ikkubaru Rilis Silent; Semakin Dekat Dengan Album Kedua

1 year ago
cover ikkubaru silent

Kuartet pop asal Kota Bandung, ikkubaru merilis single terbaru berjudul “Silent”. Perilisan ini merupakan tindak lanjut atau perkenalan menuju album kedua dari Muhammad Iqbal (vokal, keyboard dan gitar), Rizki Firdausahlan (vokal dan gitar), Muhammad Fauzi Rahman (bas) dan Banon Gilang (drum). Sebelumnya, pada akhir tahun lalu ikkubaru telah melepas lagu berjudul “Let It Swing” sebagai sajian pembuka dari album terbarunya tersebut. Hadirnya “Silent”, sekaligus menjadi penanda semakin dekatnya album dimaksud menuju tanggal penyebaran.

Setali tiga uang dengan “Let It Swing”, lagu “Silent” dipilih menjadi single unggulan dari album kedua yang masih dirahasiakan tajuknya itu karena di dalamnya menawarkan pembaruan atau citra baru ikkubaru secara musikal. Nuansa city-pop yang biasanya melekat, perlahan mulai ditinggalkan, dan kini musik ikkubaru disinyalir lebih dipengaruhi oleh gaya bermusik para musikus-musikus sophisti-pop, namun tentu saja tetap diramu dengan gaya dan ke-khas-an ala ikkubaru.

Perubahan macam ini bukan tanpa resiko, meski sebetulnya merupakan hal yang lumrah bagi setiap musisi. Tapi lebih dari pada itu, ikkubaru telah menemukan formula atau kuncian untuk tidak ditinggalkan oleh pendengar lamanya dan merebut telinga pendengar-pendengar baru. Hal ini juga yang kemudian dianggap menjadi kekuatan lagu-lagu dari ikkubaru selama ini, walaupun dikemas dengan ragam pendekatan musikal.

Baca Juga: Siapkan Album Kedua, ikkubaru rilis Let It Swing

Sumber: ikkubaru
Sumber: ikkubaru

“Kami rasa, benang merah karya-karya ikkubaru itu ada di melodi, bukan di sub genre-nya. Oleh karenanya kami berusaha memaksimalkan hal itu dalam proses penciptaan. Kami mengedepankan pembuatan melodi yang kuat dan khas tanpa harus khawatir akan dibawa kemana hasil akhir kemasan musikal-nya nanti,” kata Muhammad Iqbal.

Lagu “Silent” sendiri secara kontekstual dijelaskan Muhammad Iqbal selaku pencipta lagu, adalah gambaran cerita tentang orang yang merenung atau berkontemplasi. “Pointnya, semua hal yang dirasakan harus disyukuri dengan kejujuran pada diri sendiri, karena segalanya baik yang akan atau sedang dilalui harus dijalani dengan menyertakan lubuk hati paling dalam. Di mana hati berada, di situ “harta” tersimpan,” ujarnya.

Secara lirikal, lanjutnya lagu ini sangat terinspirasi oleh Paddy McAloon—seorang pentolan band asal Britania bernama Prefab Sprout. “Dia dulunya dibesarkan di lingkungan gereja dan membuatnya menjadi spiritualis,” kata Iqbal seraya menyebut pengaruh Prefab Sprout sendiri kemudian menyelusup ke segi musikalitas “Silent”.

“Prefab Sprout memiliki ciri khas melodi yang unik, dan meleburkannya dengan ke-khas-an aransemen musik ikkubaru selama ini, tentu menjadikannya hal yang menarik. Menjadi hal yang wajar bila kemudian “Silent” di taburi oleh buayan suara synth (karakter sound ‘80-an) sebagai salah satu kunci utama lagu,” tukasnya.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 

“Silent” is now available on Spotify! Check it out lads! ☺️ . . . #ikkubaru #イックバル #1986 #citypop #indonesia #japan #music #silent #spotify

A post shared by イックバル (@ikkubaru) on

Lagu ‘Silent” dapat didengar melalui layanan musik digital seperti Spotify, Apple Music, Joox dan Deezer, terhitung Jumat, 25 Januari 2019.

Bermula dari sebuah bedroom project milik Muhammad Iqbal, ikkubaru (イックバル) memulai karir bermusiknya pada tahun 2011 di Bandung. Bersama Rizki Firdausahlan, Banon Gilang, dan Fauzi Rahman, mereka meracik materi-materi easy listening penuh melodi catchy dengan pendekatan lirik ragam bahasa (Indonesia, Inggris dan Jepang).

Musik yang ditampilkan ikkubaru, merupakan hasil kegemaran mereka kepada solois Jepang seperti Tatsuro Yamashita, Kadomatsu Toshiki serta band-band Inggris macam Tears For Fears, Prefab Sprout, dan Pet Shop Boys. Nama ikkubaru sendiri diambil dari nama belakang Muhammad Iqbal yang diterjemahkan ke bentuk Katakana.

Sejak berdiri, ikkubaru telah merilis album penuh dan album mini, diantaranya; Hope You Smile [EP] – Maltine Records (2013), Amusement Park [Album] – Hope You Smile Records (2014), Brighter [EP] – Hope You Smile Records (2015) dan Amusement Park [Exclusively in Indonesia] – Monolite Records dan Misashi Records (2017).

About Author

CIAYO Blog Team

CIAYO Blog Team

Terdiri dari bro sis yang doyan nulis. Beberapa bro yang nyumbang tulisan udah cukup lama malang melintang di dunia perkomikan. Penulis lainnya udah jadiin nulis sebagai lifestyle. Blog ini jadi basecamp buat tulisan seputar komik, pop culture, dan game. Enjoy ya bro sis!

Comments

Most
Popular

00-d-daicon-iv

37 Tahun Yang Lalu, Jepang Sudah Punya Ready Player One Sendiri

Daicon III dan Daicon IV adalah animasi pendek yang dibuat 37 tahun yang lalu. Isinya menampilkan berbagai referensi pop.. more

Hatsune Miku Menjelma Menjadi Boneka pada Hina Matsuri di Jepang

Hmm, karakter anime dipadukan ke dalam festival tradisional, yes or no?.. more

Ikut nyanyi bareng soundtrack anime bareng band-band BanG Dream di Korekara Karaoke vol.1: Bandori Karaoke Party yang ada di GJUI 25!

Nyanyi Bareng Soundtrack Anime di Bandori Karaoke Party

Ikut nyanyi bareng soundtrack anime bareng band-band BanG Dream di Korekara Karaoke vol.1: Bandori Karaoke Party yang ad.. more

Sumber : Steamcommunity.com

10 Game Pilihan Dibawah 100 Ribu Rupiah Selama Steam Winter Sale!!

Setiap akhir tahun, Steam sebagai digital game distributor terbesar selalu memberikan diskon besar-besaran pada hampir s.. more