Kerja Keras vs Bakat, Siapa yang akan Menang?

3 months ago
Kerja keras vs bakat

Masih ingat dengan karakter Rock Lee dalam serial anime Naruto? Sosok anak laki-laki yang selalu bersemangat itu merupakan genin dari Konoha. Sewaktu ujian Chunin berlangsung, dia mengajak sang jenius Sasuke Uchiha untuk bertarung.

Kerja keras vs bakat - rock lee

Sumber: mangapanda.com

Dia melakukannya untuk menguji kekuatannya sendiri dengan cara melawan kekuatan seseorang yang dibilang jenius sejak lahir. Karena bagi Rock Lee yang hanya bisa menggunakan Taijutsu sejak lahir, dia ingin melihat apakah latihan dan kerja kerasnya dapat mengalahkan bakat alami dan gen superior yang dimiliki oleh Sasuke Uchiha.

Kerja keras vs bakat - uchiha lee

Sumber: mangapanda.com

Kerja keras vs bakat - ujian

Sumber: mangapanda.com

Tapi, benarkah kenyataannya demikian? Benarkah kerja keras, latihan, dan kemampuan mengembangkan diri dapat mengalahkan bakat alami?

Kerja Keras vs Bakat: Mitos Latihan 10.000 Jam

Saking kerasnya latihan yang dilakukan Rock Lee, Naruto pun sampai mengakui kalau latihan yang dilakukan lebih keras dari apa yang dia lakukan. Kalau di dunia nyata sih, mungkin bisa dibilang Rock Lee sudah latihan keras lebih dari 10.000 jam.

Apakah kamu tahu tentang teori 10.000 jam? Teori yang berasal dari buku Outliers milik penulis Malcolm Gladwell ini mengatakan bahwa kita bisa membuat diri kita ahli dalam suatu bidang hanya dengan rutin latihan selama 10.000 jam. The Beatles dan Bill Gates sudah membuktikannya, dan masing-masing menjadi legenda yang menginspirasi banyak orang.

Dan kalau dipikir secara logika, memang masuk akal bukan? Semakin kita sering latihan, semakin kita menuju 10.000 jam dan semakin cepat pula kita menjadi ahli. Tangan, tubuh dan otak akan bergerak secara auto-pilot karena sudah sering melakukan aktivitas tersebut. Reflek akan semakin cepat, latihan akan lebih mudah dan hasilnya dapat kita rasakan dengan kilat.

kerja keras vs bakat - biola

Sumber: bostonglobe.com

Tapi ternyata, berlatih sebanyak mungkin bahkan hingga 10.000 jam tidak menjamin seseorang untuk bisa menjadi ahli dalam bidangnya. Teori ini bahkan cenderung salah dan menyesatkan, kata seorang penulis dan psikolog Daniel Goleman. Dia mengatakan bahwa Teori 10.000 hanyalah mitos, rule of thumb yang viral dan menjadi pop-psychology yang salah diartikan.

Analoginya seperti ini : coba kita belajar sebuah bidang, golf atau tenis misalnya. Jika kita melakukan swing yang salah dengan cara yang sama selama 10.000 jam, kita tidak akan pernah bisa menjadi seorang ahli. Kita tidak akan mendapatkan manfaat setelah melakukan repetisi latihan selama10.000 jam. Kita hanya mendapatkan gerak tubuh dan reflek yang lebih cepat, hanya itu saja.

Hal ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Princeton University, dimana deliberate practice semacam ini hanya merubah performa sebanyak 12% saja. Dengan kata lain, riset sudah mengatakan bahwa lamanya latihan sama sekali tidak menentukan apakah kita akan menjadi ahli atau tidak.

Hmm, saya jadi teringat salah satu scene di film The Gambler :

“Desiring things cannot make you have it. If you take away nothing else from my class, from this experience, let it be this: If you’re not a genius, don’t bother. The world needs plenty of electricians and a lot of them are happy”

‘If you’re not a genius, don’t bother’. Ga usah coba-coba sesuatu yang baru, ga usah berusaha, ga usah mencoba menujukan jati dan eksitensi diri pada khalayak luas. Toh semuanya juga akan ketutup dengan karya dari para jenius yang berbakat bukan?

Bakat & Akar Para Jenius

Kita semua tahu siapa itu Picasso, Leonardo Da Vinci, Mozart dan karya-karya terkenal milik mereka. Mereka adalah para legenda, para jenius dibidangnya yang hingga sekarang belum ada yang bisa melampaui besarnya karya mereka. Mereka adalah manusia berbakat, manusia spesial yang sudah ditakdirkan menjadi besar dan ternama.

Picasso sedari kecil sudah terlihat bakatnya. Kata pertama yang dia ucapkan adalah piz, kependekan dari lápiz atau pensil dalam bahasa Italia. Ayahnya adalah seorang pelukis, yang bahkan karyanya sudah dikalahkan oleh Picasso sejak dia masih kecil. Saking terlihat bakatnya, ibunya sampai bilang kalau dia masuk tentara akan menjadi jendral, belajar pastur dia akan menjadi Paus Paulus, dan terus melukis dia akan menjadi Picasso.

Kerja keras vs bakat - foto

Sumber: en.vogue.fr

Menjadi seorang jenius tidak hanya membutuhkan bakat alami, tapi beberapa fitur langka yang sudah didapatkan sejak kecil. Ellen Winner, direktur dari Arts dan Mind Lab Boston Collage yang sudah lama meneliti para prodigies ini menemukan fakta bahwa semua legenda, semua jenius, memiliki beberapa kesamaan. Mereka memiliki visual memori yang sangat kuat, mampu melihat detail yang tidak bisa dilihat oleh orang lain, dan mampu membuat rencana realisitis dan di eksusi dengan brilian.

Tapi dari semua faktor yang dimiliki oleh para jenius, ada satu faktor yang paling menentukan dan paling terlihat sama : keinginan yang sangat kuat untuk menjadi ahli atau yang disebut dengan “rage to master” — passion yang sangat kuat hingga mereka akan terus memikirkannya, bahkan saat mereka sedang tidur sekalipun.

Artinya, para jenius ini punya formula sempurna sebagai manusia untuk bisa menjadi seorang ahli. Mereka punya bakat alami, yang ditambah dengan keinginan yang menggebu untuk menjadi seorang ahli, dan lahirlah seorang legenda yang dikenang sepanjang masa.

Kerja keras vs bakat - making

Sumber: leonardo-newtonic.com

Yah, mungkin kalau kita membandingkan para jenius yang sudah terkenal dengan seluruh dunia mungkin terlalu jauh. Rasanya ga apple to apple, karena memang bagi kita yang orang biasa saja rasanya ga akan kesampaian dan ga mungkin tanpa punya ‘akar’ dari para jenius.

Tapi kalau hanya bakat alami yang terlihat sejak kecil, rasanya masih ada kesempatan bagi kerja keras untuk menang bukan?

Lakukan Seperti Reed Richard

Kapten dari Fantastic 4 yang juga disebut sebagai manusia paling pintar di seluruh dunia ini memang memiliki tingkat intelektual yang tinggi sedari kecil. Meskipun demikian, ada kalanya Reed Richard tidak bisa memecahkan masalah yang dia miliki. Bakat yang dia miliki selama ini tidak berguna, karena dia diharuskan belajar tentang sesuatu yang belum pernah dia ketahui sebelumnya dari nol.

kerja keras vs bakat - fantastic four

Sumber: pinterest.com

Kerja keras vs bakat - richard

Sumber: pinterest.com

Pada suatu waktu, Mr. Fantastic dikurung oleh musuh bebuyutannya Dr. Doom setelah dia menculik anaknya dan melukai seluruh keluarganya. Dia dikurung karena Dr. Doom menganggap Mr. Fantastic adalah manusia paling arogan, paling sombong, dan paling pintar dari orang lain. Dr. Doom ingin Mr. Fantastic merasakan putus asa dan rasa tidak tahu, yaitu dengan menyuruhnya mempelajari magic atau sihir yang sama sekali tidak dia yakini.

Baca juga: Bintang ‘A Quiet Place’ Tertarik Bermain Menjadi Mr. Fantasic! Sinyal Masuknya Fantastic Four Ke MCU?

Mr. Fantastic hampir menyerah dengan keadaan. Bakat yang dimilikinya seakan menguap, tidak berguna saat dia berhadapan satu subjek yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Tapi beruntungnya, Dr. Strange berhasil masuk kedalam ruangan tersebut dan mencoba mengajarinya sihir agar Reed dapat keluar dan menyelamatkan keluarganya.

Kerja keras vs bakat - sihir

Sumber: pinterest.com

Dr. Strange yang sedang berada dalam wujud astralnya mencoba memberitahu Reed cara menggunakan sihir mulai dari nol. Tapi seperti yang kita tahu, Reed adalah man of science, seorang ilmuan dan peneliti yang tidak percaya dengan sihir yang jelas tidak ada kedudukannya dalam dunia keilmuan.

Untungnya, Reed tidak bersikap demikian. Dia tahu bahwa mempelajari sihir adalah satu-satunya cara untuk keluar dari ruangan tersebut dan menyelamatkan keluarganya. Selain itu, dia juga menyadari kalau sihir adalah sesuatu yang bisa dia pelajari, walaupun secara logis dianggap tidak memungkinan. Dr. Strange berhasil mempelajari sihir setelah seseorang mengajarkannya, kenapa dia tidak mencobanya?

Kerja keras vs bakat - keluar

Sumber: pinterest.com

Setelah membaca beberapa buku, mengucapkan beberapa mantra dan bertarung dengan Dr. Doom, Reed Richards berhasil mempelajari beberapa sihir dasar, keluar dari ruangan tersebut dan menyelamatkan keluarganya. Nah, lalu apa yang bisa kita tangkap dari cerita diatas?

Ada tiga hal penting yang perlu dicatat dan diperhatikan. Yang pertama, sepintar apapun seseorang, seencer apapun otaknya, sebanyak apapun informasi yang dia punya, pasti ada kalanya orang tersebut merasa tidak berdaya dan tidak tahu. Mereka juga manusia, yang punya titik tinggi dan titik rendah dalam hidupnya baik secara emosional maupun fisikal.

Yang kedua, walaupun Reed seorang jenius yang serba tahu, pasti akan ada subjek baru yang dia sama sekali tidak dia mengerti, dimana bakat dan kepintarannya tidak bisa digunakan. Seseorang tidak mungkin mempunyai semua pengetahuan yang ada sekaligus, karena manusia tidak memiliki sifat omnicient atau maha mengetahui.

Dan yang terakhir, seorang jenius pasti akan mempelajari hal yang tidak dia ketahui sebelumnya jika memang dia membutuhkan. Tidak peduli bakat, akar, ataupun kepintaran yang dia miliki, dia harus mempelajari hal tersebut dari nol layaknya semua orang. Semua sejajar, sama-sama mulai dari nol.

Kalau seorang jenius saja tidak malu untuk belajar hal yang baru, kenapa kita tidak?

Hm, lalu bagaimana dengan si pekerja keras?

Psst, baca kelanjutannya di sini.

Banner Komik Action

About Author

Ben

Ben

"Seorang penulis lepas amatiran yang tampan, muda, pemberani, dan mencoba menjadi idaman mertua. Kalau ketemu di jalan tolong teriak 'BENJO' yang kenceng ya!"

Comments

Most
Popular

Film Sleeping Dogs Akan Diperankan Donnie Yen!

Sempat menjadi kabar burung, Donnie Yen dipastikan bermain di film Sleeping Dogs; adaptasi dari game Square Enix dan Uni.. more

(Sumber: youtube.com)

Manga Romance Comedy Watashi ni xx Shinasai Mendapat Adaptasi Serial dan Film Live-Action

Watashi ni xx Shinasai, manga bergenre romance comedy ala novelis yang siap untuk ditonton versi Live Action-nya!.. more

Sabrina – Chapter 1: Clubbing di Tengah Kota

Malam itu ia bertemu Intan di salah satu club di tengah kota. Patung kuda terpajang di atap gerbang, sebagai ikon club i.. more

Dike - Rian - Melisa (Sumber: ciayo.com)

Ngobrol Sama Artist di Balik Taring Niel dan Rumah Keti

Tim Blog CIAYO Comics berkesempatan ngobrol-ngobrol sama comic artist, juga colorist & background artist Love Has Fangs.. more

Sumber gambar: mondofox.it

Go Nagai: Mangaka Senior yang Mempopulerkan Genre Ecchi dan Super Robot

Go Nagai adalah sosok mangaka jenius yang tidak terjebak pada satu genre. Ia membuat manga bertema robot, komedi, peremp.. more