Game Awards 2017 Sudah Usai, Siapa Saja Pemenangnya?

9 months ago
Sumber: Don’t Feed The Gamers

Bro sis, tanggal 7 Desember lalu diadakan Game Awards 2017 di Microsoft Theatre Los Angeles. Dibawakan oleh jurnalis game Geoff Keighley, ajang penghargaan ini ditujukan untuk menghargai para insan berbakat di industri game. Acara ini disiarkan live di 16 layanan streaming video berbeda, dan melibatkan fans dalam proses voting dan prediksi pemenangnya.

Acara Game Awards 2017 ini menghadirkan berbagai public figure yang membacakan nominasi ataupun sebagai komentator. Diantaranya ada kreator Metal Gear Solid Hideo Kojima, kreator Mortal Kombat Ed Boon, presdir Nintendo Amerika Reggie Fils-Aime, sutradara film Guillermo del Toro, produser TV Justin Roiland dan Conan O’Brien, serta artis-aktor Norman Reedus, Andy Serkis, Felicia Day, Aisha Tyler, dan Zachary Levi.

Geoff Keighley di panggung Game Awards 2017. (Sumber: GameCrate)

Geoff Keighley di panggung Game Awards 2017. (Sumber: GameCrate)

Puluhan game dan pelaku industri game masuk ke dalam nominasi yang terbagi dari 23 nominasi pilihan juri dan 6 nominasi pilihan fans. Siapa saja yang berhasil meraih penghargaan itu ya bro sis? Kenapa penghargaan itu pantas diberikan kepada para pemenangnya? CIAYO Blog punya ulasannya nih, langsung disimak saja ya!

Best Game Direction – The Legend of Zelda: Breath of the Wild

Game Director: Hidemaro Fujibayashi

Breath of the Wild menyajikan konsep yang cukup radikal, dimana Link kini dihadapkan dengan sebuah open world yang sangat luas. Breath of the Wild merupakan release title Nintendo Switch yang memaksimalkan seluruh kemampuan konsol portabel tersebut dari segi teknis hingga gameplay. Game lain boleh saja lebih unggul, namun tak ada yang lebih masif disbanding Breath of the Wild.

Sumber: Alpha Coders

Sumber: Alpha Coders

Best Narrative – What Remains of Edith Finch

Writer: Ian Dallas

What Remains of Edith Finch sangat mengingatkan pada game semodel Dear Esther dan lainnya yang memiliki gameplay serupa. Bermain sebagai Edith Finch Jr., bro sis diminta untuk menjelajahi sebuah mansion tua dan daerah sekitarnya untuk menyelidiki keluarga besarnya di masa lalu. Cerita akan dituturkan lewat sudut pandang Edith Jr. begitu ia mengamati dan berinteraksi dengan benda-benda yang ada di sana. What Remains of Edith Finch menjadikan video game sebagai sebuah sarana untuk menyajikan cerita yang sangat interaktif.

Sumber: Wccftech

Sumber: Wccftech

Best Art Direction – Cuphead

Menciptakan grafik dan animasi Cuphead bukan perkara mudah. Beberapa studio mungkin sudah cukup puas dengan memainkan animasi ala Flash untuk game side scroller mereka, namun studioMDHR berani mengambil langkah radikal dan sangat tradisional. Demi menangkap estetika kartun klasik era Walt Disney, para animator memanfaatkan teknik-teknik pembuatan film kartun klasik, yakni dengan menggambar sprite karakter di atas kertas, frame demi frame, dengan alat gambar tradisional pula.  Walaupun lebih mahal dan tidak efisien, hasil kerja yang nampak sangatlah sepadan.

Sumber: Wallpaper Vortex

Sumber: Wallpaper Vortex

Best Score/Music – Nier: Automata

Komposer: MONACA

Jika melihat jajaran penerima nominasi musik terbaik yang didominasi komposer yang memang sudah berpengalaman dalam skena video game, mendapatkan MONACA sebagai pemenangnya terasa janggal namun tetap menarik. Supergrup komposer musik ini justru lebih harum namanya di komunitas anime, dengan anime Yuki Yuna wa Yuusha de Aru menjadi karya mereka terkini yang mendapat tanggapan positif. Namun jangan biarkan fakta itu membuat mereka menjadi underdog. Keiichi Okabe sang CEO MONACA dan Keigo Hoashi yang ditunjuk menangani Nier: Automata berhasil menyajikan musik sinematik nan cutting edge. Mereka jugalah yang memproduksi musik di dua game Nier sebelumnya, Gestalt dan Replicant.

Sumber: Gamespot

Sumber: Gamespot

Best Audio Design – Hellblade: Senua’s Sacrifice

Tata suara video game kadang dipandang sebelah mata. Namun di tangan Ninja Theory yang kini bergerak independen, Hellblade: Senua’s Sacrifice tidak boleh ditangani setengah hati. Justru mereka seakan mengatur sebuah standar baru bagaimana seharusnya tata suara direka dalam sebuah game. Hellblade tidak menampilkan segala jenis tampilan antar muka untuk mengindikasikan kondisi nyawa atau petunjuk arah. Bro sis akan dipandu oleh suara-suara dalam kepala Senua untuk menyelesaikan game. Suara-suara itu akan memberi petunjuk arah, memberi tahu posisi musuh, serta mengindikasikan seberapa parah Senua terkena serangan.

Sumber: Youtube

Sumber: Youtube

Best Performance – Hellblade: Senua’s Sacrifice

Aktor: Melina Juergens sebagai Senua

Melina Juergens menampilkan akting yang sangat dramatis sebagai Senua. Ia berhasil menampakkan sosok Senua yang sangat muak, penuh amarah, dan gila secara bersamaan. Penampilan memukaunya tak dapat ditandingi oleh nominator lain. Senua yang nampak mengidap psikosis membuat pemain merinding melihat konflik yang harus ia jalani. Kerennya, ini adalah pengalaman perdana Juergens berakting. Ia sebenarnya adalah seorang video editor di Ninja Theory yang diminta untuk memerankan Senua selama mereka menyempurnakan teknik motion capture mereka. Ternyata Ninja Theory sangat menyukai penampilan Juergens sehingga ia bisa tetap memerankan Senua, bahkan menyadur wajah Juergens untuk dijadikan wajah Senua.

Sumber: Youtube

Sumber: Youtube

Games For Impact – Hellblade: Senua’s Sacrifice

Ninja Theory merilis Hellblade: Senua’s Blade secara independen; tanpa bantuan developer, tanpa neko-neko, semua dengan sumber daya pribadi. Dengan dana terbatas, tim Ninja Theory mampu beradaptasi dengan alat-alat sederhana. Meski demikian, kualitas yang ditampilkan game tersebut sangatlah tinggi. Dengan kebebasan tak terkira, Ninja Theory mampu menampilkan sebuah game dengan gimmick unik dan grafik menawan. Seperti inilah sebuah game yang baik diproduksi tanpa campur tangan pihak ketiga dan segala birokrasi rumit mereka.

Sumber: Gamelegant

Sumber: Gamelegant

Best Ongoing Game – Overwatch

Sejak kemunculan pertamanya, Overwatch telah mengubah wajah dari game multiplayer. Overwatch mengkombinasikan konsep game FPS yang itu-itu saja dengan mekanika game MOBA, yakni sederet karakter dengan skillset dan fungsi spesifik. Ditambah dengan konsep lore yang kuat dan menarik, menjadikan Overwatch primadona baru bagi penggila game kompetitif.

Sumber: Dualshocker

Sumber: Dualshocker

Best Independent Game – Cuphead

Sepertinya tak ada game indie yang bisa menciptakan hype sebesar Cuphead, bahkan Hellblade sekalipun. Tak hanya memiliki estetika unik yang dicapai lewat metode unorthodox, Cuphead juga merupakan game platformer dengan kesulitan menantang, bahkan tinggi mencapai level kesulitan ala game Nintendo jadul maupun Touhou Project. Tingkat kesulitan Cuphead bahkan menjadi perbincangan tersendiri setelah seorang jurnalis game kesulitan menyelesaikan level pertamanya. Padahal level tersebut merupakan tutorial yang tidak memiliki musuh!

Sumber: Dualshockers

Sumber: Dualshockers

Best Mobile Game – Monument Valley 2

Monument Valley pertama merupakan game puzzle yang menarik dengan memanfaatkan prinsip ilusi optik dan impossible object dalam sebuah labirin menantang. Monument Valley 2 menyempurnakan formula game pertamanya dengan narasi yang lebih kuat, dimana bro sis harus membimbing ibu bernama Ro serta anaknya keluar dari labirin. Faktor inilah yang membuat pemain sangat terikat dengan Monument Valley 2.

Sumber: Polygon

Sumber: Polygon

Best Handheld Game – Metroid: Samus Returns

Samus Returns merupakan remake dari game Metroid II di Game Boy dengan beberapa penyempurnaan. Selain mempertahankan narasi, kontrol, dan desain level, fitur baru yang ditambahkan adalah counter attack, menembak di sudut yang beragam, skill Aeion, teleport station, dukungan Amiibo, serta skill dari game paska Metroid II. Layar kedua dari Nintendo 3DS berfungsi sebagai peta dan tombol skill.

Sumber: IGN

Sumber: IGN

Best VR/AR Game – Resident Evil 7

Resident Evil 7 dikembangkan dengan engine baru yang mendukung fitur VR. Fitur ini sangat cocok untuk Resident Evil 7 yang kembali ke ranah horor. Kapan lagi merasakan sensasi petak umpet bareng zombie ultra realistik? Mode VR dari Resident Evil 7 semakin menambah kengerian bermain gamenya.

Sumber: Giant Bomb

Sumber: Giant Bomb

Best Action Game – Wolfenstein II: The New Colossus

Bermain sebagai B.J. Blazkowicz, bro sis akan disuguhi dengan aksi nonstop. Wolfenstein II berhasil mengangkat esensi dari game Wolfenstein klasik dan seluruh game FPS klasik ciptaan iD Software dimana kenikmatan terbesar pemain datang dari menembakkan senjata besar di depan gerombolan musuh yang menghadang.

Sumber: Neptunegames

Sumber: Neptunegames

Best Action/Adventure – The Legend of Zelda: Breath of the Wild

Breath of the Wild mengambil intisari dari game-game Zelda terdahulu dan menempatkannya dalam sebuah open world raksasa. Masalah dalam setiap game open world adalah dunia yang besar namun hampa dan hambar. Namun dalam Breath of the Wild, hal itu sepertinya tidak terjadi. Petualangan di Hyrule versi open world sama mengasyikkannya dengan Hyrule di konsol Nintendo terdahulu. Bro sis bakal menikmati setiap petualangan di hutan dan pegunungan.

Sumber: VG247

Sumber: VG247

Best Role Playing Game – Persona 5

Atlus membuktikan walaupun Persona 5 memiliki mekanika yang tak jauh beda dengan Persona 3 dan 4, formula tersebut sudah tried and tested dan masih ampuh hingga hari ini. Persona 5 menuntutmu untuk menyeimbangkan kehidupan sehari-hari sebagai murid SMA rangkap pencuri ulung di malam hari. Aspek sosial dalam Persona 5 bukan hanya tempat untuk melanjutkan cerita saja, namun dengan memaksimalkan hubunganmu dengan berbagai NPC, mereka dapat membuka akses ke summon Persona yang lebih kuat dan skill yang lebih sangkil.

Sumber: ZAM.com

Sumber: ZAM.com

Best Fighting Game – Injustice 2

Marvel boleh saja bangga punya cinematic universe tersukses di dunia, namun mereka belum bisa mengungguli DC soal urusan game. Injustice 2 membawa game fighting ke tingkat kompetitif yang baru. Bro sis dapat mendandani karakter superhero DC favoritmu dengan equip kostum dan armor yang dapat meningkatkan stat dan skill. Dengan mekanika kustomisasi khas game RPG, Injustice 2 memberikan layer baru dan tantangan baru dalam sebuah game berantem.

Sumber: Wccftech

Sumber: Wccftech

Best Family Game – Super Mario Odyssey

Nintendo sejak dahulu dikenal sebagai perusahaan game yang sangat ramah pada anak, dan pencapaiannya kali ini kembali menjadi testamen untuk klaim tersebut. Super Mario Odyssey untuk Nintendo Switch merupakan game petualangan yang sangat lugu dan polos, yang mana sangat cocok untuk anak-anak. Meski demikian, tingkat kesulitan yang ditawarkan masih bisa membuat fans berat tertantang untuk menamatkannya.

Sumber: Forbes

Sumber: Forbes

Best Strategy Game – Mario + Rabbids Kingdom Battle

Sumber: IGN

Sumber: IGN

Kolaborasi aneh Nintendo dan Ubisoft ini secara mengejutkan mampu meraih penghargaan. Mario + Rabbids menyegarkan konsep turn-based strategy lewat presentasi ramah anak serta gimmick unik. Saat ini game Mario + Rabbids menjadi game terlaris di Nintendo Switch yang diterbitkan publisher pihak ketiga.

Best Sports/Racing Game – Forza Motorsport 7

Forza Motorsport bisa dibilang sebagai FIFA-nya game balapan. Walaupun rilis dalam siklus dua tahunan yang sangat rutin dan terjadwal, tak banyak yang berubah dari setiap iterasinya. Meski demikian, Forza Motorsport 7 masih menjadi favorit para fans karena menyiapkan koleksi mobil balap dan sirkuit terkurasi. Gamer bisa memenuhi fantasi dunia otomotifnya dengan ratusan koleksi mobil yang ditawarkan Forza.

Sumber: Xbox

Sumber: Xbox

Best Multiplayer – Playerunknown’s Battleground

Winner winner chicken dinner! PUBG menjadi game yang mempopulerkan genre game multiplayer terbaru: battle royale. Terinspirasi dari film Jepang berjudul sama, konsep battle royale ini menempatkan 100 pemain yang diparasut ke pulau yang dipenuhi senjata dan peralatan bertahan hidup lainnya. Setiap pemain diwajibkan untuk saling membunuh sampai tersisa satu orang saja. Jangan pikir bro sis bisa bersembunyi karena area bermain akan terus dipersempit dan memaksa semua pemain untuk bergerak. Tidak ada sistem yang mengatur persekutuan antar pemain; bro sis harus mengaturnya sendiri dengan pemain lain. Faktor yang tak bisa diprediksi ini membuat PUBG sebagai game yang kompetitif dan juga liar.

Sumber: Gameplay.tips

Sumber: Gameplay.tips

Student Game Award – Level Squared

Level Squared adalah game yang diproduksi oleh sekelompok mahasiswa dari Universitas Swinburne. Tim yang terdiri dari Kip Brennan, Stephen Scoglio, dan Dane Perry Svendsen ini berhasil mengalahkan game lain yang diproduksi tim dari National Film and Television School, Universitas California Selatan, Universitas Florida Pusat, Institut de l’Internet et du Multimédia, serta Institut Teknologi DigiPen Singapura. “Minggu depan saya lulus, seseorang tolong rekrut saya,” ujar salah satu anggota tim Level Squared saat menerima penghargaan.

Sumber: Game Awards

Sumber: Game Awards

Best Debut Indie Game – Cuphead

Tak perlu diragukan, Cuphead adalah sensasi game indie tahun 2017. Bayangkan apa yang harus tim studioMDHR lakukan untuk merampungkan game ini. Para founder harus menjual rumah mereka demi membiayai proses produksi yang tidak efisien untuk standar produksi game modern. Namun mereka percaya Cuphead sebagai passion project harus mewujudkan visi akan sebuah game platformer yang terinspirasi film kartun klasik. Untungnya semua kerja keras dan pengorbanan mereka berhasil berbuah manis.

Sumber: Indie Obscura

Sumber: Indie Obscura

Most Anticipated Game – The Last of Us Part II

Naughty Dog berhasil menampilkan sisi lain dari game zombie survival lewat The Last of Us. Tak hanya mencekam, The Last of Us juga menyajikan narasi yang dramatis nan dilematis. Tak heran ketika Sony mengumumkan sekuelnya, jagat gaming pun menggila.

Sumber: Polygon

Sumber: Polygon

Trending Gamer – Dr. Disrespect

Guy Beahm mudah sekali dikenal lewat perannya sebagai Dr. Disrespect. Dibanding melihat dia bermain game, justru setelan kacamata hitam, rambut jabrik dan kumis lebatnya lebih menarik perhatian. Gayanya boleh arogan, tapi kualitas videonya juga tak main-main.

Sumber: Youtube

Sumber: Youtube

Best eSports Game – Overwatch

Baik DOTA dan Overwatch merupakan judul game eSport kenamaan. Tapi jika ditanya mana yang lebih berkesan, saya dan mungkin banyak gamer akan memilih Overwatch. Dengan lore yang saling terikat dan karakter menarik, Overwatch menjadi game eSports favorit fans.

Sumber: Polygon

Sumber: Polygon

Best eSports Player – Faker

Bicara soal League of Legends tak bisa lepas dari atlitnya yang paling terkenal, Lee Sanghyeok alias Faker. Punggawa dari tim SK Telecom T1 ini merupakan selebritis yang tak tertandingi di game saingan DOTA tersebut.

Sumber: USA Today

Sumber: USA Today

Best eSports Team – Cloud9

Cloud9 kini menjadi salah satu tim eSports raksasa yang menurunkan atlitnya dalam berbagai cabang game. Sebut saja League of Legends, Counter Strike, DOTA2, Vainglory, Overwatch, bahkan Hearthstone dan Super Smash Bros.

Sumber: Red Bull

Sumber: Red Bull

Chinese Fan Game Award – JX3 HD

JX3 HD merupakan versi remaster dari game MMORPG Jian Xia Qing Yuan Online 3 yang rilis tahun 2009 lalu. Dengan grafis cantik dan gameplay yang terbuka, bro sis bisa memenuhi fantasi silat wuxia di game online ini.

Sumber: Youtube

Sumber: Youtube

Game of the Year – The Legend of Zelda: Breath of the Wild

Perubahan radikal tak menghalangi Breath of the Wild meraih tanggapan positif dari media. Kiri kanan, jurnalis video game tidak memberikan nilai di bawah 9. Nintendo berhasil menyempurnakan konsep open world dalam video game dan menjadikan game Zelda ini sebagai game dengan ulasan positif terbanyak yang dicatat di Metacrtitic.

Sumber: The Verge

Sumber: The Verge

—-

Dari semua pemenang di atas, game The Legend of Zelda: Breath of the Wild, Hellblade: Senua’s Sacrifice, dan Cuphead menjadi yang tersukses. Breath of the Wild memenangkan 3 dari 6 nominasi, kemudian Hellblade dan Cuphead meraih 3 penghargaan dari 5 nominasi. Sementara itu, Overwatch memenangkan seluruh penghargaan yang dinominasikan untuknya.

Destiny 2 meraih 6 nominasi, tapi tidak memenangkan barang satu saja. (Sumber: Polygon)

Destiny 2 meraih 6 nominasi, tapi tidak memenangkan barang satu saja. (Sumber: Polygon)

Berbicara tentang para pemenang, tentu tak bisa lepas dari mereka yang kalah. Destiny 2 dan Horizon Zero Dawn menjadi game yang menerima 6 nominasi namun tidak memenangkan salah satu dari semua nominasi itu. Uncharted: The Lost Legacy juga tidak memenangkan salah satu dari 3 nominasi yang mencatut namanya.

Tentunya hal ini cukup menarik karena menjadi bukti bahwa game dengan hype super besar tidak selalu jadi yang terbaik. Game-game seperti Cuphead dan Hellblade contohnya adalah bukti bahwa game independen dengan kualitas menarik dapat berbicara sendiri dan membuktikan kehebatannya.

Kalau bro sis sendiri punya game terbaiknya sendiri? Apa gamenya menjadi pemenang di Game Awards tahun ini? Jangan lupa beri tahu kami di kolom komentar ya!

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

Devil May Cry HD Collection. Sumber gambar: twitter.com/devilmaycry 

Bukan Devil May Cry 5, Capcom Malah Merilis Ulang Devil May Cry HD Collection

Sebagai game action, DmC boleh lah… Tapi sebagai bagian saga Devil May Cry? Ugh… Sorry, men. It sucks... more

00-d-b-the-beginning

B: The Beginning – Crime Thriller Digabung Sci-fi Dalam Kemasan Anime

Netflix merilis anime B: The Beginning. Anime produksi Production IG ini nampaknya bisa menjadi anime original terbaik N.. more

Sumber: vrworld.com

Perang Kartu Grafis PC Kelas Menengah: RX 480 vs RX 580 vs GTX 1060

Kali ini kita akan lihat dan bandingkan dua jenis kartu grafis PC di kelas menengah. Kedua kartu ini berasal dari dua ku.. more

Is Yuniarto, Alti Firmansyah, Ario Anindito di Meet and Greet Anime Matsuri 2017 (CIAYO Pictures)

Komikus Marvel, DC Comics, dan Garudayana Hadir di Anime Matsuri 2017

Dari ketiga komikus ini, ada yang udah lama ngerjain project nya Marvel, DC Comics, dan bahkan menghadirkan kembali kisa.. more

Sumber: GoVoyagin

Permainan Pachinko Jepang Menuju Kepunahan?

Pachinko, mainan tradisional Jepang yang kini semakin punah. .. more