Go Nagai: Mangaka Senior yang Mempopulerkan Genre Ecchi dan Super Robot

1 week ago
Sumber gambar: mondofox.it

Dunia manga di Jepang selalu ramai. Berbagai genre punya manga-nya sendiri. Mulai dari kisah sehari-hari, horor, komedi romantis, aksi petualangan, bahkan genre ngawur seperti BL/Yuri menghiasi pasar manga Jepang. Ribuan mangaka lahir; ada yang membesar dan tentu saja ada yang mati tanpa pernah mencicipi ketenaran global. Ada yang dikenal sebagai ‘one hit wonder’ alias populer dengan satu karya dan kemudian lenyap dari peredaran. Ada pula yang punya bejibun karya dan namanya tetap terkenal dan berada dalam level penting bisnis manga Jepang.

Salah satu nama yang tetap terkenal itu adalah Go Nagai.

Saat Guillermo del Toro bertemu idolanya. Sumber gambar: twitter.com/realgdt

Saat Guillermo del Toro bertemu idolanya. Sumber gambar: twitter.com/realgdt

永井潔 atau Nagai Kiyoshi adalah nama asli dari Go Nagai. Usia pria sepuh ini sama seperti umur Republik Indonesia (lahir 6 September 1945 di prefektur Ishikawa). Mengutip salah satu opini tentang Go Nagai yang beredar di internet: “Jika Osamu Tezuka adalah bapaknya manga, maka Go Nagai adalah paman yang diam-diam mengijinkan keponakannya mencicipi bir yang dia minum dan kadang menceritakan lelucon-lelucon yang tidak senonoh”.

Walaupun terdengar ngaco tapi sepertinya analogi tersebut ideal saat menggambarkan sosok Go Nagai di industri manga Jepang sejak era pasca perang dunia kedua.

Guillermo del Toro adalah salah satu “keponakan” tersebut. Sumber gambar: wipy.tv

Guillermo del Toro adalah salah satu “keponakan” tersebut. Sumber gambar: wipy.tv

Go Nagai adalah sosok mangaka jenius yang tidak terjebak pada satu genre. Beliau menguasai banyak genre, dan bahkan dianggap sebagai pioneer untuk dua genre spesifik. Yaitu genre “Super Robot” dan “Ecchi”.

Genre Super Robot di dunia manga dan anime Jepang dapat dikatakan dimulai dari karya Nagai-sensei berjudul “Mazinger Z”. Mazinger sangat populer bahkan hingga hari ini. Sementara genre Ecchi juga dianggap dimulai oleh karya Go Nagai yang berjudul “Harenchi Gakuen”.

Manga Ecchi klasik ciptaan Go Nagai. Sumber gambar: pinterest.com

Manga Ecchi klasik ciptaan Go Nagai. Sumber gambar: pinterest.com

Harenchi Gakuen / ハレンチ学園 menuai kontroversi pada masanya karena muatan yang terlalu seksi untuk ukuran era tahun 60an. Tapi judul ini pula yang mengangkat majalah komik Shonen Jump.

Saat itu Shueisha berniat membuat majalah komik untuk menyaingi Kodansha (Shonen Magazine) dan Shogakukan (Shonen Sunday). Majalah tersebut mereka beri nama Shonen Jump. Go Nagai menjadi salah satu mangaka pertama yang bekerja untuk Shonen Jump. Karena popularitas Harenchi Gakuen pula yang mampu membuat Shonen Jump terjual jutaan eksemplar setiap minggunya.

Majalah komik Shonen Jump tahun 1970. Sumber gambar: comicvine.gamespot.com

Majalah komik Shonen Jump tahun 1970. Sumber gambar: comicvine.gamespot.com

Selepas Harenchi Gakuen, Nagai-sensei menciptakan manga lain yang fenomenal dan menjadi titik kelahiran genre Super Robot, yaitu Mazinger Z / マジンガーZ . Konsep tentang ‘robot yang dikendalikan dari dalam body robot’ dimulai dari Mazinger Z. Sudah tidak terhitung berapa banyak manga dan anime Jepang (ataupun negara lain) dengan tema serupa dibuat. Dan semuanya bermula dari karya Go Nagai.

Mbah-nya genre Super Robot. Sumber gambar: mazinger.wikia.com

Mbah-nya genre Super Robot. Sumber gambar: mazinger.wikia.com

Saat mengerjakan Mazinger Z, Nagai-sensei juga menciptakan manga lain berjudul Devilman / デビルマン . Kisah tentang hero yang berasal dari sisi kegelapan yang melindungi kemanusiaan itu juga sangat populer, termasuk spin-off nya yang diberi judul Devilman Lady / デビルマンレディー.

Desain Devilman termasuk unorthodox. Sumber gambar: makeminecriterion.wordpress.com

Desain Devilman termasuk unorthodox. Sumber gambar: makeminecriterion.wordpress.com

Go Nagai sering secara terbuka dan eksplisit mengatakan kalau dia menganggap Devilman & Mazinger Z series sebagai karya magnum opus dirinya karena kepopuleran dua judul tersebut di seluruh dunia. Itu mungkin benar, namun Go Nagai tidak hanya punya dua judul tadi.

Ada pula Cutie Honey. Sama seperti Mazinger Z yang dianggap sebagai cikal bakal genre Super Robot, Cutie Honey juga dianggap sebagai pelopor genre ‘Mahou Shojo’ alias magical girl. Bahkan Sailormoon, yang merupakan Mahou Shojo manga paling populer sedunia, juga sedikit banyak dianggap terinspirasi dari Cutie Honey. Genre Mahou Shojo, dimana ‘seorang gadis yang memiliki kekuatan magis dan dapat berubah wujud’, dimulai dari Cutie Honey. Berita bagusnya: Cutie Honey akan memiliki serial TV terbaru sebentar lagi.

Pelopor genre Mahou Shojo dunia. Sumber gambar: natalie.mu

Pelopor genre Mahou Shojo dunia. Sumber gambar: natalie.mu

Beberapa manga ciptaan Go Nagai juga punya satu ciri khas unik: yaitu tidak memiliki ending alias dibiarkan menggantung. ‘Ending’ yang ada diserahkan kepada para pembaca. Konsep ini digunakan misalnya di judul “Mao Dante”, “Abashiri Family”, “Cutie Honey (versi asli/awal)”, serta “UFO Robot Grendizer”.

Mao Dante. Karya-karya Go Nagai selalu punya ciri khas. Sumber gambar: aminoapps.com

Mao Dante. Karya-karya Go Nagai selalu punya ciri khas. Sumber gambar: aminoapps.com

Fun fact: Karakteristik karakter manga/anime berjiwa ‘tsundere’ pertama dianggap berasal dari karakter Sayaka Yumi “Mazinger Z”. Another fun fact: Di Tarragona, Spanyol ada patung Mazinger Z yang didirikan karena popularitasnya sangat besar disana.

Patung Mazinger Z di Tarragona, Spanyol. Sumber gambar: twitter.com/la_otra_espana

Patung Mazinger Z di Tarragona, Spanyol. Sumber gambar: twitter.com/la_otra_espana

Saat ini Nagai-sensei hanya perlu menikmati hasil kerjanya selama lebih dari 50 tahun terakhir. Bro sis suka karya Go Nagai yang mana, nih? Bisa komen di bagian komentar ya.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Tessa: Menjadi Komikus Bukan Panggilan Semua Orang

Tidak semua orang punya ketertarikan yang besar di bidang komik. Tapi bagi Tessa, menjadi penulis cerita komik adalah pa.. more

CIAYO Comics

Mengenal Oryza, Sosok Wanita Tangguh di Balik Consilium

Bro sis pasti udah gak asing sama film “Transformers” kan? Apalagi untuk penggemar adegan action atau genre sci−fi.. more

Sumber: (coming-soon.net)

5 Game Spiderman Terbaik yang Pernah Dibuat

Kalian penggemar Spiderman? Pernah mainin game-nya ga? Tau gak, kemarin Sony baru aja launching game Spiderman terbaru y.. more

HOTARU ITB: CIAYO Comics Datang Lagi ke Bandung!

Setelah mendatangi Bandung minggu lalu, CIAYO Comics akan balik lagi ke Bandung buat menghadiri HOTARU 6!.. more

Arief Widhiyasa, CEO Agate Studio & Borton Liew, CEO CIAYO Corp

Agate Studio dan CIAYO Games Kukuhkan Kolaborasi Dalam Project [Rahasia]

Dunia kreatif memiliki aspek yang luas untuk diselami. Dengan kecanggihan teknologi, hal-hal kreatif punya wadah bervari.. more