Joged Bumbung, Warisan Budaya yang Dicap Negatif. Mengapa Bisa Demikian?

6 months ago

Joged Bumbung adalah tarian pergaulan yang berasal dari Bali. Sifatnya partisipatif yaitu, penari wanita akan mengajak (mengibing) penonton pria untuk menari bersama di atas panggung. Diperkirakan, tarian ini mulai ada pada tahun 1940-an, saat itu para petani yang kelelahan bekerja di lumbung pun memainkan rindik sambil menari. Awalnya tarian ini berfungsi untuk menghilangkan jenuh para petani yang sudah banting tulang. Meskipun sederhana, tarian ini mampu menghibur. Sayangnya, saat ini Joged Bumbung mengalami pergesaran makna, dari yang merupakan tarian penghibur menjadi joged porno yang erotis.

Mengapa bisa demikian?

Jadi awalnya kesenian ini cukup populer di Buleleng, sehingga masing-masing kelompok kesenian (sekaa) berlomba-lomba untuk menjadi nomor satu. Nah, karena itu muncullah persaingan yang kompetitif antar sekaa. Hal ini membuat tarian bumbung ini memiliki banyak kreasi, karena masing-masing sekaa saling berusaha untuk menjadi yang ter-eksis di masyarakat.

Persaingan ini mengakibatkan tarian ini menjadi tidak terkontrol dan keluar jalur. Dulu yang dikenal sebagai tarian pergaulan, kini menjadi tarian porno dan erotis. Karena somehow, sesuatu yang berbau porno dan erotis lebih menarik perhatian warga. Buktinya sebelum kasus ini mencuat di publik, sudah ada banyak video Joged Bumbung porno yang tersebar di Youtube. Views-nya pun tak main-main, ada yang sampai jutaan.

Baru-baru inilah di suatu platform media sosial, video-video yang kurang pantas ini menjadi perhatian publik. Dalam video, terlihat penari perempuan yang memakai pakaian adat Bali, menari ditemani penonton pria. Dari yang awalnya menari biasa, dan sedikit menggoda, tiba-tiba penonton pria mulai bertindak sesuka hati, dari yang ingin mencium hingga beraksi ‘nakal’. Mereka juga melakukan adegan yang tidak pantas. Ditambah, banyak anak-anak di bawah umur yang ikut menyaksikannya. Yang membuat kita lebih geram dan miris adalah anak-anak tersebut menonton ditemani oleh orang tuanya sendiri!

Mengapa orang tua yang seharusnya mengawasi anak-anaknya, malah membiarkan anaknya ikut menikmati pertunjukkan yang kurang pantas tersebut?

Jika ditelaah, sebenarnya video Joged Bumbung ini sudah banyak disebarkan di Youtube dari beberapa tahun yang lalu. Namun, baru-baru ini yang populer yaitu video saat kelompok tertentu sedang membuat acara yang  menampilkan tarian hiburan ini.

Warganet yang menonton video tersebut pun geram, melihat tingkah lelaki yang melecehkan penari wanita tersebut. Apalagi penari wanita juga terlihat pasrah dan tidak berbuat apapun saat lelaki tersebut mempraktekkan gerakan tidak pantas. Tidak hanya sekali atau dua kali saja, malahan para penonton pria bergantian menggoda penari tersebut sambil tertawa cekikikan.

Bagi saya, hal ini sangat tidak pantas dan sangat tabu. Apalagi kita sebagai orang Indonesia, (yang katanya) memiliki adat timur yang sangat menjunjung tinggi kesantunan.

Padahal di media sosial jika terdapat perilaku menyimpang seperti ini, warganet Indonesia langsung gercep mengecam dan mencibir dan nyinyir di media sosial. Namun mengapa di video tersebut, dari sekian banyak orang yang mengikuti acara tersebut, tidak ada satupun yang menghentikan atau memperingati. Malah tambah menyoraki. Apakah hal tersebut hanya berlaku di dunia maya, tapi tidak di dunia nyata?

Sungguh disayangkan, apalagi sang penari sedang mengenakan pakaian tradisional Bali dan diringi musik khas Bali. Apa jadinya bila masyarakat asing yang tidak tahu menahu dan mengklaim bahwa ini merupakan salah satu budaya Indonesia, padahal kan tidak? Akan dicap seperti apa bangsa kita? Seliar itu kah kita, hingga bisa sesuka hati mempraktekkan adegan porno di depan umum?

UPDATE

Pemprov Bali pun mengecam kejadian ini. Oleh karena itu, polisi pun bertindak cepat dan sudah melakukan pemeriksaan terhadap ketua panitia, penari, serta pengunggah video tersebut. Usat punya usut, ternyata video yang viral tersebut merupakan acara charity yang bertajuk Event Trail Adenture Bulldog Reborn “Charity Ride”. Event ini pun bertujuan untuk mengumpulkan dana, yang nantinya akan diberikan kepada korban erupsi Gunung Agung.

Sang penari pun angkat bicara saat ditanya mengenai hal ini. “Kami sebagai penari joged mengikuti pengibing (penonton) dan saat itu pinggang dipegang oleh pengibing. Namun kami tidak kenal dengan pengibing tersebut dan kami tidak mengetahui ada seseorang yang merekam tarian joged hingga viral di medsos,” ujarnya.

Sang perekam pun mengakui kesalahannya dan mengaku bahwa alasannya merekam adalah karena ia ingin pamer kepada teman Facebook-nya bahwa ia sedang menonton Joged Bumbung.

Ya, menyebarkan video tak senonoh ini juga dikenai hukuman karena perbuatannya melanggar hukum. Namun kalau dilihat dari sisi positifnya, si penyebar video ‘berjasa’ atas kejadian ini. Karena ia lah, pelaku yang berkaitan dengan joged porno itu dapat diciduk. Hal ini juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat Bali bahwa tarian yang sudah berubah ini tidak pantas untuk dipertontonkan lagi.

About Author

Steffi CIAYO

Steffi CIAYO

“All life is an experiment. The more experiments you make the better.” —Ralph Waldo Emerson

Comments

Most
Popular

Sabrina – Chapter 4: Kencan Dengan Expatriat

Sudah lama Sabrina menyimak event-event di aplikasi untuk komunitas traveler itu. Group trip, meet up, dan kumpul-kumpul.. more

Dimaz Sadewa Menguak Sejarah Batavia Lewat Komik

Sempet kepikiran nggak, kalau latar belakang sejarah dan hal-hal serius juga bisa diangkat jadi cerita yang menarik. Dim.. more

00 d dilan bad boy

Dilan dan Fenomena “Anak Nakal” Baik Hati di Dunia Nyata

Apasih yang bikin sosok Dilan menarik di mata kaum hawa? Dan benarkah anak nakal yang berhati baik jadi sosok idaman?.. more

Sumber gambar: gonintendo.com

Game Nintendo Switch & 3DS Yang Akan Menyerbu Pasar Tahun 2018, Part. II

Berikut beberapa judul game untuk Nintendo Switch dan Nintendo 3DS yang akan menyerbu pasar game dunia. [PART II].. more

CIAYO Comics

Mengenal Oryza, Sosok Wanita Tangguh di Balik Consilium

Bro sis pasti udah gak asing sama film “Transformers” kan? Apalagi untuk penggemar adegan action atau genre sci−fi.. more