Pop Indonesia dan Jepang Bersatu Di ikkubaru Showcase Debut

2 months ago
00-d-ikkubaru-showcase-debut

Musik city pop kembali jadi tren masa kini. City pop adalah musik pop asal Jepang dengan pengaruh genre musik lain seperti adult contemporary dan jazz fusion. Muncul di periode tengah tahun 70-an, pergerakan musik city pop sempat redup saat Jepang dilanda krisis tahun 90an. Namun kini di Jepang dan beberapa negara lain, city pop kembali populer di kalangan musisi indie. Jika dulu ada artis-artis city pop macam Tatsuro Yamashita, Mariya Takeuchi, dan Yumi Matsutoya, maka di era modern ini ada pula Awesome City Club, Shin Rizumu, Especia, dan juga ikkubaru.

01 ikkubaru showcase debut

ikkubaru Ki-ka: Iqbal, Fauzi, Rizki, Banon. (Sumber: Hope You Smile Records)

Beda dengan anggapan beberapa orang, ikkubaru yang populer di skena city pop Jepang ini ternyata berasal dari Indonesia! Berdiri sejak 2011, band yang digawangi Iqbal (vokal, gitar, synth), Rizki (vokal, gitar), Fauzi (bas), dan Banon (drum) ini memulai karir mereka dengan musik yang diproduksi secara indie.

Terinspirasi musik-musik city pop dan adult contemporary, musik ikkubaru berhasil menarik perhatian promotor musik Jepang. EP perdana mereka, Hope You Smile, rilis via netlabel populer Maltine Records, sementara album perdana Amusement Park diproduksi lewat label pribadi Hope You Smile Records yang berbasis di Jepang.

Reputasi ikkubaru di Jepang pun semakin kuat lewat berbagai kolaborasi dan tur. Tercatat ikkubaru sudah tiga tahun mengadakan tur/roadshow di berbagai kota besar di Jepang seperti Tokyo, Osaka, Fukuoka, dan Kobe. Iqbal dan kawan-kawan juga terlibat dalam produksi artis Jepang lain seperti Especia, Faint*Star, Tofubeats, Tweedees, Hoshino Michiru, Wakita Monari, dan masih banyak lagi.

Dengan segala prestasi mentereng tersebut, ada satu pertanyaan yang cukup mengganjal: bagaimana dengan Indonesia? Apa yang membuat nama ikkubaru di Indonesia kurang sama harumnya dengan di Jepang?

Hal itu nampaknya akan segera berubah dengan diadakannya konser showcase perdana ikkubaru di Indonesia. Diadakan tanggal 13 April lalu, ikkubaru Showcase Debut ini merupakan bagian dari rangkaian acara Music Chamber yang diadakan di Lawangwangi Creative Space di Dago, kota Bandung.

02-ikkubaru-showcase-debut

ikkubaru Showcase Debut ini adalah konser tunggal perdana ikkubaru di Indonesia. (Sumber: CIAYO Pictures)

ikkubaru Showcase Debut diselenggarakan untuk merayakan 7 tahun kiprahnya di industri musik. Acara dimulai sekitar pukul 8 malam. Suasana Dago yang baru saja dihujani gerimis ringan, dibuat mellow dan lembut dengan lagu pembuka instrumental Anything. ikkubaru yang saat itu tampil dalam formasi 5 orang, menampilkan keyboardist Kevin dari band Sarasvati. Seaside menjadi lagu selanjutnya yang dinyanyikan Iqbal, diambil dari EP kedua mereka, Brighter.

03-ikkubaru-showcase-debut

Imam dari Lightcraft menjadi guest vocalist pertama. (Sumber: CIAYO Pictures)

Penampilan ikkubaru dilanjutkan dengan Do You yang dinyanyikan Rizki, dan kemudian disusul Blue Waltz yang sangat melankolis. Penampilan spesial pertama ikkubaru hadir lewat kolaborasi bersama vokalis band Lightcraft, Imam. Ia datang sebagai guest vocalist untuk lagu andalan ikkubaru, City Hunter.

04-ikkubaru-showcase-debut

Iqbal banyak berganti gitar dalam penampilannya, salah satunya dalam Love Me Again. (Sumber: CIAYO Pictures)

Rizki kembali mengambil posisi vokal dalam lagu Street Walkin’ yang dipromosikan 88rising, label musik yang mempromosikan Rich Brian dan Joji. Penampilan tersebut disambung dengan Love Me Again yang berirama swing pop. Love Me Again dibawakan ulang oleh ikkubaru untuk dinyanyikan oleh mantan anggota AKB48, Hoshino Michiru, dalam bahasa Jepang tentunya.

05-ikkubaru-showcase-debut

Memperkenalkan Dhira Bongs yang akan mengisi duet selanjutnya. (Sumber: CIAYO Pictures)

Dan bicara soal Jepang, kolaborasi selanjutnya pun cukup spesial karena menghadirkan musisi Indonesia yang sama populernya di Jepang. Dhira Bongs diundang untuk berduet dalam lagu Cloudless Night. Lagu berbahasa Jepang ini aslinya diduetkan dengan Wakita Monari yang merupakan mantan anggota Especia, dan belakangan juga dinyanyikan secara solo oleh Monari. Dhira Bongs tidak kesulitan dalam membawakan lagu ini, dan justru semakin memeriahkan penampilan dengan solo gitarnya.

06-ikkubaru-showcase-debut

Duet apik ikkubaru dan Hariz dari Trou. (Sumber: CIAYO Pictures)

Eternal Lover jadi lagu yang dimainkan selanjutnya, kali ini dengan aransemen yang cukup berbeda dan lebih jazzy dibanding lagu aslinya. Kolaborasi terakhir dibawakan bersama dengan Hariz, vokalis band Trou, yang membawakan lagu Silent. Chasing Your Shadow menjadi lagu penultimate dari Ikkubaru malam itu. Dan akhirnya, penutup dari Ikkubaru adalah Skyline yang juga berbahasa Jepang.

07-ikkubaru-showcase-debut

Iqbal memainkan synth di sela-sela permainan gitarnya. (Sumber: CIAYO Pictures)

Namun layaknya tradisi setiap konser, ikkubaru yang sempat menepi ke sisi panggung kembali lagi memainkan instrumen mereka untuk encore. Penampilan encore mereka dimulai dengan lagu Light yang menyajikan build up dan antisipasi yang memukau. Situasi sedikit lebih tenang saat Rizki membawakan Highway dan ditutup dengan solo gitar nan harmonis. Iqbal memimpin lagu terakhir ikkubaru di malam itu dengan title track dari album perdana mereka, Amusement Park.

08-ikkubaru-showcase-debut

Meski bukan vokalis utama, nyanyian Rizki punya sisi emosionalnya tersendiri. (Sumber: CIAYO Pictures)

ikkubaru Showcase Debut malam itu menjadi sebuah pengobat rindu bagi para fans ikkubaru yang menantikan konser solo ikkubaru yang proper. Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama membangun reputasi di Jepang, ikkubaru kembali ke Indonesia lewat sebuah penampilan yang berkesan dan intim. Belum lagi ditambah adanya booth yang menjual berbagai CD dan merchandise ikkubaru, yang mana beberapa diantaranya cukup sulit didapatkan karena hanya dijual di Jepang.

09-ikkubaru-showcase-debut

Saking pendeknya, Rizki sampai harus diangkat saat memberikan salam perpisahan. (Sumber: CIAYO Pictures)

Setelah 7 tahun lamanya, malam itu bisa jadi merupakan momen tepat bagi ikkubaru untuk melepas pakem underrated mereka. Dengan bangkitnya skena city pop di berbagai daerah, ikkubaru Showcase Debut malam itu bisa jadi momen yang tepat bagi ikkubaru untuk meraih segala apresiasi yang pantas mereka dapatkan di Indonesia.

10-ikkubaru-showcase-debut

Foto otsukare selepas konser. (Sumber: ikkubaru)

Penasaran dengan ikkubaru? Kamu bisa ikuti akun medsos mereka di link berikut ini.

Facebook: https://www.facebook.com/ikkubaru
Twitter: https://twitter.com/ikkubaru
Twitter (bahasa Jepang): https://twitter.com/ikkubaru_staff
Instagram: https://www.instagram.com/ikkubaru
Instagram (bahasa Jepang): https://www.instagram.com/ikkubaru_staff
Youtube: https://www.youtube.com/channel/UC2YPYp_7ohQGuuHrMKWPHjg
Website: https://soundcloud.com/ikkubaru

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

(Sumber: cinemacafe.net)

Kalau kamu Pecinta Kucing, Kamu Harus Baca Artikel Ini

Kalau kamu suka dengan kucing, pasti bakal suka juga deh sama game mobile Neko Atsume. Sudah pernah dengar? Sebelumnya,.. more

Sumber: Meka Medina

Kami Mencoba Semua Game Tabrak Tiang Listrik Di Google Play! Mana Yang Terbaik?

Dari semua game tiang listrik ini, manakah yang paling keren?.. more

(Sumber: Popcon Asia)

Fourger Inc Masuk Nominasi Webtoon of The Year di Popcon Award 2017!

Wow! Sepertinya bulan ini bulan penuh kabar baik. Setelah kemarin CHIPS: Monster Tap dari CIAYO Games berhasil masuk men.. more

CIAYO Pictures

Kehadiran Maid Café di Inari Matsuri IPB 2017

Di Inari Matsuri kemarin, ada “Dear Maid Butler Café”. Maid Café yang dibentuk di tahun 2013 ini, memiliki karakte.. more

Sumber: www.kspr.com

Film – Film yang Merajai Box Office ini Dapat Rating Jelek

Pengumuman peringkat Box Office minggu ini (9-11 Februari 2018) cukup membuat kaget. Tiga film yang berada di urutan ter.. more