Jika “The Expendables” Adalah Film Kelas A, Maka “Showdown in Manila” Adalah Film Kelas B

4 months ago
Sumber: youtube.com

Pernah nonton atau tahu film aksi Hollywood berjudul “The Expendables”, bro sis?

Trilogi (volume 4 dikabarkan akan rilis tahun 2018) film aksi ini sukses besar. Menggabungkan bintang-bintang aksi perfilman Hollywood era 80-90an, yang tentu saja sudah menua semuanya, dengan plot aksi penuh baku gebuk dan ledakan disana-sini “The Expendables” memberikan hiburan yang seru serta nuansa nostalgia. Bagaimana tidak? Tiga film Expendables penuh dengan aktor-aktor film aksi pujaan era keemasan film aksi.

Film aksi para opa-opa. Sumber gambar: martialartsactionmovies.com

Film aksi para opa-opa. Sumber gambar: martialartsactionmovies.com

Sebut saja “kepala suku” dari serial ini: Sylvester Stallone. Tahu dong, siapa ini? Sebagian mengenalnya sebagai Rocky Balboa. Sebagian lagi sebagai John Rambo. Sylvester Stallone, pada era 80-90an, adalah simbol film aksi seru box office. Karirnya meredup seiring usia dan mulai sedikitnya produksi film aksi ‘mindless’ yang mengangkat karirnya ke puncak.

Aktor-aktor gaek lain di serial ini juga tidak kalah mentereng. Tercatat ada Jason Statham, Jet Li, Dolph Lundgren, Mickey Rouke, Bruce Willis, Jean-Claude Van Damme, hingga nama Arnold Schwarzenegger dan Chuck Norris pernah terlibat di salah satu film The Expendables. Walaupun mereka semua sudah tidak lagi dalam masa ‘prime’ seperti saat di era 80-90an tapi terbukti nama dan penampilan mereka di trilogi The Expendables sukses mendulang keuntungan besar untuk studio film. Budget tiga film The Expendables hanya US$ 272 juta, namun profit yang tercatat lebih dari US$ 804 juta. Bukan hal buruk untuk film aksi yang dibintangi oleh sekelompok opa-opa mantan bintang film aksi era 80-90an.

Sebagian aktor di trilogi The Expendables. Sumber gambar: youtube.com

Sebagian aktor di trilogi The Expendables. Sumber gambar: youtube.com

Nah… serial The Expendables jelas tergolong film major label karena dibintangi oleh aktor-aktor kelas AAA Hollywood dan dirilis oleh studio film sebesar Lionsgate. Hal ini berbanding terbalik dengan film “Showdown in Manila”.

Bintang-bintang film action B-class era 90an. Sumber gambar: whatsageek.com

Bintang-bintang film action B-class era 90an. Sumber gambar: whatsageek.com

Showdown in Manila (Разборка в Маниле) adalah film aksi produksi patungan antara produser Filipina dan Rusia. Jangan bayangkan kalau film ini berisikan ‘ensemble casts’ seperti trilogi The Expendables. Bintang utamanya adalah Alexander Nevsky. Seperti halnya Arnold Schwarzenegger, Nevsky punya prestasi di bidang binaraga/bodybuilding; yakni tiga kali juara kontes bodybuilding Mr. Universe. Tapi sayangnya dia tidak punya pesona dan kharisma seperti Arnold Schwarzenegger. Akting Nevsky sama kakunya dengan wajah dan postur yang dia miliki.

Alexander Nevsky. Sumber gambar: variety.com

Alexander Nevsky. Sumber gambar: variety.com

Aktor lain yang membintangi B-movie ini adalah Casper van Dien. Mungkin peran dia yang paling diingat adalah saat membintangi film fiksi ilmiah “Starship Troopers” (1997) dan “Tarzan and the Lost City” (1998).

Casper van Dien. Sumber gambar: heroesforhire.us

Casper van Dien. Sumber gambar: heroesforhire.us

Ada pula Cary-Hiroyuki Tagawa. Yang ngefans film “Mortal Kombat” (1995) dijamin ingat aktor ini. Di Mortal Kombat dia berperan sebagai Shang Tsung.

Cary-Hiroyuki Tagawa. Sumber gambar: lakebit.com

Cary-Hiroyuki Tagawa. Sumber gambar: lakebit.com

Penggemar film-film era 90an mungkin ingat nama aktris Tia Carrere. Terkenal dengan peran-peran seksi seperti di film “True Lies” (1994) dan “Kull The Conqueror” (1997), Tia Carrere ikut membintangi film yang jelas-jelas berusaha meniru konsep The Expendables ini.

Tia Carrere. Sumber gambar: tiacarrere.com

Tia Carrere. Sumber gambar: tiacarrere.com

Turut meramaikan Showdown in Manila ada Don “The Dragon” Wilson, Olivier Gruner dan Cynthia Rothrock. Semuanya aktor-aktris film aksi kelas-B pada era 90an. Fun fact: Cynthia Rothrock adalah penyandang sabuk hitam di tujuh cabang bela diri yang berbeda dan atlit kompetisi sebelum terjun ke bidang film. Rothrock juga pernah bermain di film Indonesia pada masa kejayaan film nasional era 90an berjudul “Pertempuran Segitiga” (1990), “Tiada Titik Balik” (1991), “Bidadari Berambut Emas” (1992) dan “Membela Harga Diri” (1992).

Cynthia Rothrock. Sumber gambar: youtube.com

Cynthia Rothrock. Sumber gambar: youtube.com

Poster film jadul Cynthia Rothrock. Sumber gambar: bukalapak.com/u/kenji88

Poster film jadul Cynthia Rothrock. Sumber gambar: bukalapak.com/u/kenji88

Sutradara film ini (juga ikut berperan di dalamnya) merupakan aktor laga kelas-B pada masanya, yaitu Mark Dacascos. Dacascos bermain di film antara lain “Double Dragon” (1994) dan “Only the Strong” (1993). Sama seperti Don Wilson dan Cynthia Rothrock, Dacascos juga menguasai ilmu bela diri asli.

Mark Dacascos. Sumber gambar: sensacine.com

Mark Dacascos. Sumber gambar: sensacine.com

Showdown in Manila berkisah tentang detektif swasta yang menyelidiki kematian seorang agen FBI atas permintaan jandanya. Situasi yang berkembang akan membawa si detektif bertemu musuh lama yang dikenalnya saat masih menjadi aparat keamanan.

Memang terlalu jahat jika membandingkan Showdown in Manila ini dengan salah satu dari The Expendables. Mulai dari budget sampai bintangnya saja sudah sangat jauh berbeda kelasnya. Tapi karena sama-sama mengusung tema “blast from the past” alias kejayaan dari masa lalu, maka komparasi jadi tak terhindarkan. Dan mudah ditebak kalau Showdown in Manila kalah banyak jika dibandingkan dengan The Expendables.

Para aktor Showdown in Manila. Sumber gambar: imdb.com

Para aktor Showdown in Manila. Sumber gambar: imdb.com

Tapi untuk penggemar film-film aksi kelas-B era 90an, melihat film ini akan membawa mereka ke zaman keemasan dimana akting tidak terlalu dibutuhkan. Yang diperlukan hanyalah aksi baku tembak, gebuk, tendang dan ledakan seru dimana-mana. Dan Showdown in Manila memberikan semua itu dalam rasa 90an di film produksi 2016.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

youtube.com

Biarpun Gak Terkenal, 6 Film Animasi Underrated Ini Ternyata Bagus dan Keren Banget, Lho!

Entah sadar atau tidak, film animasi yang selama ini kita tonton ternyata hanya berasal dari 2 atau 3 rumah produksi, lh.. more

Sumber: japantimes

Inilah Hal Yang Wajib Dipatuhi Oleh Orang Jepang dan Korea Saat Bekerja

Di Jepang, orang yang bekerja di kantor, biasanya punya budaya untuk makan malam bersama. Wajar memang. Tapi dalam makan.. more

Budaya Part Time Job di Jepang dan Korea

Di Jepang, pelajar berumur 15 tahun sudah bisa mulai melakukan part time job. Orang yang melakukan part time job biasa .. more

Sumber gambar: gigazine.net

Satu Lagi Themed-Cafe Khas Jepang: Cafe Ranma ½ Telah Dibuka di Tokyo!

Seberapa populer Ranma ½ Café ini? Antriannya membludak!.. more

Sumber: immediate.co.uk

10 Mantra Harry Potter yang Memiliki Manfaat Besar Bila Digunakan di Dunia Nyata

Nyatanya, seperti yang kita baca di novelnya atau lihat di filmnya, terdapat juga beberapa mantra yang memiliki manfaat .. more