Kappa: Siluman Air dari Jepang yang Mendunia, Nyata atau Tidak?

3 months ago
Sumber: fandompost.com

Pernah dengar legenda dari Jepang tentang makhluk siluman bernama Kappa? Kappa memiliki arti river child yang berasal dari kata “kawa” yaitu sungai dan “wappa” yang berarti anak. Kappa digambarkan menyerupai manusia dengan tinggi seukuran anak kecil dan memiliki warna kulit hijau kekuningan yang bersisik. Kappa juga digambarkan mempunyai tempurung seperti kura-kura.

Menurut legenda, Kappa tinggal di dekat sungai dan danau di daerah Jepang. Makanan seperti mentimun, buah melon, atau labu-labuan adalah makanan kesukaan Kappa. Cerita mengenai Kappa sudah hadir sejak zaman Edo. Oleh karena itu, gak heran kita biasanya menemukan illustrasi mengenai Kappa dengan background suasana tradisional Jepang .Kappa juga termasuk sebagai makhluk yokai atau siluman yang paling populer di Jepang dan dipercayai masih menjadi legenda yang hidup sampai saat ini.

Sumber: wikipedia.com

Sumber: wikipedia.com

Menurut kepercayaan Shinto,Kappa adalah roh air yang menjaga sungai dan danau. Meskipun termasuk roh penjaga air, Kappa juga dikenal sebagai monster yang jahat yang suka menyakiti manusia pada zaman dulu. Ada penjelasan yang agak ‘aneh’ tentang mengapa Kappa suka mengganggu manusia.

Legenda bercerita bahwa manusia mempunyai Shirikodama yang berarti “bola kecil dekat anus”. Kabarnya, Shirikodama (hati/liver manusia) ini merupakan makanan kesukaan Kappa. Karena itu orang yang ‘dimakan’ oleh Kappa, memiliki ciri-ciri bokong yang rusak atau gak sempurna.

sumber: pinterest.com

sumber: pinterest.com

Kappa juga punya kelemahan, yaitu bentuk kepalanya yang seperti mangkuk. Kappa adalah siluman air, yang membuat Ia sulit untuk hidup di darat. Kepala yang berbentuk mangkuk yang dimiliki Kappa membuat kepalanya berisikan air saat Ia keluar dari sungai. Air inilah yang membuat Kappa bisa bertahan di darat.

Kalau seorang manusia bertemu dengan Kappa lalu membungkukan badan, diceritakan Kappa akan balas membungkuk ke orang itu. Inilah yang menjadi kelemahannya. Karena pada saat membungkuk, air yang ada di atas kepala Kappa akan jatuh dan Kappa yang gak bisa hidup tanpa air akan segera pergi ke dalam sungai.

Sumber: pinterest.com

Sumber: pinterest.com

Dikenal sebagai makhluk mythology atau legenda, ternyata ada yang pernah menemukan tangan Kappa loh! Kerangka tangan besar yang entah berasal dari makhluk apa ini, disimpan oleh keluarga Miyakonijo Shimazu sejak 1818. Kerangka yang sudah diawetkan ini terlihat sama persis dengan ciri-ciri tubuh Kappa. Beberapa orang percaya, kalau Kappa beneran hidup di Jepang pada ribuan tahun lalu.

Sumber: ancient-origins.net

Sumber: ancient-origins.net

Meskipun udah ditemukan beberapa mummy atau kerangka yang disebut sebagai kerangka dari Kappa, ilmuan belum bisa menemukan fakta kalau Kappa ini benar-benar ada. Ada yang mengatakan kalau kerangka yang ditemukan bisa jadi dari binatang lain. Menurut bro sis gimana? Apakah kalian percaya bahwa Kappa beneran ada?

 

 

About Author

Lisa

Lisa

Lisa is a journalist student from Jakarta who always find writing as a very amusing hobby. She believes that even when the writer's soul is staying, a writing can travels anywhere. Lisa is on her way to achieve a bachelor degree and her own life bucket list."

Comments

Most
Popular

Sumber : Steamcommunity.com

10 Game Pilihan Dibawah 100 Ribu Rupiah Selama Steam Winter Sale!!

Setiap akhir tahun, Steam sebagai digital game distributor terbesar selalu memberikan diskon besar-besaran pada hampir s.. more

Boku dake ga Inai Machi (Erased). Sumber: myanimelist

5 Rekomendasi Anime Bergenre Psychological

Banyaknya anime dengan konsep romance, fantasy, comedy dan yang itu-itu aja pernah ngebuat kamu bosan ga sih? Nah, kala.. more

Sumber: Gamerant

Pokemon GO Genap Satu Tahun, Habis Ini Apa?

Pasti bro sis salah satunya yang pernah keranjingan muter-muter komplek buat main Pokemon GO kan? Game ini memang cukup .. more

Datang Lebih Awal, Kereta di Jepang Meminta Maaf

Kereta Tsukuba Express yang menghubungkan kota Tokyo ke daerah bagian utara Jepang memohon maaf ke penumpang karena data.. more