Game Florence, Kisah Cinta Interaktif dalam Perangkat Mobile yang Inovatif

7 months ago
Sumber: www.florencegame.com

Game mobile seperti “Monument Valley” sempat membuat saya terkagum-kagum. Selain punya gameplay yang unik, musik, cerita, dan desain game  menyatu dengan sangat bagus. Terkadang sebuah game cukup tampil sederhana dari banyak segi, tapi mengena di hati saat dimainkan. Mungkin ini sama seperti “Shadow of the Colossus” atau “Journey” yang menggunakan formula semacam ini untuk game konsol.

Ketika memainkan beberapa game yang saya sebutkan di atas, saya mulai memahami bahwa visual bisa memberikan nilai dramatis yang begitu kuat tanpa diikuti oleh dialog sedikit pun. Bahasa verbal yang kaya terkadang bisa melewati berbagai masa dan multi tafsir, mungkin ini juga yang mendasari alasan bahwa relief yang terukir di dinding candi, atau hieroglif yang digunakan oleh bangsa Mesir dipakai mereka untuk menyisakan jejak peradaban. Karena bahasa seperti itu adalah bahasa yang jauh lebih maju dan mudah dipahami oleh banyak orang di generasi berbeda.

Monument Valley (Sumber: www.addthis.com)

Monument Valley (Sumber: www.addthis.com)

Kabar bahwa bahwa desainer dari game “Monument Valley” akan membuat game interaktif berjudul “Florence” jelas menjadi kabar gembira yang wajib untuk dinantikan. “Florence” akan bercerita tentang kisah cinta antara Yoah dan Krish. Mengeskpresikan cinta dalam bentu video game memang bukanlah hal baru, tapi jika ditanya apakah game-game yang coba membangun tema cinta sepasang kekasih berujung pada keberhasilan. Hal ini yang membuat “Florence” memiliki nilai plus dibanding kebanyakan game lainnya.

Saya masih ingat ketika game sekelas “Harvest Moon” coba membangun kisah cinta karakternya lewat gameplay, ini benar-benar terasa sangat kaku. Atau seperti “The Sims” yang memiliki gameplay tak masuk akal di mana membuat orang jatuh cinta dengan cara yang tidak bisa diterima secara nalar.

Sumber: www.florencegame.com/

Sumber: www.florencegame.com

“Florence” mencoba menghindari gaya perminan yang mendasar seperti “Harvest Moon” atau “The Sims”. Game yang satu ini lebih memilih gaya permainan semacam novel grafis intaktif, atau semacam panel komik bergerak dengan tampilan ilustrasi sederhana, lembut, dipadu kontras yang segar. Secara garis besar, “Florence” mencoba menggunakan gameplay semacam puzzle sederhana namun dengan dampak yang cukup besar pada keberlangsungan cerita. Dengan begini setiap keputusan yang diambil sering kali menciptakan emosi tersendiri yang lebih membawa pemain pada perasaan mereka. Yeah, untuk sebuah tema cinta, perasaan dan emosi adalah kunci utama agar pesan-pesan melancolis dan melodrama bisa tersampaikan dengan sempurna.

Sumber: techcrunch.com

Sumber: techcrunch.com

Sama seperti “Monument Valley”, “Florence” bisa dimainkan hanya dengan satu jari saja, namun kesederhanaan yang dimilikinya jelas tidak bisa dianggap remeh. Kisah cinta para anak muda yang berusia di atas 20 tahunan ini pasti akan meninggalkan moment-moment yang sangat membekas di benak kita saat semua bagian dari game selesai di mainkan. Eksplorasi peran gender dalam hubungan heteronormatif, jelas menjadi nilai jual utama game ini. Kebudayaan yang dimiliki oleh karakternya seperti Yoah (keturunan Cina-Australia) dan Krish (keturunan India-Australia) menciptakan pertukaran kultur serta kisah-kisah masa lalu mereka yang saling menopang satu sama lainnya.

Sumber: www.florencegame.com/

Sumber: www.florencegame.com

Memainkan “Florence” mengingatkan saya pada film “La La Land”. Cerita di mana seorang wanita menahan hasrat kreatifnya untuk mendukung orang-orang yang terhubung dengannya secara romantis. Sebuah game sederhana namun dengan emosi besar dan menyentuh, tentang cinta anak muda yang selalu segar untuk diikuti dan tidak pernah basi.

Sayang memang jika saya menjelaskan bagimana detail dari gameplay game ini bekerja, sebab salah satu suguhan utama yang dimiliki “Florence” adalah gameplay-nya yang berpengaruh besar pada badan cerita. Jadi jika kalian ingin merasakan permainan interaktif yang berkelas dan sangat inovatif, “Florence” adalah pilihan yang paling tepat.

Sumber: www.florencegame.com/

Sumber: www.florencegame.com

“Florence” rilis lebih awal di iOS dan segera hadir untuk Android. Oleh sebab itu para pengguna Android sangat disarankan untuk Pre-Registrasi terlebih dahulu lewat Google play agar nanti ketika game ini rilis di Android kalian bisa memainkannya lebih awal.

Sekali lagi, nama besar “Monument Valley” berhasil menyuguhkan kualitas jempolan dengan luapan emosi tidak terduga lewat ‘Florence”. Saya sangat merekomendasikan game ini untuk kalian mainkan, paling tidak sekali dalam seumur hidup.

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

00 dceu desktop

10 Superhero DC Yang Harus Dibuatkan Film Solo-nya

Di samping Batman, Superman dan Wonder Woman, masih banyak superhero DC lain yang harus punya film solo mereka sendiri d.. more

Anime Bertema Sepakbola ini nggak Kalah Seru dari Captain Tsubasa lho

Tapi apakah bro sis tahu, ada pula anime bertema sepakbola yang nggak kalah seru dari Captain Tsubasa. Berikut ini beber.. more

00-d-meme-dilan

Bikin Meme Dilan Bisa Dapat Hadiah!

Buktikan kamu jago ngegombal dengan bikin meme Dilan 1990. Rangkum dialog-dialog manis kamu dan dapatkan hadiah t-shirt .. more

Fireworks ini adapatasi dari drama Jepang di tahun 1953 (Sumber: tumblr)

Anime Fireworks: Sebuah Kisah Tentang Perbedaan Perspektif (Should We See from the Side or the Bottom)?

Film anime Fireworks alias Uchiage Hanabi mengisahkan hubungan antara sepasang remaja dan perbedaan perspektif di antara.. more

(Sumber: Popcon Asia)

Fourger Inc Masuk Nominasi Webtoon of The Year di Popcon Award 2017!

Wow! Sepertinya bulan ini bulan penuh kabar baik. Setelah kemarin CHIPS: Monster Tap dari CIAYO Games berhasil masuk men.. more