Jangan Ngambek! Ini Alasan Kenapa Karyamu Ditolak Penerbit!

7 months ago
00 ditolak penerbit desktop

Industri kreatif seakan tak pernah kehabisan drama. Baru-baru ini, seorang komikus webtoon mendapatkan e-mail yang tak mengenakkan dari seseorang tak dikenal. Pasalnya, sang komikus baru saja menolak semua ajuan naskah yang ia minta beberapa waktu sebelumnya. Kabar ini ia publikasikan di media sosialnya dan ternyata ada yang tak suka dengan keputusannya.

Mengerikan, inilah yang kemudian dikirimkan oleh “The Justice Creator” kepada sang komikus:

01 email

Sumber: Facebook

Kami tidak akan mengungkapkan screenshot yang selanjutnya, karena pada akhirnya The Justice Creator ini menjadi sangat rasis dan tidak beretika. Demi menjaga perdamaian dunia dan menjaga perasaan pembaca CIAYO Blog, kami menyembunyikan screenshot terkait.

Hal ini patut untuk menjadi perhatian kita bersama agar tidak muncul The Justice Creator lain dalam industri kreatif. Keberadaan orang-orang seperti ini tentu akan merusak ekosistem berkarya yang sehat. Kita bisa mengatakan bahwa mereka adalah koruptor sejati di industri kreatif. Kenapa? Sebab mereka minta dispesialkan, tetapi tak bisa memberikan sesuatu yang spesial sama sekali.

Oleh karenanya, pada kesempatan ini kami akan membahas sedikit soal submisi karya dan hubungannya dengan dunia editorial. Jangan ngambek dulu! Bro sis harus paham kenapa karyamu itu tidak diterima editor/penerbit. Bisa jadi bukan karena jelek, lho!

Kenapa Karya Saya Sering Ditolak Penerbit?

Poin Pertama: Pahami Cara Berpikirnya Penerbit

ditolak penerbit jenis

Sumber: My Blog I Want To Happy

Penerbit atau publisher merupakan sebuah badan usaha yang memegang hak terbit atas karya kita. Yang namanya badan usaha pasti akan berbicara soal bisnis, bukan idealisme perorangan lagi.

Dalam bisnis, kita berbicara soal uang. Kalau penerbit sembarangan menentukan tujuan, mereka bisa kehilangan keuntungan. Itu artinya bisa mendorong penerbit untuk bangkrut. Gawat, kan?

Selain itu, dalam bisnis ada yang namanya target market. Target ini biasanya telah ditentukan sejak awal berdirinya perusahaan. Misal: penerbit Level Comics menargetkan komik-komik dewasa untuk dirilis. Itulah kenapa tidak ada komik anak-anak di bawah naungan penerbit Level Comics.

Baca Juga: [DISTURBING KONTEN, KHUSUS 21+] 9 Serial Anime Tersadis Sepanjang Masa

Nah, berkaitan dengan target market ini, perusahaan akan melakukan apa saja untuk membuat target marketnya tetap loyal. Dalam dunia penerbitan, salah satu orang yang berperan penting untuk menjaga agar target ini tidak melenceng adalah editor.

Maka jangan heran jika karya action-mu ditolak saat mengajukan naskah ke penerbit romance. Alasannya: tidak nyambung dengan target market!

Poin pertama ini penting untuk kita pahami agar kita tidak terburu-buru menghakimi selera penerbit tempat kita mengajukan naskah. Mereka bergerak sesuai dengan visi dan misi bisnis yang mereka bangun. Kalau karyamu ditolak penerbit, bisa jadi bukan berarti karyamu jelek, tetapi karena bro sis tidak masuk kriteria yang mereka cari.

Poin Kedua: Kenali Pekerjaan Editor

ditolak penerbit editor

Sumber: The Tao of Mae West

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita mengenal profesi editor. Menurut KBBI, editor adalah orang yang mengedit naskah tulisan/karangan yang akan diterbitkan dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya.

Sedangkan menurut buku When Author Meets Editor yang ditulis oleh Luna Torashyngu dan Donna Widjajanto, editor adalah orang yang bekerja di sebuah perusahaan penerbitan, baik penerbit online maupun cetak.

Tugas editor sebenarnya adalah menyiapkan naskah yang masih kasar menjadi naskah yang layak cetak. Selain itu, editor juga memiliki tanggung jawab untuk menangani masalah promosi dan penjualan.

Seorang editor sudah punya prosedur standar saat ia menyeleksi naskah. Yang paling pertama, mereka pasti akan mengecek apakah naskah sesuai dengan target market penerbit. Jika pertimbangan pertama ini lolos, mereka baru akan mulai melihat kualitas naskah. Di sinilah editor mulai masuk ke tahap editing lanjutan.

Pada tahap lanjutan ini, editor akan melakukan sejumlah subtahapan yang lebih kompleks lagi. Memeriksa kerancuan, konsistensi cerita, penggunaan bahasa asing, penamaan karakter, EYD, hingga latar, semuanya termasuk ke dalam subtahapan ini.

Itu baru berbicara satu naskah. Bisakah bro sis membayangkan ada berapa banyak naskah yang editor periksa dalam satu hari?

ditolak penerbit pusing

Editor Juga Manusia, Bisa Lelah, Bisa Pusing. Jangan Samakan dengan Pisau Belati. Sumber: Neura Blog

Menurut situs Penulis Online, jumlah naskah yang editor periksa dalam satu hari bisa mencapai belasan, puluhan, hingga RATUSAN. Jumlah ini tergantung dari skala penerbit yang memekerjakan sang editor.

Intinya, pekerjaan editor itu sangat banyak. Sehingga, kreator harus menghargai pekerjaan editor yang mau repot-repot membaca ajuan naskah kita. Sabar, jangan menekan editor yang sedang bekerja keras memeriksa naskah kita.

Jadilah kreator yang bermartabat. Jangan sok ngetop, jangan merasa paling hebat, jangan merasa paling juara, dan yang paling penting adalah jangan bersikap buruk. Editor akan melihat attitude kita juga, lho.

Baca Juga: Hati-hati, Attitude Jelek Bisa Menghancurkan Karir Berkarya!

Jika bro sis ingin menanyakan kekuranganmu kepada editor, maka tanyalah dengan cara yang baik. Setiap kreator punya hak untuk bertanya dan editor boleh memberikan masukan. Sehingga, dua hal ini semestinya kita manfaatkan untuk meningkatkan diri.

Protes dengan cara yang buruk dan kasar tidak akan membuat karyamu sukses.

Poin Ketiga: Be humble! Terima Kekurangan, Perbaiki Kesalahan

ditolak penerbit kalah

Sumber: Restless Pilgrim

Sebagai manusia, kita pasti memiliki kekurangan. Begitu pula dengan seorang kreator. Jadi, merupakan suatu hal yang wajar apabila terdapat beberapa kesalahan pada karya yang kita buat. Jangankan kita yang pemula, yang sudah profesional seperti Akira Toriyama (Dragon Ball) pun membuat kesalahan.

Baca Juga: Dragon Ball Super Menggemparkan Amerika Latin, Pemerintah Turun Tangan!

Nah, patut untuk kita ketahui bahwa kesalahan juga seringkali membuat karya kita ditolak penerbit. Kalau kesalahannya hanya sedikit sih mungkin tidak akan menjadi masalah, tetapi kalau kesalahannya banyak siap-siap saja karyamu ditolak.

Daripada misuh atau ngambek tak jelas karena penolakan, kenapa tidak bro sis tanyakan apa penyebab karyamu ditolak penerbit? Tidak ada larangan bagi kreator untuk bertanya kenapa karyanya ditolak penerbit, asalkan kita bertanya dengan cara yang baik dan memang berniat untuk memerbaiki diri, bukan untuk menunjukkan superioritas.

Kalau kita bertanya dengan baik, editor maupun penerbit akan dengan senang hati memberitahukan di mana letak kesalahan-kesalahan kita, kok. Kalau sudah mendapatkan jawabannya, catatlah dan jadikan referensi untuk memerbaiki diri. Jangan gunakan peluang itu untuk berdebat, apalagi mencela selera seorang editor.

Hati-hati, arogansi akan menghancurkan karir berkarya kita.

Poin Keempat: Memahami Sekat Antara Idealisme dan Industri

ditolak penerbit vader

Sumber: Big Think

Penerbit adalah bagian dari industri kreatif. Kalau berbicara soal industri, kita akan berbicara dalam konteks yang lebih luas. Menurut situs Pusat UKM, industri berarti usaha/kegiatan pengolahan barang mentah/setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapat keuntungan.

Nah, kalau sudah berbicara keuntungan, kita akan kembali kepada bahasan bisnis. Yang namanya bisnis pasti berhubungan dengan kepentingan banyak pihak. Sehingga, kita tidak bisa menempatkan bisnis sebatas interaksi antara penjual dan pembeli, tetapi juga dengan pihak-pihak di luar aktivitas dagang, termasuk pembuat regulasi (pemerintah).

Ini artinya kita harus berhati-hati saat mulai berbicara idealisme di ranah industri. Sebab, yang namanya idealisme itu berkaitan dengan keyakinan individual. Sedangkan industri berbicara dalam perspektif kepentingan kolektif (orang banyak).

Idealism is good, tapi tidak di semua di tempat dan tidak di segala kondisi, termasuk saat menyerahkan naskah ke penerbit. Dari sekian banyaknya kreator yang ngambek pasca ditolak penerbit, salah satu alasannya adalah karena kreator itu punya idealisme yang kaku dan berlawanan dengan prinsip bisnis penerbit. Lebih parahnya, bukannya introspeksi, malah mendrama.

Ngambek atau sakit hati pasca ditolak penerbit adalah salah satu ciri bahwa kita—para idealis—salah menempatkan ekspektasi. Kita punya serangkaian keyakinan yang kaku, tetapi di saat yang sama punya ekspektasi layaknya kreator industri yang mengikuti arus pasar. Ini jadi bersifat paradoks alias berlawanan.

Menjadi seorang idealis sejati berarti harus mau capek dan bekerja keras untuk memerkenalkan idealisme kita kepada orang lain, tidak bisa manja minta dipromosikan oleh pihak-pihak yang jelas sudah jelas pasarnya. Jadilah idealis yang paripurna.

ditolak penerbit george lucas

Kalau Mau Jadi Kreator Idealis, Contohlah Orang Ini. Sumber: GQ

Apakah idealis tanpa bantuan publisher bisa terkenal? Tentu saja! Kenapa tidak?

Star Wars adalah salah satu contoh karya idealis yang bagus. Kita semua tahu bahwa Star Wars adalah karya yang sangat terkenal dan fenomenal. Ya, itu sekarang. Bagaimana waktu dulu? Dulu, Star Wars termasuk karya idealis yang ditolak oleh berbagai studio film di Amerika. Iya, semua studio menolak.

Baca Juga: Franchise Star Wars Masih Terus Berlanjut di Layar Lebar: Apakah Karya Agung Milik George Lucas Ini Memang Perlu Untuk Dilanjutkan ?

Star Wars booming karena kreatornya idealis, tetapi tak manja dan tak mengeluh dengan kondisi pasar. Walaupun tanpa bantuan publisher, George Lucas (kreator original Star Wars) merilis filmnya secara profesional dan mempromosikannya dengan sabar. Hasilnya? Idealisme George Lucas sekarang menjadi salah satu ide fenomenal yang berhasil mengubah ekosistem bisnis film.

Dengan ini, kami ingin menyimpulkan bahwa menjadi kreator itu harus banyak berabar. Jangan ngambekan, jangan cepat baper hanya karena ditolak penerbit, jangan arogan, dan sebagainya. Pahami cara berpikir penerbit, hargai editor, perbaiki kesalahan, dan jangan terlalu idealis. Semua orang sukses pada waktunya. Semangat!

About Author

S09 Gruppe

S09 Gruppe

S09 Gruppe adalah circle penyedia konten kreatif. Motto kami adalah Care the Creativity, yang berarti kami peduli pada pertumbuhan kreativitas Indonesia. Berkenaan dengan motto tersebut, kami akan selalu memberikan insight-insight kreatif terbaru serta penyemangat untuk berkarya.

Comments

Most
Popular

pop team epic header

First Impression Anime Pop Team Epic: Meme Nirfaedah Dalam Bentuk Anime

WARNING: Anime ini bisa bikin bro sis kebingungan. .. more

Papers Please – The Short Film: Intrik Dan Drama Di Perbatasan

Film pendek Papers Please berhasil menangkap nuansa kelam dan ketegangan di perbatasan negara komunis, secara realistis .. more

Sumber: www.comingsoon.net

The Cloverfield Paradox: Tidak Semua yang Mengejutkan Itu Baik

Tahun ini, “Cloverfield” muncul dengan judul “The Cloverfield Paradox” yang “sedikit” agak memaksa para peni.. more

sumber: opshead.com

8 Game Playstation Yang Seharusnya Di-Remade Atau Remasterd

Para gamer, terutama gamer Playstation pasti tahu sosok yang satu ini. SSosok yang tampil di atas panggung dan membawa b.. more

Anna Wintour (Sumber: pursuitst.com)

Mengenal Sosok ‘The Devil Wears Prada’ di Kehidupan Nyata, Anna Wintour

Bagi pecinta fashion, sosok Anna Wintour pasti sudah tidak asing lagi. Wanita dibalik kesuksesan majalah Vogue ini terbi.. more