Ketagihan main Games? Hati-hati, Itu Termasuk Gangguan Mental loh!

1 year ago

WHO (World Health Organization) baru saja menambahkan gaming disorder ke dalam draft beta ICD (International Classification of Diseases / Klasifikasi Penyakit Internasional). ICD merupakan standar internasional yang berisikan gangguan dan penyakit kesehatan. Dan akan terbit edisi ke- 11 pada tahun 2018 yang sekaligus akan menyertakan gangguan baru ini.

Organisasi Kesehatan Dunia. Sumber: WHO

Organisasi Kesehatan Dunia. Sumber: WHO

Nah, sebelum kamu parno, apalah kamu mengidap gaming disorder atau engga. Yuk, kenali dulu gejalanya.

Main game itu asik, bisa menghibur diri dan menyenangkan, tapi kenapa bisa ada yang namanya gaming disorder? Jadi gini loh bro sis, seseorang bisa dikatakan mengidap gaming disoder jikalau seseorang tidak bisa mengendalikan seberapa sering dia bermain. Bahkan saking parahnya, they just can’t stop! Pengidap gangguan mental ini rela menelantarkan aktivitas kehidupan sehari-harinya hanya demi bermain game. Mereka tidak peduli dengan pekerjaan, pendidikan, lingkungan bahkan kehidupan sosialnya!

Namun, penderita dapat dikatakan resmi mengidap gaming disoder apabila kebiasaan bermain game berlebihannya sudah berlangsung setidaknya satu tahun. So, gak pantas kalau kalian melabeli seluruh teman kamu yang hobi bermain game dengan sebutan ini. Karena gak semuanya yang hobi bermain game mengidap gangguan mental kok. Hanya orang-orang dengan gejala yang disebutkan tadi saja yang mengidap gangguan mental. Selama kamu bermain dengan durasi yang wajar, pantas, dan tidak menelantarkan aktivitas sehari-hari, kalian normal kok!

Bermain game juga punya manfaat positif kok! Sumber: live science

Bermain game juga punya manfaat positif kok! Sumber: live science

Bermain game memang gak selalu negatif, banyak juga prestasi yang bisa ditoreh dari hobi tersebut. Bahkan bermain video games memiliki beberapa manfaat seperti, meningkatkan kemampuan koodinasi, meningkatkan kemampuan problem-solving, kecepatan berpikir dan lain-lain. Meski begitu, apabila tidak diimbangi dengan pola hidup sehat, benefit tersebut akan berubah menjadi  kasus -kasus gamers yang tewas akibat main game,

>>Chris Stainforth, gamer asal Inggris yang menderita penyumbatan pembuluh darah akibat bermain Halo: Reach selama 12 jam tanpa henti.

>>Lee Seung Seop yang ketagihan bermain Starcraft hingga memutuskan untuk tinggal di warnet dan meninggalkan pekerjaannya. Selama 50 jam Lee Seung Seop bermain game dan akhirnya mengalami gagal jantung.

>>Xiao Yi, berumur 13 tahun, saking terobsesinya dengan game World of Warcraft (WoW), ia pun beranggapan kalau mati di dunia nyata, dirinya bisa bergabung dengan teman-teman di guild. Sebelum melakukan bunuh diri, Xiao Yo juga sempat menuliskan pesan terakhir yang ditulis dari perspektif karakter game miliknya. Ia pun bunuh diri dengan terjun dari lantai 24 apartemennya.

Bukannya menakut-nakuti, namun, kesimpulan yang bisa diambil adalah, segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan dan tidak seimbang dikhawatirkan dapat merusak tubuh dan jiwa. Yang terpenting, kita harus wise dalam melakukan segala sesuatu. Jadilah gamers yang bijaksana!

About Author

Steffi CIAYO

Steffi CIAYO

“All life is an experiment. The more experiments you make the better.” —Ralph Waldo Emerson

Comments

Most
Popular

Sumber: Polygon

Yang Istimewa dari Edisi #800 Komik The Amazing Spider-Man

Komik Spider-Man yang kini mencapai edisi ke-800, “The Amazing Spider-Man”, ditulis kisahnya oleh Dan Slott. Edisi #.. more

Goblin Slayer - Thumb

Goblin Slayer Anime Tersadis? Tunggu Dulu! Judul-Judul Ini Jauh Lebih Seram

Beberapa waktu terakhir ini kalangan penggemar anime, otaku dan forum-forum anime dunia dihebohkan dengan salah satu TV .. more

Kerja keras vs bakat

Kerja Keras vs Bakat, Siapa yang akan Menang? [Part 2]

Dari banyak riset yang dilakukan oleh banyak peneliti, kemampuan yang dianggap sebagai bakat ternyata juga didapatkan da.. more

(Instagram @pengabdisetanofficial)

Pengabdi Setan Jadi Film Horor Terseram di Indonesia?

Buat bro sis yang suka kisah-kisah ngeri, cerita seram, atau film horor, belum cukup nyali kalo belum nonton Pengabdi Se.. more

Sensor visual yang absurd dari TV Indonesia. Sumber gambar: twitter.com/adrianreynald

Sensor TV Indonesia Terlalu Ketat: Apakah Benar Efektif?

Saya akan setuju jika konten eksplisit bersifat kekerasan (seperti darah, mayat, hal-hal gore lainnya) mendapatkan senso.. more