ikkubaru Rilis Silent; Semakin Dekat Dengan Album Kedua

7 months ago
cover ikkubaru silent

Kuartet pop asal Kota Bandung, ikkubaru merilis single terbaru berjudul “Silent”. Perilisan ini merupakan tindak lanjut atau perkenalan menuju album kedua dari Muhammad Iqbal (vokal, keyboard dan gitar), Rizki Firdausahlan (vokal dan gitar), Muhammad Fauzi Rahman (bas) dan Banon Gilang (drum). Sebelumnya, pada akhir tahun lalu ikkubaru telah melepas lagu berjudul “Let It Swing” sebagai sajian pembuka dari album terbarunya tersebut. Hadirnya “Silent”, sekaligus menjadi penanda semakin dekatnya album dimaksud menuju tanggal penyebaran.

Setali tiga uang dengan “Let It Swing”, lagu “Silent” dipilih menjadi single unggulan dari album kedua yang masih dirahasiakan tajuknya itu karena di dalamnya menawarkan pembaruan atau citra baru ikkubaru secara musikal. Nuansa city-pop yang biasanya melekat, perlahan mulai ditinggalkan, dan kini musik ikkubaru disinyalir lebih dipengaruhi oleh gaya bermusik para musikus-musikus sophisti-pop, namun tentu saja tetap diramu dengan gaya dan ke-khas-an ala ikkubaru.

Perubahan macam ini bukan tanpa resiko, meski sebetulnya merupakan hal yang lumrah bagi setiap musisi. Tapi lebih dari pada itu, ikkubaru telah menemukan formula atau kuncian untuk tidak ditinggalkan oleh pendengar lamanya dan merebut telinga pendengar-pendengar baru. Hal ini juga yang kemudian dianggap menjadi kekuatan lagu-lagu dari ikkubaru selama ini, walaupun dikemas dengan ragam pendekatan musikal.

Baca Juga: Siapkan Album Kedua, ikkubaru rilis Let It Swing

Sumber: ikkubaru
Sumber: ikkubaru

“Kami rasa, benang merah karya-karya ikkubaru itu ada di melodi, bukan di sub genre-nya. Oleh karenanya kami berusaha memaksimalkan hal itu dalam proses penciptaan. Kami mengedepankan pembuatan melodi yang kuat dan khas tanpa harus khawatir akan dibawa kemana hasil akhir kemasan musikal-nya nanti,” kata Muhammad Iqbal.

Lagu “Silent” sendiri secara kontekstual dijelaskan Muhammad Iqbal selaku pencipta lagu, adalah gambaran cerita tentang orang yang merenung atau berkontemplasi. “Pointnya, semua hal yang dirasakan harus disyukuri dengan kejujuran pada diri sendiri, karena segalanya baik yang akan atau sedang dilalui harus dijalani dengan menyertakan lubuk hati paling dalam. Di mana hati berada, di situ “harta” tersimpan,” ujarnya.

Secara lirikal, lanjutnya lagu ini sangat terinspirasi oleh Paddy McAloon—seorang pentolan band asal Britania bernama Prefab Sprout. “Dia dulunya dibesarkan di lingkungan gereja dan membuatnya menjadi spiritualis,” kata Iqbal seraya menyebut pengaruh Prefab Sprout sendiri kemudian menyelusup ke segi musikalitas “Silent”.

“Prefab Sprout memiliki ciri khas melodi yang unik, dan meleburkannya dengan ke-khas-an aransemen musik ikkubaru selama ini, tentu menjadikannya hal yang menarik. Menjadi hal yang wajar bila kemudian “Silent” di taburi oleh buayan suara synth (karakter sound ‘80-an) sebagai salah satu kunci utama lagu,” tukasnya.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 

“Silent” is now available on Spotify! Check it out lads! ☺️ . . . #ikkubaru #イックバル #1986 #citypop #indonesia #japan #music #silent #spotify

A post shared by イックバル (@ikkubaru) on

Lagu ‘Silent” dapat didengar melalui layanan musik digital seperti Spotify, Apple Music, Joox dan Deezer, terhitung Jumat, 25 Januari 2019.

Bermula dari sebuah bedroom project milik Muhammad Iqbal, ikkubaru (イックバル) memulai karir bermusiknya pada tahun 2011 di Bandung. Bersama Rizki Firdausahlan, Banon Gilang, dan Fauzi Rahman, mereka meracik materi-materi easy listening penuh melodi catchy dengan pendekatan lirik ragam bahasa (Indonesia, Inggris dan Jepang).

Musik yang ditampilkan ikkubaru, merupakan hasil kegemaran mereka kepada solois Jepang seperti Tatsuro Yamashita, Kadomatsu Toshiki serta band-band Inggris macam Tears For Fears, Prefab Sprout, dan Pet Shop Boys. Nama ikkubaru sendiri diambil dari nama belakang Muhammad Iqbal yang diterjemahkan ke bentuk Katakana.

Sejak berdiri, ikkubaru telah merilis album penuh dan album mini, diantaranya; Hope You Smile [EP] – Maltine Records (2013), Amusement Park [Album] – Hope You Smile Records (2014), Brighter [EP] – Hope You Smile Records (2015) dan Amusement Park [Exclusively in Indonesia] – Monolite Records dan Misashi Records (2017).

About Author

CIAYO Blog Team

CIAYO Blog Team

Terdiri dari bro sis yang doyan nulis. Beberapa bro yang nyumbang tulisan udah cukup lama malang melintang di dunia perkomikan. Penulis lainnya udah jadiin nulis sebagai lifestyle. Blog ini jadi basecamp buat tulisan seputar komik, pop culture, dan game. Enjoy ya bro sis!

Comments

Most
Popular

(pixabay.com)

Ringo Ame: Camilan Jepang yang Menggoda Selera

Kalian suka buah apel?? Kalian pecinta makanan manis?? Gimana kalau buah apel utuh dicampur, terus dicelupin dengan kara.. more

Launching Huion HS64 Special Edition Chips & Co. dihadiri perwakilan dari BEKRAF dan Katapel.id. Pen tablet ini dibanderol seharga Rp 799.000.

Launching Huion HS64 Special Edition Chips & Co. Dihadiri Pelaku Industri Kreatif

Launching Huion HS64 Special Edition Chips & Co. dihadiri perwakilan dari BEKRAF dan Katapel.id. Pen tablet ini dibander.. more

Patut Dicontoh, Berikut 5 Daftar Selebriti yang Berbisnis Sambil Beramal!

Lima seleb ini punya metode yang lebih seru. Mereka menjalankan bisnis sambil sekalian beramal saat melakukannya. Siapa .. more

Sumber: sholin.info

Wonder Wheel, “Kau Tidak Harus Bahagia Meskipun Hidup di Taman Bermain”

Wonder Wheel, film ber-setting taman bermain namun dengan kisah yang penuh derita. .. more

00-d-Film-Live-Action-Adaptasi-Manga

5 Film Live Action Adaptasi Manga Yang Tayang Tahun 2018 Ini

Film live action adaptasi manga ini bakal menghiasi layar bioskop Jepang dan Indonesia di tahun 2018 ini. Mana yang baka.. more