Game Boy: Konsol Handheld Anak Emas Nintendo

7 months ago
00 game boy desktop

Melihat kesuksesan Nintendo Switch yang semakin hari angka penjualannya semakin tinggi, serta Nintendo DS dan 3DS yang penjualan awalnya tidak terlalu bagus namun seiring waktu semakin baik, rasanya tidak salah mengatakan bahwa Nintendo merupakan rajanya konsol handheld. Namun, semua ini tidak akan terjadi tanpa anak emas mereka, Game Boy.

01 gamewatch

Game & Watch (Sumber: Retro Games Now)

Cerita Game Boy bisa dibilang dimulai semenjak munculnya Game & Watch: seri konsol handheld yang dibuat oleh Gunpei Yokoi, peneliti dan ketua tim Research and Development milik Nintendo. Setiap konsol memiliki satu game dan terdapat jam di layarnya, sehingga dinamakan Game & Watch. Dalam rentang waktu 1980 sampai 1991, Nintendo memproduksi 60 jenis Game & Watch dengan game yang berbeda-beda. Game & Watch membuat para pengusaha sadar bahwa pasar handheld sangat menguntungkan, dan berlomba-lomba untuk membuat “konsol handheld terbaik” selanjutnya.

Pada tahun 1989, Gunpei Yokoi dan timnya membuat Game Boy dengan menggabungkan konsep portabilitas Game & Watch serta sistem cartridge dari Nintendo NES. Namun, persaingannya cukup ketat. Atari mengeluarkan Lynx, yang jauh lebih superior dari Game Boy dengan layar berwarna dan spesifikasi yang lebih tinggi. Sega juga mengeluarkan Game Gear dengan spesifikasi serupa dengan Sega Genesis (Mega Drive di Jepang) namun dalam bentuk portable.

02 gunpei

Gunpei Yokoi (Sumber: Vimeo)

Di antara konsol-konsol yang terlihat lebih canggih daripada Game Boy, bagaimana Game Boy bisa bertahan? Ternyata Gunpei Yokoi sudah memikirkannya saat membuat desain Game Boy. Singkat kata, daya tahan baterai. Game Boy memang terlihat sederhana. Layarnya pun tidak berwarna, hanya hitam dan hijau serta tidak disertai backlight. Namun berkat faktor tersebut, baterai yang digunakan tidak banyak. Hanya dengan 4 baterai AA, Game Boy bisa menyala selama 10 sampai 14 jam. Bandingkan dengan Sega Game Gear dan Atari Lynx yang hanya bisa menyala selama 4-6 jam meskipun sudah menggunakan 6 baterai AA.

Faktor lainnya adalah betapa murahnya harga Game Boy dibanding pesaingnya. Dibanderol dengan harga $90, jauh dibawah Sega Game Gear yang dibandrol seharga $150 dan Atari Lynx dengan harga $170, membuat Game Boy jauh lebih terjangkau dan menjadi pilihan pertama bagi orang-orang yang ingin membeli konsol handheld pada saat itu.

03 segatari

Atari Lynx dan Sega Game Gear (Sumber : Atariage)

Tidak hanya itu, Game Boy juga dibundel dengan game Tetris. Minoru Arakawa, presiden Nintendo Amerika saat itu, memberikan ide untuk menjual Game Boy dan Tetris saat melihat game Tetris di sebuah arcade expo. Ia percaya bahwa Tetris bisa menjadi game pendamping yang cocok untuk Game Boy saat rilis. Ide tersebut berhasil dan semua orang menyukainya, bahkan bagi mereka yang awalnya bukan gamer sekalipun.

04 tetris

Tetris versi Game Boy. (Sumber: Ebay)

Game Boy memiliki banyak game-game menarik yang membuat orang-orang membelinya; seperti Mario Land, Metroid, dan banyak lagi. Namun untuk menarik lebih banyak pembeli, Nintendo harus menciptakan game baru. Game yang bisa menarik perhatian semua orang, namun berbeda dari game yang sudah ada seperti Mario, The Legend of Zelda, dan Metroid. Jawaban Nintendo? Pokemon

Pokemon berhasil mendongkrak kembali popularitas Game Boy karena desain game-nya yang sangat fenomenal. Pada jamannya, ide dimana pemain mengumpulkan Pokemon, lalu bertarung atau bertukar Pokemon bersama temannya menggunakan fitur Link Cable, mampu menarik perhatian gamer. Lalu, dengan adanya 2 versi game Pokemon: Red dan Blue, serta sistem dimana beberapa Pokemon hanya ada di satu versi dan pemain harus menukar Pokemon untuk mendapatkan semua Pokemon yang ada, membuat Pokemon sangat populer di semua kalangan hingga saat ini.

05 pokemon

Pokemon untuk Game Boy dalam dua versi bahasa. (Sumber: Youtube)

Menggabungkan semua faktor di atas, Nintendo berhasil menjual Game Boy dan saudaranya, Game Boy Color hingga 118 juta unit dan menjadikannya sebagai salah satu konsol terlaris sepanjang masa. Hanya terpaut di bawah PlayStation 2 yang terjual lebih dari 155 juta unit, dan Nintendo DS yang terjual 154 juta.

Masa kejayaan Game Boy dan Game Boy Color berlangsung selama 14 tahun sampai produksinya diberhentikan pada tahun 2003. Lini Game Boy pun tidak berhenti sampai disitu saja dan terus berlanjut, menghasilkan Game Boy Advance, Game Boy Advance SP, dan terakhir Game Boy Micro sebelum akhirnya dipensiunkan oleh Nintendo DS. Meskipun demikian, Game Boy masih memberikan pengaruh besar terhadap dunia konsol handheld hingga sekarang.

Beragam jenis Game Boy dari masa ke masa. (Sumber: Wikipedia)

Saya sendiri punya sebuah Game Boy Advance SP dan saya merasakan bagaimana pengaruh Game Boy kepada konsol – konsol setelahnya. Apakah bro sis punya Game Boy atau Game Boy Color? Game apa yang kalian sukai? Ceritakan di kolom komentar ya!

About Author

Yudha Tama

Yudha Tama

Seorang programmer, penikmat pop culture, dan a gamer at heart. Sekarang sedang mendalami dunia Speedrunning. Bisa dikontak lewat : prabaesayudhatama@gmail.com | facebook.com/maru027

Comments

Most
Popular

(CIAYO Pictures)

Jak-Japan Matsuri 2017 Kurang Persiapan

Jak-Japan Matsuri 2017 telah selesai diselenggarakan. Acara yang telah diadakan untuk ke-9 kalinya ini bertempat di Lapa.. more

Powedpuff Girls are back! Sumber: VS Battles Wiki

Ucapkan Selamat Datang Pada Anggota Baru The Powerpuff Girls!

Karena merupakan reboot, maka di serial The Powerpuff Girls terbaru ini akan menampilkan nuansa yang sedikit berbeda dib.. more

10 Karakter Antagonis Paling Mengerikan di Dunia Komik

Berikut ini adalah karakter-karakter antagonis yang memberikan kesan “paling mengerikan” di dunia komik versi CIAYO .. more

(reddit.com)

9 Bentuk Transformasi Tony Tony Chopper di Anime One Piece

Karakter yang paling imut, ikonik dan super lucu di anime One Piece ini memang gak boleh kelewat untuk dibahas. Yups, si.. more

Sumber PCMag

Apa yang Ditawarkan Microsoft dengan Joystick Xbox untuk Difabel “Xbox Adaptive Controller” ?

Bermain game bukan sekedar monopoli kelompok manusia yang memiliki kelengkapan maupun panca indera yang komplit. Ada pul.. more