Hanebado Bawa Drama Pertandingan Badminton Ke Dunia Anime

1 month ago
00-d-hanebado-review

Seluruh penduduk Indonesia dibuat terkesima pada pertandingan final badminton beregu Asian Games 2018 hari Rabu lalu. Memulai pertandingan pertama antara Indonesia melawan Cina, Anthony Ginting bertarung mati-matian melawan Shi Yuqi. Padahal, kaki Anthony tengah cedera. Hal itu tak jadi halangan untuknya terus bertarung sampai titik darah penghabisan.

Sumber: Pojok Satu

Sumber: Pojok Satu

Saya sudah sering sekali menonton pertandingan badminton super intens dengan rally yang panjangnya tidak manusiawi. Namun drama perjuangan Anthony Ginting untuk bisa mengungguli Shi Yuqi meski tertahan cedera terasa sangat unreal. Seakan-akan saya melihat drama dan struggle dari seorang protagonis anime yang terwujud di dunia nyata.

Yang bikin heran, situasi dan kondisi Anthony Ginting saat itu nampak sejalan dengan yang tengah dijalani Aragaki Nagisa, seorang karakter dari anime badminton Hanebado yang saat ini tengah tayang.

Hanebado, Anime Badminton Pertama di Dunia

02 hanebado manga

Sumber: Sohu

Sebagai latar belakang, Hanebado merupakan serial manga karangan Hamada Kosuke yang saat ini mendapatkan adaptasi anime. Anime ini menceritakan sepak terjang Hanesaki Ayano, seorang jenius badminton yang mencoba untuk meniti karirnya kembali setelah hiatus akibat insiden di masa lalu. Bersaing dengan Ayano adalah Aragaki Nagisa, senior Ayano dan salah satu pemain badminton terkuat di tingkat SMA. Nagisa tengah mencoba bangkit dari slump, ternyata tahun lalu ia dikalahkan oleh Ayano yang saat itu masih SMP.

Layaknya setiap anime olahraga, Hanebado mengangkat kisah klasik perjuangan karakternya yang merangkak dari titik nol untuk meraih gelar pemenang. Namun dalam anime yang bisa jadi merupakan anime bertema badminton pertama yang pernah ada, Hanebado tak ragu untuk mengangkat sisi gelap dari rivalitas antara para karakternya. Selipan drama dalam Hanebado kadang terasa berlebihan, namun di saat bersamaan juga terasa nyata.

Sumber: Xenodude

Sumber: Xenodude

Rasa-rasanya ada banyak hal yang sangat relatable jika kebetulan kamu penggila badminton dan kamu juga menonton Hanebado. Anime ini memang sah-sah saja ditonton walau kamu nggak begitu mendalami badminton, namun lain ceritanya jika kamu adalah seorang fans. Kamu akan lebih cepat untuk engage dengan setiap pertandingan dan setiap struggle yang dirasakan karakternya. Hanebado tak mengandalkan eksposisi panjang untuk menjelaskan ceritanya, namun membiarkan karakternya beraksi untuk membuat penonton mengerti.

Sumber: Anime News Network

Sumber: Anime News Network

Ada beberapa kesamaan yang saya amati pada sosok karakter Nagisa dengan Anthony Ginting. Episode 8 dari Hanebado jadi contoh yang sangat pas untuk menjelaskan perumpamaan tersebut. Dalam episode tersebut, Nagisa melawan Ishizawa Nozomi yang merupakan teman SMP-nya. Keduanya memainkan taktik yang berbeda, namun nampaknya situasi berpihak pada Nozomi.

Pelatih Nozomi menginstruksikan untuk bermain lebar dan memaksa Nagisa untuk bergerak lebih jauh dari biasanya. Sang pelatih tahu, kaki Nagisa sedang tidak bugar, sehingga taktik tersebut akan menambah kans kemenangan Nozomi. Apakah Nozomi melakukannya? Tentunya sebagai seorang teman lama Nagisa, ia tak mau melukai temannya dengan sengaja.

Sumber: Liden Films

Sumber: Liden Films

Namun kenyataan berkata lain. Dalam beberapa serve awal, Nozomi mendominasi permainan. Ia berhasil mendikte gerakan Nagisa yang terus mengejar kok meskipun jelas-jelas mengarah ke luar lapangan. Gerakan intens Nagisa lambat laun membuat kakinya terasa sakit.

Berbagai episode dalam anime Hanebado menunjukkan bahwa setiap pertandingan di dalamnya merupakan pertandingan final. Episode 8 pun tak kehabisan momen-momen mengigit di tiap menitnya. Hal ini didukung oleh pacing yang cepat dan intens, animasi yang halus dan penuh detil, serta penjiwaan karakter yang tidak main-main. Kamu bahkan bisa melihat gerakan otot paha Nagisa yang mengencang dan mengerut setiap kali melompat untuk melancarkan smash. Kalau Valentino Simanjuntak menonton Hanebado, sepertinya dia nggak bakal berhenti teriak JEBRET setiap kali Nagisa mengayunkan raketnya.

Sumber: Sakugabooru

Sumber: Sakugabooru

Hanebado mengangkat realisme dari drama olahraga, tanpa melupakan excitement dan romantisme dari cerita underdog story yang inspiratif. Bukan tak mungkin jika Hanebado mencerminkan struggle dan perjuangan yang sama seperti yang dihadapi para atlit badminton, jauh lebih nyata dari setiap anime olahraga manapun.

Namun aneh tapi nyata, Hanebado episode 8 yang tayang perdana 20 Agustus lalu, seakan memprediksi jalannya pertandingan antara Anthony Ginting dan Shi Yuqi 2 hari kemudian.

Batas Antara Dunia Nyata dan Anime

Sumber: Liden Films

Sumber: Liden Films

Baik pertandingan antara Nagisa-Nozomi dan Anthony-Yuqi berlangsung rubber set. Nagisa dan Anthony kesulitan untuk berkompromi dengan keadaan kakinya. Nozomi dan Yuqi pun merasa dilematis untuk melanjutkan pertandingan seperti tak terjadi apapun, atau bersimpati dengan lawannya.

Di sinilah batas antara dunia nyata dan anime diperjelas, dimana deus ex machina dimainkan untuk membawa karakter utama unggul. Dalam Hanebado, Nagisa berhasil mengatasi masalah kakinya dan akhirnya memenangkan pertarungan melawan Nozomi. Meski demikian kondisi kakinya dikhawatirkan belum akan pulih penuh saat pertandingan selanjutnya tiba.

Hal yang sama tak terjadi pada Anthony Ginting. Tak ada Dewi Fortuna yang menolongnya. Ia tumbang tepat di akhir rubber set, saat kakinya tak lagi bisa bekerja sama dan wasit yang tak bisa memberikan waktu lebih banyak baginya untuk mengumpulkan tenaga.

Sumber: Animekompi

Sumber: Animekompi

Mundurnya Anthony pun seakan di-foreshadow beberapa menit sebelum pertandingan Nagisa vs Nozomi. Hanesaki Ayano dengan dingin membantai lawanya hingga jatuh dan terluka. Dengan tatapan sinis, Ayano “menganjurkan” lawannya untuk mundur karena kakinya tak bisa lagi bergerak.

Walaupun Anthony kalah, ia kalah dengan sangat mengagumkan. Ia mundur dengan skor akhir yang sangat tipis, membuktikan bahwa Anthony bertarung dengan mentalitas hidup atau mati. Meski membuat kesalahan di satu-dua kesempatan, ia terus berusaha mengejar meskipun mendorong resiko kakinya cedera lebih parah. Pada akhirnya, Anthony kalah dengan dagu terangkat. Inilah pertandingan terbaiknya. Inilah puncak dari karirnya.

Sumber: Detik

Sumber: Detik

Tak perlu risau dengan kekalahan Anthony. Pertandingan malam itu telah membuktikan bahwa ia punya semangat juang yang belum tentu bisa disaingi teman-temannya atau netizen maha benar yang mengkritik penampilannya. Rabu, 22 Agustus, menjadi momen dimana dunia nyata melebur dengan fiksi, sehingga menjadi salah satu pertandingan badminton terbaik yang pernah ada dalam sejarah.

Jadi lebih fokus bicara soal Anthony Ginting, ya? Mau gimana lagi, memang pertandingan dia sangat memukau. Seperti menonton anime, kan? Atau tepatnya, menonton Hanebado. Anime ini cocok banget menemani waktu luang kamu, apalagi momennya pas dengan kehadiran Asian Games. Apa Hanebado masuk list tontonan anime kamu? Apa anime olahraga kesukaan kamu?

CIAYO Comics juga punya koleksi komik olahraga yang bisa macu adrenalin kamu layaknya Hanebado! Ada Galaxin karangan Mohammad Zainul dan Hadi Kuwat, serta The Last Kickers dari Kickers Arsad. Kalau kamu suka Hanebado, dua komik ini harus kamu baca!

Baca Juga: The Last Kickers: Momen Menegangkan Timnas Sepak Bola Indonesia!

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

Siap-siap, COMICONNECT TOUR 2018 Bakal Datang Ke Kotamu!

COMICONNECT TOUR 2018 adalah tempat buat para author komik untuk belajar dan unjuk karya dengan sesama author dan pelaku.. more

QuirkByte

Sama-Sama DC, Tapi Kenapa Arrow-verse Jauh Lebih Dipuja Ketimbang DCEU?

Walaupun dunia sinematik DC dan ranah serial TV DC, Arrowverse, sama-sama properti DC, namun kenyataannya, Arrowverse le.. more

00-d-komik-indonesia-influencer

Komik Indonesia Jadi Influencer Paling Berpengaruh?

Menurut CEO CIAYO Corp dan penasihat Asosiasi Komik Indonesia Borton Liew, komik Indonesia berada di puncak piramida inf.. more

Sumber: asianwiki.com dan myanimelist.net

Saint Young Men akan Diadaptasi dalam Bentuk Live-Action, Siapa saja Pemerannya?

Kalian ada yang pernah baca manga Saint Young Men? Atau malah sudah nonton animenya? Kalau kalian belum pernah dengar, m.. more

Nah, festival pasti identik dengan makanannya dong? Biasanya makanan di festival sedikit berbeda dengan menu restaurant pada umumnya. Makanan festival lebih affordable dan gak terlalu berat, layaknya hanya sebagai jajanan dan snack.

10 Makanan Populer Khas Festival Jepang. Kamu Suka yang Mana?

Nah, festival pasti identik dengan makanannya dong? Biasanya makanan di festival sedikit berbeda dengan menu restaurant .. more