Gaya Tidak Biasa Saharil Hasrin Sanin Lewat Ilustrasi Sederhana Hingga Karya Sastra di Malaysia

4 months ago
Sumber: alchetron.com

Menjumpai karya Saharil Hasrin Sanin di Indonesia memang seperti menemukan sebuah mata air berbeda di dalam sebuah sungai besar yang juga terdapat banyak mata air lain. Pokoknya ribet, deh. Perjumpaan penulis dengan karya Saharil pertama kali, benar-benar terjadi dengan sangat acak. Bermula pada perbincangan dengan seorang teman tentang Haruki Murakami, yang berujung pada sebuah cerpen dari sebuah buku “Antologi Cerpen Indonesia – Malaysia” yang berjudul “Cahaya Tersangat Aneh” karya Saharil.

“Cahaya Tersangat Aneh” menceritakan tentang seorang pelajar (yang saya rasa adalah Saharil sendiri) di Sekolah Alam Shah yang punya teman perempuan bernama Yeo. Yeo sendiri punya kakak bernama Serena, yang memiliki sebuah gerai meramal nasib. Cerpen Saharil yang satu ini punya nuansa sangat Murakami, mulai dari gaya pengembangan karakter, sifat karakter yang aneh, hingga pada ending yang sangat Murakami. Berawal dari situlah pencarian atas karya-karya Saharil dimulai.

Sumber: kineruku.com

Sumber: kineruku.com

Di Malaysia sendiri ternyata Saharil sangat dikenal lewat banyak karyanya yang unik dengan pemikiran liberal. Prestasi yang diraihnya sejak tahun 1990, saat ia masih berstatus pelajar, menjadi semacam bukti bahwa ketertarikannya dengan sastra sangatlah besar. Sederet prestasi lainnya pun terus diraihnya hingga saat ini.

Hal lain yang membuat Saharil menjadi semakin unik adalah kepiawaiannya dalam membuat ilustrasi sederhana namun punya makna. Seorang penulis sekaligus ilustrator, sungguh kombinasi yang luar biasa bukan? Tapi penulis sekaligus ilustrator cukup banyak, baik di Indonesia atau juga Malaysia, namun Saharil punya nilai tambah yang pasti akan membuat banyak orang terjebak (secara positif) dalam karya-karyanya yang revolusioner.

Ide-ide gila, keras, dan terkadang tabu disuguhkan dengan cara yang santai, ringan, dan mudah diterima. Cara Saharil mengkritik sesuatu penuh metafora, lembut, lucu, namun memberikan dampak jangka panjang bagi penikmat karyanya untuk berpikir.

Sumber: jemariberapi.wordpress.com

Sumber: jemariberapi.wordpress.com

Lalu lahirlah tiga buku yang disebut sebagai “Trilogi Benih” berjudul; “Tentang”, “Kentang”, dan “Dentang”. Lucu kan namanya? Ketiga buku ini benar-benar mewakili semua aspek yang pernah dikerjakan oleh Saharil selama ini.

Dalam “Tentang”, ia banyak memaparkan pemikiran-pemikirannya dalam bentuk artikel (non-fiksi) yang menciptakan perenungan mendalam tentang apa makna dari kehidupan. Tema-tema yang berhubungan dengan hal-hal filsafah, psikologi, sejarah, seksualitas, dan perasaan hadir di kemas dalam satu buku yang akan membuat pembaca memahami seperti apa dunia pikiran Saharil yang penuh kegelisahan.

Jika “Tentang” berisi artikel non-fiksi yang membuka cara berpikir pembaca, maka berbeda halnya dengan “Kentang” yang berisikan 172 ilustrasi pilihan dari blognya selama kurang lebih 5 tahun. Ilustrasi-ilustrasi itu tampil sederhana namun penuh makna.

Sumber: www.kedaisaharil.com

Sumber: www.kedaisaharil.com

Sumber: www.kedaisaharil.com

Sumber: www.kedaisaharil.com

Dan buku ketiga dari Trilogi Benih ini ditutup dengan karya fiksi berupa novel yang berjudul “Dentang”. Saharil memang piawai dalam meramu cerita. “Dentang” bercerita tentang perjalanan hidup seorang tokoh utama bernama Dentang. Kisah yang mencampur semua unsur emosi dalam satu novel yang bisa dikatakan sebagai masterpiece dari karya Saharil.

Hingga karya terbarunya lahir pada tahun 2017 dengan tajuk “Cerpen-cerpen Patah Hati”. Lewat “Cerpen-cerpen Patah Hati”, Saharil tampil lebih serius dengan kumpulan cerita yang penuh kejutan. Transformasi cerita yang disuguhkan meningkat sangat drastis dan memunculkan makna dari “patah hati” yang ia maksud di judul buku ini. Dalam “Cerpen-cerpen Patah Hati”, Saharil tidak hanya bermain dengan banyak hal-hal nyata tapi juga membumbuinya dengan cerita dongeng populer.

Seorang penulis dan ilustrator memang harus punya ciri khas agar identitas dari karya yang dihasilkan bisa dengan mudah dikenali. Saharil adalah salah satu contoh yang bisa dijadikan panutan dalam hal ini. Gaya tidak biasanya dalam meramu cerita dan mencipta ilustrasi, menghadirkan angin segar di tengah terlalu banyaknya karya-karya yang terasa semakin homogen.

Sumber: www.kedaisaharil.com

Sumber: www.kedaisaharil.com

Di tahun 2018, Saharil mengumumkan tidak akan menerbitkan sebuah buku. Ketika ditanya kenapa, dia malah menjawab bahwa tidak menerbitkan buku bukan berarti tidak menciptakan karya, sebab karya seni bisa dicipta dalam banyak bentuk. Jadi selagi buku terbarunya tidak akan muncul tahun ini, alangkah baiknya membaca buku-bukunya yang sudah ada dan merasakan seberapa besar karyanya mempengaruhi kalian untuk penasaran dengan karyanya yang lain. Lagi pula, bahasa Malaysia tidak akan merepotkan kalian untuk menerjemahkannya dulu ke dalam bahasa Indonesia.

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Anime 90an yang layak di-live action-kan. Sumber gambar: downthetubes.net

Hollywood Seharusnya Membuat Film Dari Manga 80-90an Ini

Padahal jika Hollywood mau melihat agak jauh ke belakang, ada banyak manga atau anime yang cocok menggunakan aktor berku.. more

Michael Jackson

Michael Jackson Masih Hidup?

Siapa yang gak tau sama sosok Michael Jackson? Pria yang lebih dikenal dengan sebutan King of Pop ini adalah penyanyi Am.. more

Logan dan Laura (jposters.com.ar)

Udah Nonton Logan tapi Bingung sama Laura? Nih Penjelasannya

Di saat Wolverine dan Profesor X bersembunyi di Meksiko dan menjalani hidup tuanya, muncul seorang mutan cilik yang memp.. more

Sumber: denofgeek.com

Kitty Pryde Akan Dibuatkan Solo Movie-nya!

Berita terbaru bagi penggemar film X-Men, pasalnya director dari Deadpool yaitu Tim Miller berencana akan segera membuat.. more

Joko Anwar Akan Menyutradarai Film Gundala!

Tayang di tahun 2019, film Gundala garapan Joko Anwar akan menghadirkan sosok superhero Indonesia dalam kemasan segar!.. more