Indonesia Game Developer eXchange 2019 Hadirkan Pelaku Industri Game Lokal dan Luar Negeri

5 months ago
AGI memperkenalkan Indonesia Game Developer eXchange 2019, event yang akan menghadirkan pelaku industri game Indonesia dan mancanegara.

Bandung, 18 September 2019 – Asosiasi Game Indonesia (AGI) memperkenalkan inisiasi program baru untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas developer game Indonesia. Bertajuk Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2019, event tahunan ini akan menghadirkan banyak pelaku industri game, baik dari Indonesia maupun dari mancanegara untuk membagikan ilmu dan membangun jaringan dengan ratusan developer game Indonesia yang hadir.

Sumber: Asosiasi Game Indonesia
Sumber: Asosiasi Game Indonesia

Indonesia Game Developer eXchange adalah sebuah event tahunan developer dan pelaku industri game untuk bertemu dan berbagi pengetahuan, sembari memperluas jaringan untuk potensi kerja sama di masa yang akan datang. Event ini akan digelar selama satu hari, tanggal 16 November 2019 di Universitas Binus Bandung, Paskal Hypersquare 23 Bandung.

“Industri game adalah industri yang terus berkembang dan memiliki prospek yang sangat bagus untuk ke depannya,” ungkap Dr. Johan Muliadi Kerta,S.Kom.,M.M., Wakil Rektor Akademik, Penelitian, dan Pengembangan Kemahasiswaan dari Universitas Binus Bandung. “Dengan event ini diharapkan muncul talent-talent baru yang memiliki ide dan inovasi untuk memajukan industri game di tanah air,” lanjutnya.

Sumber: Asosiasi Game Indonesia
Sumber: Asosiasi Game Indonesia

Pelaksanaan IGDX 2019 ini cukup unik karena diorganisir secara gotong royong oleh para pelaku industri game Indonesia yang tegabung dalam AGI, mulai dari perencanaan acara hingga eksekusinya di bulan

November 2019 nanti. IGDX 2019 sendiri melanjutkan format konferensi dari Game Developer Gathering (GDG) yang terakhir diselenggarakan tahun 2015 silam.

Baca Juga: Para Stakeholder Industri Esports Berkumpul di IDBYTE ESPORTS 2019

Dua format acara untuk menimba ilmu

Sumber: Asosiasi Game Indonesia
Sumber: Asosiasi Game Indonesia

Indonesia Game Developer eXchange 2019 menghadirkan dua format acara berbeda yang bisa diikuti oleh developer game Indonesia. Pertama ada Super Conference, dimana akan ada para pembicara lokal dan internasional yang akan membagikan pengalaman dan insight mereka seputar industri game. Super Conference akan menghadirkan materi-materi yang mencakup dari berbagai aspek industri, mulai dari ​post mortem (kisah di balik layar pengembangan sebuah game), diskusi panel tren industri terkini, hingga tips dan trik seputar pengembangan game.

Sedangkan format kedua, Super Class merupakan sesi pembelajaran semi-workshop yang lebih “intim” dan eksklusif dimana setiap kelasnya terbatas untuk 20 orang saja. Terdapat tiga kelas spesifik yang bisa diikuti: Game Design/Production, Programming, serta Visual Art & Sound. Karena setiap kelas berlangsung selama satu hari penuh, maka peserta hanya bisa memilih satu kelas saja untuk diikuti yang sesuai dengan spesialisasi dan minat mereka.

Sumber: Asosiasi Game Indonesia
Sumber: Asosiasi Game Indonesia

Beberapa pembicara internasional siap hadir dan membagikan ilmu mereka dalam IGDX 2019 ini seperti Gilbran Imami (Koei Tecmo), Justin Ng (Ubisoft), Iain Garner (Another Indie) dan Chris Murphy (Unreal). Lineup pembicara internasional ini melengkapi daftar pembicara lokal yang juga akan berpartisipasi seperti Steve Lie (Game5Mobile), Rahmad Imron (Digital Happiness), Eka Pramudita Muharram (Mojiken) dan I Made Teguh (Agate).

Selain Super Conference dan Super Class, Indonesia Game Developer eXchange 2019 juga akan menghadirkan area ​showcase u​ntuk developer game Indonesia. Di area ini, beberapa developer game Indonesia yang terpilih akan memamerkan game mereka dan mendapatkan ​feedback-feedback berharga dari para peserta dan pembicara untuk meningkatkan kualitas game-nya.

Sumber: Asosiasi Game Indonesia
Sumber: Asosiasi Game Indonesia

“Saat ini ekosistem ​game development di Indonesia sudah jauh lebih baik dari enam tahun lalu, ketika AGI pertama dibentuk. Sudah ada beberapa perusahaan yang bisnisnya menggeliat baik di pasar lokal maupun internasional. Sebagian besar di antara mereka tumbuh secara otodidak, belajar bagaimana membuat produk didorong oleh hobi dan ​passion,​ dan dari sana menjadi profesional,” ungkap Cipto Adiguno, Presiden dari AGI.

“Sayangnya, para developer ini mengalami kesulitan mengambil langkah selanjutnya ke tahap yang lebih tinggi, baik dari sisi pengembangan game maupun aspek bisnis digital, karena Indonesia tidak memiliki mentor ​yang sudah berpengalaman di industri skala-besar. Sisi talent inilah ​missing link ​industri game kita yang masih belum terlengkapi, dan saya harap Indonesia Game Developer eXchange bisa menjadi ​spark ​yang memulai laju eksponensial pengembangan video game di Indonesia,” urainya.

Sumber: Asosiasi Game Indonesia
Sumber: Asosiasi Game Indonesia

“Harapannya IGDX bisa menjadi jalan pintas bagi developer lokal kita untuk bisa meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya agar bisa semakin bersaing di pasar lokal, sembari juga merebut pasar lokal,” ungkap Adam Ardisasmita, Ketua Panitia dari Indonesia Game Developer eXchange. “Untuk itulah kami mengundang beberapa pelaku industri game dari dalam dan luar negeri untuk bisa berbagi ilmu dan membantu developer lokal kita berkembang lebih baik lagi,” lanjutnya.

Tiket untuk mengikuti IGDX 2019 sudah tersedia dan bisa dibeli melalui ​website dan aplikasi Goers. Harga yang dipatok untuk mengikuti acara ini adalah Rp350.000 (untuk Super Conference) dan Rp750.000 per kelas (untuk Super Class). Namun jika Anda tertarik untuk berpartisipasi, Anda bisa mendapatkan tiket ​early bird seharga Rp300.000 (untuk Super Conference) dan Rp650.000 per kelas (untuk Super Class) mulai hari ini selama kuota tiket ​early bird​ masih ada.

Informasi lebih lanjut mengenai Indonesia Game Developer eXchange 2019 ini bisa dilihat di ​https://igdxconf.com atau menghubungi contact@igdxconf.com.

About Author

CIAYO Blog Team

CIAYO Blog Team

Terdiri dari bro sis yang doyan nulis. Beberapa bro yang nyumbang tulisan udah cukup lama malang melintang di dunia perkomikan. Penulis lainnya udah jadiin nulis sebagai lifestyle. Blog ini jadi basecamp buat tulisan seputar komik, pop culture, dan game. Enjoy ya bro sis!

Comments

Most
Popular

sumber: www.the-arcade.ie

Blunder George Clooney Lewat Suburbicon Soal Rasisme dan Pembunuhan Paling Keji

Suburbicon, film kombinasi antara Coen Bersaudara dengan George Clooney yang terbilang rasis. .. more

(Sumber: youtube.com)

Album Terakhir Jonghyun Dirilis, Banyak Pesan Tersirat di Dalamnya

Sebulan setelah kepergiaanya, Jonghyun masih dapat menghibur di dunia entertainment,  karena sebelum kepergian Jonghyun.. more

Hobbs&Shaw_Banner

Walaupun Tidak Seheboh Pendahulunya, Hobbs & Shaw Tetap Laris di Negara Ini

Film Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw yang dibintangi dua aktor laga Hollywood, Dwayne Johnson dan Jason .. more

CIAYO Pictures

Mengenal Budaya Jepang Lebih Dekat dalam Bonenkai Festival 12

Bonenkai Festival merupakan Festival Jepang yang paling besar di kota Bogor yang di adakan dari tahun ke tahun oleh STP .. more

00-d-pubg-menuntut-fortnite

Seberapa Kuat Tuntutan PUBG Terhadap Fortnite?

PUBG menuntut Fortnite karena pelanggaran hak cipta. Di satu sisi, tuntutan tersebut tak lebih dari omong kosong... more