Godzilla: King of the Monsters – Keindahan Dalam Kekacauan

4 months ago
godzilla: king of the monsters

Saat trailer perdana Godzilla: King of the Monsters muncul pertama kalinya, khalayak penonton film sudah bisa langsung merasakan sesuatu yang berbeda dari film ini. Seakan-akan mereka hakul yakin bahwa film Godzilla kali ini akan menjadi film adaptasi yang sangat sempurna.

Fans boleh berharap. Godzilla adalah legenda film Jepang produksi Toho yang mempopulerkan genre tokusatsu (yang kini lebih identik dengan seri Kamen Rider dan Super Sentai). Selama puluhan tahun, Godzilla telah berkali-kali tampil dengan berbagai cerita uniknya. Lawan-lawan Godzilla pun berdatangan satu demi satu, terkulminasi lewat satu film crossover raksasa dimana seluruh monster bertarung untuk menentukan siapa raja para monster.

Sutradara Gareth Edwards mengaku ingin sekali membuat sekuel dari filmnya, Godzilla tahun 2014, yang mengadaptasi konsep dari Destroy All Monsters, film Toho tahun 1968 yang mempertemukan Godzilla dengan musuh bebuyutannya: King Ghidorah, Mothra, Rodan, dan masih banyak lagi. And they did just that. Lewat film Godzilla: King of the Monsters arahan Michael Dougherty, pertarungan epik para kaiju di Destroy All Monsters dibuat semakin nyata dan mencekam.

Godzilla bukan satu-satunya Titan di dunia ini. Sumber: USA Today
Godzilla bukan satu-satunya Titan di dunia ini. Sumber: USA Today

Kisah Godzilla: King of the Monsters melanjutkan plot yang diselesaikan film Godzilla 2014. Eksistensi monster kaiju yang disebut Titan kini terungkap kepada publik. Monarch, badan pemerintah yang ditugasi menanggulangi permasalahan Titan mendapatkan kritikan karena menyembunyikan banyak informasi penting. Status quo ini nampak akan berubah setelah Emma Russel mengembangkan Orca, alat yang mampu memancarkan frekuensi yang bisa dimengerti para Titan. Emma berhasil menggunakan Orca kepada satu Titan bernama Mothra yang baru lahir, namun tes itu dikacauakan oleh keolmpok teroris pimpinan Alan Jonah, yang menculik Emma dan anaknya Madison.

Mengetahui bahaya yang bisa ditimbulkan dari peristiwa tersebut, ilmuwan Monarch Ishiro Serizawa dan Vivienne Graham meminta pertolongan Mark Russel, mantan suami Emma dan ayah Madison. Meski awalnya enggan karena ia tidak mau berurusan dengan para kaiju yang menghancurkan keluarganya, Mark akhirnya bergabung untuk menyelamatkan Madison. Mereka melacak sinyal Orca ke Antartika, dimana kelompok teroris Alan diduga berencana membebaskan Titan bernama Monster Zero, atau lebih dikenal sebagai King Ghidorah.

Baca Juga: Hello Kitty x Godzilla: Crossover Terbaru Hello Kitty

King Ghidorah, lawan terkuat Godzilla. Sumber: Chicago Tribune
King Ghidorah, lawan terkuat Godzilla. Sumber: Chicago Tribune

Godzilla: King of the Monsters secara singkatnya menyajikan aksi monster yang sangat menegangkan dan brutal. Sutradara Michael Dougherty mampu memberikan kesan berat dari para monster raksasa ini. Kemunculan mereka membawa teror, entah dari pijakan kaki besar mereka hingga auman yang bisa memecahkan jendela sekalipun. Namun di saat bersamaan, kemunculan para kaiju ini punya keindahan tersendiri. Ada sesuatu yang sangat indah dalam pertarungan antara Godzilla dan King Ghidorah, atau Mothra dan Rodan. Mungkin benar yang dikatakan Serizawa, bahwa para kaiju adalah bagian dari keseimbangan bumi itu sendiri.

Di samping pertarungan para kaiju, konflik karakter manusianya pun cukup menarik. Kita bisa melihat seperti apa kehidupan para manusia yang mencoba untuk menerima kehadiran para kaiju tersebut. Sebagian mencoba membangung simbiosis mutualisme, seperti Serizawa. Ada pula yang menyimpan dendam dan ingin menghancurkan mereka, seperti Mark. Ada pula yang ingin memaksa manusia untuk menerima kenyataan dari kehadiran kaiju, seperti Alan. Kompleksitas dari cara para karakter menerima kehadiran kaiju ini juga merupakan simbolisasi dari dualisme ego umat manusia. Satu sisi mengedepankan pentingnya kehidupan dan coexist, dan satunya lagi sifat sombong dan angkuh sebagai spesies dominan. Drama dalam Godzilla: King of the Monsters memang bukan yang terbaik, namun setidaknya terobati dengan pertarungan para kaiju, kan?

Aspek drama manusia di Godzilla: King of the Monsters banyak dikritik. Sumber: Den of Geek
Aspek drama manusia di Godzilla: King of the Monsters banyak dikritik. Sumber: Den of Geek

Musik nampaknya jadi salah satu kelebihan tersendiri. Bear McCreary benar-benar memberikan fanservice bagi para tokufans dengan mengaransemen ulang musik original dafi film-film Godzilla lawas. Simak bagaimana lagu tema Godzilla terasa sangat mencekam, atau versi instrumen lagu Mothra yang memancarkan aura mistisme. Apalagi original soundtrack film ini pun merupakan aransemen ulang lagu Godzilla milik Blue Oyster Cult, yang dinyanyikan Serj Tankian dari band System of a Down.

Nggak usah takut ketinggalan banyak plot dari film Godzilla atau Kong: Skull Island, karena Godzilla: King of the Monsters masih bisa ditonton secara terpisah. Namun jika kamu menonton keduanya, ada banyak hal-hal menarik yang bisa kamu temukan. Well, bisa dikatakan bahwa Godzilla: King of the Monsters adalah The Avengers-nya monster universe dari Warner Bros dan Toho. Film ini memperkenalkan banyak monster klasik yang sudah pernah tampil di filmnya sendiri atau yang memulai debutnya di Hollywood. Pastinya jika kamu seorang tokufans, Godzilla: King of the Monsters nggak boleh terlewatkan.

Siapakah raja para Titan yang sebenarnya? Sumber: Bloody Disgusting
Siapakah raja para Titan yang sebenarnya? Sumber: Bloody Disgusting

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

00-jasmine-surkatty

Chit Chat With Jasmine Surkatty, Author Komik Ga Jelas

Jasmine Surkatty, komikus Komik Ga Jelas, baru saja terpilih sebagai salah satu IP yang mewakili Indonesia di Hongkong. .. more

power rangers beast morphers

Power Rangers Beast Morphers: Rebrand Segar Dengan Rasa Klasik

Power Rangers Beast Morphers adalah seri pertama Power Rangers yang diproduksi Hasbro. Bagaimana raksasa mainan ini mera.. more

00-d-dawn-animation

Dawn Animation Tayangkan Animasi Lokal di Ponimu

Animasi Lukisan Nafas dan WachtenStaad karya studio lokal Dawn Animation kini bisa disaksikan di situs anime Ponimu seca.. more

header alex desktop

Who Killed Captain Alex – Bukti Kalau Film Asyik Bisa Dibuat Dengan Dana Terbatas

Who Killed Captain Alex dibuat dengan budget kurang dari 3 juta Rupiah di Uganda. Meski kualitasnya di bawah rata-rata, .. more

00-d-journal-of-terror

Journal of Terror – Komik Horror Sederhana Namun Bernuansa Mencekam

Journal of Terror berkisah tentang seorang anak bernama Prana yang mampu melihat apa yang tak selazimnya dilihat orang k.. more