Joaquin Phoenix Jadi Joker Baru? Dapatkah Ia Melampaui Performa Gokil Heath Ledger di The Dark Knight?

7 months ago
Sumber: Screen Rant

Bro sis sudah mendengar kabar mengenai aktor berbakat, Joaquin Phoenix (The Master)? Kabarnya, ia digadang-gadang akan memerankan Joker di film solo Joker yang diproduseri oleh Todd Phillips (Project X) dan disutradarai oleh Martin Scorsese (Wolf of Wall Street).

Memang masih dugaan, namun ketika kabar ini mencuat satu minggu yang lalu, hampir sebagian besar fanboy Batman dan media, langsung setuju dan sangat berharap agar aktor berusia 43 tahun inilah yang menjadi sosok “The Prince of Crime” yang baru. Saya pribadi pun juga memiliki harapan yang sama.

Mungkin sebagian bro sis merasa bingung terhadap mengalir derasnya dukungan publik terhadap Phoenix untuk menjadi si badut kriminal dari kota Gotham ini. Berbagai pertanyaan pun muncul, “Dapatkah Joaquin Phoenix berhasil membawakan karakter Joker?” atau, “Akankah lebih bagus dari (alm) Heath Ledger di The Dark Knight (2008) dulu?”

Sumber: Den of Geek

Sumber: Den of Geek

Tentunya merupakan sebuah tindakan yang sangat riskan untuk membandingkan performa calon Joker baru (seperti Phoenix) dengan performa yang dilakukan oleh Ledger dulu. Pasalnya penampilan mantan suami aktris, Michelle Williams (Dawson’s Creek, Al the Money in the World) sebagai badut kriminil ikonik ini, benar-benar “sakit jiwa.”

Untuk mendalami perannya ini, aktor asal Australia ini benar-benar mencurahkan seluruh jiwa dan tenaga-nya hingga membuat dirinya meninggal dunia di usia yang sangat muda, 28 tahun.

Tapi terlepas demikian, bukan berarti rekan-rekan aktornya yang lain tidak memiliki potensi untuk mengikuti jejaknya atau bahkan melebihi penampilannya. Dan sekali lagi, menurut saya serta sebagian besar fans, Joaquin Phoenix memiliki potensi tersebut.

Sumber: The Film Stage

Sumber: The Film Stage

Mengapa saya dan sebagian besar fans sebegitu yakinnya? Apakah bro sis sudah pernah menyaksikan performa Phoenix di film-filmnya? Kalau kalian perhatikan baik-baik, di setiap penampilannya, Phoenix benar-benar menyatu dengan karakternya alias dirinya adalah seorang method actor. Istilah method actor merupakan sebutan bagi seorang aktor yang ketika memerankan karakternya, dirinya benar-benar menjadi satu dengan karakter yang diperankannya. Biasanya untuk bisa terus menyatu dengan karakternya, dirinya akan terus menjadi karakter tersebut bahkan, ketika proses syuting telah selesai.

Selain Phoenix, Jared Leto (Suicide Squad) dan Daniel-Day Lewis (Lincoln) adalah aktor yang juga sangat terkenal dengan gaya method akting-nya. Nah salah satu film Phoenix yang hingga tulisan ini diturunkan, kerap dijadikan bahan argumentasi fans terhadap potensinya sebagai Joker baru ini, adalah The Master (2012).

Di film yang disutradarai oleh Paul Thomas Anderson (There Will Be Blood) tersebut, Phoenix memerankan mantan veteran Perang Dunia II, Freddie Quell yang berjuang keras untuk menghilangkan segala bentuk trauma ketika di medan perang dulu agar bisa diterima oleh lingkungan sekitarnya.

Dan yap bro sis, di film tersebut, Phoenix sukses besar dalam menampilkan ketidakstabilan (naik-turun) emosi yang dirasakan oleh Quell. Dan seperti kita tahu, Joker jugalah merupakan karakter yang tidak stabil perilaku dan emosinya.

Sumber: Nerd Reactor

Sumber: Nerd Reactor

Film drama kolosal epik, Gladiator (2000), jugalah menjadi film Phoenix lainnya yang dijaidkan standar argumentasi. Di film peraih penghargaan Oscar untuk kategori Best Picture tahun 2001 ini, Phoenix memerankan sosok antagonis bernama Commodus. Dan Phoenix benar-benar sukses membuat seluruh audiens membenci dirinya secara instan. Pokoknya bagi bro sis, yang mungkin belum menyaksikan, coba kalian tonton deh film arahan Ridley Scott (Alien) ini. Saya jamin, bro sis bakalan langsung greget sendiri melihat dirinya.

Sumber: Chicago Reader

Sumber: Chicago Reader

Selain Gladiator dan The Master, sebenarnya menurut saya, penampilan Phoenix sebagai Theodore Twombly di film drama romantis utopia, Her (2013), jugalah bisa dijadikan acuan selanjutnya untuk menguatkan argumen kecocokan dirinya dengan sosok Joker. Sosok Theodore di film ini digambarkan sebagai sosok pria introvert yang stres setelah cerai dengan istrinya, Catherine Klausen (Rooney Mara).

Sebagai penghilang stress, dirinya pun kemudian membeli perangkat operating system (OS) yang memiliki sosok artifisial digital wanita bernama Samantha (Scarlett Johansson).  Singkat kata Theodore pun merasakan adanya kecocokan diantara keduanya dan pria berkacamata inipun alhasil memutuskan untuk “berpacaran” dengan Samantha. Dan seperti kita tahu, Phoenix, lagi-lagi sukses dalam memerankan karakter yang eksentrik tersebut.

Dengan kesuksesan serta komitmen tingginya dalam memerankan karakter-karakter yang gila nan aneh tersebut, rasanya saya tidak perlu memberikan contoh yang keempat, kelima atau keenam lagi bukan untuk memperkuat argumentasi ini?

Sumber: MovieWeb

Sumber: MovieWeb

Ya, kita lihat saja lagi nanti, apakah Phoenix memang akan terpilih atau lebih tepatnya, mau untuk memerankan musuh bebuyutan Bruce Wayne ini. Yang jelas sekali lagi, kalau menurut saya, Phoenix akan menjadi pilihan yang unik namun, sangat tepat untuk memerankan sosok Joker barunya. Namun bagaimana kalau menurut bro sis sendiri? Apakah kalian juga setuju kalau Joaquin Phoenix yang menjadi Joker barunya? Dan siapakah sosok aktor Joker favorit kalian sejauh ini?

Silahkan sampaikan komentarnya ya bro sis!

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

Sumber: medium.com

J-WORLD Tokyo, Indoor Theme Park Yang Wajib Di Kunjungi Oleh Para Penggemar Anime

Buat bro sis para penggemar anime maupun manga di Jepang, mending buruan nabung buat ke Jepang! Karena di sana terdapat .. more

Sabrina – Chapter 1: Clubbing di Tengah Kota

Malam itu ia bertemu Intan di salah satu club di tengah kota. Patung kuda terpajang di atap gerbang, sebagai ikon club i.. more

Kamu Belum Tahu Arti Kata EXTRAORDINARY Kalau Belum Baca Artikel Ini!

Mendengar kata ‘EXTRAORDINARY’, membuat kita terbayang akan suatu hal yang unik, luar biasa, atau epic... more

Sumber: img.cinemablend.com

Saya Tidak Akan Disukai Oleh Emma Watson Karena Menulis Ini. I’m Sorry Emma.

Film Beauty & The Beast tahun 1991 meninggalkan memori tersendiri pada masa kecil saya. Tapi saya tidak akan disukai Emm.. more

Suasana Bioskop Bisik (sumber: bioskopbisik.com)

Bioskop untuk Orang Buta, Konser untuk Orang Tuli

Suka nonton film? Atau datang ke konser? Gimana jadinya kalau ada bioskop untuk orang buta dan konser untuk orang tuli?.. more