iPhone X: Saat Apple Tidak Bermain (Lagi) Di Kekuatan Hardware Smartphone Premium

2 months ago
Sumber: idownloadblog

Dengan diiringi keriuhan fanfare dari berbagai media publikasi IT, beberapa waktu yang lalu Apple secara resmi merilis lini iPhone terbaru di markas besar mereka, tepatnya di “Steve Jobs Theater” yang berada di Apple Park Campus, Cupertino California (yang sebenarnya masih dalam tahap penyelesaian gedung).

Markas besar Apple. Itu kantor apa piring terbang yah? Sumber gambar: appleinsider.com

Markas besar Apple. Itu kantor apa piring terbang yah? Sumber gambar: appleinsider.com

Ada 3 varian iPhone yang diluncurkan, yakni iPhone 8, iPhone 8 Plus dan bintang utama pertunjukan pada hari itu, iPhone X.

Deretan iPhone generasi terkini. Sumber gambar: indianexpress.com

Deretan iPhone generasi terkini. Sumber gambar: indianexpress.com

Jika iPhone 8 dan iPhone 8 Plus merupakan sebuah “rutinitas” di lini iPhone yang setiap tahun berganti seri, maka iPhone X (dibaca sebagai ‘iPhone Ten’) adalah sebuah selebrasi peringatan sepuluh tahun iPhone lahir di jagat smartphone dunia.

Boss besar Apple, Tim Cook, secara yakin mengatakan kalau iPhone X merupakan perwakilan dari gambaran masa depan (pasar) smartphone dunia. Dengan display jenis OLED ukuran 5.8 inchi yang mereka sebut Super Retina Display dengan model “edge-to-edge”. Kali ini iPhone ‘mengaburkan’ adanya bezel/pinggiran layar dan menghilangkan ciri khas tombol Home yang selalu ada sejak iPhone pertama kali lahir.

iPhone “Sepuluh” ini jelas merupakan sebuah ucapan selamat tinggal dari Apple untuk desain iPhone yang sudah menjadi staple alias ciri khas sejak sepuluh tahun terakhir.

Tim Cook memperkenalkan iPhone X aka. iPhone Ten. Sumber gambar: sfgate.com

Tim Cook memperkenalkan iPhone X aka. iPhone Ten. Sumber gambar: sfgate.com

Walau mereka tetap mengeluarkan iPhone 8 dan 8 Plus bertombol Home untuk tahun ini, tapi mungkin mulai tahun berikutnya Apple akan meninggalkan desain khas iPhone mereka secara total, dan mulai fokus di desain “all-screen no bezel” seperti yang ditunjukkan oleh iPhone X.

Fitur-fitur lainnya dari iPhone X seperti Face ID (untuk melakukan unlock iPhone, pemilik cukup menghadapkan wajahnya ke kamera depan iPhone) dan Wireless Charging (pengisian baterai tanpa melalui kabel dan hanya lewat bantalan induksi) juga diperkenalkan. Kamera belakang mengadopsi dual lens dengan ukuran 12 MegaPixel, dan 7 MegaPixel untuk kamera selfie/depan. RAM yang dimiliki sebesar 3GB, dengan prosesor signature mereka A-series yang kali ini bernama A11 Bionic. Sementara ukuran storage/memory internal tersedia di 64GB & 256GB.

Bantalan induksi untuk Wireless Charging. Sumber gambar: appleinsider.com

Bantalan induksi untuk Wireless Charging. Sumber gambar: appleinsider.com

Secara angka-angka matematis, sebenarnya tidak ada yang istimewa dari yang ditawarkan oleh iPhone X ini. Android punya smartphone yang ‘secara numbers’ jauh lebih meyakinkan dibandingkan iPhone X.

Ambil contoh OnePlus 5. Smartphone ini RAM nya sampai 8GB! Atau lihat kameranya yang 16 MegaPixel itu. Wireless Charging? Samsung sudah dari dulu mengadopsinya di produk premium mereka. All-Screen Display? Bahkan merk “pasaran” seperti Xiaomi punya lini produk dengan tampilan layar serupa lewat produk mereka Mi Mix, yang diluncurkan tahun 2016 kemarin.

Xiaomi Mi Mix. Buat banyak fans Android smartphone ini tidak kalah cakep dari iPhone X. Sumber gambar: xiaomidevice.com

Xiaomi Mi Mix. Buat banyak fans Android smartphone ini tidak kalah cakep dari iPhone X. Sumber gambar: xiaomidevice.com

Intinya jika dilihat dari “angka” dan “otot” hardware, sebenarnya iPhone X tidaklah istimewa. Bahkan untuk banyak pemuja Android garis keras, desain iPhone X pun bukan sesuatu yang radikal karena Samsung Galaxy Note 8 juga lebih dulu tampil nyaris serupa.

Samsung Galaxy Note 8. Sumber gambar: cnet.com

Samsung Galaxy Note 8. Sumber gambar: cnet.com

Jadi, apakah iPhone X tidak layak dimiliki karena hardware, dan bahkan desain, yang ditawarkan tidak lebih baik dari sejumlah smartphone Android di luar sana?

Tergantung siapa yang Anda tanya. Jika Anda bertanya pada fans Android, terutama mereka yang hardcore, mereka akan dengan cepat mengatakan kalau iPhone X is shit. Not worth it. Serta berbagai hal-hal negatif lainnya.

Dan pada satu titik tertentu, mereka bisa jadi memang benar.

Namun jika pertanyaan itu ditujukan pada fanboys/fangirls loyalis Apple, jawaban bertolak belakang tentu akan mereka berikan.

Seperti bagaimana ekosistem iOS yang jauh lebih rapi dibandingkan dengan Android, misalnya. Atau adanya fitur-fitur hiburan di iPhone yang mereka sukai dan sudah familiar. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya di artikel Mengapa Fans Apple Sangat Loyal? , ada alasan kenapa fans Apple sangat loyal pada iPhone ataupun produk-produk Apple lainnya.

Dan rilis iPhone X ini, beserta iPhone 8 dan iPhone 8 Plus, merupakan situasi yang menggembirakan buat mereka-mereka ini.

Apple sendiri beberapa tahun terakhir memang cenderung tidak lagi gencar melakukan hal-hal inovatif maupun radikal. Hal ini terasa sejak Steve Jobs wafat. Seperti yang diketahui bersama, Steve Jobs dulu merupakan motor penggerak di Apple. Bersama designer Jony Ive, dia memberikan dunia hal-hal yang berujung menjadi trend di ranah gadget.

Jony Ive dan Steve Jobs. Dua tokoh penting Apple. Sumber gambar: techpp.com

Jony Ive dan Steve Jobs. Dua tokoh penting Apple. Sumber gambar: techpp.com

Saat ini Apple memang terlihat tidak lagi “bermain serius” baik di kekuatan hardware maupun desain untuk iPhone. Namun begitupun, setiap kali iPhone (ataupun produk Apple lainnya) dirilis, pasar & fans tetap saja menyambutnya dengan gegap gempita. Saham Apple tidak pernah turun drastis sepanjang perdagangan, dan biasanya selalu naik beberapa point setiap iPhone baru diperkenalkan ke publik.

Inilah kehebatan sistem marketing yang dibangun dengan serius oleh Steve Jobs saat dia masih memegang kendali Apple. Tujuannya adalah menjadikan produk-produk Apple sebagai trendsetter.

Dan sistem itu tetap berfungsi, tetap berputar walaupun dia kini telah tiada.

Produk Apple adalah aksesoris lifestyle. Tidak hanya berfungsi untuk memudahkan pekerjaan, mereka juga berfungsi sebagai mainan. Dan juga menjadi bagian gaya hidup pemiliknya.

Apple Watch. Jam tangan pintar multifungsi dari Apple. Sumber gambar: apple.com

Apple Watch. Jam tangan pintar multifungsi dari Apple. Sumber gambar: apple.com

Hal ini yang menyebabkan mereka terus menuai sukses secara finansial; bahkan saat mereka tidak (lagi) bermain adu otot atau adu kecantikan di pasar gadget dan smartphone.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Fourger Inc (ciayo.com)

Fourger Inc: Kisah Empat Agen Rahasia Swasta Di Belakang Layar Peristiwa Trending

Komik Fourger Inc adalah salah satu komik action fiksi yang dirilis di CIAYO Comics yang mengisahkan empat orang agen ra.. more

(kebuncerita.blogspot.co.id)

5 Urban Legend Terseram di Pulau Jawa

Berbicara mengenai dunia mistis ataupun klenik, sudah tentu Indonesia termasuk negara yang amat sangat kental mempercaya.. more

Maggio Phil

Maggio: Cosplayer yang Bangkitkan Sosok Duke Nukem

Bro sis masih ingat sama Duke Nukem? Nah, pas di Indonesia Comic Con 2017, Chika berhasil bertemu dengan cosplayer Duke .. more

Boku dake ga Inai Machi (Erased). Sumber: myanimelist

5 Rekomendasi Anime Bergenre Psychological

Banyaknya anime dengan konsep romance, fantasy, comedy dan yang itu-itu aja pernah ngebuat kamu bosan ga sih? Nah, kala.. more

Ternyata Microsoft Punya Banyak Maskot Dan Mereka Semua Sangat Kawaii!

Masih belum percaya? Di Jepang, Microsoft punya strategi tersendiri untuk memasarkan produk-produk mereka. Di setiap pro.. more