Game “Detroit: Become Human”, Gambaran Memikat Lewat Demo Yang Lumayan Panjang

5 months ago

Detroit: Become Human adalah game Action-adventure terbaru yang dikembangkan oleh developer Quantic Dream. Jika kalian merupakan pemain setiap game-game ekslusif PlayStation pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan nama developer yang satu ini. Quantic Dream ialah pengembang game berjudul Fahrenheit yang rilis untuk PlayStation 2 pada tahun 2005. Mekanisme permainan yang diusung ialah permainan yang lebih menekankan pada interaksi pemain dengan serangkaian Quick Time Event (QTE), dan pendalaman cerita layaknya sebuah film.

Fahrenheit banyak mendapat apresiasi positif dari para gamer sehingga Quantic Dream, masih saja merilis game-game sejenis ini. Sebut saja seperti Heavy Rain dan Beyond: Two Souls yang dirilis untuk konsol PlayStation 3. Kedua game itu pun mendapat sambutan bagus baik dari segi kritik, sambutan para gamer, serta beberapa penghargaan yang diraihnya.

sumber: puflwiz.deviantart.com

Kali ini, lewat Detroit: Become Human, Quantic Dream mencoba menghadirkan lagi suguhan yang sangat berkualitas baik dari segi grafis yang sempurna karena ditujukan untuk konsol PlayStation 4, serta dari segi gameplay, dan cerita yang akan punya banyak kejutan.

Baru-baru ini pihak Sony baru saja merilis demo dari Detroit: Become Human untuk para pengguna PlayStation 4. Demo ini  menyajikan gambaran memikat tentang kehidupan para robot (android) yang berlatar masa depan di tahun 2038. Saya tidak menduga pihak Sony telah bermurah hati menyediakan demo game ini dengan durasi yang cukup panjang, yaitu kurang lebih dua jam.

Berikut impresi awal yang saya rasakan saat berkesempatan menjejal Detroit: Become Human:

sumber: www.polygon.com

Hal pertama yang membuat saya tercengang ialah tampilan grafis yang dimiliki oleh Detroit: Become Human. Tampil dengan kemampuan terbaik PlayStation 4, game ini mampu membawa dunia futuristik terasa sangat nyata dengan permasalahan pelik tentang moral.

Kita akan dibawa pada tiga android bernama Kara, Connor, dan Markus. Kecanggihan yang dimiliki para android ini membuat mereka terlihat sama seperti manusia, yang bisa membedakan android dan manusia hanyalah LED yang berada di kepala para android. Teknologi android digunakan untuk menggantikan manusia melakukan banyak hal, seperti; memasak, membersihkan rumah, dan menjalankan tugas-tugas sejenis itu. Namun belakangan fungsi dari android ini dianggap jadi sangat berbahaya karena berkemungkinan bisa melukai manusia dan bahkan membunuh pemiliknya sendiri.

sumber: www.digitaltrends.com

Sudut kamera yang digunakan untuk Detroit: Become Human, hampir mirip seperti game-game Quantic Dream sebelumnya. Sudut kamera yang sudah dirancang sedemikian rupa agar efek sinematik gambar terasa bagai di dalam sebuah film. Ini memang bagus dan memanjakan mata, namun di beberapa bagian terkadang jadi cukup menyusahkan gamer dalam mengerakkan karakter yang dimainkan.

Dari segi gameplay, Detroit: Become Human juga masih menggunakan QTE khas dengan beberapa pengembangan baru yang lebih beragam. Menekan sebuah tombol sesuai intruksi agar karakter bisa melakukan sesuatu, memutar analog untuk menggeser sebuah benda, atau bahkan hanya sekadar melakukan beberapa hal lain yang saya rasa menjadi detil menarik.

sumber: pt.videogamer.com

Hal utama yang menjadi nilai jual Detroit: Become Human  ialah cerita berkualitas, serta dampak secara pisikologi antara cerita dengan para gamer. Detroit: Become Human punya suntikan emosi lewat A.I yang sangat cerdas. Pilihan dialog, serta keputusan yang beragam juga membuat game ini akan dimainkan berulang-ulang untuk mendapatkan cerita berbeda.

Setiap keputusan yang kita ambil untuk setiap karakter yang kita mainkan, akan memiliki dampak yang cukup beragam, sehingga kita jadi penasaran, bagaimana jika kita mengambil keputusan yang bebeda pada sebuah pristiwa.

Pendekatan pisikologi game ini cukup kentara, kita akan dihadapkan dengan berbagai hal yang bisa menguji moralitas kita sebagai penentu nasib karakter yang kita mainkan. Empati yang kita dapatkan benar-benar mempengaruhi keputusan yang akan kita ambil. Namun keputusan yang kita anggap paling baik pun ternyata punya akibatnya tersendiri, dan tidak semua yang terlihat baik itu benar-benar akan menguntungkan.

sumber: wccftech.com

Pencabangan cerita yang dimiliki Detroit: Become Human, saya rasa seperti penyempurnaan dari game-game Quantic Dream yang lain. Saya masih belum bisa memastikan ada berapa banyak cabang cerita, serta ending-nya nanti, semua ini akan terjawab nanti jika versi full-nya sudah dirilis.

Detroit: Become Human, bergerak pada hal-hal manusiawi lewat sudut pandang android, saat memanikan game ini saya berkali-kali tertegun dengan cerita yang kadang lirih dan mengharukan. Kombinasi emosi cerita baik itu, menegangkan, romantis, sedih, dan selalu menggali rasa penasaran, berhasil menjadi Detroit: Become Human sebagai game dengan pengalaman bermain yang luar biasa bagus.

Saya rasa Detroit: Become Human menjadi game wajib dimainkan untuk para pengguna PlayStation 4, terutama para gamer yang suka dengan game sejenis ini. Dan saat menulis ini pun, saya masih berpikir bagaimana akhir dari kisah yang dimiliki Detroit: Become Human. Jadi semakin tidak sabar menanti perilisannya pada tanggal 25 Mei 2018!

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

00-d-honor-9i

Ini Dia Smartphone Favorit Samantha “Heartbeat”

Sebagai remaja kekinian dan style conscious, Samantha butuh smartphone yang keren dan punya kamera oke. Pilihannya jatuh.. more

Ingin Suaramu Didengar Dunia? Kirimkan Artikelmu Ke CIAYO Blog

Jika Kamu memiliki blog, artikel atau press release yang berkaitan dengan industri kreatif dan pop culture, kami akan me.. more

Anime 90an yang layak di-live action-kan. Sumber gambar: downthetubes.net

Hollywood Seharusnya Membuat Film Dari Manga 80-90an Ini

Padahal jika Hollywood mau melihat agak jauh ke belakang, ada banyak manga atau anime yang cocok menggunakan aktor berku.. more

00-d-tamatin-entertainment

Wawancara Dengan Developer Game Indonesia Tamatin Entertainment

Tamatin Entertainment adalah salah satu studio game lokal yang aktif merilis game dalam beberapa tahun terakhir ini. Yuk.. more

Kafetaria khusus untuk makhluk dunia lain (Sumber: alchetron.com)

Hiii~ Di Jepang ada Restoran yang Khusus Melayani Makhluk Dunia Lain!

Kafetaria ditutup setiap hari sabtu dari publik karena di hari itu mereka memang hanya buka untuk melayani tamu khusus... more