Kinoko Nasu, Sosok di Balik Kemisteriusan Dunia dalam Visual Novel Fate/Stay Night dan Light Novel Kara no Kyoukai

7 months ago
Sumber: myanimelist.net dan screencapture game

Kalian ada yang sudah nonton anime Fate series atau “Kara no Kyoukai”? Bagaimana kesan-kesannya? Sedih? Terharu? Bingung? Atau kagum? Bagi kalian yang mengagumi cerita-cerita dari Fate series ataupun Kara no Kyoukai, pasti sudah nggak asing lagi dengan sosok Kinoko Nasu, author dari Visual Novel “Fate” dan “Tsukihime”, juga Light Novel “Kara no Kyoukai”.

Bagi kalian yang belum mengenalnya, pasti menebak kalau Kinoko Nasu adalah seorang wanita. Tebakan kalian salah besar. Meskipun memiliki suku kata -ko yang dalam bahasa Jepang berarti anak perempuan, tetapi Kinoko Nasu adalah seorang pria.

Profil Kinoko Nasu di website myanimelist.net, tidak memperlihatkan foto dirinya (Sumber: myanimelist.net)

Profil Kinoko Nasu di website myanimelist.net, tidak memperlihatkan foto dirinya (Sumber: myanimelist.net)

Kinoko Nasu, adalah sosok sentral di balik kesuksesan kedua serial anime itu. Awalnya, dia menulis Light Novel “Kara no Kyoukai” pada 1998. Kemudian, bersama dengan teman sekolahnya, Takashi Takeuchi, Nasu membentuk Type-Moon pada tahun 2000. Dia menjadi Co-Founder dari Type-Moon, merangkap sebagai penulis dan desainer video game di sana. Projek pertama mereka adalah Visual Novel Tsukihime, yang dirilis pada Winter Comiket tahun 2000 dan langsung populer kala itu, hingga mendapat adaptasi animenya pada 2003.

Anime Tsukihime (Sumber: myanimelist.net)

Anime Tsukihime (Sumber: myanimelist.net)

Untuk menyambung kesuksesan dari Visual Novel Tsukihime, Type-Moon membuat sekuel berjudul Kagetsu Tohya pada Agustus 2001 meski hasilnya tidak terlalu populer seperti pendahulunya. Projek Visual Novel Fate/Stay Night pun dimulai dan dirilis pada akhir Januari 2004. Dengan jumlah kata mencapai 800 ribu dan terdiri dari tiga rute utama, yaitu Fate, Unlimited Blade Works, dan Heaven’s Feel, Fate/Stay Night meraih kesuksesan lebih daripada yang dibayangkan. Hingga kini, Fate masih menjadi salah satu Visual Novel paling populer dan banyak mendapat apresiasi dari para penikmatnya.

Tampilan menu utama Visual Novel Fate/Stay Night (Sumber: koleksi pribadi penulis, screencapture dari Visual Novel Fate/Stay Night)

Tampilan menu utama Visual Novel Fate/Stay Night (Sumber: koleksi pribadi penulis, screencapture dari Visual Novel Fate/Stay Night)

Oktober 2005, Visual Novel sekuel Fate/Stay Night dirilis, berjudul Fate/Hollow Ataraxia. Namun, kesuksesan besar dari Fate/Stay Night membuat Fate/Hollow Ataraxia seolah-olah hanya menumpang kesuksesan pendahulunya. Apalagi, Fate/Stay Night mendapat adaptasi anime pada 2006 dan mendulang kesuksesan yang berujung pada remake Visual Novel dengan ilustrasi mengacu pada versi animenya.

Ryougi Shiki, karakter utama dalam Kara no Kyoukai (Sumber: myanimelist.net)

Ryougi Shiki, karakter utama dalam Kara no Kyoukai (Sumber: myanimelist.net)

“Kara no Kyoukai” menjadi Light Novel buatan Kinoko Nasu yang paling sukses hingga saat ini. Pertama kali rilis dalam bentuk online ataupun di acara Comiket antara Oktober 1998 hingga Agustus 1999, Kara no Kyoukai dicetak ulang oleh penerbit Kondansha sebanyak 2 volume pada 2004 dan berlanjut di 3 volume berikutnya antara 2007 hingga 2008.

Adaptasi animenya sendiri diproduksi oleh Ufotable sebanyak 7 episode dengan durasi per-episodenya antara 45 menit hingga 2 jam. Versi Original Video Animation (OVA) juga diproduksi pada 2011, sedangkan versi filmnya dirilis pada 2013 lalu. “Kara no Kyoukai” juga mendapat adaptasi manga yang serialisasinya dimulai pada 2010 di majalah online Saizensen.

Tidak hanya ketiga judul IP itu, Kinoko Nasu juga terlibat dalam berbagai projek lain. Anime yang mengambil universe yang sama dengan Fate, seperti Fate/Zero, Fate/Prototype, Fate/Grand Order, hingga yang terbaru seperti Fate/Extra Last Encore dan Fate/Stay Night Movie: Heaven’s Feel, pria kelahiran tahun 1973 ini selalu terlibat di dalamnya, mulai dari posisi original creator, planning original, ataupun script.

Rin dan Archer, dua karakter dalam Fate/Stay Night (Sumber: myanimelist.net)

Rin dan Archer, dua karakter dalam Fate/Stay Night (Sumber: myanimelist.net)

Kinoko Nasu membuat keterkaitan dalam universe di setting cerita yang dibuatnya. Serial Fate mengambil latar kota Fuyuki; “Tsukihime”, “Kagetsu Tohya”, serial “Melty Blood”, dan “Mahoutsukai no Yoru” bertempat di kota kecil bernama Misaki; “Kara no Kyoukai” mengambil tempat di dunia paralel yang berhubungan dengan kedua kota itu. Seperti banyak kota-kota kecil di Jepang, kedua kota itu dikelilingi oleh pegunungan sehingga tampak seperti terisolir satu sama lain tetapi berkembang cukup pesat.

Gambar dari dunia nyata dalam kota Fuyuki (Sumber: aminoapps.com)

Gambar dari dunia nyata dalam kota Fuyuki (Sumber: aminoapps.com)

Jika kalian ingin melihat versi asli dari kota Fuyuki, baiknya berkunjung ke kota Kobe, Jepang. Beberapa tempat seperti mansion Tohsaka, kuil Ryudoji, hingga rumah yang ditempati Emiya Shirou ada di sana.

Tertarik untuk napak tilas ke sana? Atau malah terinspirasi dengan segala cerita yang ditulis oleh Kinoko Nasu dan berniat membuat cerita dengan universe sendiri seperti dirinya? Jangan hanya berangan-angan saja ya, karena setiap ide harus ditulis dan diwujudkan, misalnya lewat CIAYO Comics Challenge Vol. 3. 

Selain mengasah kemampuan dan menuangkan ide, kalian juga bisa berkesempatan mendapatkan hadiah, loh! Tunggu apalagi?

About Author

Saya Grad

Saya Grad

Menyukai May’n, anime, dan film Jepang. Bisa dihubungi melalui laman Facebook Saya Grad ataupun Twitter @grad_11

Comments

Most
Popular

Happy Death Day: Dibunuh dan Terbangun Lagi Berulang-Ulang

Ada film thriller menarik yang wajib ditonton buat kalian yang gak begitu suka dengan film horror. Film yang berjudul .. more

Chammyland - CIAYO Comics

Kangen Nggak Sama Coco, Chips, dan Crocket?

Hi Guys! Masih inget nggak sama Coco, Chips, dan Crocket? Yuk, kita inget-inget lagi karakter Coco, Chips, dan Crocket i.. more

Film Justice League menampilkan cameo dari grup K-pop Blackpink. Namun ternyata kehadiran mereka bukan cuma sekedar easter egg sederhana!. Sumber: Meka Medina

Ketahuan! Ternyata The Flash ‘Justice League’ Fanboy Grup K-Pop Blackpink!

Film Justice League menampilkan cameo dari grup K-pop Blackpink. Namun ternyata kehadiran mereka bukan cuma sekadar east.. more

Sumber: japantimes

Inilah Hal Yang Wajib Dipatuhi Oleh Orang Jepang dan Korea Saat Bekerja

Di Jepang, orang yang bekerja di kantor, biasanya punya budaya untuk makan malam bersama. Wajar memang. Tapi dalam makan.. more

Hasil Studi Banding Saya Ke Jepang: Tamparan Keras Bagi Indonesia

Beberapa waktu lalu, saya pergi ke Jepang untuk melihat Sakura. Namun saya belajar banyak hal... more