Hobbs & Shaw: Spinoff Fast & Furious Tampilkan Aksi Menyenangkan

3 weeks ago
hobbs & shaw

Hobbs & Shaw sejatinya bukan spinoff pertama dari serial Fast & Furious. Seri film aksi yang dibungkus kemasan balapan mobil ini, sebelumnya sudah merilis beberapa film pendek seperti The Turbo Charged Prelude dan Los Bandoleros. Bahkan Tokyo Drift pun dianggap sebagai spinoff sebelum di-retcon ke dalam cerita utama Fast & Furious. Mungkin bisa dikatakan bahwa ini adalah spinoff Fast & Furious yang mendapatkan perlakuan layaknya film-film Fast & Furious utama.

Seperti judulnya, Hobbs & Shaw bakal menceritakan dinamika antara agen DSS Luke Hobbs (diperankan Dwayne Johnson) dan penjahat licin Deckard Shaw (diperankan Jason Statham). Melihat jajaran bintangnya, sudah pasti film ini bakal dipenuhi adegan baku hantam keras dan menegangkan. Apalagi kedua tokoh yang mereka mainkan memiliki chemistry menarik di film Fate of the Furious. Jadi, bagaimana perkembangan karakter mereka di spinoff kali ini?

Baca Juga: Fate of the Furious Hambar Tanpa Paul Walker

Kiri ke kanan: Jason Statham, Idris Elba, Dwayne Johnson. Sumber: TheGrio
Kiri ke kanan: Jason Statham, Idris Elba, Dwayne Johnson. Sumber: TheGrio

Hobbs dan Shaw dihubungi oleh CIA untuk menemukan virus Snowflake yang dicuri oleh agen MI6 yang membelot di London. Saat dipertemukan, keduanya sudah saling tidak menyukai dan memutuskan untuk bekerja sendiri-sendiri. Hobbs berhasil menemukan agen MI6 yang membelot itu dan membawanya ke persembunyian CIA. Situasi menjadi rumit setelah Shaw muncul dan mengungkap bahwa agen tersebut adalah adik perempuannya, Hattie Shaw (diperankan Vanessa Kirby).

Hattie mengaku bahwa virus Snowflake kini ada di dalam tubuhnya untuk menghindari serangan kelompok teroris Eteon. Brixton Lore (diperankan Idris Elba), pemimpin pasukan Eteon yang diperkuat implan robotik, membunuh semua tim Hattie dan menuduhnya sebagai pengkhianat. Tak lama kemudian, Brixton dan timnya menyerbu persembunyian CIA. Hobbs, Shaw, dan Hattie berhasil kabur, namun dicap pula sebagai pengkhianat berkat manipulasi Eteon. Hobbs, Shaw, dan Hattie kini harus lari dari kejaran Eteon sambil mencari cara mengambil virus dari tubuh Hattie sebelum ia mati dan menyebarkan virus tersebut.

Hattie menjadi sebuah plot device yang diperebutkan protagonis dan antagonis dalam film Hobbs & Shaw. Sumber: Yam
Hattie menjadi sebuah plot device yang diperebutkan protagonis dan antagonis dalam film Hobbs & Shaw. Sumber: Yam

Sejujurnya, plot bukanlah kekuatan utama dari film-film Fast & Furious. Begitu pula dengan film Hobbs & Shaw yang tidak menampilkan teknik penyusunan plot dan twist yang mengesankan. Satu hal yang membuat film ini menarik adalah interaksi dan chemistry antara karakternya, yang sudah terbangun dalam 2-3 film terakhir.

Lebih lanjut yang membuat film semakin asyik untuk ditonton adalah nuansa dan atmosfir yang ditampilkan film ini. Ya, misi Eteon adalah menggunakan virus Snowflake untuk membinasakan manusia-manusia lemah di dunia. Namun film ini tidak menghadapi plot tersebut dengan terlalu serius. Memang ada saatnya film masuk ke momen dramatis, namun secara keseluruhan plot Hobbs & Shaw terasa cukup ringan tanpa berusaha untuk terlalu lebay dan gila-gilaan.

Hobbs dan Shaw selalu mencoba bersaing satu sama lain. Sumber: The Hollywood Reporter
Hobbs dan Shaw selalu mencoba bersaing satu sama lain. Sumber: The Hollywood Reporter

Ada beberapa momen di mana para karakternya bisa berekspresi “lepas” dan sedikit berkelakar. Contohnya sosok Hobbs dan Shaw sendiri yang senantiasa berdebat kusir. Momen-momen di mana mereka saling mengejek dan menyombongkan kemampuan ternyata mampu memancing tawa. Belum lagi kemunculan mengejutkan dari dua bintang film Deadpool: Ryan Reynolds (Wade Wilson/Deadpool) dan Rob Delaney (Peter W.); serta komedian Kevin Hart yang menjadi comic relief dari film ini.

Oh ya, tentu bukan film Fast & Furious jika Hobbs & Shaw tidak mengangkat elemen yang belakangan ini jadi tema utama Fast & Furious: keluarga. Ratingnya yang diset ke 17+ memang bukan film aksi keluarga untuk semua umur, tapi Hobbs & Shaw kembali menekankan nilai-nilai keluarga dalam ceritanya. Kedua tokoh utama kita memiliki masalah keluarga mereka sendiri.

Ambil contoh bagaimana Hobbs kesulitan untuk mengenalkan anaknya ke keluarga besarnya di Samoa karena meninggalkan mereka di masa-masa sulit. Atau bagaimana Shaw yang kesulitan memperbaiki hubungan kekeluargaannya dengan Hattie. Mengangkat masa lalu Hobbs dan Shaw merupakan langkah yang bagus untuk memperdalam karakter mereka. Namun dalam eksekusinya, kisah mereka malah dituturkan secara sekilas dan lebih terasa seperti distraksi yang mudah terlupakan.

Hobbs dan Shaw tengah diinterogasi. Sumber: The Stranger
Hobbs dan Shaw tengah diinterogasi. Sumber: The Stranger

Film 2 Fast 2 Furious mungkin memiliki atmosfir yang paling dekat dengan Hobbs & Shaw. Sekuel The Fast & The Furious ini menampilkan Brian O’Connor (diperankan alm. Paul Walker) bersama teman masa kecilnya Roman Pearce (diperankan Tyrese Gibson) yang bekerja sama membongkar sindikat narkoba di Miami. Film ini menampilkan dua tokoh utama yang bermusuhan dan menjalankan misi semau mereka sendiri, namun pada akhirnya bekerja sama untuk menyelesaikan tujuan yang sama. Selain itu, atmosfirnya tidak segelap dan seserius film pertamanya, dan fokus mengulas persahabatan Brian dan Roman.

2 Fast 2 Furious dianggap sebagai salah satu film Fast & Furious yang lemah, dan Hobbs & Shaw mungkin juga akan dianggap demikian. Film ini ditengarai menjadi alasan kenapa film Fast & Furious ke-9 mandek di tengah jalan dan sempat membuat Tyrese Gibson kesal. Tyrese punya alasan untuk kesal karena film spinoff ini seakan tidak terhubung dengan dunia utama Fast & Furious. Tidak ada anggota keluarga Toretto original yang tampil, barang satu orang pun, namun hanya menampilkan koneksi-koneksi ambigu.

Yah, apa boleh buat. Serial Fast & Furious memang bukan film yang menonjolkan kekuatan ceritanya. Namun jika kamu sudah terhibur saat menonton Hobbs dan Shaw saling tonjok dan meliuk di tengah-tengah jalan dengan mobil mereka, Hobbs & Shaw sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

00-d-chvrches

CHVRCHES Rilis Video Klip Anime “Out of My Head”

Bersama grup Jepang Wednesday Campanella, CHVRCHES merilis lagu dan video klip Out of My Head yang bernuansa anime bange.. more

Sumber gambar: arstechnica.comSumber gambar: arstechnica.com

Project Yeti: Usaha Google Menyaingi The Big Three of Video Games?

Bisnis gaming mobil Google pada prinsipnya sama bagus dengan Apple. Mereka berbagi ceruk pasar di bagian ini seperti Nin.. more

00-jason-momoa-lobo

Apa Jadinya Kalau Jason Momoa Berperan Sebagai Lobo?

Jason Momoa tampil memukau sebagai Aquaman. Namun ternyata ada sosok karakter DC Comics yang punya penampilan mirip deng.. more

Game of Thrones (Sumber: giantbomb.com)

Banyak Pelajaran Yang Bisa Dipetik Dari Game of Thrones

Game of Thrones gak hanya seru untuk ditonton seriesnya, tapi ada pelajaran yang bisa diambil dari drama ini. Salah satu.. more

Game Yakuza Dimainkan Yakuza Betulan?!

Apa kata yakuza betulan tentang game Yakuza (Ryu ga Gotoku) buatan SEGA? Reaksi dan jawaban mereka cukup mengejutkan!.. more