Hollywood Seharusnya Membuat Film Dari Manga 80-90an Ini

7 months ago
Anime 90an yang layak di-live action-kan. Sumber gambar: downthetubes.net

Belakangan ini Hollywood gencar mengadaptasi manga maupun anime yang berasal dari Jepang. Terkini ada film live action “Ghost In The Shell” yang merupakan adaptasi dari anime berjudul sama (攻殻機動隊 / Kokaku Kidotai GHOST IN THE SHELL) keluaran 1995. Walau film ini relatif bagus dalam hal adaptasinya namun kritik tetap datang menghajar; terutama di bagian yang populer disebut sebagai ‘whitewashing’.

Istilah ini merujuk pada penggantian ras pada karakter yang di adaptasi. Misalnya karakter L di film “Death Note” Netflix yang memakai aktor bule, sementara L (di anime dan manga) berasal dari ras Jepang. Atau karakter Motoko Kusanagi di film “Ghost in the Shell” yang diperankan aktris kulit putih Scarlet Johansson.

‘Whitewashing’ Motoko Kusanagi yang tidak diterima baik oleh otaku. Sumber gambar: independent.co.uk

‘Whitewashing’ Motoko Kusanagi yang tidak diterima baik oleh otaku. Sumber gambar: independent.co.uk

Ini mungkin dirasa non-esensial buat studio film Hollywood, namun berdampak besar pada penerimaan fans. Mereka (terutama fans garis keras/otaku) tidak akan menerima ‘whitewashing’ karena menganggap hal itu merusak apa yang sudah baku di dalam manga/anime yang di adaptasi ke film Hollywood.

Padahal jika Hollywood mau melihat agak jauh ke belakang, ada banyak manga atau anime yang cocok menggunakan aktor berkulit putih. Karena di era 80-90an, banyak manga serta anime yang menggunakan karakter demikian. Beberapa diantaranya bahkan sangat ideal untuk di adaptasikan ke film Hollywood karena memiliki jalan cerita drama atau aksi yang disukai penonton film di Amerika (dan dunia pada umumnya).

Candy Candy

‘Whitewashing’ Motoko Kusanagi yang tidak diterima baik oleh otaku. Sumber gambar: independent.co.uk

Manga & anime legendaris yang ideal jadi film Hollywood. Sumber gambar: hulkshare.com

Untuk generasi 80an Indonesia yang sempat punya/baca manga Candy Candy tentu masih ingat judul ini. Tentang bagaimana plot manga klasik karangan Kyoko Mizuki (naskah) dan Yumiko Igarashi (ilustrasi) ini. Walau secara teknis shojo manga ini berasal dari tahun 70an, tapi kita di Indonesia mengenalnya di akhir 80an. Candy Candy menceritakan perjalanan hidup seorang perempuan yatim piatu bernama Candice “Candy” di era Perang Dunia 1. Dengan latar belakang Amerika Serikat pada masa Perang Dunia 1 plus karakter-karakter yang semuanya digambarkan sebagai orang Barat, Candy Candy sangat cocok untuk dijadikan film teatrikal oleh Hollywood. Tidak akan terjadi ‘whitewashing’ karena memang penggambarannya tepat untuk jadi film Hollywood.

Cowboy Bebop

Para bounty hunters crew spaceship Bebop. Sumber gambar: studybreaks.com

Para bounty hunters crew spaceship Bebop. Sumber gambar: studybreaks.com

Cowboy Bebop juga tepat untuk digarap Hollywood. Anime yang dirilis tahun 1998 ini dikenal kontroversial saat ditayangkan di televisi publik TV Tokyo karena kontennya yang dewasa, sehingga dipindah ke saluran televisi berbayar WOWOW. Anime ini tergolong sukses baik di Jepang dan terutama di Amerika Serikat. Kisah para pemburu buronan luar angkasa Spike Spiegel, Faye Valentine, Ed Wong, Jet Black, dan seekor anjing ras corgi bernama Ein ini dirasa sangat ideal untuk dijadikan film bioskop oleh Hollywood. Karakter-karakter Cowboy Bebop juga dapat diisi oleh aktor dan aktris kulit putih karena mereka tidak digambarkan sebagai orang Asia. Sempat berhembus rumor kalau Keanu Reeves akan berperan di film live action Cowboy Bebop, namun hingga hari ini tidak ada berita valid kalau film live action Cowboy Bebop akan beneran dibuat.

The Rose of Versailles

Manga / anime berlatar belakang Revolusi Perancis. Sumber gambar: crunchyroll.com

Manga / anime berlatar belakang Revolusi Perancis. Sumber gambar: crunchyroll.com

Manga karangan Riyoko Ikeda ini rilis tahun 1972 (satu angkatan dengan Candy Candy) dan konon populer bahkan hingga hari ini di Italia. Dengan setting cerita sebelum dan selama Revolusi Perancis plus jalinan kisah romantis terlarang antara tokoh utamanya Oscar François de Jarjayes, seorang wanita yang dibentuk ayahnya sebagai lelaki dengan Rosalie Lamorlière serta tokoh sejarah Perancis terkenal Marie Antoinette, praktis shojo manga ini memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk sebuah film kolosal Hollywood yang berlatar belakang sejarah dan kontroversi. Walau karakter Oscar ini bukan tokoh sejarah asli, namun hal itu tidak akan jadi masalah berarti di kisah fiksi berlatar sejarah seperti itu.

Gunnm/Battle Angel Alita

Gunnm alias Battle Angel Alita. Sumber gambar: collider.com

Gunnm alias Battle Angel Alita. Sumber gambar: collider.com

Dunia post-apocalyptic di manga yang rilis tahun 1990 ini sudah pasti cocok dengan selera pasar Amerika yang doyan tema kekacauan dunia pasca perang atau bencana besar. Manga Gunnm karangan Yukito Kishiro ini mengisahkan cyborg bernama Alita (atau Gally di versi Jepang) yang kehilangan ingatan saat ditemukan dalam kondisi tubuh hacur (hanya tersisa kepala dan dada). Walau memiliki karakter Jepang bernama Daisuke Ido, yang menemukan dan merakit kembali Alita, hal ini mudah diatasi dengan memakai aktor Jepang. Alita sendiri tidak digambarkan sebagai ras Jepang, sehingga aktris kulit putih dapat memerankannya. Sutradara kondang James Cameron (populer dengan film Terminator dan Avatar) memiliki hak untuk membuat film live action Gunnm, dan rumornya film ini semakin mendekati kenyataan untuk dibuat dalam waktu dekat walau tidak ada pengumuman resmi.

Gunsmith Cats

Manga dengan atmosfir All-American. Sumber gambar: mycomicshop.com

Manga dengan atmosfir All-American. Sumber gambar: mycomicshop.com

Saya rasa pembaca manga buatan Kenichi Sonoda tahun 1991 ini pasti setuju kalau Gunsmith Cats sangat cocok untuk dibuat jadi film Hollywood. Cerita pemilik toko senjata dan pemburu buronan Irene “Rally” Vincent bersama asistennya May “Minnie” Hopkins ini sangat seru untuk diikuti karena aksi dan temanya keren. Dengan karakter berkulit putih dan setting digambarkan sebagai kota Chicago di Amerika Serikat, rasanya manga ini sudah memenuhi persyaratan dasar untuk jadi film bioskop garapan Hollywood. Apalagi Rally digambarkan mengemudikan mobil American Muscle Car legendaris Shelby Cobra GT-500 yang semakin menambah ‘cita rasa Amerika’ di Gunsmith Cats. Manga ini ideal di segala sisi untuk dijadikan film layar lebar Hollywood.

Sebenarnya ada banyak lagi manga maupun anime Jepang era 80-90an yang ideal dijadikan film bioskop Hollywood tanpa harus mengalami ‘whitewashing’ yang potensial merusak film ataupun harapan fans asli manga ataupun anime yang dimaksud. Namun itu semua tergantung keberanian produser film dalam mengadaptasi manga atau anime tadi agar sama baik dengan (atau kalau bisa lebih baik dari) sumber asli.

Buat bro sis sendiri, ada nggak judul manga atau anime era 80-90an yang cocok dijadiin film? Kalau ada boleh komen di kolom komentar ya!

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Patut Dicontoh, Berikut 5 Daftar Selebriti yang Berbisnis Sambil Beramal!

Lima seleb ini punya metode yang lebih seru. Mereka menjalankan bisnis sambil sekalian beramal saat melakukannya. Siapa .. more

Sumber: shorts.shef.ac.uk

A Silent Child, Peraih Piala Oscar Live Action Short Movie

Film A Silent Child ini bercerita mengenai seorang gadis tuna rungu bernama Libby (Maisie Sly). Dalam keluarganya, Libby.. more

00-d rediscover

Rediscover: Love

Bagaimana kamu bisa memasukkan tema Rediscover dalam komik romance? Artikel ini bakal membantu kamu di CIAYO Comics Chal.. more

Sumber: Konami.com

Konami Rilis 5 Menit Single-Player Gameplay. Bisakah Metal Gear Survive Bertahan Tanpa Kojima?

Pada acara Tokyo Game Show 2016, pihak Konami sudah memperlihatkan bagaimana gameplay dari seri terbaru “Metal Gear”.. more

Sumber: www.playstation.com

Game Shadow of the Colossus, Karya Seni yang Selalu Dihidupkan Kembali

“Shadow of the Colossus” adalah salah satu dari sekian banyak video game yang bisa dikatakan sebagai karya seni deng.. more