-musik itu memang patut disimak,” jelas Gus yang juga punya side project bernama Kane West.

Nah, dengan populernya musik funkot di Jepang (dan juga belahan dunia lain), apakah fenomena ini menjadi jalan bagi musik funkot meraih kejayaannya kembali di tanah air? Menurut DJ Jet Baron, DJ-DJ Indonesia juga tertarik dengan musik funkot gaya Jepang, dan balik mengimpor speed remix dari berbagai musik J-Pop. “Cyber DJ Team dari Indonesia biasa tampil di sini dengan gratis jika mampu menjaring 1000 pengunjung,” tutur Jet Baron.

Mungkin benar kata pepatah, jika kita baru akan menghargai sesuatu jika hal itu hilang dari genggaman kita. Musik funkot yang sering dianggap sebagai musik rendahan kini sudah menjadi fenomena underground di Jepang, dan kembali lagi ke Indonesia sebagai musik J-core. Mungkin setelah ini, kamu tertarik untuk mengulik beberapa musik funkot? Apapun itu kita tetap harus bangga karena sekali lagi Indonesia kembali menancapkan kukunya di kancah dunia. Apalagi karena nanti DJ Jet Baron ingin mempromosikan funkot ke Amerika selepas hukumannya selesai. Dan mungkin suatu hari nanti Kero Kero Bonito akan menyusupkan estetika funkot dalam materi mereka selanjutnya. Tarik mang!

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna dan sebuah studio video game. Biasanya bermukim di Bandung, namun bisa teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

The Fate of the Furious (Fast and Furious 8) Hambar Tanpa Paul Walker

The Fate of the Furious yang tak lain merupakan seri dari Fast and Furious ke-8, kabarnya merupakan awal dari trilogy ya.. more

Sumber: Detik.com

Brawl Stars: Game Top Down Shooter Besutan Supercell

Siapa nih penggemar Clash Of Clans atau Clash Royale disini?  Kedua game keluaran Supercell tersebut sempat mengguncang.. more

Berlari seperti Naruto. Sumber gambar: centraltrack.com

[TRENDING] Yuk, Intip Kehebohan Naruto’s Run dan Scream Like Goku!

Naruto’s Run dan Scream like Goku. Internet memang merupakan tempat yang ajaib. Banyak hal yang lahir dan populer .. more

(Sumber: Google)

Rekomendasi Komik Korea yang Bisa Bikin Kamu Ketagihan!

Korea Selatan memang saat ini sedang menunjukkan taringnya di bidang perkomikan. Industri komik di Korea Selatan ini mem.. more

Paris Games Week 2017. Sumber gambar: blog.playstation.com

Paris Games Week 2017 Sudah Dimulai Minggu Ini!

Sony Interactive Entertaiment, pemilik merk Sony PlayStation families, baru saja menggelar acara internal/keynote dalam .. more