Kebiasaan-Kebiasaan Orang Jepang yang Akan Sulit Dilakukan oleh Bangsa Lain

10 months ago
Menyeberang dengan rapi dan teratur di Jepang. Sumber gambar: videoblocks.com

Jepang merupakan negara yang unik dengan kebiasaan-kebiasaan warganya yang boleh dibilang ‘monoton’, dan bahkan cenderung terlalu rapi. Jadi seperti sudah terprogram layaknya robot.

Walaupun terlihat lucu atau aneh, tapi kebiasaan tersebut nyaris semuanya berupa hal-hal positif dalam hidup. Budaya-budaya Jepang tersebut mungkin juga disebabkan homogenitas rakyatnya yang berbeda dari, misalnya, Indonesia. Negara Indonesia yang heterogen ini terlihat sulit sekali mengadopsi hal-hal yang jadi budaya bagus di negara maju seperti Jepang.

Contoh mudahnya adalah soal kebiasaan membuang sampah di tempat yang seharusnya. Kebiasaan orang Indonesia yang membuang sampah sembarangan bahkan di sebuah event Jejepangan berbayar masih menjadi hal serius yang belum teratasi.

Tak hanya soal membuang sampah di tempat yang benar, ada banyak kebiasaan-kebiasaan orang Jepang yang mungkin (atau memang) sulit untuk diterapkan serta dilakukan sehari-hari oleh warga negara lain. Beberapa contoh berikut bisa jadi gambaran.

1. Menyeberang jalan dan menghentikan kendaraan di tempat yang seharusnya

Tidak perlu takut (berlebihan) akan ditabrak kendaraan saat menyeberang jalan di Jepang, karena mereka terbiasa menyeberang di tempat yang diperuntukkan untuk menyeberang, dan pengemudi kendaraan selalu memprioritaskan penyeberang jalan untuk lewat lebih dulu. Ini tercantum dalam ujian Surat Ijin Mengemudi mereka, yang dilaksanakan dengan ketat dan serius. Ujian untuk mendapatkan SIM di Jepang terkenal ribet. Contohnya bisa dilihat di manga/anime “Bakuon!!”

Anime yang punya muatan edukasi berlalu lintas di Jepang. Sumber gambar: otakutale.com

Anime yang punya muatan edukasi berlalu lintas di Jepang. Sumber gambar: otakutale.com

2. Membuang sampah dengan teratur, di tempat yang sesuai, berjadwal dan memisahkan jenis sampah sesuai sifat terurainya

Di Jepang, sampah rumah tangga dipisah-pisahkan oleh warga sendiri sebelum dibuang. Pembuangannya pun menggunakan jadwal yang teratur. Jenis sampah organik dipisahkan dengan non-organik. Dan jadwal petugas pengangkut sampah dibuat teratur sehingga kecil kemungkinan adanya sampah menumpuk dan jadi sumber penyakit.

Bak sampah yang rapi sesuai sifat terurainya. Sumber gambar: cgs.la.psu.edu

Bak sampah yang rapi sesuai sifat terurainya. Sumber gambar: cgs.la.psu.edu

 

Petugas yang rapi dan bekerja keras. Sumber gambar: youtube.com

Petugas yang rapi dan bekerja keras. Sumber gambar: youtube.com

3. Minum air langsung dari keran air

Sebenarnya kebiasaan ini bukan hal aneh di negara maju. Di negara maju, air keran/tap water bisa langsung diminum tanpa perlu takut bakal sakit perut. Air keran di negara Jepang sudah higienis dan layak untuk dikonsumsi langsung tanpa perlu dimasak. Kebiasaan ini belum bisa ditiru oleh provinsi manapun di Republik Indonesia, hehehe.

Menemukan keran air untuk minum tidaklah sulit di negara maju seperti Jepang. Sumber gambar: gocamperjapan.com

Menemukan keran air untuk minum tidaklah sulit di negara maju seperti Jepang. Sumber gambar: gocamperjapan.com

4. Tidak menawar harga belanjaan, bahkan di pasar tradisional sekalipun

Emak-emak dari Indonesia tidak akan bisa melakukan hal seperti ini, hehehe. Di Jepang, harga-harga adalah fix. Harga pas. Perubahan harga hanya terjadi saat adanya sale, di mana ada diskon diterapkan. Selain itu? Nggak ada tawar-menawar seperti yang sering terjadi di negara seperti Indonesia. Apa harga yang tertera, itulah yang orang Jepang bayarkan ke penjual.

Nishiki Market, Kyoto. Salah satu pasar tradisional di Jepang. Bersih, rapi dan terlihat cukup lega. Sumber gambar: japan-guide.com

Nishiki Market, Kyoto. Salah satu pasar tradisional di Jepang. Bersih, rapi dan terlihat cukup lega. Sumber gambar: japan-guide.com

5. Keyakinan kalau akan ada vending machine di wilayah sekitar saat dibutuhkan

Warung rokok kecil atau pedagang asongan seperti yang banyak kita temui di Indonesia tidak akan ditemukan di sepanjang wilayah negara Jepang. Yang ada hanya berupa vending machine, yang tersebar merata di setiap sudut daerah. Mulai dari airport sampai pedesaan, orang akan mudah menemukan vending machine yang menjual berbagai benda; mulai dari pakaian dalam hingga sekaleng kopi hangat.

Vending Machine dilengkapi tempat sampah untuk bekas minuman. Sumber gambar: kotaku.com.au

Vending Machine dilengkapi tempat sampah untuk bekas minuman. Sumber gambar: kotaku.com.au

6. Berpikir (dan yakin) kalau jadwal kendaraan umum akan selalu tepat waktu

Pernah antri menunggu bus terjadwal seperti Transjakarta? Saya pernah. Dan saya tahu yang namanya “terjadwal” punya definisi lain kalau sudah menyangkut angkutan umum di Indonesia. Sementara buat orang di negara maju seperti Jepang sebuah ketepatan jadwal, punctuality of time, adalah hal mendasar dalam pelayanan publik. Dan mereka selalu menjaga kultur ini di tatanan masyarakat. Mereka bahkan akan minta maaf saat jadwal keberangkatan terlalu cepat 20 detik dari yang seharusnya!  Kita di Indonesia? Belum. Atau mungkin tidak akan pernah.

Orang Jepang serius untuk hal ketepatan waktu. Bahkan terlalu serius. Sumber gambar: twitter.com/stanyee

Orang Jepang serius untuk hal ketepatan waktu. Bahkan terlalu serius. Sumber gambar: twitter.com/stanyee

7. Berdiri di jalur kiri secara sejajar saat berada di elevator

Dan memberikan ruang di sebelah kanan jalur elevator untuk mereka yang hendak terburu-buru/mendahului. Kebiasaan ini mencerminkan toleransi kepada sesama pengguna elevator sehingga semua pihak terakomodasi. Sementara di banyak negara lain, kondisi elevator relatif berantakan.

Antri dan tidak serobot sana sini. Sumber gambar: naruhodo.jp.net

Antri dan tidak serobot sana sini. Sumber gambar: naruhodo.jp.net

8. Tidak egois saat terjadi kondisi bencana alam ataupun kondisi force majeur lainnya

Saat terjadi bencana alam seperti gempa ataupun banjir (ya, walaupun bukan karena sampah mengganggu jalur air seperti yang kerap terjadi di Indonesia, tapi Jepang juga ada dilanda banjir karena tingginya volume air dan saluran yang ada tidak sanggup mengalirkan arus dengan sempurna), sesama warga saling bergotong-royong dan membantu satu sama lain. Saat membeli bahan makanan/minuman, mereka tidak menggunakan mindset “memborong/stock” sehingga menyebabkan orang lain menjadi tidak kebagian. Hal ini jarang terjadi di negara lain; bahkan di negara semaju Amerika Serikat sekalipun. Yang sering malah terjadinya looting / penjarahan di saat kondisi sedang kacau balau. Di Jepang, hal seperti itu tidak akan terjadi. Rasa egois tidak berlaku dalam kondisi demikian.

Tetap tenang dan antri dengan rapi tidak berebutan. Bahkan selepas bencana gempa besar melanda. Sumber gambar: The Asahi Shimbun via Getty Image dailymail.co.uk

Tetap tenang dan antri dengan rapi tidak berebutan. Bahkan selepas bencana gempa besar melanda. Sumber gambar: The Asahi Shimbun via Getty Image dailymail.co.uk

Ah… Apa Jepang tidak punya kebiasaan buruk sama sekali?

Tentu saja ada! Tapi kita akan bicarain hal itu di kesempatan lainnya saja ya, bro sis? Hehehe. Jadi menurut bro sis, kebiasaan baik mana dari bangsa Jepang yang tidak akan/sulit untuk dilakukan bangsa kita? Bisa komen di bawah ya.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

00-d-persona

Fakta Unik Perjalanan Game Persona, Dulu dan Sekarang

Persona 5 sudah berusia 10 tahun. Mari kita kilas balik bagaimana seri Persona bisa tercipta untuk pertama kalinya... more

76 Tahun Penantian Wonder Woman

Apakah kalian tahu asal usul Wonder Woman? Kira-kira seberapa besar sih pengaruhnya dalam dunia pop culture? seberapa be.. more

(japanesesearch.com)

Konsep Gacha dalam Mobile Game Online

Guys, pernahkah kalian bermain game gashapon? Sebenarnya di antara kalian pasti banyak yang udah pernah maen game ini, t.. more

Sumber: Hello-PET

[KLARIFIKASI] Ramai Dijadikan Meme, Akhirnya Kak Seto Angkat Bicara!

Membludaknya meme Kak Seto langsung mengundang komentar. Sang pemerhati anak tak mempermasalahkan hal tersebut... more

ANIMETOKU CON 2017

Sepinya ANIMETOKU CON 2017. Kenapa Ya?

Kalau dengar kata “toys” dan “games” semua orang kayaknya suka. Apalagi bro sis yang pecinta mainan. Nah, tangga.. more