Google Glass: Kegagalan Google yang Tidak Terduga

4 days ago
Logo dari Google Glass. Sumber gambar: commons.wikimedia.org

Google. Raksasa bisnis IT ini sangat sukses dan terkenal dengan produk serta inovasi teknologi yang mereka lakukan. Dengan produk serta layanan berteknologi tinggi, Google merupakan salah satu pemimpin bisnis IT dunia yang sepertinya “tidak akan pernah salah langkah”. Dan melihat rekam jejak mereka, sepertinya ungkapan itu tidak terlalu berlebihan.

Tapi Google bukanlah perusahaan yang tanpa pernah sekalipun salah perkiraan atau mengalami kegagalan.

Karena ada masa Google melakukan blunder atau membuat kesalahan kalkulasi, baik di bagian teknologi maupun marketing, walau hal ini sangat jarang terjadi. Bahkan jika pernah pun, Google bisa mengubah situasi dan kondisi tadi agar tetap dapat menguntungkan mereka. Salah satu hal yang demikian adalah Google Glass.

Apa itu Google Glass?

Google Glass Explorer Edition. Sumber gambar: techadvisor.co.uk

Google Glass Explorer Edition. Sumber gambar: techadvisor.co.uk

Bermula dari proyek Google yang diberi nama “Project Glass” (diumumkan melalui akun Google+ pada tanggal 4 April 2012). Saat itu Google mengatakan “Kami kira teknologi seharusnya bekerja untuk Anda… Ada di saat Anda membutuhkannya dan menyingkir saat Anda tidak membutuhkannya”.

Keesokan harinya, beredar foto Sergey Brin (co-founder dari Google) mengenakan kacamata prototype Project Glass pada sebuah event charity gala dinner.

Google Glass pertama kali terlihat di publik. Sumber gambar: plus.google.com

Google Glass pertama kali terlihat di publik. Sumber gambar: plus.google.com

Google Glass memiliki kamera dan mampu menampilkan sederet perintah di layar lensa (yang akan langsung terbaca oleh pengguna seperti sebuah ‘optical head-mounted display’ VR) selain juga mampu melakukan pekerjaan melalui perintah suara. Dengan mem-pair antara smartphone dengan Google Glass, tampilan di smartphone akan muncul di lensa pengguna dan pengoperasian lanjutan dapat dilakukan lewat voice command pengguna.

Jadi secara pengertian sederhana, kita bisa melihat e-mail, membaca berita atau hal-hal lain yang biasa dilakukan lewat sentuhan di smartphone tanpa harus menggenggam smartphone itu sendiri. Semuanya terlihat melalui lensa kacamata Google Glass dan perintah suara pengguna.

Tampilan Google Glass di mata pengguna. Sumber gambar: dailymail.co.uk

Tampilan Google Glass di mata pengguna. Sumber gambar: dailymail.co.uk

Sekilas terdengar sangat keren, futuristik dan memudahkan pengguna. Tapi apa iya?

Pada tanggal 27 Juni 2012 Sergey Brin mendemonstrasikan kemampuan Google Glass di acara Google I/O San Francisco dengan cara penuh gaya, yakni dengan live report sekelompok professional skydivers yang menggunakan Google Glass.

Skydiver professional mempromosikan Google Glass. Sumber gambar: youtube.com

Skydiver profesional mempromosikan Google Glass. Sumber gambar: youtube.com

Demonstrasi ini memukau banyak pihak dan tak mengherankan saat pre-order dibuka selepas demonstrasi tadi, sekitar dua ribu orang melakukan pemesanan unit perdana Google Glass.

Diberi nama “Google Glass Explorer Edition”, produk canggih ini dibandrol dengan harga selangit $1.500 .

Walau seru dan keren, Google Glass mulai menuai kontroversi.

Dengan adanya kamera di Google Glass, jadi memunculkan polemik berupa privasi dan keamanan yang terganggu. Karena memang pengguna Google Glass jadi dapat merekam maupun melakukan broadcast kondisi di sekelilingnya dengan bebas; sebebas mata memandang.

Broadcast dan recording secara handsfree. Sumber gambar: businessinsider.com

Broadcast dan recording secara handsfree. Sumber gambar: businessinsider.com

Hal ini menimbulkan pro kontra tentang boleh tidaknya pengguna Google Glass melakukan hal tersebut karena adanya unsur privasi yang dilanggar jika mereka melakukan tanpa permisi.

Negara bagian West Virginia di Amerika Serikat malah mengambil langkah ekstrim dengan Undang-Undang yang melarang penggunaan Google Glass saat berkendara. Legislasi ini (dikenal dengan nama HB 3057) menyatakan kalau penggunaan Google Glass saat berkendara sama berbahaya dengan penggunaan telepon selular.

Walau dalam beberapa kasus Google Glass memberikan kontribusi positif pada publik seperti saat dr. Rafael Grossman melakukan pembedahan sambil mengenakan Google Glass, namun ada pula hal ngawur yang dilakukan oleh pemilik/pemakai Google Glass seperti Robert Scoble di mana dia mem-publish foto dirinya memakai Google Glass sambil mandi di shower.

Pengen eksis level tinggi dengan Google Glass. Sumber gambar: theverge.com

Pengen eksis level tinggi dengan Google Glass. Sumber gambar: theverge.com

Concern soal keselamatan dan privasi tetap jadi perdebatan antara pendukung maupun yang anti Google Glass.

Google Glass semakin sering muncul di pemberitaan namun dalam konteks yang kebanyakan berupa hal negatif, seperti pengemudi mobil yang ditilang karena ngebut sambil mengenakan Google Glass (terjadi di San Diego, California) atau penonton bioskop Columbus, Ohio yang ditangkap saat kedapatan memakai Google Glass di ruangan teater (walau kemudian terbukti kamera Google Glass tidak menyala dan lensa yang dipakai merupakan lensa minus/baca untuk penderita rabun mata).

Tapi mungkin yang terburuk terjadi saat 22 Februari 2014, di mana pengguna Google Glass terlibat keributan di dalam bar yang disebabkan oleh Google Glass. Kejadian di San Francisco tersebut memicu tempat-tempat hiburan lain untuk melarang penggunaan Google Glass di tempat mereka dengan alasan menjaga privasi tamu.

Screenshot kejadian di Bar Molotov’s San Francisco. Sumber gambar: glassalmanac.comScreenshot kejadian di Bar Molotov’s San Francisco. Sumber gambar: glassalmanac.com

Screenshot kejadian di Bar Molotov’s San Francisco. Sumber gambar: glassalmanac.com

Mungkin setelah mempertimbangkan banyak aspek, akhirnya pada 15 Januari 2015 Google mengumumkan berakhirnya program “Google Glass Explorer”.

Beberapa pihak menanggapi hal ini secara keliru dengan mengatakan kalau Google Glass sudah mati. Sementara kenyataannya adalah Google tidak benar-benar mematikan Google Glass, melainkan memindahkan fokus mereka ke pengguna enterprise atau korporasi dengan label “Glass At Work Program”.

Artinya Google Glass kini lebih fokus ke hal serius dengan Google Glass mereka ketimbang entertainment seperti program Google Glass Explorer sebelumnya.

Google Glass Enterprise Edition. Sumber gambar: blog.x.company

Google Glass Enterprise Edition. Sumber gambar: blog.x.company

Google Glass sebenarnya sebuah inovasi ‘wearable computer’ yang keren dan potensial. Tapi mungkin akan lebih ideal digunakan di ranah profesional yang serius, ketimbang menggunakannya sambil mandi, ngebut di jalanan atau nongkrong di bar.

Potensi Google Glass di ranah enterprise. Sumber gambar: gigaom.com

Potensi Google Glass di ranah enterprise. Sumber gambar: gigaom.com

Kalau bro sis bisa punya Google Glass, apa yang akan bro sis lakukan? Kalau saya mungkin bakal berbuat yang aneh-aneh, hehe. Oops!

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Balada Akhir Pekan karya Nan Nan. (Sumber: CIAYO Comics)

Balada Akhir Pekan: Balada Mengerikan di Akhir Pekan

Buat bro sis yang suka komik thriller, ga usah bingung. Karena CIAYO Comics Platform Komik Indonesia punya segudang kom.. more

(Youtube - “Thor: Ragnarok” Official Trailer)

Thor: Ragnarok, Kisah Superhero Dibalut Drama Keluarga

Thor: Ragnarok menawarkan rasa berbeda. Selain adegan penuh aksi, selipan komedi dan jokes ringan menjadi ornamen yang i.. more

Aktor dengan reputasi multi peran Shun Oguri. Sumber gambar: aosora.info

Shun Oguri: Aktor Ganteng Multi Peran Asal Jepang

Untuk penggemar film maupun drama televisi Jepang (alias J-Dorama) sepertinya nama “Shun Oguri” sudah tidak asing la.. more

Hana & Mr. Arrogant. Sumber: CIAYO Comics

List Komik Romantis Jepang yang Harus Kamu Baca!

Yuk, daripada berlama-lama, berikut merupakan empat list komik romance yang sangat amat penulis rekomendasikan untuk dib.. more

Game Uncharted: Lost Legacy Meneruskan Tradisi Uncharted­­

Serial game Uncharted merupakan  sebuah game aksi petualangan dari Naughty Dog yang sangat populer di kalangan gamers d.. more