The Great Wave off Kanagawa, Karya Seniman Hokusai yang Mendunia

2 years ago
The Great Wave off Kanagawa by Katsushika Hokusai. (Sumber: wikipedia)

Siapa yang gak pernah melihat karya seni dari Katsushika Hokusai yang bernama “The Great Wave off Kanagawa”? Karya seni  ini merupakan karya yang paling terkenal dalam sejarah seni Jepang. Gambar ombak biru yang menjulang tinggi tepat di depan Gunung Fuji ini dibuat oleh Hokusai pada tahun 1820an. “The Great Wave off Kanagawa” sukses membuat dirinya menjadi tokoh yang sangat penting dalam bidang ukiyo-e untuk karya lukisan yang lahir pada era saat ini. Awal mula seni menggambar diatas papan kayu (diukir/dicukil) dimulai sejak Dinasti Han di Cina. Setelah itu baru dikenal oleh para seniman Jepang yang disebut sebagai seniman ukiyo-e. Karya Hokusai lalu jadi pembicaraan para nelayan dan saudagar hingga sampai ke Eropa. Menjadikan ilustrasi ombak besar sebagai karya seni non-barat yang sangat terkenal.

Source 2: contrado.co.uk

Source 2: contrado.co.uk

Makna dari gambar ombak besar ini biasa diartikan sebagai simbol kekuatan. Baik dalam kekuatan ekonomi, militer, dan juga kekuatan dari suatu bencana alam. Arti dari Gunung Fuji yang hadir di dalam gambar melambangkan simbol keabadian yang berarti sebuah hal yang suci dan sakti. Objek keabadian sendiri memiliki arti signifikan bagi kepercayaan masyarakat Jepang. Di sisi lain, arti dari perahu kayu melambangkan wujud alamiah manusia yang lemah dan gak berdaya. Hampir semua koleksi karya Hokusai banyak dijadikan objek riset baik bagi ilmuan dan seniman di dunia barat dan Jepang.

Source 3: Nippon.com

Source 3: Nippon.com

Masyarakat Jepang percaya, bahwa teknik yang dipakai oleh Hokusai adalah campuran dari pengetahuan seni yang ia dapat dari seni Eropa dan seni asli Jepang. Seorang seniman pertama-tama perlu menggambar pada kertas tipis terlebih dahulu sebelum membuat karya cukil beralas papan kayu ini. Kertas atau yang biasa disebut sebagai washi ini nanti ditempelkan ke papan menggunakan lem. Setelah itu, seniman mulai mencukil kayu sesuai dengan bentuk gambar lalu diberikan tinta dan kertas polos ditempel diatas kayu. Ukiran gambar yang terdapat pada kayu yang sudah ditinta akan membuat cetakan gambar di kertas. Persis seperti printer tinta manual (menggunakan tangan). Lalu prosesnya dikerjakan berulang agar gambar di kertas sepenuhnya bisa berwarna-warni. Proses yang sangat rumit tapi memberikan hasil karya yang indah.

Source 4: pinterest.com

Source 4: pinterest.com

Source 5: widewalls.ch

Source 5: widewalls.ch

Katsushika Hokusai lahir pada tahun 1760 di Tokyo, lalu pindah ke daerah Obuse. Selain ilustrasi ombak yang sekarang banyak digunakan para seniman street-art, Hokusai juga dikenal dengan lukisan-lukisan erotis wanita dan pria Jepang. Lukisannya disebut sebagai karya bergenre Shunga. Hokusai yang membuat buku seri Gunung Fuji juga menulis beberapa kalimat dalam kata pengantarnya. Ia membagi cerita kalau pada umur 75 tahun, Ia baru bisa memahami dan mempelajari mengenai pola alam, hewan, tanaman, pepohonan, dan lainnya. Di usia menginjak 80 tahun, Hokusai baru berkembang sebagai manusia. Di saat usia 90 tahun, Ia sudah merasakan kehidupan sebenarnya. Pada umur tepat 100 tahun, dirinya akan menjadi seorang seniman yang hebat. Dan pada saat berusia 110, Ia percaya bahwa apapun yang akan ia buat, baik sebuah titik ataupun garis, akan bernyawa. Sampai saat ini, peninggalan karya Hokusai telah menjadi inspirasi bagi berbagai seniman besar di dunia.

About Author

Lisa

Lisa

Lisa is a journalist student from Jakarta who always find writing as a very amusing hobby. She believes that even when the writer's soul is staying, a writing can travels anywhere. Lisa is on her way to achieve a bachelor degree and her own life bucket list."

Comments

Most
Popular

Sumber: youtube.com

Mahoutsukai no Yome: Kehidupan Sehari-hari Seorang Magus dan Murid yang Dicintainya

Para penikmat anime musiman, terutama yang mengikuti anime musim gugur 2017 dan musim dingin 2018 ini, pasti pernah mend.. more

Boss WhatsApp Hengkang Dari Facebook – Ada Apa?

Pendiri WhatsApp Jan Koum mengundurkan diri dari perusahan yang ia bina, menyusul rekannya Brian Acton. Ada apa gerangan.. more

[Drama Indonesia Comic Con 2017] Dilema Event Pop Culture: Dengan Tiket Masuk Berbayar Atau Gratisan?

Beberapa waktu lalu sempat terjadi “drama” di media sosial seputar bermasalahnya akses masuk gratis untuk cosplayer .. more

(Sumber : Koleksi pribadi)

Ketika Komik dan Seni Rupa Dipertemukan

Ada acara hits kekinian mengenai komik dan seni rupa di Jakarta, loh. .. more

Sumber: twitter.com

Bandung Strip Art, Komunitas Komikstrip Punya Bandung

Kalau ngomongin soal Bandung pasti langsung teringat sama makanannya. Tapi ternyata Bandung gak hanya punya itu saja, ad.. more