Game “Battlefield V” Diumumkan dan Akan Memiliki Beberapa Perubahan

2 years ago

Sebagai satu dari dua judul game First-Person Shooter atau FPS “Military Simulation” terkemuka dunia saat ini bersama serial Call of Duty”, “Battlefield” sudah diakui sebagai game yang bagus untuk bagian ‘perang-perangan’ di dunia video game modern.

Diciptakan sejak tahun 2002 lewat game pertamanya “Battlefield 1942” hingga “Battlefield 1” di tahun 2016, serial game Battlefield digadang-gadang sebagai game FPS dan simulasi militer dengan tingkat realisme tinggi. Terutama jika dibandingkan dengan saingan beratnya, yaitu serial Call of Duty. Dimana buat banyak pemain FPS, Call of Duty dirasa terlalu “arcade” ataupun “run-n-gun” dibandingkan gameplay di Battlefield yang ‘katanya’ lebih taktikal serta mirip kondisi medan pertempuran.

Battlefield 1. (Sumber: Amazon)

Serial Battlefield memulai kiprahnya dengan setting Perang Dunia Kedua dan kemudian sering ber-eksperimen di timeline yang berbeda-beda. Termasuk di era peperangan dunia modern (“Battlefield 4”), Perang Dunia Pertama (“Battlefield 1”) dan bahkan dalam format “Cops Action Game” alias tidak bertema militer melainkan kepolisian di game “Battlefield Hardline”.

Walau mengusung formula yang hampir mirip-mirip antara satu judul dengan judul lain, games Battlefield tetap meraih kesuksesan di pasaran.

Battlefield Hardline. (Sumber: 4NetPlayers)

Kali ini, entah karena bosan dengan formula klasik Battlefield atau memang ingin memancing kontroversi, game terbaru dari serial Battlefield memiliki beberapa perubahan ekstrim yang sempat menghebohkan tidak saja media games namun juga di kalangan fans serial terkemuka ini.

Game terbaru dari serial Battlefield diumumkan berjudul “Battlefield V”.

Pengumuman melalui internet. (Sumber: TechSpot)

“Perubahan” terjadi di timeline, dimana game ini kembali ke akarnya alias era akhir 1930an. Persis seperti game pertama Battlefield atau “Battlefield 1942” dulu.

Tidak ada yang kontroversial di bagian ini. Game Battlefield (dan juga Call of Duty) sudah sering maju-mundur dalam hal penempatan timeline game mereka. Kadang di Perang Dunia, kadang di era Perang Modern.

Story Mode juga kembali dalam bentuk “War Stories”. Konsepnya konon masih sama seperti game sebelum ini, atau “Battlefield 1” (yang bertema Perang Dunia Pertama).

Sementara Multiplayer Mode (disebut sebagai “Combined Arms” dan bersifat bekerja sama) kini kembali ke Battlefield setelah sempat hilang sejak game Battlefield 3. Mengusung konsep ‘Four-Player Team’, Combined Arms akan fokus pada elemen bertahandalam konsep menyelesaikan misi yang diberikan.

Combined Arms. (Sumber: TechRaptor)

Grafis yang ditawarkan oleh Battlefield V tentu saja sangat keren dan menawan. Animasi dalam game juga makin realistis; seperti pemain yag dapat merangkak mundur dengan posisi kedua kaki berada di hadapan mereka. Bukan hal yang benar-benar baru sih. (game seperti Tom Clancy’s Rainbow Six Siege sudah lebih dulu melakukannya) Tapi tetap terasa keren dan realistis.

Teaser Trailer Battlefield V

Tapi sepertinya perubahan paling kontroversial di game Battlefield kali ini adalah adanya pilihan playable character berjenis kelamin wanita. Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya di game Battlefield. Dan jadi menimbulkan perdebatan sengit. Salah satu penyebabnya adalah karena selama ini Battlefield mengusung realisme tinggi akan situasi peperangan (termasuk personnel in-combat), dan selama Perang Dunia Kedua prajurit tempur wanita tidak pernah tercatat ada di pasukan Allied Forces atau Pasukan Sekutu. Walau ada klaim kalau Russia menggunakan serdadu perang wanita selama Perang Dunia Kedua, namun klaim serupa belum pernah ada di pihak Sekutu.

Kehadirannya mengundang polemik. (Sumber: WindowsCentral)

Di era konflik 1939 hingga 1945, alias Perang Dunia Kedua, tidak pernah tercatat ada tentara wanita aktif di lapangan dari Allied Force. Pihak EA (sebagai publisher game Battlefield) bersikeras kalau mereka “bersikap adil dalam kesetaraan gender” dengan memberikan pilihan bermain sebagai tentara wanita dengan lengan prosthetic seperti di teaser trailer. Cover game ini nantinya juga akan di isi image tentara wanita.

Contoh cover game (tentative). (Sumber: EuroGamer)

Hal-hal tadi menuai reaksi negatif dari beberapa kelompok fans garis keras yang menganggap EA “mengubah sejarah dan fondasi realisme yang sudah dibangun IP Battlefield sejak lama”. Ajakan boikot dengan hashtag #notmybattlefield bersliweran di Twitter.

Salah satunya berbunyi: “Kita tidak seharusnya menulis ulang sejarah hanya karena ingin melakukan kesetaraan gender”.

Ada juga yang menulis “Sejarah harus dipaparkan apa adanya. Dan bertujuan untuk menginspirasi. Serta mengajarkan sesuatu. Jika Anda mengubahnya, Anda mengajarkan sebuah kepalsuan”.

Developer Battlefield V bernama Oskar Gabrielson tidak bergeming dengan reaksi negatif tersebut. Apapun yang terjadi, “Battlefield V” tetap akan dirilis untuk Windows PC, Xbox One dan PlayStation 4 pada 19 Oktober 2018.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Yogadanu: Di Balik Kesuksesan Soekirman, Mbok De dan Galaxin

Ga cuma pinter bikin cerita, tapi pria kelahiran Bogor ini memang pandai dalam mengelola Intellectual Property... more

00-gotham-d

Apakah Jim Gordon Terancam Gantung Lencana Di Serial TV Gotham?

Gotham, seri yang menceritakan tentang polisi handal Jim Gordon ini malah jadi seperti "semi Batman"! Kok bisa?.. more

00-d-kasane

Film Kasane Tampilkan Adaptasi Manga Thriller Menegangkan

Aktris buruk rupa Kasane mendapatkan lipstik warisan ibunya. Jika ia mencium seseorang dengan lisptik itu, ia bisa mencu.. more

Membaca cerita fiksi dan efeknya (Sumber: emazed.com)

Cerita Fiksi dan Efeknya ke Pembaca

Ternyata kamu hobi baca novel fiksi dan bahkan berbakat dalam nulis cerita pendek. Tenang! Hal itu sama sekali gak salah.. more

(CIAYO Pictures)

Keseruan Launching Komik Volt X Setan Jalanan di Popcon Asia 2017

Di hari ke-2 Popcon Asia 2017, CIAYO Comics meluncurkan komik digital Volt x Setan Jalanan. Acara ini langsung dihadiri .. more