H20 Reborn Rupaka: Membangkitkan Komik di Atas Panggung

6 months ago

Sorak sorai penonton memenuhi Burhanuddin Stadium. BIG RIG, robot tambun berbadan kuning, melancarkan tinjunya ke B-BOP. Robot berkepala tiga tersebut berhasil menangkisnya. Tubuhnya yang besar mencekam membalas dengan serangan telak ke tubuh BIG RIG, menghempaskannya ke ujung gelanggang. Rajit, pengendali B-BOP, berseru gemxbira.

Adegan tersebut mungkin tidak asing lagi bagi penggemar komik H20 Reborn karya Sweta Kartika dengan konsep asli oleh Pandji Pragiwaksono & Shani Budi Pandita. Komik yang ketiga volume fisiknya diterbitkan oleh Koloni dan Kolom Komik ini telah memperkaya lanskap dunia komik Indonesia sejak tahun 2015.

Bedanya, adegan tersebut kini tampil di atas panggung Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, dii hari Sabtu dan Minggu, 10 dan 11 Februari 2018. Ya, kalau kamu kelewatan membaca judul artikel ini, H20 Reborn diadaptasi menjadi drama musikal oleh Teater Pesawat Kertas.

Laga pertarungan B-BOP dan BIG RIG yang penuh aksi (dok. pribadi)

Laga pertarungan B-BOP dan BIG RIG yang penuh aksi (dok. pribadi)

Pementasan berjudul H20 Reborn Rupaka (Rupaka adalah istilah Sansekerta yang berarti wujud atau pertunjukan) ini berlangsung sebanyak tiga kali. Dua kali pada hari Sabtu dan satu kali pada hari Minggu. Penulis berkesempatan menonton pertunjukan perdana di hari Sabtu siang.

Menyajikan Cerita Sci-Fi yang Humanis

Lakon ini mengadaptasi dua buku pertama dari H20 Reborn, dimulai dengan perkenalan dunia yang kini dipenuhi robot yang hidup berdampingan dengan manusia dan memenuhi peran di masyarakat, mulai dari penjaga keamanan, penjaga anak, hingga petarung untuk adu robot (fighting bot) sesuai protokol mereka. Salah satu yang tercanggih adalah Ravana, kecerdasan buatan hasil karya Profesor Laksmana. Ravana bertugas mengawasi dan menjaga keamanan di seluruh penjuru bumi.

Keseimbangan ini terusik ketika Profesor Rama, salah satu penemu brilian, membuat sebuah robot bernama Hans. Ia adalah usaha Profesor Rama mencapai terobosan baru di dunia robotik: robot dengan protokol yang bisa berkembang. Untuk mengujinya, ia mengirimkan Hans kepada Sita, putrinya yang tunanetra. Profesor Rama juga berharap Hans dapat menghibur Sita yang jarang ia temui karena kesibukan pekerjaan.

Sayangnya, Sita yang tidak suka robot (karena mengganggap mereka hanya sekedar kaleng yang diprogram mengikuti kata manusia) menolak Hans mentah-mentah. Tidak putus asa, Hans terus berusaha menjalin persahabatan dengan Sita. Hingga Sita mengajukan tantangan: jika Hans dapat menyelesaikan lagu yang sedang ditulis Sita, maka Hans boleh menjadi temannya.

Hans bertemu dengan Sita dan Angga pertama kalinya

Hans bertemu dengan Sita dan Angga pertama kalinya

Hans dengan segera dapat merampungkan lagu tersebut, memukau Sita dan temannya yang mendalami ilmu robotik, Angga. Perkembangan protokol Hans ini ternyata diawasi oleh Ravana. Munculnya robot yang dapat belajar melampaui protokol asalnya membuat Ravana melihat Hans sebagai ancaman terhadap statusnya sebagai mesin tercanggih. Ravana pun mencari cara agar ia tetap menjadi mesin terhebat di muka bumi.

Sebagaimana komiknya, cerita H20 Reborn Rupaka adalah kisah yang humanis dan personal walau disajikan di dunia fiksi ilmiah. Tema yang diangkat berupa kehilangan, rasa rindu, persahabatan di tengah perbedaan, hingga mencari dan mempertahankan. Sajian yang cocok untuk segala usia.

Dari Lembaran Komik Naik ke Panggung

Adaptasi naskah komik menjadi naskah panggung sukses dilakukan oleh tim Teater Pesawat Kertas. Cerita disajikan dengan apik, bukan saja sesuai cerita aslinya, tetapi juga dapat mudah dimengerti oleh orang yang belum pernah membaca versi komiknya. Pacing cerita juga menyenangkan, setiap bagian diberikan porsi yang sesuai hingga pertunjukan selalu seru dan setiap karakter mendapat perkembangan yang cukup. Hingga bagian konfrontasi dengan Ravana di paruh akhir cerita betul-betul terasa memukau dan dramatis.

Tentunya format drama musikal menambah aspek baru ke kisah ini: musik dan seni bermain peran.

Dari Lembaran Komik Naik ke Panggung

Dari Lembaran Komik Naik ke Panggung

Komik H20 Reborn yang sedari awal diterbitkan dengan diiringi CD musik original menunjukkan bahwa sang penulis telah membayangkan lantunan musik mengiringi suasana dunia yang ia hadirkan. Maka tidak heran beragam musik (oleh Aldair Zerista dan Kunto) yang disajikan sesuai dengan nuansa tiap adegan. Lagu pertama, misalnya, berkisah tentang gelora persiapan adu robot yang dinyanyikan oleh Rajit (pengendali B-BOP) dan lawannya serta para penonton pertarungan. Lagu dengan nada yang membangkitkan semangat dan lirik yang saling menantang benar-benar menyenangkan dan membuat tidak sabar melihat robot adu jotos.

Lagu yang menjadi favorit saya adalah duet antara Sita dan Profesor Rama. Sita yang kesepian di rumah memainkan pianonya dengan pilu dan melantunkan lagu tentang kerinduannya pada sang ayah yang selalu sibuk bekerja meninggalkan dirinya. Di tengah lagu, ternyata ini adalah counterpoint duet dengan sang ayah yang menyesali ketidakmampuannya menghabiskan waktu dengan putrinya. Begitu indah dan menyayat hati.

Ravana juga memiliki beberapa lagu yang sukses membangun kepribadiannya. Kesepuluh-sepuluhnya. Ya, Ravana memiliki sepuluh kepribadian yang digambarkan berbeda-beda (pemberang, kemayu, pencemas, sinden, dan sebagainya), walau tetap dengan satu kepribadian utama yang menonjol. Lagu-lagu Ravana mengisahkan ambisi dan kebanggaannya sebagai kecerdasan buatan yang melindungi dunia.

Koreografi yang dibawakan tidak terlalu berkesan, walau tetap sesuai dengan masing-masing lagu. Tapi di sisi lain, koreografi adegan pertarungannya cukup keren dan mencekam. Setiap pertarungan terasa imbang dan hidup, baik satu-lawan-satu maupun adegan keroyokan.

Manusia? Robot? Tidak Masalah

Dari sisi pemain, semua karakter utama memainkan perannya masing-masing dengan baik. Sita yang dimainkan oleh Rachel Florencia betulan terasa seperti karakter anak-anak dengan sifat manjanya, tapi juga kepolosan dan kemurnian hatinya. Suaranya merdu, tapi terkadang terdengar terlalu sayup-sayup. Yulia Sari Riyanti memainkan Angga, bocah laki-laki teman Sita. Walau ia perempuan tulen, suara dan bahasa tubuhnya amat baik sebagai karakter Angga yang cerdik.

Kurniawan Wahyu Illahi memainkan Profesor Laksamana dengan rapi. Wibawa dan kecerdasannya tersampaikan ke penonton. Sedangkan Profesor Rama yang diperankan Yusuf A. sebenarnya memiliki kemampuan vokal yang menonjol (favorit saya untuk suara pemain laki-laki), tetapi kemampuan intonasi dan jeda dialognya masih perlu diasah. Dapat dimaklumi, karena tuntutan emosionalnya amat berat.

Duo lainnya dalam drama ini adalah Drupadi (Risma Megawati), opsir penjaga keamanan yang kehilangan robot partnernya, dan Rajit (Aldiyansah Prambudi), berandalan yang diam-diam jenius memodifikasi robot. Risma lihai menunjukkan perkembangan karakternya mulai dari sosoknya yang tegas sebagai penegak hukum, seorang wanita yang kehilangan rekannya, hingga sosok yang bertekad mencari keadilan dengan caranya sendiri. Semuanya terasa nyata. Sedangkan Aldiyansah memiliki tugas mulia sebagai sosok comic relief untuk meringankan suasana cerita. Ekspresi dan gerakannya yang lebay selalu berhasil mengundang tawa penonton.

Sebuah cerita tidak akan lengkap tanpa antagonisnya. Ravana yang utamanya dilakonkan oleh Randa Arkie Primawa adalah peran yang menantang. Randa harus menjadi sosok kecerdasan buatan yang secara bersamaan dingin dan logis selaku mesin namun juga memiliki kecemburuan dan ambisi bagai manusia. Randa memainkannya dengan maksimal, memandu suasana adegan dengan gejolak hati karakternya. Tidak lupa kesembilan kepribadian lainnya – walau masing-masing adalah karakter yang lebih monoton – sukses menunjukkan dilemma hati Ravana dengan cara bicara dan interaksi mereka. Yang paling unik mungkin kepribadian yang dimainkan Yolanda Cenderakasih, karena gerakan tangannya yang selalu meliuk-liuk tanpa henti dan suaranya yang bernada bagai sinden dapat mencuri perhatian di antara barisan para kepribadian yang berkostum sama. Selain itu, Dhimas Aryadi Redi sebagai kepribadian yang gemulai menjadi hiburan di adegan-adegan Ravana yang cenderung serius.

Apresiasi khusus saya berikan kepada pemeran para robot yang harus berperan dalam kostum yang dibuat dari perpaduan busa hati dan bahan lainnya. Walau daya pandang dan ruang gerak menjadi terbatas dan para pemain harus membiasakan diri dengan pengapnya kostum, hasilnya sukses. Masing-masing robot bergerak sesuai tingkat kecanggihan motorik mereka (B-BOP dan BIG RIG lebih kaku, sedangkan Hans sangat luwes). Pemain Hans yang kecil-kecil cabe rawit begitu menggemaskan dalam perannya sebagai robot yang berusaha keras diterima Sita.

Selain pujian bagi masing-masing pemain (termasuk para pemain pendukung), keberhasilan para pemeran juga tidak terlepas dari andil casting director yang sukses mencari pemain dengan berbagai bentuk tubuh dan karakter suara sesuai tuntutan peran. Juga terutama Indra Nugraha selaku sutradara.

Teknis Yang Tidak Selancar Jakarta Pas Lebaran

Aspek lainnya adalah tata cahaya, panggung, dan busana. Semuanya mendukung kesan yang ingin dihadirkan oleh sutradara Indra Nugraha. Memang menantang menghadirkan sebuah dunia futuristik ke atas panggung, tetapi pendekatan tata panggung yang cenderung minimalis (dengan hanya beberapa dekorasi pendukung) menggugah imajinasi penonton. Desain karakter yang diadaptasi dari komik umumnya cukup familiar dengan kehidupan modern. Rambut Mohawk Rajit dan busana ala punk-nya menjadi gaya yang paling menonjol.

Amat disayangkan terjadi berbagai kendala teknis selama permainan. Mulai dari mikropon yang hidup senggan mati pun tak mau, tirai yang tidak bisa turun karena terhalang bagian dari dekorasi panggung, proyektor yang telat dimatikan, hingga bagian kostum B-BOP yang copot. Hal yang dapat dimaklumi, sebenarnya, karena pertunjukan perdana memang pasti dipenuhi masalah-masalah kecil yang dapat diperbaiki di pertunjukan berikutnya.

Walaupun gangguan teknis lumayan mengganggu, tetapi secara keseluruhan judul pementasan perdana Teater Pesawat Kertas ini amat baik karena naskah yang disusun dengan penuh pertimbangan, karakter-karakter yang terasa nyata dan dimainkan dengan penuh dedikasi, serta lagu-lagu yang asik. Kenangan akan

Tiketnya relatif murah – 120 ribu sudah kursi terbaik (dok. pribadi)

Tiketnya relatif murah – 120 ribu sudah kursi terbaik (dok. pribadi)

Teater Pesawat Kertas yang baru didirikan pada tanggal 28 Januari 2017 memiliki tujuan mulia: mengadaptasi komik-komik lokal karya anak bangsa Indonesia ke panggung teater. Sebagai seorang penikmat sekaligus penggiat kedua bidang, saya menantikan karya-karya berikutnya Teater Pesawat Kertas. Terlalu lama kedua bentuk karya seni ini berjalan sendiri-sendiri, padahal potensi cerita yang dapat digali amat banyak. Teater ini juga dapat memperkenalkan para penggemar komik ke dunia teater dan sebaliknya.

Seperti Sita dan Hans yang awalnya sepertinya tidak mungkin menyatu tapi perlahan saling memahami dan menjadi teman baik, saya percaya komik dan drama musikal dapat saling membangun dan menjadikan satu sama lain lebih kuat, lebih terbuka, dan lebih baik.

Untuk menutup resensi yang panjangnya hampir sama dengan durasi H20 Reborn Rupaka ini, izinkan saya mengutip potongan lirik dari salah satu drama musikal favorit saya:

It was a very nice, very nice, very, very, very nice, very nice, very nice, very, very, very nice beginning!.

About Author

Rakaputra

Rakaputra

Raka terombang-ambing antara hobi sebagai pelarian dari pekerjaan sebenarnya. Cinta drama musikal walau tidak bisa menyanyi ataupun menari. Setahun sekali menerbitkan komik Serial Ayo.

Comments

Most
Popular

Sumber: Zimbio

Teori Konspirasi: Avril Lavigne Sudah Meninggal Sejak Tahun 2004!

Avril Ramona Lavigne, atau yang lebih dikenal Avril Lavigne ini memang sangat terkenal di genre musik pop punk. Namun ap.. more

Banner Little Akihabara Medan. Sumber gambar: facebook.com/LittleAkihabaraMedan

Little Akihabara 2017, Medan Sumatera Utara

Little Akihabara 2017. Kota Medan di provinsi Sumatera Utara memang gak sebesar kota – kota besar yang ada di pulau.. more

Surface Book 2 dari Microsoft. Sumber gambar: which.co.uk

Microsoft vs Apple: Usaha Microsoft Mengalahkan Dominasi MacBook Pro Apple Di Kelas Premium Notebook

Di tahun-tahun awal berdirinya Apple Computer, Microsoft belum seperti sekarang. Bahkan boleh dibilang kalau dulu Bill G.. more

(Sumber : Twitter @conanmovie)

Film Terbaru Detective Conan Segera Dirilis!

Kamu penggemar Detective Conan? Kali ini, film terbarunya akan kembali dirilis!.. more

In This Corner of the World. Sumber: youtube.com

In This Corner of the World, Kisah Manis di Tengah Peperangan

Sebagai pecinta anime anti perang,tentunya kalian ga boleh melewatkan anime satu ini. Meski sudah sempat ditayangkan pad.. more