Hasil Studi Banding Saya Ke Jepang: Tamparan Keras Bagi Indonesia

7 months ago

Dan Tamparan Keras Bagi Industri Ekonomi Kreatif Indonesia.

Liburan Keluarga Dengan Si Kecil

Beberapa waktu yang lalu kami sekeluarga berlibur seminggu ke Jepang untuk melihat bunga sakura yang selalu mekar di musim semi setiap tahunnya.

Istri saya Vanessa dan si kecil Winbelle di Osaka Castle Park (CIAYO Pictures)

Istri saya Vanessa dan si kecil Winbelle di Osaka Castle Park (CIAYO Pictures)

Ini adalah pengalaman liburan kami yang pertama ke Jepang dengan si kecil yang baru berumur 2 (dua) tahun. Dari apa yang sudah saya lihat di Indonesia, ekspektasi saya terhadap negeri sakura ini sangat tinggi: makanannya, mainannya, pernak-perniknya, manganya, animenya, kulturnya, kebudayaannya, kemajuan transportasi dan infrastrukturnya dan yang pasti bunga sakuranya.

Dan Jepang berhasil memberikan semua harapan itu.

Karena biaya hidup di Jepang sangat mahal, maka untuk menghemat pengeluaran selama liburan ini, kami memilih untuk menyewa tempat tinggal melalui airBNB dan membeli tiket terusan JR (Japan Railway) Pass. Dengan begitu, kami berpikir kami bisa merasakan pengalaman menjadi ‘warga’ di Jepang seutuhnya.

 

Tiket terusan selama seminggu JR Pass (CIAYO Pictures)

Tiket terusan selama seminggu JR Pass (CIAYO Pictures)

Tamparan Keras Bagi Penyewaan Tempat Tinggal di Indonesia

Dari pengalaman menyewa rumah di Jepang saja, sudah cukup memberikan tamparan yang keras bagi kita semua. Semua rumah yang kita tempati walaupun memiliki ruang gerak yang sempit, sangat tertata rapi, bersih dan higienis. Waktu check in adalah jam 3 siang, dan waktu check out adalah jam 10 pagi. Mereka menyewa petugas kebersihan profesional selama 4-5 jam untuk membersihkan seisi rumah tersebut.

We don’t mind with a 2x2 m bedroom karena dikompensasi dengan kenyamanan dan kebersihan khas Jepang (CIAYO Pictures)

We don’t mind with a 2×2 m bedroom karena dikompensasi dengan kenyamanan dan kebersihan khas Jepang (CIAYO Pictures)

Semua pemilik rumah juga memiliki hospitality yang tinggi: fasilitas mobile wifi secara cuma-cuma, makanan dan minuman ringan cuma-cuma, payung (jika hujan), peralatan mandi yang lengkap beserta handuk dan sabunnya, panduan manual rumah yang sangat detail dan lengkap serta nomor kontak yang bisa dihubungi sewaktu-waktu.

Mobile Wifi sebanyak 2 buah dipinjamkan oleh pemilik rumah sebagai bagian dari service nya. Langsung bisa digunakan (CIAYO Pictures)

Mobile Wifi sebanyak 2 buah dipinjamkan oleh pemilik rumah sebagai bagian dari service nya. Langsung bisa digunakan (CIAYO Pictures)

 

Di sini kita ribut-ribut mau punya rumah yang besar. Ternyata untuk tinggal di rumah yang nyaman, Anda tidak memerlukan ruangan yang besar. Kami tinggal di sebuah rumah dengan luas total 20 meter persegi dengan luas kamar 2×2 meter persegi and we already called it a home sweet home karena kebersihannya.

 

Postingan viral ikan koi yang hidup di selokan air di Jepang (Google Images)

Postingan viral ikan koi yang hidup di selokan air di Jepang (Google Images)

Oya, pernah lihat selokan bersih di Jepang yang ada ikannya dan sempat viral di media sosial? Fakta yang mengejutkan adalah ternyata airnya juga bisa diminum. Yes. Air diminum langsung dari keran saking bersihnya.

Tamparan Keras Bagi Transportasi Massal Indonesia

Kota pertama kami adalah Osaka. Hampir semua lokasi tempat tinggal kami berdekatan dengan stasiun kereta api and amazingly polusi suaranya sangat rendah. Kelihatan sekali pemerintah Jepang sangat memerhatikan desain stasiunnya agar polusi suaranya rendah.

 

Bersama istri dan anak berpergian keliling Jepang hanya menggunakan kereta api (CIAYO Pictures)

Bersama istri dan anak berpergian keliling Jepang hanya menggunakan kereta api (CIAYO Pictures)

Ongkos taksi dan Uber di sini sangat mahal, untuk jarak 10 – 20 kilometer Anda harus merogoh antara 5.000 – 10.000 Yen (Rp 600.000 hingga Rp 1.200.000). Pemerintah Jepang mengenakan tarif yang mahal untuk pajak mobil dan harga bensin, namun mereka menyediakan fasilitas transportasi massal yang sangat baik sebagai gantinya. This is how our government should do.

 

Tarif taksi ke airport Haneda sebesar 8330 Yen atau sekitar Rp 1 juta. Lama perjalanan 15 menit dengan menggunakan taksi Toyota Alphard (CIAYO Pictures)

Tarif taksi ke airport Haneda sebesar 8330 Yen atau sekitar Rp 1 juta. Lama perjalanan 15 menit dengan menggunakan taksi Toyota Alphard (CIAYO Pictures)

Jepang memiliki ratusan jalur kereta api sejak tahun 1872 dan sudah memiliki subway pertamanya pada tahun 1927. Subway di Jepang memiliki kedalaman yang bertingkat-tingkat seperti yang ada di negara Jerman dan Amerika.

 

Jalur kereta api cepat Shinkanshen JR East Group (Japan Railway)

Jalur kereta api cepat Shinkanshen JR East Group (Japan Railway)

Kami selalu berjalan kaki dan berganti commuter line untuk mengunjungi berbagai tempat wisata. Untuk berganti kota, dari Osaka kami bahkan memakai kereta peluru Shinkansen menuju ke Kyoto dan Tokyo.

Jalur kereta api dalam kota yang sudah berlapis-lapis jalurnya. Siapa yang butuh Uber disini? (CIAYO Pictures)

Jalur kereta api dalam kota yang sudah berlapis-lapis jalurnya. Siapa yang butuh Uber disini? (CIAYO Pictures)

Saya selalu mendengar tentang betapa tertib dan teraturnya penumpang kereta api Jepang walaupun berdesak-desakkan ketika rush hour.

Calon penumpang kereta api dengan tertib mengantri naik escalator (CIAYO Pictures)

Calon penumpang kereta api dengan tertib mengantri naik escalator (CIAYO Pictures)

Budaya antri di sebelah kiri escalator untuk memberikan jalan kepada orang di sebelah kanan (Long Journey of PI)

Budaya antri di sebelah kiri escalator untuk memberikan jalan kepada orang di sebelah kanan (Long Journey of PI)

Penasaran dengan mitos itu, saya pun nekat naik train ketika rush hour dan seperti terlihat di video ini, mereka sangat menunggu penumpang yang turun dari kereta dan naik ke commuter setelah semuanya turun.


Kapan yah kita bisa tertib dan teratur seperti ini? (CIAYO Pictures)

Di dalam kereta pun, penumpang sangat tertib. Tidak ada copet, tidak ada maling, tidak ada yang membuka mulutnya, dan tidak ada yang bersuara sedikit pun. Semuanya dengan khidmat menikmati perjalanan walaupun harus berdesak-desakan.

Keadaan di dalam kereta api yang sangat tertib walaupun berdesak-desakan (CIAYO Pictures)

Bahkan tertib mengantri di belakang palang pintu rel kereta api (CIAYO Pictures)

Stasiun Kyoto di Jepang memiliki 12 lantai dari atas hingga ke bawah tanah. Semoga kita memiliki stasiun kereta seperti ini juga di masa yang akan datang (CIAYO Pictures)

Stasiun bawah tanah memiliki pendapatan dari menyewakan lahan untuk pusat perbelanjaan (CIAYO Pictures)

Stasiun bawah tanah memiliki pendapatan dari menyewakan lahan untuk pusat perbelanjaan (CIAYO Pictures)

Tempat penitipan koper bisa menjadi sumber pendapatan lain stasiun kereta api (CIAYO Pictures)

Tempat penitipan koper bisa menjadi sumber pendapatan lain stasiun kereta api (CIAYO Pictures)

Video: Orang Jepang dikenal sebagai bangsa pekerja keras. Mereka tidak begitu pusing memikirkan politik. All they can think of is how to get the next train on time. Terlihat di video ini mereka berjalan cepat-cepat di stasiun kereta (CIAYO Pictures)

Tamparan Keras Bagi Hospitality Indonesia

Kita selalu dielu-elukan bahwa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang ramah. Well, jangan terlena dengan pujian ini, karena bangsa Jepang tidak kalah ramah dan sopan dalam bertutur kata.

Kami sekeluarga mengunjungi Kyoto. Kyoto terkenal dengan objek wisata kebudayaannya. Banyak wisatawan yang rela membayar sewa baju kimono untuk merasakan sensasi menjadi ‘orang Jepang’ (CIAYO Pictures)

Kami sekeluarga mengunjungi Kyoto. Kyoto terkenal dengan objek wisata kebudayaannya. Banyak wisatawan yang rela membayar sewa baju kimono untuk merasakan sensasi menjadi ‘orang Jepang’ (CIAYO Pictures)

Sepertinya mereka belajar banyak dari pengalaman pahit berperang dahulu kala, yang membuat mereka lebih menunduk ketika bertemu orang.

Ada 2 (dua) kata yang selalu berada di dalam struktur kalimat dan terdengar santer di telinga saya selama berada di Jepang selain Ohayou (Selamat pagi) dan Moshi-moshi (Hallo) yaitu Gomenasai (Maaf) dan Kudasai (Silahkan).

Apapun yang terjadi, orang Jepang selalu menunduk untuk menunjukkan tanda hormat (Google Images)

Apapun yang terjadi, orang Jepang selalu menunduk untuk menunjukkan tanda hormat (Google Images)

Tidak hanya itu mereka selalu membungkuk ketika mengucapkan salam atau pun meminta maaf. Ada kalanya seorang pria dewasa membungkuk di depan saya dan meminta maaf hanya karena bersenggolan dengan saya di stasiun, padahal yang nyenggol saya.

Tamparan Keras Bagi Sanitasi Dan Kebersihan Tanah Air

Jika membahas mengenai polusi udara di Jepang, maka saya bisa memberikan kiasan jika airnya saja bisa diminum apalagi udaranya (bisa dihirup).

Karena udaranya yang bersih, maka air hujan yang turun pun memiliki kadar asam yang rendah dan aman bagi jalan-jalan aspal di Jepang. Hampir semua jalanan di Jepang sangat mulus dan sangat sulit menemukan sampah yang berserakan di jalan-jalan Jepang, sesulit mencari tempat sampahnya.

Pusat permainan NAMCO di Kobe. Betapa bersihnya jalan dan udara di Jepang (CIAYO Pictures)

Pusat permainan NAMCO di Kobe. Betapa bersihnya jalan dan udara di Jepang (CIAYO Pictures)

Mengapa demikian? Dari hasil observasi saya, pemerintah jepang memiliki prinsip: tidak ada sampah jika tidak ada tempat sampah. Saya hanya bisa menemukan banyak tempat sampah dan toilet di bawah permukaan tanah Jepang aka Subway. And yes, they come at a few disposals: cans or bottles, plastic, organics, and others.

Tempat sampah seperti ini sangat jamak di stasiun kereta api Jepang. Kalau di Indonesia kan istilahnya “Buang sampah pada tempatnya.”. Kalau disini istilahnya “Buang sampah di lubang yang benar.” (CIAYO Pictures)

Tempat sampah seperti ini sangat jamak di stasiun kereta api Jepang. Kalau di Indonesia kan istilahnya “Buang sampah pada tempatnya.”. Kalau disini istilahnya “Buang sampah di lubang yang benar.” (CIAYO Pictures)

Tempat sampah di ruang publik terbuka, bahkan memiliki ‘lubang’ yang lebih banyak lagi menurut klasifikasi yang berbeda-beda. Ini sangat penting untuk mengurangi emisi gas dan kadar polusi di Jepang yang sebagian besar mendapat kiriman polusi udara dari China (CIAYO Pictures)

Tempat sampah di ruang publik terbuka, bahkan memiliki ‘lubang’ yang lebih banyak lagi menurut klasifikasi yang berbeda-beda. Ini sangat penting untuk mengurangi emisi gas dan kadar polusi di Jepang yang sebagian besar mendapat kiriman polusi udara dari China (CIAYO Pictures)

Toiletnya? Believe me, you would wanna hear this.

Toiletnya is a masterpiece. Hampir semua toilet di tempat-tempat umum seperti di stasiun kereta api dan airport dan bahkan di rumah penduduk yang kecil adalah toilet elektrik otomatis dengan fitur pemanas tempat duduk yang hanya kita temui di hotel-hotel berbintang enam di Jakarta.

Toilet elektrik yang juga ramah untuk kaum disabilitas (CIAYO Pictures)

Toilet elektrik yang juga ramah untuk kaum disabilitas (CIAYO Pictures)

Tombol-tombol untuk menjalankan semua fitur yang ada di sebuah jamban (CIAYO Pictures)

Tombol-tombol untuk menjalankan semua fitur yang ada di sebuah jamban (CIAYO Pictures)

Dan yang terpenting adalah sistem flush toilet Jepang tidak memerlukan jari kita untuk menyentuhnya. Hampir semua toilet dengan merek Toto (merek Jepang) memiliki sensor infrared. Kita cukup melambai saja, air pun langsung keluar membersihkan kotoran di jamban.

Sistem flush toilet yang hanya perlu melambaikan tangan saja tanpa menyentuh tombol flush (CIAYO Pictures)

Sistem flush toilet yang hanya perlu melambaikan tangan saja tanpa menyentuh tombol flush (CIAYO Pictures)

Tamparan Keras Bagi Ekonomi Kreatif Indonesia

Berbicara mengenai ekonomi kreatif, maka ada banyak sektor yang mesti dibahas di sini, salah satunya adalah industri kuliner Jepang. Menu makanan di Jepang bisa dikatakan tidak sebanyak yang ada di tanah air. Mayoritas makanan yang beredar adalah seputar ramen, sushi, katsu, sashimi, teppanyaki, robatayaki, dan shabu-shabu.

Orang Jepang memiliki ide ini: jika mereka memasak di depan customer, akan menambah selera orang-orang yang melihatnya. Mereka menyebutnya dengan sebutan Teppanyaki (CIAYO Pictures)

Beef Katsu yang masih mentah namun pinggirnya sudah digoreng, untuk memakannya kita perlu membakarnya lagi di atas batu yang sudah disediakan. Sangat enak dimakan panas-panas. Gambar berikutnya akan memperlihatkan bagaimana kita bisa masuk ke tempat ini (CIAYO Pictures)

Beef Katsu yang masih mentah namun pinggirnya sudah digoreng, untuk memakannya kita perlu membakarnya lagi di atas batu yang sudah disediakan. Sangat enak dimakan panas-panas (CIAYO Pictures)

Gambar berikutnya akan memperlihatkan bagaimana kita bisa masuk ke tempat ini.

Selamat datang di Jepang, negeri yang sangat efisien (CIAYO Pictures)

Selamat datang di Jepang, negeri yang sangat efisien (CIAYO Pictures)

Lunch box yang dijual di terminal JR Shinkansen. It’s even better than my birthday dinner! (CIAYO Pictures)

Lunch box yang dijual di terminal JR Shinkansen. It’s even better than my birthday dinner! (CIAYO Pictures)

Bahkan mereka bisa menjual makanan mentah dengan sangat mudah jika ditata dengan menarik dan higienis (CIAYO Pictures)

Bahkan mereka bisa menjual makanan mentah dengan sangat mudah jika ditata dengan menarik dan higienis (CIAYO Pictures)

Biskuit yang dijual di Tokyo Disneyland menggunakan aset intellectual property dan bentuk yang menarik (CIAYO Pictures)

Biskuit yang dijual di Tokyo Disneyland menggunakan aset intellectual property dan bentuk yang menarik (CIAYO Pictures)

Namun yang menarik di sini adalah, warga Jepang sepertinya sangat bangga dengan semua kulinernya. Hampir semua rumah makan di Jepang memajang besar-besar spanduk atau neon berisi gambar makanannya.

Bahkan tidak sedikit yang membuat model makanan dari lilin sehingga menyerupai bentuk makanan aslinya! Inilah salah satu bentuk kreatifitas Jepang terhadap industri kulinernya. Mereka bisa mengemas makanan yang monoton itu-itu saja menjadi makanan yang luar biasa dan higienis.

Menu sample Katsu di restoran yang terbuat dari bahan lilin dan plastik (CIAYO Pictures)

Menu sample Katsu di restoran yang terbuat dari bahan lilin dan plastik (CIAYO Pictures)

Menu sample makanan fusion yang terbuat dari bahan lilin dan plastik (CIAYO Pictures)

Menu sample makanan fusion yang terbuat dari bahan lilin dan plastik (CIAYO Pictures)

Saya pun tidak berpikir dua kali untuk menyuapi si kecil dengan makanan-makanan ini dan ia terlihat sangat menikmatinya.

Si kecil sedang makan ramen Ichiro yang sangat terkenal disini (CIAYO Pictures)

Si kecil sedang makan ramen Ichiro yang sangat terkenal disini (CIAYO Pictures)

Untuk makan ramen ini, Anda perlu antri untuk bayar pakai slot machine terlebih dahulu lalu kemudian Anda akan antri lagi menunggu meja yang kosong sebelum makanan diantarkan ke meja Anda (CIAYO Pictures)

Untuk makan ramen ini, Anda perlu antri untuk bayar pakai slot machine terlebih dahulu lalu kemudian Anda akan antri lagi menunggu meja yang kosong sebelum makanan diantarkan ke meja Anda (CIAYO Pictures)

Percayalah, cheese cake ini jauh lebih legit dan enak daripada yang sedang beredar di Jakarta akhir-akhir ini (CIAYO Pictures)

Percayalah, cheese cake ini jauh lebih legit dan enak daripada yang sedang beredar di Jakarta akhir-akhir ini (CIAYO Pictures)

Penampakan antrian cheese cake legendaris ini. Bisa didapat dengan harga 685 Yen per potongnya atau sekitar Rp 80 ribu (CIAYO Pictures)

Penampakan antrian cheese cake legendaris ini. Bisa didapat dengan harga 685 Yen per potongnya atau sekitar Rp 80 ribu (CIAYO Pictures)

Bahkan makanan-makanan dengan bendera franchise mancanegara di sini pun memiliki bahan dan kualitas yang lebih prima daripada asal negaranya.

Tampak depan KFC Jepang. Memang terlihat sama seperti KFC yg lain, namun Anda perlu melihat burger yang mereka sajikan (CIAYO Pictures)

Tampak depan KFC Jepang. Memang terlihat sama seperti KFC yg lain, namun Anda perlu melihat burger yang mereka sajikan (CIAYO Pictures)

Burger di KFC Jepang. Tampilan sesuai dengan gambar 95% dan rasanya enak sekali (CIAYO Pictures)

Burger di KFC Jepang. Tampilan sesuai dengan gambar 95% dan rasanya enak sekali (CIAYO Pictures)

Burger di McDonalds. Tampilan sesuai dengan gambar 90% dan rasanya? World class burger (CIAYO Pictures)

Burger di McDonalds. Tampilan sesuai dengan gambar 90% dan rasanya? World class burger (CIAYO Pictures)

Kebab di Jepang dengan porsi yang sangat besar (CIAYO Pictures)

Kebab di Jepang dengan porsi yang sangat besar (CIAYO Pictures)

Kentang Goreng special edition yang menemani kebab di atas (CIAYO Pictures)

Kentang Goreng special edition yang menemani kebab di atas (CIAYO Pictures)

Setelah puas kita membahas industri kuliner Jepang yang membuat kita lapar, ada baiknya kita juga membahas industri komik dan mainan di sini.

Untuk dunia perkomikan dan mainan, jangan ditanya. Jepang sudah ‘menjajah’ Indonesia sejak tahun 1980-an dengan berbagai komik manga dan film animenya. Mereka sangat bangga menggunakan produk-produk dalam negeri dan berhasil menjadi influencer ke seluruh dunia.

Sebut saja Goggle V, Ksatria Baja Hitam, Nintendo, Playstation, Gundam, Doraemon, Dragon Ball, Sinchan, dan lain-lain.

Komik-komik ini dipajang di etalase depan Toserba Family Mart (CIAYO Pictures)

Komik-komik ini dipajang di etalase depan Toserba Family Mart (CIAYO Pictures)

Komik-komik yang dipajang di Toserba 7-Eleven! Sepertinya 7-Eleven Indonesia perlu mencontoh strategi ini (CIAYO Pictures)

Komik-komik yang dipajang di Toserba 7-Eleven! Sepertinya 7-Eleven Indonesia perlu mencontoh strategi ini (CIAYO Pictures)

Komik-komik yang dipajang dan tertata rapi di stasiun kereta api (CIAYO Pictures)

Komik-komik yang dipajang dan tertata rapi di stasiun kereta api (CIAYO Pictures)

Komik ini dijual dan dipajang di sebuah restoran! (CIAYO Pictures)

Komik ini dijual dan dipajang di sebuah restoran! (CIAYO Pictures)

Membaca komik sudah menjadi kebiasaan orang Jepang, bahkan ketika sedang di pesawat (CIAYO Pictures)

Membaca komik sudah menjadi kebiasaan orang Jepang, bahkan ketika sedang di pesawat (CIAYO Pictures)

Komik sudah dipakai sebagai alat menyampaikan pesan di berbagai media. Di gambar ini majalah ANA Airlines sedang merayu pembeli untuk membeli barang-barang melalui komik (CIAYO Pictures)

Komik sudah dipakai sebagai alat menyampaikan pesan di berbagai media. Di gambar ini majalah ANA Airlines sedang merayu pembeli untuk membeli barang-barang melalui komik (CIAYO Pictures)

Ilustrasi promo di taksi dengan menggunakan karakter (CIAYO Pictures)

Ilustrasi promo di taksi dengan menggunakan karakter (CIAYO Pictures)

Pusat informasi menggunakan intellectual property berupa maskot untuk menarik perhatian (CIAYO Pictures)

Pusat informasi menggunakan intellectual property berupa maskot untuk menarik perhatian (CIAYO Pictures)

Jangan kelamaan memandangnya, karena kalau tidak tahan, Anda akan merogoh kocek yang tidak sedikit (CIAYO Pictures)

Jangan kelamaan memandangnya, karena kalau tidak tahan, Anda akan merogoh kocek yang tidak sedikit (CIAYO Pictures)

Oke deh, bagian dari fan’s service, saya zoom nih supaya puas memandangnya (CIAYO Pictures)

Oke deh, bagian dari fan’s service, saya zoom nih supaya puas memandangnya (CIAYO Pictures)

Selamat datang di Kiddy Land Rilakkuma! (CIAYO Pictures)

Selamat datang di Kiddy Land Rilakkuma! (CIAYO Pictures)

Orang Jepang pintar mengemas sebuah intellectual property untuk menjadi international brand yang mendunia. Lihat bagaimana rapinya mereka membuat boneka Rilakkuma ini (CIAYO Pictures)

Orang Jepang pintar mengemas sebuah intellectual property untuk menjadi international brand yang mendunia. Lihat bagaimana rapinya mereka membuat boneka Rilakkuma ini (CIAYO Pictures)

Jadi sumber daya utama Jepang sekarang bisa dikatakan adalah kebudayaan dan ekonomi kreatifnya. Menurut saya, Indonesia harus mulai belajar dan bercermin ke Jepang sebelum sumber daya alam kita habis dalam beberapa dasawarsa ke depan.

Untuk menutup artikel ini, saya ingin mengajak Anda-Anda semua yang memiliki Intellectual Property (IP) untuk berkolaborasi membuat komik bersama CIAYO Comics Situs Komik Indonesia. Karena membuat komik adalah awal yang bagus untuk mengembangkan sebuah IP. Jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan bisa menghubungi saya di b@ciayo.com.

Sampai jumpa Jepang, terima kasih karena telah menjadi host yang baik bagi kami sekeluarga! Moshi-moshi!

About Author

Borton

Borton

He's the crazy brain behind all of these. He pushes and makes us believe that there is nothing we can’t do. He is an optimist who makes us believe that this team can create and invent great things to serve and enhance the way people live their life. His vision paving the long road we take in this journey. His experiences makes us aware of every obstacles ahead. His presence in this team is so important as our friend and leader who always eat last and makes us feel secure to take every risk. He loves to write fiction story and also the writer of Fourger Inc on CIAYO Comics.

Comments

Most
Popular

Sabrina – Chapter 8: Makan Malam di Jimbaran

Mobil Vincent berhenti di sebuah restoran pinggir pantai Jimbaran. Makan malam macam apa ini, pikir Sabrina... more

Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Kamu Datang ke BEKRAF Game Prime

BEKRAF Game Prime  kembali lagi tahun ini! Buat Kamu-kamu yang hobi nge-game, bisa nih datang ke acara ini... more

(Sumber: reddit)

Gawat, Mobile Legends Digugat oleh League of Legends!

Akhir-akhir ini beredar kabar bahwa Riot Games, perusahaan game indie asal AS mengugat Shanghai Moonton Technology, peru.. more

Liputan: Anime Matsuri 2017

Event Anime Matsuri turut menghadirkan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pop culture, salah satunya CIAYO Comi.. more

13 Reasons Why. (Sumber: tumblr)

Film Ini Menceritakan Berbagai Macam Cara Bunuh Diri

13 Reasons Why adalah salah satu TV series controversial yang hadir dengan genre slice of life di tahun 2017. Di rilis o.. more