5 Game Jepang Keren yang Justru Tidak Populer dan Berujung Gagal

4 months ago
00-d-game-jepang-keren-yang-gagal

Banyak perusahaan game yang membuat game sekeren mungkin, dengan memiliki gameplay yang sangat menarik dan juga disenangi banyak orang. Akan tetapi, ada juga game-game keren yang pada akhirnya gagal dan menjadi tidak populer.

Jepang jadi salah satu negara yang senantiasa memproduksi game keren di negaranya, tapi malah dipandang miring begitu masuk ke barat. Penasaran apa saja game tersebut? Berikut adalah 5 game keren Jepang yang menjadi tidak populer dan akhirnya gagal di pasaran.

God Hand

game jepang keren yang gagal

Sumber: Gamingalery

God Hand adalah game buatan Capcom yang bercerita tentang petualangan Gene yang memiliki tangan dewa. Game ini sangat keren dengan gameplay yang sangat unik. Seperti judulnya, pemain akan memainkan Gene yang bertarung hanya mengandalkan kekuatan dan jurus unik dari tangan dewanya. Gameplay nyeleneh dan tantangan yang gila-gilaan membuat game ini terlihat sangat keren. Sayangnya ulasan dari media terlalu bervariasi, dan kebanyakan didominasi ulasan yang biasa atau jelek. Akhirnya keberadaanya God Hand hanya diingat oleh segelintir orang.

Chaos Legion

Sumber: Emuparadise

Sumber: Emuparadise

Chaos Legion adalah sebuah game di mana pemain berperan sebagai seorang penyihir yang memiliki kemampuan utama memanggil iblis dan monster sebagai pasukannya. Dalam game ini, kamu bisa memanggil berbagai macam jenis iblis dan monster sesukamu tanpa ada batasan. Dari segi gameplay, game ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi seperti Dark Souls. Tantangan dalam game ini juga sangat menarik dengan boss battle yang sangat keren. Akan tetapi, game satu ini harus menjadi salah satu kegagalan Capcom lainnya setelah mendulang berbagai ulasan negatif.

Sekilas info, terdapat rumor kalau Devil May Cry 5 akan mengadopsi gameplay dari Chaos Legion untuk karakter ketiganya yang misterius dan dikenal dengan julukan Mysterious V.

Devil’s Third

Sumber: VG247

Sumber: VG247

Game tahun 2015 buatan Valhalla Game Studio ini bercerita tentang tentara bayaran bernama Ivan yang ditugaskan untuk membunuh seorang pemimpin kelompok militer kejam bernama Isaac Kumano. Game third-person shooter ini memungkinkan pemainnya bermain menggunakan berbagai macam senjata api dan senjata tajam untuk menghabisi musuh secara sadis dan brutal. Meski cukup diterima di Jepang, game ini gagal setelah diulas miring oleh berbagai media barat, padahal dari segi gameplay game ini sudah cukup bagus dan keren. Masalah teknis seperti kualitas grafis dan kontrol menjadi keluhan utama para media.

Shadows of the Damned

Sumber: Playstation

Sumber: Playstation

Shadows of the Damned bercerita tentang pertualangan pemburu iblis bernama Garcia Hotspur menelusuri dunia iblis demi menyelamatkan kekasihnya, Paula dari iblis jahat bernama Flemming. Dalam petualanganya Garcia ditemani iblis tengkorak api bernama Johnson yang bisa berubah menjadi senjata dan kendaraan apapun. Gameplay nyeleneh serta berbagai aksi tembak-tembakan yang gila-gilaan dan seru membuat pemain yang memainkan game ini puas. Kegagalan dari Shadows of the Damned sebenarnya tidak separah game-game sebelumnya, akan tetapi karena waktu perilisannya yang kurang pas membuat game ini menjadi kurang populer. Alasan lainnya adalah karena sang kreator Suda51 (Kille7, No More Heroes) dan Shinji Mikami (Devil May Cry) merasa kurang puas dengan hasil akhir gamenya.

Killer is Dead

Sumber: Gamersgate

Sumber: Gamersgate

Satu lagi game buatan Suda51 yang menjadi korban review beberapa situs game. Killer is Dead adalah game yang bercerita tentang pembunuh bayaran bernama Mondo Zappa yang membunuh pembunuh bayaran lainnya. Game hack & slash ini menyajikan berbagai aksi yang gila-gilaan dan grafik yang menarik untuk dilihat.

Dalam game ini pemain akan ditugaskan untuk menyelesaikan berbagai jenis misi. Terdapat 4 jenis misi yaitu Story Mission, Side Mission, Scarlet Mission dan Gigolo Mission. Story Mission adalah jenis misi yang memungkinkan pemain untuk mengikuti perkembangan cerita gamenya, kemudian Side Mission adalah misi sampingan untuk mendapatkan item-item tertentu. Scarlet Mission adalah misi yang diberikan oleh suster gila Scarlet untuk meningkatkan kemampuan Mondo, dan terakhir Gigolo Mission adalah misi di mana Mondo diharuskan merayu para gadis yang ditemuinya dan berkencan dengan mereka.

Alasan kenapa game ini kurang begitu populer cukup mirip dengan Devil’s Third: Killer is Dead dikritik di barat karena cerita yang membingungkan, voice acting yang buruk, serta keseluruhan Gigolo Mission. Padahal, di Jepang sendiri Killer is Dead diterima cukup positif. Gameplay serta aksinya benar-benar keren, dan mekanisme pertarungan game ini juga terbilang cukup sempurna.


Itu dia 5 game Jepang yang gagal dan kurang populer. Apa game kamu ada dalam daftar ini? Apa ada game lain yang kami lewatkan? Beri tahu di kolom komentar ya!

About Author

Daniel

Daniel

Punya hobi menulis dan mengarang cerita dan berbagai macam artikel yang berhubungan dengan film, game , anime, komik dan manga. Facebook : devius darker Email : danieldragunof@yahoo.com/xenomzamiel666@gmail.com Instagram : @zaraelzeronyx

Comments

Most
Popular

Devil May Cry HD Collection. Sumber gambar: twitter.com/devilmaycry 

Bukan Devil May Cry 5, Capcom Malah Merilis Ulang Devil May Cry HD Collection

Sebagai game action, DmC boleh lah… Tapi sebagai bagian saga Devil May Cry? Ugh… Sorry, men. It sucks... more

00-d-ponimu

Ponimu Akan Sediakan Streaming Anime Legal di Indonesia!

Ponimu menyediakan layanan resmi streaming anime lama dan anime baru yang tayang bersamaan dengan anime di Jepang... more

Sumber: michibiku.com

Game Asal Jepang Ini Malah Populer di Cina, Lho!

Ada sebuah mobile game menarik asal Jepang bernama “Tabi Kaeru” / “Travel Frog” yang sedang nge-hits banget di C.. more

Sumber: Instagram

DKV UNIKA Kembali Hadir Dengan PARADAYS 10, “RESPEKTASI”!

Semarang kembali diramaikan oleh Paradays 10 karya DKV Unika! Kali ini temanya Respektasi. Kira-kira apa ya maksudnya? .. more

Paris Games Week 2017 Sudah Dimulai Minggu Ini!

Sony Interactive Entertaiment, pemilik merk Sony PlayStation families, baru saja menggelar acara internal/keynote dalam .. more