Keluarga Cemara Remake, Keluarga Sederhana versi Masa Kini

1 year ago
Keluarga Cemara - Banner

“Harta yang paling berharga adalah keluarga

Kamu kalah kalau baca sambil nyanyi sepenggal kalimat itu!!! Ciye ketauan banget ya udah tuanya? Hihihi. Gak apa, kok. Kita sama. Psst, udah nonton filmnya belum? Sekarang Keluarga Cemara lagi hadir di bioskop buat menghapus dahaga akan nostalgia. Ceilah!

Keluarga Cemara Hadir Dengan Nuansa Masa Kini

Kalau kamu generasi 90an pasti tau deh sama sinetron satu ini. Sinetron paling hits di masanya ini berhasil menarik perhatian banyak orang mulai dari kalangan dewasa hingga muda, dari orang desa sampai orang kota.

Keluarga Cemara - poster
Sumber: Arulfittron.blogspot.com

Mungkin memang benar ya kalau jaman dulu itu kita bisa terhibur dan tersentuh dengan hal sederhana. Sesederhana nonton Keluarga Cemara bareng keluarga. Ayo ngaku siapa yang selalu nungguin sinetron ini tayang di televisi setiap harinya? Gak usah malu kok. Aku juga.

Keluarga Cemara merupakan sebuah sinetron Indonesia yang ditayangkan pada tanggal 6 Oktober 1996 hingga tamat pada tanggal 28 Januari 2005. Iya memang selama itu. Gak usah kaget. Sinetron – sinetron jaman dulu seperti Tersanjung, Si Doel Anak Sekolahan dan Lorong Waktu memang bertahan lama bahkan selalu diingat hingga saat ini.

Keluarga Cemara didasarkan pada cerita bersambung karya Arswendo Atmowiloto. Sinetron ini pada awal penayangannya ditayangkanpada tahun 1996 sampai 2002 dan dilanjutkan dengan nama Keluarga Cemara: Kembali ke Asal pada tahun 2004 dan 2005.

Keluarga Cemara - aktivitas
Sumber: Medcom.id

Film Keluarga Cemara masih mengusung nilai-nilai luhur dalam keluarga modern sehingga relevan dengan situasi masa kini. Arswendo Atmowiloto pertama kali menulis “Keluarga Cemara” untuk majalah Hai pada 44 tahun lalu. Kisah menyentuh hati mengenai keluarga yang terdiri dari Abah, Emak, Euis, Ara dan Agil itu beberapa kali berevolusi. 

Dari cerita yang dimuat di majalah kemudian dibukukan dalam bentuk novel, lalu diadaptasi menjadi serial televisi 90-an dan akhirnya menjadi versi layar lebar yang tayang awal 2019.

Evolusi Keluarga Cemara, Dari Tukang Becak Sampai Supir Ojek Online

Kalau di sinetron Keluarga Cemara Abah jadi Tukang Becak dengan segala kesederhanaan, di film nya kali ini kayaknya perusahaan ojek online karya anak bangsa berhasil mencuri perhatian.

Yups, sepanjang film disadari atau tidak, banyak sekali “iklan” dari perusahaan ojek online ini. Bahkan Abah pun beralih profesi menjadi driver ojol  seakan mengikuti perkembangan jaman. Film ini masih bercerita hampir sama. Diceritakan Abah dan keluarga adalah orang kaya di kota Metropolitan. Saking kaya nya, mereka jarang berinteraksi sebagai keluarga dengan baik. Sampai Abah terkena musibah dan harus menerima kenyataan kalau mereka bangkrut.

Sumber: tribunnews.com
Sumber: tribunnews.com

Abah dan keluarga pun akhirnya harus tinggal di kampung dan beradaptasi. Kisah inilah yang menjadi menarik. Di mana di jaman serba modern ini Abah dan keluarga harus bertahan hidup dengan segala kesederhaan. Dari Kontraktor jadi Driver Ojol. Dari Sekolah Terkenal jadi sekolah biasa saja.

Film ini dikemas begitu pas hingga para penonton pun bisa meneteskan air mata, ya minimal bisa puas mengenang masa lalu, deh. Ringgo dan Nirina yang berperan sebagai suami istri terlihat pas. Kehadiran Zara JKT 48 juga meningkatkan popularitas film ini sekaligus membawa kesegaran dengan karakternya yang keras kepala namun cerdik. Ditambah karater Ceu Salma yang diperankan oleh Asri Welas juga menambah kesan humor.

Kabar baiknya lagi film yang masih tayang di bioskop ini mendapatkan 11 nominasi Piala Maya dari 10 kategori, di mana pemeran Euis (Zara JKT 48) dan Ara (Widuri Puteri) sama-sama bersaing dalam kategori aktor/aktris remaja cilik terpilih.

Keluarga Cemara - Piala Maya
Sumber: Liputan6.com

Nominasi lainnya adalah Film cerita panjang/film bioskop terpilih, penyutradaraan terpilih oleh Yandy Laurens, aktor utama terpilih oleh Ringgo Agus Rahman, aktris utama terpilih oleh Nirina Zubir, aktris pendukung terpilih oleh Asri Welas. Skenario adaptasi terpilih oleh Gina S. Noer dan Yandy Laurens, tata musik terpilih oleh Ifa Fachir, penyunting gambar terpilih oleh Hendra Adhi Susanto dan lagu utama terpilih dengan “Harta Berharga” oleh Bunga Citra Lestari ciptaan Arswendo Atmowiloto dan Harry Tjahjono.

Piala Maya adalah ajang apresiasi dari dunia maya untuk film Indonesia. Pengumumannya akan dilaksanakan pada 19 Januari 2019 nanti.

Keren banget, kan? Film ini pas buat ditonton segala umur. Gak cuma menghibur, ceritanya yang sederhana juga dapat menyentuh segala kalangan. Pas deh buat ngisi weekend  kamu bareng keluarga tercinta.

Keluarga Cemara - Behind The Scene
Sumber: Jurnas.com

Mau baca cerita tentang keluarga lainnya? Coba baca aja di CIAYO Comics, ya!

About Author

CIAYO Blog Team

CIAYO Blog Team

Terdiri dari bro sis yang doyan nulis. Beberapa bro yang nyumbang tulisan udah cukup lama malang melintang di dunia perkomikan. Penulis lainnya udah jadiin nulis sebagai lifestyle. Blog ini jadi basecamp buat tulisan seputar komik, pop culture, dan game. Enjoy ya bro sis!

Comments

Most
Popular

Sumber: CIAYO Comics / Vigilante

Vigilante, Komik Detektif Terbaru di CIAYO Comics

Seperti komik-komik detektif yang sudah ada, karakter utamanya memiliki kemampuan menganalisa yang tajam sehingga mampu .. more

Design by Bisri Mustova

World of Ghibli: Bakal Ada Apa Aja di Sana?

Kupas tuntas perhelatan acara dan ekshibisi World of Ghibli Jakarta!.. more

coco awards

Coco Masuk 13 Nominasi Annie Awards 2018

Salah satu film animasi yang beruntung masuk nominasi Annie Awards adalah Coco. Gak tanggung-tanggung nih, Coco mendapat.. more

Bung Hatta (Sumber: Intelejen)

Mencium Bau Buku dan Kebiasaan-Kebiasaan Aneh Book Nerd

iapa yang suka baca buku? Kayaknya salah satu pendidikan awal yang kita dapat saat kecil adalah membaca. Apalagi buat br.. more

universitas multimedia nusantara desktop

Asyiknya Menonton Animasi Pendek Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara

Universitas Multimedia Nusantara menayangkan 32 film pendek karya mahasiswa prodi film dan animasi. Semuanya menampilkan.. more