Kenapa Serial Netflix Marvel Diputus Satu Demi Satu?

2 months ago
00-marvel-netflix-series

Buat fans serial televisi dari Marvel Comics, layanan streaming televisi Netflix adalah sebuah ‘surga’.

Dimulai dengan Marvel’s Daredevil (2015), Netflix menciptakan sebuah universe untuk para superheroes Marvel “kelas dua” yang tidak tertampung di universe film bioskop “Marvel Cinematic Universe” alias MCU.

Hal ini sekaligus menantang dominasi DC Comics di segment serial TV superheroes yang berjalan kuat sejak serial “Arrow” ; diputar di channel CW sejak tahun 2012. “Arrowverse”, begitu sebutan universe serial TV DC Comics, terus berekspansi dengan penambahan tokoh-tokoh dari DC Comics; terkini akan muncul Batwoman di mini-seri spesial “Elseworlds” Desember 2018.

(Sumber: VitalThrills)

(Sumber: VitalThrills)

Universe Marvel buatan Netflix sendiri awalnya terlihat sangat menjanjikan.

Daredevil mendapatkan sambutan meriah dari fans Marvel (dan bahkan DC Comics seperti saya). Rasa pahit dari film teatrikal gagal “Daredevil” (2003) yang dibintangi oleh Ben Affleck dulu hilang karena serial yang dibintangi oleh Charlie Cox ini. Melihat sambutan positif pasar, Netflix dan Marvel tentu saja bersemangat untuk mengembangkan franchise tersebut.

(Sumber: BleedingCool)

(Sumber: BleedingCool)

Selepas Daredevil, Netflix lanjut dengan membuat serial Marvel’s Jessica Jones. Kisah tentang superhero cewek bermasalah serta pecandu alkohol yang mencari jati diri tersebut juga berakhir sukses meraih pasar.

(Sumber: TheBottomLine)

(Sumber: TheBottomLine)

Disusul kemudian dengan pembuatan Marvel’s Luke Cage. Luke Cage juga meraih sukses walau awalnya sempat diragukan (sebagian besar keraguan karena tokoh utamanya berkulit hitam yang merupakan minoritas).

(Sumber: YouTube)

(Sumber: YouTube)

Kesuksesan Luke Cage bahkan membuka pintu untuk dibuatnya serial Marvel’s Iron Fist; berhubung di komik mereka merupakan rekan/partner dalam lini “Heroes for Hire”.

Sayangnya sambutan yang diterima oleh Iron Fist tidak sehangat ‘saudara-saudaranya’. Banyak opini yang menyatakan kalau Iron Fist digarap dengan jelek. Tidak menarik. Dan dianggap sebagai yang paling lemah dari judul-judul serial Marvel Netflix yang sudah ditayangkan.

Saya sendiri setuju dengan pendapat tersebut. Akting Finn Jones terasa tidak inspiring sama sekali sebagai Danny Rand alias “Iron Fist from K’un L’un”. Datar dan kering.

(Sumber: OverThinkingIt)

(Sumber: OverThinkingIt)

Tapi Marvel tidak menganggap hal itu sebagai masalah besar. Mereka malah melakukan serial khusus kolaborasi antar superheroes ini dalam mini-seri bertajuk Marvel’s The Defenders. Dimana ‘Daredevil’ Matt Murdock , Jessica Jones, ‘Power Man’ Luke Cage serta Danny Rand ‘Iron Fist’ bergabung, bersatu untuk menghadapi musuh yang sama. Mini-seri The Defenders disambut cukup baik oleh fans; setidaknya tidak seperti sambutan dingin yang diterima oleh Marvel’s Iron Fist sebelumnya.

(Sumber: WhatsOnNetflix)

(Sumber: WhatsOnNetflix)

Baca Juga: Marvel’s The Defenders vs Marvel’s The Avengers

Berhenti sampai disana? Tentu saja tidak. Marvel dan Netflix kembali beraksi. Kali ini mereka menciptakan Marvel’s The Punisher.

Karakter The Punisher alias Frank Castle, yang sebelumnya muncul di Daredevil, dikembangkan ke serial tersendiri. Walau menurut saya pribadi hasilnya tidak buruk-buruk amat namun lebih greget melihat The Punisher saat beradu fisik (dan strategi) dengan Daredevil ketimbang melihat aksi dia di serialnya sendiri.

(Sumber: LitReactor)

(Sumber: LitReactor)

Saat Netflix dan Marvel mengumumkan di awal September 2018 kalau The Defender di-cancel alias tidak lagi dilanjutkan/dibuat, fans sedikit kaget namun menganggap hal tersebut wajar.

The Defenders tidak se-prospek The Avengers dari MCU. Plus orang masih menyalahkan performa buruk Iron Fist sebelumnya. The Defenders di-cancel? Ya sudah. Toh kisah sebelumnya juga ideal untuk berhenti.

Fans tidak melihat adanya kemungkinan buruk lain di masa depan di pengumuman dan rilis season ketiga Daredevil. Mereka bergembira menyambut season terbaru tersebut tanpa menyadari kalau itu adalah kali terakhir mereka akan melihat serial Marvel superheroes di Netflix.

12 Oktober 2018, Netflix mengumumkan kalau mereka meng-cancel Marvel’s Iron Fist setelah dua season. Tidak akan ada lagi serial Iron Fist di Netflix.

Fans sudah menduga hal ini; beberapa malah tertawa karena tahu cepat atau lambat Iron Fist akan kena depak dari televisi karena performa buruk mereka. Yang fans tidak duga serta antisipasi adalah rentetan cancel yang menyusul Iron Fist setelahnya.

Marvel’s Luke Cage di-cancel lewat pengumuman tanggal 19 Oktober 2018. Hanya beberapa hari setelah berita cancel Iron Fist. Beberapa fans yang optimis menganggap “Oh! Keduanya mungkin bakal digabung satu dalam serial Heroes for Hire seperti di komik!”

Pendapat yang wajar juga, sih. Karena memang di komik keduanya ada dalam serial yang sama: “Heroes for Hire”. Jadi jika keduanya di-cancel karena sendiri-sendiri, mungkin tujuannya untuk digabung?

(Sumber: WhatsOnNetflix)

(Sumber: WhatsOnNetflix)

Sayang berita yang muncul berikutnya malah membuat panik para fans serial Marvel di Netflix. Daredevil, yang notabene adalah pioneer di universe Marvel Netflix, juga menemui ‘ajal’ nya. Pengumuman cancel Daredevil dari Netflix terjadi 29 November 2018.

Hal ini jelas tidak di duga dan diharapkan para fans. Namun tetap saja terjadi.

Netflix meng-cancel Daredevil (Sumber: Geek.Com)

Netflix meng-cancel Daredevil (Sumber: Geek.Com)

Saat ini yang belum diumumkan (secara resmi) kalau di-cancel tinggal Marvel’s Jessica Jones dan Marvel’s The Punisher. Namun sepertinya hanya soal waktu saja. Hal itu pasti terjadi. Tapi sebenarnya ada apa dengan gelombang cancel Marvel TV show di Netflix ini?

Dugaan terkuat adalah karena Disney, sebagai pemilik (hampir) semua IP Marvel Comics, sedang bersiap-siap meluncurkan layanan streaming mereka sendiri: Disney+ alias “Disney Plus”.

Layanan streaming Disney (Sumber: TheWaltDisneyCompany)

Layanan streaming Disney (Sumber: TheWaltDisneyCompany)

Secara hitung-hitungan bisnis, akan lebih menguntungkan buat Disney (dan Marvel) jika menyiarkan serial-serial superheroes mereka di ‘lapak sendiri’ seperti di Disney+ . Lebih hemat dan lebih terkontrol ketimbang di Netflix dimana Disney tidak punya kuasa/kendali.

Dengan meletakkan semua program siar Marvel (film serta televisi) di Disney+ , pihak Disney akan punya kendali sepenuhnya.

Walau secara teori bagus karena lebih terpusat, namun buat beberapa kalangan hal ini justru mencemaskan. Karena siapapun tahu kalau Disney selalu berorientasi pada hal-hal dan nilai-nilai kekeluargaan. Disney tidak dikenal atau identik dengan produk kekerasan. Sementara mereka yang nonton serial-serial Marvel di Netflix sudah tahu kalau serial-serial itu memiliki rating R alias dewasa; dengan adegan kekerasan dan seksual ada dimana-mana.

Jika benar Disney+ akan jadi tempat baru serial-serial Marvel yang di-cancel oleh Netflix, besar kemungkinan serial-serial tersebut akan mengalami modifikasi besar-besaran agar dapat meraih rating “Semua Umur” seperti layaknya produk-produk Disney.

Bisa bayangkan serial Daredevil tanpa darah dan kekerasan seperti yang terlihat di Netflix sebelumnya? Akan aneh banget!

Memang berita di-cancel-nya berbagai serial televisi Marvel di Netflix bukan berarti sebuah kepastian kalau serial-serial tersebut akan muncul di Disney+ . Bisa jadi Marvel memang menyetop serial-serial itu untuk selamanya. Alias tidak lagi diproduksi. Tapi orang bodoh mana yang tega menyembelih angsa bertelur emas?

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

James & Martha - CIAYO Comics

Beda Umur 10 Tahun Ngga Masalah Buat Pasangan Ini

Beda umur 10 tahun? Nggak masalah tuh buat James & Martha. Buat bro sis yang belom kenal sama James & Martha, kalian bis.. more

Valve and Steam (Sumber: http://2.bp.blogspot.com/-NNLEB_aaNQY/VTQwGsKSSjI/AAAAAAAABeU/z-QCEDlLDEs/s1600/valve-steam.jpg)

Pro dan Kontra Kebijakan Baru Steam Direct, Yay or Nay?

Penggantian Steam Greenlight ke Steam Direct memang menimbulkan banyak pro dan kontra, ada yang setuju dan ada yang tida.. more

Preview Anime Baru di Musim Panas 2018 yang Patut Kalian Nantikan

Memasuki pertengahan tahun 2018 berarti pergantian musim bagi para penggemar anime. Berikut tiga judul anime baru yang d.. more

Paris Games Week 2017 Sudah Dimulai Minggu Ini!

Sony Interactive Entertaiment, pemilik merk Sony PlayStation families, baru saja menggelar acara internal/keynote dalam .. more

00-d-fifa-19

FIFA Battle Royale? Mode Baru FIFA 19 Ini Bikin Beda Dari PES!

FIFA 19 kini punya mode game yang memungkinkan gamer bermain tanpa wasit, hingga sistem skor ala basket. Ada mode Battle.. more