Hikayat Vandaria: Frameless, Sosok Menakutkan Yang Mirip Manusia

1 year ago
(duniaku.net)

Frameless? Apa tuh? Kenapa tanpa bingkai? Emangnya jendela?

Berbeda dari mereka yang sering mendalami hikayat Vandaria, orang awam tentu tidak familier dengan istilah frameless. Kata ini memang memiliki konotasi khas dengan Vandaria Saga yang sebentar lagi akan menelurkan hasil kolaborasinya dengan CIAYO Comics. Supaya makin kenal dengan Vandaria, ayo kita dalami dulu makhluk fantastis ini.

Di Vandaria, ada satu ras yang sering disebut sebagai Frameless. Kisah-kisah Vandaria sering memunculkan kaum ini, bahkan kerap menjadi tema utama dalam sejarahnya yang penuh konflik. Dibandingkan manusia yang emosional, frameless hidup berdasarkan nalar dan logika. Mereka bisa mengabaikan emosi, lho! Mirip psikopat, ya? Gara-gara ini, mereka jadi kurang mampu mengapresiasi banyak hal yang biasa diapresiasi manusia, seperti kebaikan, belas-kasih, pandangan orang lain, keindahan, humor, norma, tren, urusan orang lain, kecantikan, dan lain-lain. Kehidupan yang kering, ya? Bisa jadi. Tapi mereka tidak suka mengendus urusan orang lain, jadi percayalah, tiada ghibah di antara frameless. Just cold-blooded facts!

Beberapa frameless yang ada dalam kartu Vandaria Wars. (Sumber: Duniaku.net)

Beberapa frameless yang ada dalam kartu Vandaria Wars. (Sumber: Duniaku.net)

Sifat ini yang kemudian membuat bangsa Frameless terkesan congkak dan dingin. Mereka menjunjung tinggi nilai-nilai tertentu seperti ‘menjadi yang terbaik’. Iya, udah congkak, ambisius juga. Mereka ini selalu ingin lebih hebat daripada makhluk lain, apalagi manusia. Manusia bahkan sering dianggap budak; ini berkaitan dengan ajaran/doktrin religi mereka yang diberi nama Vanaadinnahkah.

Pasti seru ngucapinnya.

Nah, secara umum, Frameless sangat mirip dengan manusia. Yang paling membedakan hanya rambut yang biasa berwarna putih-keperakan. Ada lagi warna bola mata kiri-kanan selalu berbeda (cenderung warna terang) plus warna kulit pucat—entah putih pucat atau hitam pucat. Keren!

Rozmerga, seorang gadis frameless dari Ordo Vhranas. (Sumber: Hantwo dari deviantart)

Rozmerga, seorang gadis frameless dari Ordo Vhranas. (Sumber: Hantwo dari deviantart)

Katanya nih, kulit mereka begitu karena warna darah frameless warnanya merah-kusam. Agak kelabu gitu guys. Meski ngga menarik, darah frameless ini spesial pake telor. Jika darah frameless didonorkan untuk manusia, penerimanya bisa mati dalam waktu dekat. Padahal frameless biasa-biasa aja kalau terima darah manusia. Anomali ini tidak dapat dijelaskan oleh ilmu medis Vandaria dan seringkali dikaitkan dengan doktrin Vanaadinnahkah, bahwa manusia diciptakan Vanadis bagi Frameless untuk dijadikan budak.

Selain itu umur mereka notabene lebih panjang dari manusia, bisa sampai 250 tahun. Lagi-lagi ini bikin mereka jadi merasa pantas membabukan manusia. Hmm.

Tapi, tahu nggak? Bangsa Frameless cenderung spiritualis, lho. Dari hasil meditasi ketat, mereka bisa memiliki kontrol diri hebat. Mereka ini umumnya vegetarian lho. Mereka juga jarang mengonsumsi alkohol, kecuali satu minuman beralkohol yang hanya diminum saat acara-acara sakral dan penting. Namanya Nektar Vanadis; warnanya kuning transparan dan bercahaya. Enak ga ya? Ha! Tanya Frameless sana!

Beberapa frameless yang tergabung dalam Lima Pahlawan Elir. (Sumber: Vandaria Saga – Takdir Elir)

Beberapa frameless yang tergabung dalam Lima Pahlawan Elir. (Sumber: Vandaria Saga – Takdir Elir)

Nah, gimana? Sudah cukup kan pengenalannya dengan kaum Frameless? Aspek mana yang paling kamu suka dari Frameless ini? Share yuk di kolom komentar.

Buat bro sis yang pengen tahu lebih lanjut tentang Vandaria dan ras-ras lainnya, bisa mampir ke booth nya CIAYO Comics di BEKRAF Game Prime 2017. Yuk, ajak temen-temen, sanak keluarga, dan gebetan ke Balai Kartini 29&30 Juli 2017.

About Author

Inri

Inri

Writer, musician, and a certified procrastinator, Inri is an elusive creature who writes once in a blue moon. The only known way to summon this mystical being is to call its name three times in front of a pizza. No one would come, but at least you have a pizza.

Comments

Most
Popular

Logo internasional game sepakbola ciptaan Konami Jepang. Sumber gambar: game-debate.com

Winning Eleven/Pro Evolution Soccer: Game Wajib Sejuta Umat Gamers PS Indonesia

Rasanya tidak akan ada yang komplain jika dikatakan kalau game sepakbola Winning Eleven/WE (atau dalam judul internasion.. more

00-d-netflix-menguasai-pasar

Netflix Makin Sibuk Menguasai Pasar Hiburan Amerika dan Dunia

Perlahan-lahan, Netflix menguasai bisnis hiburan dunia. Mereka berani menciptakan acara sendiri dan mengambil acara gaga.. more

Sumber gambar: digitaltrends.com

Deretan Game-Game Top PlayStation 4 & Xbox One yang Akan Rilis 2018

Geliat awal tahun terasa di berbagai sisi industri entertainment. Franchise lama maupun IP baru mulai bermunculan dan me.. more

Pasar Komik Bandung 6. (Fanpage Pakoban)

Liputan: Pakoban (Pasar Komik Bandung) 6

Tanggal 13-14 Mei 2017 jadi tanggal yang sangat berkesan di dunia komik Indonesia, karena di tanggal inilah acara Pasar .. more

Kembalinya Sang Legenda dari Gua Hantu

Momen booming-nya industri komik digital saat ini tidak disia-siakan oleh Bumi Langit sebagai management IP yang konsist.. more