Kepercayaan dan Mitos Kebudayaan Jepang yang Patut Kamu Ketahui

3 months ago
(Sumber: wildheartwithasoftspot)

Pernah nonton film ‘Memoirs of Geisha’ ? Yap, film yang berkisah tentang Geisha ini memang sangat menyentuh dan membekas di pikiran penontonnya. Salah satu adegan yang berkesan adalah saat Sayuri berlari di terowongan berwarna orange menuju sebuah kuil. Yup! Kuil yang terletak di Kyoto, Jepang ini bernama Fushimi Inari Shrine. Fushimi Inari kini menjadi salah satu tujuan tempat wisata yang wajib untuk dikunjungi turis yang berkunjung ke Kyoto. Gak hanya karena menjadi lokasi syuting film Memoirs of Geisha, kuil ini juga terkenal karena banyaknya Torii atau gerbang yang berurutan disusun menyusuri jalan menuju kuil yang terletak di Gunung Inari. Gerbang-gerbang yang tersusun ini mempunyai sebutan sendiri, yaitu Senbon Torii, yang berarti seribu gerbang. Orang Jepang yang datang ke kuil Fushimi Inari pasti menyempatkan diri untuk berdoa kepada salah satu Dewa Shinto, yaitu Inari sebagai dewa pemberi beras dan kesuburan supaya selalu dicukupkan hidupnya.

Selain pergi ke tempat suci seperti kuil dan berdoa kepada Dewa Shinto, masyarakat Jepang juga memiliki kepercayaan untuk memohon keberuntungan agar dijauhi dari nasib buruk. Kepercayaan ini bahkan masih dianut hingga masa modern saat ini .Salah satunya adalah menyimpan barang-barang pembawa keberuntungan, seperti:

1. Omamori

Omamori (Sumber: tumblr.com)

Omamori (Sumber: tumblr.com)

Kantung kecil yang terbuat dari kain brokat dan diisi oleh doa-doa ini bisa ditemukan di dekat kuil Jepang. Dalam bahasa Jepang, Omamori berarti adalah pelindung. Ada banyak jenis Omamori sesuai dengan permohonan. Ada yang memohon nilai bagus, penghilang stress dll. Karena bentuknya yang cantik dan kecil, jimat ini biasanya selalu dibawa saat beraktivitas sehari-hari.

2. Daruma

Daruma (Sumber: Japan-talk.com)

Daruma (Sumber: Japan-talk.com)

Daruma dibuat sebagai jelmaan dari biksu ke-6 dalam Budhidharma. Daruma biasnaya disimpan dengan harapan, segala permintaan kita dapat depat terwujud. Menurut cerita, dahulu kala terdapat seorang biksu yang bertapa selama 9 tahun sampai tangan dan kakinya berhenti tumbuh. Daruma mulai dibuat sejak tahun 1700 di daerah Takasaki. Saat itu petani sutra dilanda panen yang gagal terus-menerus. Mata Daruma biasanya dibuat tanpa mata, jadi pemiliknya bisa menggambar satu mata untuk membuat harapan dan mata lainnya kalau harapan itu udah terpenuhi.

3. Maneki Neko

Maneki Neko (Sumber: pinterest.com)

Maneki Neko (Sumber: pinterest.com)

Konon, pajangan Maneki Neko berasal dari legenda biksu miskin yang memelihara seekor kucing. Suatu hari kucing ini menolong orang kaya yang berdiri dibawah pohon yang hampir jatuh. Dari kejadian itu, si orang kaya jadi berteman dengan pemilik kucing itu dan memberikan uang untuk membangun sebuah kuil. Makanya sebelah tangan Maneki Neko dibuat seperti memberikan sebuah isyarat. Maneki Neko jadi pajangan wajib oleh orang yang membuka sebuah toko supaya membawa rezeki baik.

Disisi lain, dalam hal percintaan masyarakat Jepang juga punya beberapa kepercayaan atau mitos yang juga gak kalah terkenal. Contohnya seperti legenda Jembatan Togetsu di Arashiyama, Kyoto. Kabarnya, jika sepasang kekasih berjalan melewati jembatan bersama-sama dan menoleh ke belakang, mereka akan berpisah dalam waktu dekat. Selain jembatan Togetsu, ada juga legenda terkenal Jepang bernama ‘The Red String of Fate’, benang merah yang membawa kita dalam sebuah takdir. Dipercaya bahwa tiap orang terlahir dengan benang merah terhubung yang gak terlihat, terkait di ujung kelingking kita masing-masing. Dimana akhir dari benang merah itu adalah jodoh kita nantinya.

Togetsu (Sumber: travel.rakuten.com)

Togetsu (Sumber: travel.rakuten.com)

The Red String of Fate (Sumber: pinterest)

The Red String of Fate (Sumber: pinterest)

Semua mitos dan legenda dari masyarakat Jepang ini masih dipercayai sampai sekarang. Mempercayai hal-hal ini bukanlah sesuatu yang negatif, karena gak masalah hal itu benar atau tidak, malah bisa menambah energi positif dan optimis. Selama kita percaya dan berusaha, percayalah, hal baik pasti akan datang.

About Author

Lisa

Lisa

Lisa is a journalist student from Jakarta who always find writing as a very amusing hobby. She believes that even when the writer's soul is staying, a writing can travels anywhere. Lisa is on her way to achieve a bachelor degree and her own life bucket list."

Comments

Most
Popular

Sabrina – Chapter 1: Clubbing di Tengah Kota

Malam itu ia bertemu Intan di salah satu club di tengah kota. Patung kuda terpajang di atap gerbang, sebagai ikon club i.. more

Karakter karangan Fujiko F Fujio (koi-nya.net)

Fujiko F Fujio, Ayah Doraemon

Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini, ingin itu, banyak sekali… Hayo…ada yang tahu lirik lagu salah satu k.. more

Sabrina – Chapter 5: Teriakan Memekakkan Telinga

Sang kakak hanya terdiam menerima hujanan pukulan itu. Sampai suara hantaman keras dan teriakan dari arah kamar, membuat.. more

(denofgeek.com)

5 Tempat Terseram di Jepang Ini Pasti Bikin Kamu Merinding!

Cerita yang bergenre horror, film horror, komik horror dan buku lainnya, biasanya dibuat dengan tujuan untuk menghibur o.. more